Friday, October 12, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 04-1

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 04-1
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
Jin Kook menemui Moo Young di rumah Moo Young dan bertanya pada Moo Young, bagaimana rasanya membunuh?
“Seperti fantasi,” jawab Moo Young dengan wajah serius.
“Pembunuh yang kamu lihat di kantor polisi tempo hari dirimu sendiri, bukan? Kamu menatap dirimu di cermin, bukan Choi Sang Hoon,” tanya Jin Kook.
“Ya. Aku membunuhnya,” jawab Moo Young tanpa sedikitpun rasa takut. “Kuharap aku bisa berkata begitu,” lanjutnya dan tertawa. “Jangan terlalu sering menonton drama. Maksudku film. Khayalan, fantasi. Aku harus berangkat ke kantor.”
“Kim Moo Young,” panggil Jin Kook pada Moo Young yang hendak masuk ke dalam rumah. Dia melempar bola kristal yang di ambilnya dari koper Sang Hoon. Dan refleks, Moo Young menangkapnya, dengan tangan kiri. “Kamu kidal.”
“Aku mampu memakai kedua tanganku. Secara maksimal. Ini bola kristal salju, ya?”
“Di mana kamu akan meletakkannya? Di samping perahu atau malaikat?” tanya Jin Kook, pertanyaan yang sama seperti yang di ajukannya pada Sang Hoon.
“Malaikat.”
“Malaikat, ya? Ingin mendengar hal aneh? Kamu sudah bertemu adikku, bukan? Dia punya seorang teman baik. Suatu hari, gelang temannya putus dan pacarnya memperbaikinya. Teman adikku menyadari gelangnya persis kembali seperti semula. Manik-maniknya ada lebih dari 20 butir dan pacarnya bisa menyusunnya seperti semula.”
“Hebat sekali,” puji Moo Young.
“Ada yang lebih hebat. Hewitt Vill di persimpangan Wonyoung. Itu lokasi pembunuhan  seorang mahasiswi. Dia mengoleksi puluhan bola kristal salju. Saat dia dibunuh, semua bola kristal jatuh ke lantai. Tapi seseorang merapikannya kembali. Jumlah bola kristal saljunya ada 50.”
“Mereka orang yang sama?”
“Menurutmu begitu? Kamulah orangnya,” tuduh Jin Kook, secara langsung.
“Aku? Salah. Aku hanya memperbaiki gelang Seung Ah,” jawab Moo Young dengan senyuman di wajahnya.
Moo Young kemudian melihat bola kristal di tangannya, dan dia mulai mengucap, seolah menyusun bola kristal tersebut. Dan ingatannya mengingat saat dia menyusun bola kristal di rumah Mi Yeon, sang korban. “Malaikat. Perahu. Rusa Rudolph. Manusia salju. Bunga. Malaikat. Malaikat jelas lebih cocok. Ini komidi putar, harus ada di samping malaikat.”
Dan Jin Kook menatapnya dengan tajam. “Apakah asyik mempermainkanku? Mulai hari ini, kamu tersangka. Bersiaplah. Aku berapi-api.”
“Semoga berhasil,” semangati Moo Young, dan dengan nada seolah dia tidak peduli dengan ancaman Jin Kook. “Kabari aku saat kamu menangkap pembunuhnya. Bola kristalnya ada 50 buah? Aku tidak sabar mengetahui pelakunya.”
Jin Kook benar-benar kesal. Dia mengambil bola kristal yang Moo Young tinggalkan, dan turun dari atap.
Moo Young sebelum masuk ke dalam rumah, memandang cooler box yang ada di depan rumahnya, sekilas.
Di dalam rumah, wajah senyuman Moo Young berubah menjadi sangat dingin. Menakutkan.
Jin Kook kembali ke rumah dan masuk ke mobil untuk membawa Jin Kang bekerja. Jin Kang mengomeli Jin Kook yang sangat lama tadi dan hampir membuatnya terlambat. Jin Kook mengabaikan omelan Jin Kang, dan hanya meminta Jin Kang untuk membujuk Seung Ah agar berpisah dari Moo Young. Jin Kang sedikit heran, apalagi wajah Jin Kook nampak sangat serius.
--
Ibu Seung Ah berdiri menatap CCTV dengan wajah menegang. Tangannya mengepal dengan erat seolah melampiaskan kemarahan dan rasa cemas-nya.
Apa yang ibu Seung Ah cemaskan dan tatap di CCTV?
Dia menatap mobil Woo Sang yang terparkir.
Woo Sang berbicara dengan Seung Ah di dalam mobil berdua. Seung Ah mengembalikan kunci mobil dan mobil hadiah Woo Sang untuknya, dan juga semua hadiah yang pernah Woo Sang berikan. Woo Sang tampak marah, tetapi dia berusaha menahannya dengan bertanya apa Seung Ah lupa dengan janji makan malam mereka kemarin?
“Semalam aku bersama pria itu. Aku tidur dengannya. Dan aku tidak menyesal,” beritahu Seung Ah.
Woo Sang tampak sangat-sangat marah. Dia mencoba tertawa berharap kalau itu hanya lelucon, tetapi Seung Ah memasang wajah serius. Woo Sang tidak dapat lagi menahan amarahnya, dia mencubit pipi Seung Ah dengan sangat kasar.
“Seung Ah. Kamu bahkan tidak tahu rasanya menyesal,” ujar Woo Sang dengan nada marah dan mendorong wajah Seung Ah dengan kasar. “Mana bisa kamu merasa tidak menyesal? Seung Ah. Tatap aku. Kamu melanggar janji. Kenapa tidak meminta maaf? Agar aku lebih melunak kepadamu. Benar, bukan?”
Tetapi Seung Ah tidak mengatakan apapun, dan hal itu membuat Woo Sang geram. Dia menyuruh Seung Ah untuk turun dari mobilnya. Setelah itu, Woo Sang berpindah ke kursi kemudi dan membawa mobilnya pergi dari depan rumah Seung Ah. Sementara supirnya membawa pergi mobil Seung Ah.
--
Sang Hoon di bawa kejaksaan. Dan hal itu di liput oleh media. Jin Kook dan So Jung melihatnya dari jauh. So Jung memuji team 3 yang berhasil menangkap pembunuh dan pasti Jin Kook sangat senang dan bangga. Jin Kook tidak mengatakan apapun dan  hanya menatap det. Lee dengan tajam.
--
Jin Kang menelpon Seung Ah, tetapi yang mengangkat ponsel Seung Ah adalah ibu Seung Ah. Ibu memberikan ponsel itu kepada Seung Ah yang sedang berbaring di sofa. Mendengar yang menelpon adalah Jin Kang, Seung Ah langsung membahas mengenai pameran. Dan jelas Jin Kang bingung mendengarnya. Ibu terus memandangi Seung Ah.
Diam-diam, Seung Ah mengirim pesan pada Jin Kang : Tolong aku, Jin Kang. Aku dilarang keluar. Kemarin aku bermalam di luar.
--
Jin Kang dan team melakukan rapat dengan team Arts Brewery mengenai desain yang telah mereka buat. CEO Jung melihat desain itu, dan memberikan pendapatnya dan juga saran. Dia meminta sedikit perubahan.
Tapi, Jin Kang tidak fokus selama rapat. Dia sibuk memikirkan pesan Seung Ah yang meminta agar Jin Kang membantunya keluar dan bertemu dengan Moo Young.
--
Di sebuah gereja, sedang dilakukan upacara pemakaman untuk Kepala Suster Jung Theresa.  Di antara para jemaat yang hadir, ada juga tn. Yang Kyung Mo.
Dan Moo Young juga datang di tengah acara dan duduk di bangku paling  belakang.
--
Rapat sudah selesai. CEO Hwang mengomentari Jin Kang yang tidak fokus selama rapat dan melamun. Tetapi, Jin Kang malah meminta waktu sebentar, dan dia langsung berlari kembali ke dalam perusahaan Arts Brewery.
Jin Kang bertemu dengan Hee Jun dan bertanya mengenai Moo Young. Sayangnya, Moo Young tidak ada. Jin Kang langsung meminta nomor ponsel Moo Young.
--
Upacara pemakaman di gereja telah usai. Semua jemaat keluar dari gereja dan siap untuk pergi mengubur peti Jung Theresa.
Salah seorang suster melihat Moo Young dan mengenalinya. Dia memanggil Moo Young, tetapi Moo Young malah berbalik dan berjalan pergi.
“Siapa? Kamu mengenalnya?” tanya tn. Yang.
“Itu Moo Young.”
“Moo Young?”
“Ya. Bagaimana dia bisa tahu Suster Theresa tutup usia? Sudah pasti itu Moo Young.”
--
Moo Young dalam perjalanan pulang dan mendapat pesan dari nomor tidak di kenal.
Ini Yoo Jin Kang. Seung Ah mengajakmu bertemu di tepi sungai, Sabtu pukul 16.00.
Moo Young membalas pesan tersebut.
Moo Young : Kenapa kamu yang menyampaikan?
Jin Kang : Seung Ah dilarang keluar. Ponselnya juga disita.
Moo Young : Kenapa?
Jin Kang : Kenapa lagi? Karena dia bermalam denganmu. (tetapi kalimat ini di hapus Jin Kang) Pokoknya, datang saja tepat waktu.
Moo Young tidak lagi membalas. Dan dia menambahkan nomor Jin Kang ke dalam daftar kontaknya.
--
Jin Kook sedang melihat data mengenai Yu Ri. Salah satunya tempat kerja Yu Ri di Kursus Privat Gitar Flying Band.
Dan… Jin Kook datang ke tempat kursus itu. Dia berpura-pura berlatih gitar dan menyanyi dengan suara sumbang. Hal itu tentu membuat Yu Ri jengkel. Yu Ri langsung bertanya dengan kesal, apa tujuan Jin Kook datang? Bukan untuk berlatih gitar, kan?
“Berlatih gitar. Kabarnya, banyak pelatih andal di sini.”
“Kata siapa?”
“Kim Moo Young.”
“Siapa kamu?”
“Kenalan Kim Moo Young,” jawab Jin Kook dan memperlihatkan tanda pengenal polisi-nya. “Baiklah. Kim Moo Young adalah mantan pacar Jeong Mi Yeon, ya?”
“Apa?” terkejut Yu Ri dan sesaat kemudian tertawa dengan keras. “Siapa yang mantan pacar?”
“Lalu apa kamu pacarnya? Kamu menyukai Kim Moo Young, bukan?”
“Apa aku terlihat gila? Untuk apa aku menyukai pria tua berumur 30 tahun?”
“Tua? Yang benar saja, 30 tahun belum tua. Tidak sopan. Pasti Kim Moo Young menangis mendengarnya.
“Pak. Kamu polisi, bukan?”
“Mau kuperlihatkan pengenalku lagi? Ini.”
“Kenapa kamu menanyaiku tentang Moo Young?”
“Untuk memperingatkanmu. Kim Moo Young adalah tersangka kasus pembunuhan Jeong Mi Yeon. Berhati-hatilah. Kamu bisa celaka jika melindungi kriminal.
“Moo Young tersangka? Kenapa? Moo Young bahkan kurang mengenal Mi Yeon,” tanya  Yu Ri dengan ekspresi bingung.
Dan Jin Kook bertanya dengan nada ragu, “Benarkah?”


No comments:

Post a Comment