Monday, October 8, 2018

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 04 part 2

0 comments

Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 04 part 2
Images by : GMM Tv
Ploy datang menemui Kluay. Dan jelas, Kluay tidak menyambut Ploy dengan ramah. Ploy masih terus bersikap seperti saudara yang baik dan sok khawatir dengan Kluay. Tetapi, dia malah menyombongkan mengenai dirinya yang dipilih untuk menggantikan Kluay menjadi ambassador dari parfum Good Lady dan dia juga sudah tanda tangan kontrak untuk 5 tahun.
Bukan hanya itu, Ploy juga memberitahu kalau peran utama untuk drama My Dear ER bukanlah milik Kluay lagi.
“Tapi, terimalah saranku. Kau harus membersihkan namamu sebelum semuanya bertambah buruk. Terakhir kali, kau berbohong pada media dan publik bahwa kau tidak mengenal dr. Pup, tapi kau malah tidur denganya di hutan. Sungguh sial. Tidak peduli seberapa terkenalnya kamu, kau bisa kehilangan segalanya juga. Aku merasa bersalah padamu. Ini adalah akhir dari perjalananmu. Kau bisa meninggalkan industri ini sekarang,” ejek Ploy.
Dan usai mengejek Kluay, Ploy pergi.
--
Dan memang ular, Ploy malah menelpon Tawan dan berbohong kalau dia baru saja menemui Kluay, dan Kluay akan melakukan konferensi pers besok. Dia berpura-pura khawatir dengan Kluay karena tidak tahu apa yang hendak Kluay sampaikan besok. Dia juga meminta tolong pada Tawan untuk memberitahu media lain.

Dan berita mengenai Kluay yang akan mengadakan konferensi pers tersebar dengan begitu cepat. Para reporter yang awalnya ada di depan rumah Kluay langsung bubar, kembali ke kantor masing-masing untuk menyiapkan konferensi pers besok. Kluay jelas merasa heran melihat para reporter menghilang dari depan rumahnya.

Tidak lama, dia menerima telepon dari P’Jub, yang menanyakan mengenai Kluay yang akan mengadakan konferensi pers besok. Kluay jelas kaget karena dia tidak pernah mengatakan hal seperti itu. P’Jub lebih kaget lagi, siapa yang berani berbohong seperti itu? Dan apa yang harus mereka lakukan sekarang? Kluay juga bingung, dia meminta agar konferensi pers di tunda.
“Tidak bisa. Itu artinya kita berbohong kepada mereka dua kali. Adakan saja, dan pikirkan alasan yang bagus. Aku akan membantumu.”
Kluay dengan terpaksa setuju.
Tetapi, dia benar-benar tidak bisa memikirkan alasan yang bagus. Dan karena situasi yang terdesak, satu-satunya solusi yang bisa di pikirkannya adalah solusi yang di tawarkan oleh ayahnya dan P’Golf.
Kluay segera menelpon ayahnya.
--
Esok hari,
Konferensi pers di adakan. Dan ada Kluay, P’Jub, P’Golf, Ayah dan Pup. Pup meminta maaf dan mengatakan kalau itu semua salahnya karena tidak berani tampil di publik. Dan di konferensi pers itu, Pup menyatakan kalau dia berpacaran dengan Kluay.
Reporter kemudian menanyakan mengenai konferensi pers terakhir, dimana Kluay bilang kalau dia tidak berpacaran Pup atau siapapun.
“Sebagaimana yang kita semua tahu, Kluay di kenal sebagai putri dunia showbiz. Sementara aku hanyalah dokter di rumah sakit biasa. Aku tidak layak untuknya. Tapi… hatiku berkata lain. Aku sebenarnya sudah berencana untuk pindah ke Bangkok untuk meningkatkan ilmu kesehatanku di area yang lebih spesifik, aku akan mengungkapkan kepada media bahwa aku berpacaran dengannyam” ujar Pup.
Para reporter semakin bersemangat dan bertanya apa Kluay dan Pup akan segera menikah? Karena video yang tersebar memperlihatkan Kluay yang sangat dekat dengan Pup. Kluay segera membantah hal itu, mereka harus menunggu hingga Pup menyelesaikan pendidikan spesialis nya terlebih dahulu, dan itu akan memakan waktu 4-5 tahun. Pup membenarkan, dan dia memberitahu kalau ayah Kluay juga ada di hotel itu bersamanya dengan Kluay. Pup bahkan memperlihatkan foto-fotonya bersama ayah Kluay.
Para reporter kemudian ingin tahu apakah dr. Napa juga tahu? Apa dia senang karena akan segera memiliki menantu dokter?
--
Khun Napa melihat berita itu dan merasa sangat marah pada Kluay. Dia merasa malu dan di tambah lagi Kluay tidak memberitahunya akan melakukan konferensi pers. Kluay dengan takut-takut menjawab kalau ayahnya yang melarangnya memberitahu Khun Napa, karena ayah tahu kalau Khun Napa akan mencegah konferensi pers itu.
“Ya. Dan aku sekarang akan menunggu berita bahwa kalian putus. Aku tidak akan menyetujui hubungan yang lebih jauh antara kamu dan dia,” tegas Khun Napa.
“Aku janji ini akan menjadi akhir dari segalanya. Mama bisa merasa tenang. Dan juga, jangan pernah memberitahu hal ini ke orang lain, ma. Atau, karir ku akan berakhir saat itu juga.”
--
Dan berita mengenai hubungan Kluay dan Pup dengan cepat tersebar. Para media juga memuji sikap Pup yang sangat manly dan terlihat cocok bersama dengan Kluay.
“Gila! Bagaimana bisa dia keluar dari masalah lagi?” kesal Ploy yang melihat berita itu. “Para reporter itu sangat bodoh. Bagaimana bisa mereka mempercayai setiap perkataannya?”
P’Jub ternyata mendengar ucapan Ploy. Dia menegur Ploy yang seharusnya merasa senang karena Kluay bisa terbebas dari masalah.
“Kau dan Kluay adalah keluarga. Meskipun kalian tidak berhubungan darah. Jika kalian bisa akur, itu akan sangat baik,” nasihat P’Jub.
“Jangan membuat kesalahan lagi,” gumam Ploy pada dirinya sendiri dengan suara kecil (maksudnya, jangan sampai ketahuan kalau dia tidak senang dengan Kluay).
“APa? Siapa yang membuat kesalahan?” tanya P’Jub.
Ploy tidak menjawab dan hanya tersenyum.

Tidak lama, P’Jub menerima telepon dari P’Da. Ploy langsung menanti dengan antusias apalagi saat mendengar namanya di sebut. Selesai bicara dengan P’Da, P’Jub memberitahu Ploy kalau peran utama drama “My Dear ER” akan di berikan pada Kluay. Hal itu karena para eksekutif dari stasiun TV ingin Kluay mengambil alih peran kembali.
“Apa? Lalu drama apa yang akan ku perankan?”
“Kau masih punya peran di drama ini, tetapi itu peran antagonis.”
Dan wajah Ploy terlihat marah.
--
Chol San berada di rumah Kluay dan dengan heboh memberitahu hashtag yang sedang populer #ifallinlovewiththeprincess , dan itu karena perkataan Pup saat konferensi pers. Chol San menggoda Kluay yang sekarang berkencan dengan Pup, dan menyuruh Kluay untuk pacaran beneran saja dengan Pup. Dan tentu hal itu di tolak oleh Kluay.
Tetapi, diam-diam, Kluay mulai memikirkan mengenai Pup.
--

Dan Pup mulai bekerja di rumah sakit Bangkok bersama dengan P’Golf. Kebetulan sekali, rumah sakit tempat mereka bekerja di jadikan lokasi syuting lakorn.

Tawan ada di rumah sakit itu juga dan memotret Ploy. Dia menunjukkan hasil fotonya dan berencana untuk membuat judul berita : Model terkenal, Ploypat membuat debut TV di drama berkualitas ‘My Dear ER’ dengan peran melawan aktris top Kluay, Kattareerat yang adalah saudara tiri.
Ploy awalnya senang dengan judul berita itu, tetapi begitu mendengar ada nama Kluay, Ploy langsung tidak setuju. Dia meminta pada Tawan untuk tidak menyebutkan nama Kluay. Tawan merasa heran, karena menurutnya judul itu menarik dan bisa menarik lebih banyak perhatian masyarakat untuk membaca berita itu.
“Itu benar. Ini bukan berarti aku takut kalau akan di bayangi oleh Kluay, aku takut kalau orang-orang akan meninggalkan komentar tentang Kluay dan melupakan tentangku yang adalah topik berita.”
“Jim sepertinya tidak akan setuju dengan ini. Aku harus memposting sesuatu mengenai aktris peran utama di lakorn ini.”
“Tapi P’Kluay sudah mendapat banyak berita utama. Jika beritamu tidak membicarakannya, itu akan menjadi unik. Bagaimana? Kau bisa memberitahu boss mu mengenai ini.”
Dan Tawan dengan terpaksa setuju.
--

Kluay sedang menerima pengarahan peran dari sutradara. Tetapi, tiba-tiba sutradara pergi karena mendapat panggilan staff. Dan secara kebetulan Pup dan Golf melihat Kluay. Kluay jelas heran melihat P’Golf dan Pup ada di rumah sakit itu. P’Golf memberitahu kalau dia dan Pup di pindah tugaskan ke rumah sakit ini terkait kuliah spesialis kedokteran mereka. Dan mereka juga cukup kaget karena drama terbaru Kluay akan syuting di rumah sakit ini.
Kebetulan Tawan melihat mereka dan bertanya, apa mereka tidak sadar akan berada di lokasi kerja yang sama?
“Ini termasuk hal penting. Bagaimana bisa kamu tidak tahu? Kalian berpacaran,” ujar Ploy curiga.
“Ploy, kau tidak punya pacar. Kau tidak mengerti apa yang para pasangan ceritakan atau tidak satu sama lain,” jawab Chol Sa, yang ternyata juga ikut syuting.
“Oh. Jika pasangan tidak tahu urusan penting masing-masing, bukankah lebih baik single? Atau… sebenarnya kalian tidak pacaran?” tanya Ploy.

Untung Pup pintar dan cepat tanggap. Dan Golf juga cepat bereaksi. Mereka berakting seolah-olah sudah tahu kalau Kluay akan berakting di rumah sakit itu dan mereka sengaja memberikan surprise kalau mereka juga akan bekerjad di sana. Pup bahkan merangkul Kluay dengan mesra dan tersenyum manis padanya. Ploy sampai terdiam.
--
Kluay masuk ke ruang kerja Pup. Setelah menutup pintu dengan rapat, dia mulai mengomeli Pup karena hal tadi, berpura-pura kasih surprise dan merangkulnya. Pup mah cuek aja.
Kluay tiba-tiba batuk dan merasa kalau dia tertular dengan orang yang batuk-batuk di dekatnya kemarin. Takutnya dia tertular. Pup langsung bersikap seperti dokter. Dia mengeluarkan peralatannya dan memeriksa Kluay. Kluay menilai kalau Pup terlalu berlebihan.
Pup mulai memberitahu kalau Kluay berperan sebagai suster, dan karena itu Kluay harus kuat. Menjadi suster itu sangat sulit, harus mengurus 2-3 pasien secara bersamaan, melakukan CPR, menusukan jarum ke lengan orang yang terus bergerak dan masih banyak lagi. Dan hal itu perlu banyak tenaga, karena itu Kluay tidak boleh sampai sakit.
Pup mulai memeriksa Kluay. Dia hendak memeriksa mulut Kluay, tetapi Kluay malu untuk membuka mulutnya. Pup langsung mengomeli Kluay, dia itu dokter dan sudah melihat banyak mulut orang, bahkan yang tidak gosok gigi sekalipun, jadi Kluay tidak perlu malu. Akhirnya, Kluay membuka mulutnya untuk di periksa Pup.
Setelah itu, Pup mulai menggunakan stetoskop dan meletakkannya di dada Kluay.
“Apa kau bersemangat?” tanya Pup mendengar detak jantung Kluay. “Jantungmu berdetak sangat cepat.”
Kluay sedikit salting mendengarnya. Dan dia beralasan kalau dia hanya lelah. 
“Sekarang berdetak semakin cepat. Aku tidak merasa ini karena kau bersemangat. Ini seperti… jantungmu akan meledak,” ujar Pup dan tersenyum manis menatap Kluay.
Untuk membodohi orang lain itu mudah. Tapi untuk membodohi hatimu sendiri, itu sulit.
=Love At First Hate=


No comments:

Post a Comment