Friday, October 12, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 04-2

0 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 04-2
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
Jin Kook bicara dengan Cho Rong. Dia mengajak Cho Rong untuk melakukan investigasi ulang kasus Mi Yeon. Cho Rong tidak mau, apalagi jika hanya mereka berdua.
“Bagaimana jika pelakunya orang lain, bukan Choi Sang Hoon? Kemungkinan terburuk, akan ada korban kedua. Bagaimana jika korbannya Lim Yu Ri?” tanya Jin Kook.
“Korban kedua? Tapi menurutku pelakunya Choi Sang Hoon.
“Itu hanya harapanmu atau kamu serius?”
“Keduanya.”
“Jadi, kamu ikut atau tidak?”
“Tidak,” jawab Cho Rong dengan tegas.
Muka Jin Kook langsung kesal. Untunglah, Cho Rong mendapat pesan dan dapat pamit pergi untuk melihat pesan. Tapi, pesan itu ternyata dari Jin Kang. Dan dia langsung memberitahunya pada Jin Kook, membuat Jin Kook kesal karena itu bukan hal penting.
“Mungkin waktunya tidak tepat untuk menanyakan ini, tapi kapan ulang tahun Jin Kang?” tanya Cho Rong.
“Astaga, dasar. 7 April.”
“7 April. Tapi apa kamu tahu waktu kelahirannya?” tanya Cho Rong lagi.
“Kamu masih muda, tapi malah percaya takhayul. Kamu ingin kecocokan pernikahan kalian diramalkan? Bagaimana denganmu? Kapan ulang tahunmu? Pukul berapa, tanggal berapa, tahun berapa?” tanya Jin Kook balik.
--
Cho Rong pergi makan siang dengan Jin Kang. Dia memakai seragam polisi lengkap. Kebetulan, Hwang Gun dan det. Lee lewat di sekitar jalan itu dan melihat mereka berdua. Mereka tertawa melihat Cho Rong memakai seragam lengkap di siang hari, dan pasti ingin pamer pada pacarnya.
Hwang Gun dan det. Lee dengan sengaja berhenti di samping mereka untuk menyapa Cho Rong dan Jin Kang. Mereka bertanya apa itu pacar Cho Rong? Cho Rong dengan tersipu malu, menyangkal hal itu. Cho Rong kemudian memperkenalkan Hwang Gun dan det. Lee pada Jin Kang.
Jin Kang balas memperkenalkan diri. Dan mereka baru tahu kalau Jin Kang adalah adik dari Jin Kook. Anehnya, raut wajah det. Lee yang awalnya tersenyum, jadi menegang. Dia membalas sapaan Jin Kang, dan langsung pamit untuk pergi
--
Jin Kook berada di dalam kantor polisi sendirian. Dia mulai menggambar bagan segitiga di bukunya untuk mempelajari hubungan Kim Moo Young, Jeong Mi Yeon dan Lim Yu Ri. Tampaknya, dia yakin kalau Kim Moo Young terlibat dalam kasus ini.
Jin Kook mencoba melihat kasus di komputernya, tetapi kasus yang ingin dilihatnya, tidak memberikan akses untuk dia lihat. Jin Kook kemudian memandang ke arah meja det. Lee yang komputernya pasti memiliki akses untuk melihat kasus itu.
--
Jin Kang menjemput Seung Ah. Dan ibu Seung Ah dengan ramah mempersilahkan mereka pergi. Tapi, saat mereka sudah pergi, wajah ibu Seung Ah menjadi sinis. Dia juga menggerutu karena Seung Ah tidak mampu mencari teman yang setara.
Seung Ah sangat senang karena akhirnya bisa keluar rumah. Dia langsung memeluk Jin Kang dan berterimakasih atas bantuan Jin Kang. Jin Kang kemudian bertanya dimana mobil Seung Ah? Seung Ah memberitahu kalau dia sudah mengembalikan mobil itu  dan mereka akan naik bus saja.
“Aku sangat ragu tindakanku ini benar,” ujar Jin Kang (maksudnya tindakan membantu Seung Ah keluar rumah untuk bertemu Moo Young).
“Sebab kamu tidak tahu apa pun tentang Moo Young. Kamu tidak tahu apa yang dia berikan kepadaku.”
“Apa yang dia berikan?”
--
Det. Lee kembali ke kantor, dan dia berpas-pasan dengan Jin Kook. Jin Kook protes karena tidak bisa mengakses kasus Jeong Mi Yeon. Det. Lee hanya menjawab cuek.
“Yoo Jin Kang? Yoo Jin Kook dan Yoo Jin Kang. Nama pun dibuat mirip agar dia terkesan seperti adikmu. Dia anak yang waktu itu, bukan? Dia sudah besar. Aku hampir tidak mengenalinya. Kenapa wajahmu tegang sekali? Kenapa? Kamu khawatir aku memberitahunya? Aku tidak membocorkannya. Nafsu makanku hilang saat dia mengenalkan diri sebagai adikmu. Mana mungkin aku bisa bicara?” ujar det. Lee (nah lho… apa itu artinya Jin Kang dan Jin Kook bukan saudara?)
Wajah Jin Kook tampak sangat tegang.
--
Jin Kook mendiskusikan kasus Mi Yeon dengan So Jung. Dia memberitahu kecurigaanya mengenai Moo Young.
“Ternyata karena dia. Aku bingung kenapa kamu terobsesi dengan kasus ini. Ternyata karena Kim Moo Young. Kenapa kamu sangat penasaran dengannya?” tanya So Jung.
“Begitukah kesannya?”
“Ya. Menurutku, semua itu hanya kebetulan.”
“Begitukah?”
“Dia hanya pemuda biasa. Kalaupun mencari sesuatu yang berbeda darinya, aura dia cukup unik. Kamu terlalu sensitif.”
--
Moo Young menunggu Seung Ah dan Jin Kang di tepi sungai. Tidak lama, Seung Ah tiba dan langsung berlari memeluk Moo Young dengan penuh kerinduan. Jin Kang memandanginya dan teringat jawaban Seung Ah pada pertanyaannya tadi.
“Sebab kamu tidak tahu apa pun tentang Moo Young. Kamu tidak tahu apa yang dia berikan kepadaku.”
“Apa yang dia berikan?”
“Diriku.”
“Dirimu?”
“Aku merasa menjadi diri sendiri saat bersamanya.”
Jin Kang memberikan waktu untuk Seung Ah bersama dengan Moo Young sampai jam 19.30, usai itu Seung Ah harus kembali. Dan dari jauh, seseorang memotret mereka.
--
So Jung mengajak Jin Kook minum alkohol di restoran sushi. Jin Kook sedikit heran karena So Jung membawanya minum-minum di siang hari, tetapi tetap saja dia ikut minum.
“Aku mendengar semua ucapan Lee Kyung Chul kepadamu. Seharusnya kamu menghajarnya. Aku tahu dia lancang, tapi beraninya dia mengusik Jin Kang? Astaga. Ada yang sangat ingin kukatakan  kepadamu.”
“Jangan dikatakan,” hentikan Jin Kook. “Apa pun yang ingin kamu katakan, simpan saja.”
“Lupakanlah, Manajer Yoo.”
“Kamu memang sulit diatur.”
“Maksudku…  Apa istimewanya manusia? Tidak ada. Setiap orang pernah melakukan kesalahan.
“Kesalahan…”
“Sudah 25 tahun berlalu. Itu cukup. Itu cukup lama untuk melupakan apa pun. Lihat betapa cantiknya Jin Kang sekarang. Kamu berhak bahagia karena telah membesarkannya hingga secantik ini,” ujar So Jung.
Dan Jin Kook hanya minum-minum.
--
Jin Kang berjalan sendirian, menghabiskan waktu hingga pukul 19.30. Dia melihat foto nya bersama Jin Kook saat dia masih kecil, dan wajahnya tampak bahagia.
--
Seung Ah mengajak Moo Young pergi ke motel. Dia berusaha mengajak Moo Young untuk istirahat bersamanya, tapi Moo Young dapat melihat kalau Seung Ah tidak berani menyentuh seprai karena takut kotor. Dia mengajak Seung Ah untuk keluar.
Seung Ah menolak dan meraba seprai. Moo Young tetap mengajaknya pergi.
“Aku mencintaimu,” ujar Seung Ah dan memeluk Moo Young.
--
Jin Kang berfoto sendirian dan mengirimkan fotonya ke Jin Kook. Tidak lama, Seung Ah dan Moo Young balik. Jam sudah pukul 19.30. Seung Ah tampak sangat senang.
Dan sebuah mobil berhenti di dekat mereka. Ibu Seung Ah turun dari mobil dan tanpa babibu dia langsung menampar Jin Kang. Tidak hanya sekali, dia ingin menampar Jin Kang dua kali, untungnya Seung Ah menghalangi dan memarahi ibunya karena sudah gila. Ibu tidak peduli dan memarahi Jin Kang, menyebut kalau semua salah Jin Kang. Setelah itu, dia menyeret Seung Ah masuk ke dalam mobil.
Moo Young shock dengan yang terjadi, dan bingung harus melakukan apa. Jin Kang beranjak pergi sambil menahan air matanya. Moo Young mengikutinya dari belakang.
“Wanita tadi menakutkan sekali. Ini kali pertamamu ditampar? Pasti ini yang pertama. Mau makan? Kamu belum makan. Pasti terasa berat jika kamu makan sendiri setelah ini.”
“Lantas? Aku harus makan bersamamu? Benar. Ini kali pertamaku ditampar. Padahal aku tidak tahu apa-apa. Aku malu sekali. Ini tidak adil dan menyakitkan,” teriak Jin Kang. “Haruskah aku makan bersamamu? Kamu tadi menikmatinya. Mau makan untuk lebih  menikmatinya? Kenapa?”
“Jangan makan jika tidak mau.”
“Memang tidak! Aku tidak mau. Semua ini salahmu. Wajar ibu Seung Ah bersikap begitu. Aku juga tidak akan suka. Ibu mana yang suka jika putri mereka berhubungan dengan  orang sepertimu?”
“Begitukah?”
“Ya. Jadi, pergilah. Pergi saja! Tolonglah!” pinta Jin Kang sambil berteriak.
“Baiklah,” jawab Moo Young dan berbalik pergi.


No comments:

Post a Comment