Friday, October 12, 2018

Sinopsis Korean Drama : The Smile Has Left Your Eyes Episode 04-4

1 comments

Sinopsis Korean Drama : Hundred Million Stars From the Sky Episode 04-4
The Smile Has Left Your Eyes
Images by : TvN
Jin Kang dalam perjalanan pulang bersama Moo Young. Mereka membahas mengenai masa kecil mereka, dan ternyata mereka berdua pernah tinggal di Haesan. Jin Kang tinggal di sana saat TK, sementara Moo Young tinggal di panti asuhan Hae San.
Mereka sudah tampak akrab dan tidak bertengkar seperti kemarin-kemarin lagi.
Saat sudah sampai di depan rumah Jin Kang, Moo Young pamit pulang. Tetapi, Jin Kang malah bertanya mengenai kabar kucing waktu itu? Moo Young menjawabnya sambil berjalan mundur kalau kucing itu baik-baik saja. Jin Kang lanjut bertanya nama kucing itu.
“Kang,” jawab Moo Young setelah berpikir sesaat.
“Kang? Nama yang cantik.”
“Nama depannya Jin, nama belakangnya Kang,” lanjut Moo Young.
“Aku menyesal bertanya. Kamu kekanak-kanakan sekali,” kesal Jin Kang.
“Dia belum punya nama.”
“Kenapa? Bagaimana jika dia tersesat?”
“Dia memang bukan kucingku, jadi, aku tidak akan kehilangan. Aku mengusirnya setiap hari.”
“Sepertinya aku masih akan membencimu,” balas Jin Kang, tetapi mereka saling tersenyum.
Dan Yu Ri terus memperhatikan dari jauh. Dia bahkan memperhatikan sampai Jin Kang masuk ke dalam rumah.
--
Yu Ri berbaring di atas tempat tidur. Dia teringat masa lalunya, saat dia berdiri di tepi atap bangunan dan ingin melompat. Tiba-tiba Moo Young muncul dan mengajaknya berteman. Moo Young mengulurkan tangan padanya, dan membuatnya mengurungkan niat untuk melompat.
--
Esok hari,
Jin Kook dalam perjalanan menuju tempat kerja. Kebetulan dia melihat ada tenda peramal di pinggir jalan, jadi Jin Kook menyempatkan diri untuk mampir.
Jin Kook memberitahu tanggal lahir Jin Kang dan Cho Rong. Peramal mengira kalau Jin Kook ingin tahu kecocokan mereka, tetapi Jin Kook menjawab bukan. Dia ingin tahu waktu yang tepat bagi mereka untuk menikah.
Selesai mendapat hasil ramalan, Jin Kook keluar dari tenda ramal dengan wajah bahagia. Dia dengan riang menyeberang jalan menuju mobilnya yang parkir di seberang jalan. Dan saat menyeberang, dia hampir saja tertabrak mobil merah. Awalnya, Jin Kook hendak marah, tetapi ternyata si pengemudi adalah Yu Ri, jadi Jin Kook memutuskan untuk mengikutinya.
Yu Ri pergi menemui tn. Yang, psikiater. tn. Yang sendiri sebelum Yu Ri datang, memikirkan mengenai Moo Young yang dilihatnya di gereja, dan saat itu, dia melihat buku biografinya dan foto nya sewaktu muda saat memancing. Tetapi, Yu Ri tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya.
Jin Kook menunggu di dalam mobil sambil mencari informasi mengenai tn. Yang. tn. Yang adalah dokter spesialis trauma masa kecil dan remaja.
Yu Ri datang menemui tn. Yang, karena ingin meminta obat. Dia sudah menahan selama 3 hari dan sekarang butuh obat. Yu Ri tampak sangat pucat. tn. Yang menolak memberikan resep obat, Yu Ri tidak boleh mengonsumsi obat lagi.
“Kamu pasti sudah mendapat banyak resep dari dokter lain, bukan? Tapi kamu mau berbicara, bukan?” tebak tn. Yang.
“Kamu menghancurkan hidupku. Kamu dan wanita itu.”
“Ibumu juga ingin kamu sembuh.”
“Jangan sebut dia ibuku. Aku akan membunuhnya. Akan kubunuh kamu dan wanita itu. Kuharap semua orang mati. Si Bedebah itu juga.”
“"Bedebah itu"? Ternyata kamu mau berbicara.”
“Jangan sebut dia "bedebah itu". Dia bukan "bedebah". Aku belum pernah melihat ekspresi itu,” ujar Yu Ri dan teringat senyum di wajah Moo Young dan saat Moo Young memberitahu Jin Kang kalau dia yatim piatu dan di besarkan di panti asuhan. “Dia tidak pernah memberitahuku hal seperti itu,” tangis Yu Ri, frustasi.
“Jadi, dia memberi tahu orang lain hal yang tidak pernah dia katakan kepadamu, ya? Kamu menyukainya?”
“Tidak. Kenapa semua orang melakukan ini kepadaku? Aku sungguh tidak menyukainya. Lalu kenapa semua orang melakukan ini? Kamu pikir aku tidak tahu akal bulusmu? Kamu ingin mengais informasi tentang hidupku untuk buku barumu. Aku tidak akan terkecoh. Obat. Beri aku obat. Dokter, beri aku obat. Dokter, beri aku obat. Kumohon. Hei, beri aku obat. Beri aku obat!” teriak Yu Ri seperti orang gila.
--
Team tiga bersiap untuk pergi berpesta, dan tentu saja Jin Kook tidak di ajak. Hwang Gun bahkan memperingati Cho Rong untuk tidak memberitahu Jin Kook kalau mereka mengadakan makan malam tim.
--
Yu Ri pergi ke tempat kerja dengan langkah lunglai, tidak bersemangat. Bossnya memarahinya dan menyuruhnya untuk pergi membeli bohlam lampu karena lampu mereka berkedap-kedip. Yu Ri seperti orang mati, mengambil uang dari boss dan pergi keluar.
Bos kesal karena Yu Ri bertingkah seperti itu. Dan bahkan Yu Ri keluar tanpa membawa payung padahal sedang hujan. Bos melempar payung yang ada di bawah meja, dan sepertinya itu payung dengan logo Beer Festival.
--
Jin Kook berada di kedai pinggir jalan dan minum sendirian. Dia mengeluarkan buku yang di belinya : Dengan Trauma – karya Yang Kyung Mo.
"Prolog. Bagaimana rasanya hidup dengan pengalaman traumatis"
"Bab 1, Putra seorang pembunuh"
"Bab 2, Anak lelaki yang hilang ingatan"
--
Di tengah hujan, Yu Ri keluar dari mini market. Dia membuka payungnya, dan itu payung dengan logo Beer Festival. Dia tampak seperti orang tidak sadar (maksudku pikiran kosong gitu). Dan sekilas kita di perlihatkan adegan, seseorang tangan pria memegang payung, dan pria itu membuat tangan Yu Ri memegang payung yang di pegangnya, setelah itu masuk ke dalam kamar 1502.
“Oppa (Moo Young),” gumam Yu Ri teringat kilasan adegan tersebut dan menatap logo di payungnya.
--
Moo Young keluar dari rumah untuk memberikan makan kucing sekaligus membawanya ke dalam karena hujan lebat. Dia memanggil “Pus” tetapi kucing tidak muncul. Jadi, Moo Young memanggil kucing dengan nama : Yoo Jin Kang, dan kucing mengeong.
Moo Young tersenyum melihat kucing itu yang mengeong saat di panggil Yoo Jin Kang. Dan kucing itu melompat ke atas cooler box dan membuat tutup cooler box itu terbuka. Tampak ada trofi yang di cari Cho Rong dan team 3. Trofi Mi Yeon.
--
Cho Rong menelpon Jin Kook dalam keadaan mabuk dan jongkok di depan kedai. Dia menelpon untuk memberitahu kalau dia setuju untuk melakukan investigasi ulang dengan Jin Kook.
Jin Kook sangat senang. Dan dia memberikan hadiah untuk Cho Rong. Dia memberitahu jam lahir Jin Kang. Cho Rong sangat senang.
--
Jin Kang sudah berada di rumah. Cho Rong mengirim pesan pada Jin Kang dan memberitahu kalau dia melakukan makan malam team. Jin Kang melihat hujan turun dengan deras, dan mengira kalau Jin Kook ikut makan malam team, jadi dia ingin menjemput Jin Kook. Dia menepon Jin Kook.
“Kakak minum-minum?”
“Tahu dari mana?”
“Katanya ada makan malam tim. Awas kalau Kakak mengemudi sambil mabuk.”
“Astaga, tidak perlu khawatir. Tidak perlu. Jangan keluar. Kakak membawa payung. Jangan keluar.”
“Kakak bohong. Aku membawa payung Kakak. Aku berangkat ke halte bus.”
Dan Jin Kook langsung berlari pulang. Sepertinya Jin Kook tidak ingin Jin Kang tahu kalau dia dikucilkan di tempat kerja dan tidak ikut makan malam team, melainkan minum sendirian di kedai pinggir jalan.
Jin Kook melihat Jin Kang, dan dia langsung bersembunyi. Dia ingin mengejutkan Jin Kang.
Dan di belakang Jin Kang, sebuah mobil mengikutinya. Dan mobil itu tiba-tiba mempercepat lajunya. Jin Kook yang melihanya segera menerjang Jin Kang, mendorongnya ke samping agar tidak terluka. Untunglah mereka berdua baik-baik saja.
Mobil yang hendak menabrak Jin Kang berhenti. Jin Kook mendekat ke mobil itu, dan saat pintu di buka. Yu Ri dalam keadaan pingsan.


--------------------------------------------------------

Hello readers semuanya!!!
T_T mau sedikit cerita, aku dapat bocoran ending versi jepang. Seperti yang di ketahui, kalau drama ini adalah remake dari versi jepang. Dan karena itu, aku berencana membuat postingan khusus untuk cerita ending versi jepangnya. Aku juga tidak tahu apakah ending drama ini akan tetap mengikuti ending versi jepang atau tidak. Karena itu, aku menghimbau untuk yang tetap ingin menikmati drama ini dengan perasaan was-was dan tegang, sebaiknya tidak membaca bocoran ending versi jepang yang akan ku posting nanti (Sabtu atau minggu). 


1 comment: