Monday, October 22, 2018

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 16

0 comments

Sinopsis Web Drama : A-Teen Episode 16
Images by : Naver TV Cast
Prolog
Shi Woo pergi ke kawasan rumah Do Ha. Dan dia melihat Do Ha sedang bersama seorang pria.
“Aku menyukaimu,” ujar Shi Woo dalam hati.
Papan Mading SMA Seoyeon
Aku ingin mengakui saat aku sangat menyukaimu. Tapi aku paling menyukaimu, selalu.
Episode 16 : Aku menyukaimu
Juli, 2018
Shi Woo sedang melihat foto-foto Hana. Dan abangnya, Ji Woo (si kasir) melihat dari belakang dan langsung bertanya, apa itu wanita yang Shi Woo sukai? Shi Woo membantah hal itu. Dan Ji woo malah semakin menggodanya.
Dan Shi Woo adalah orang yang menulis di papan mading kalau dia menyukai Hana dari kelsa 2-3.
Ji Woo langsung berteriak memberitahu ibunya kalau Shi Woo menyukai seseorang.
Setahun yang lalu,
Waktu itu ketika kau bicara denganku duluan.
Saat itu, Shi Woo sedang bermain basket di lapangan dengan frustasi. Dan bola basket berguling ke belakang. Bola itu mengenai kaki Do Ha, dan Do Ha memanggilnya untuk mengembalikan bola basket itu.
Mei, 2018
Lagi-lagi, Do Ha mengembalikan buku milik Shi Woo. Dan Shi Woo bertanya, apa Do Ha tidak mengenalnya? Do Ha menjawab tidak.
Dan saat itu, Kim Ha dan Ha Min tiba. Mereka memperkenalkan Do Ha dan Shi Woo.
“Kau Shi Woo kan? Aku Hana,” perkenalkan Kim Ha.
“Aku tahu,” jawab Shi Woo, tapi tatapannya ke Do Ha, “Hana.” Dan dalam hatinya Shi Woo mengucap : Do Hana.
Saat mereka makan-makan untuk menghibur Bo Ram yang patah hati. Shi Woo selalu memandang ke arah Hana.
Dan saat ada sekelompok pria dari team basket yang membandingkan Kim Ha dan Do Ha, Shi Woo merasa sangat marah saat itu. Tetapi, dia merasa kagum dengan keberanian Do Ha yang berani memarahi mereka. Dia semakin menyukai Do Hana.
Saat dia memanggil Do Ha, saat mendengar Do Ha dan Kim Ha dimarahi guru, waktu itu Shi Woo hendak menanyakan keadaannya. Tetapi, Gi Hyun malah mengatakan dia ingin pinjam buku. Dia ingin bicara dengan Do Hana.
Saat dia berjumpa dengan Do Hana di lorong saat Hana sedang menunggu giliran konseling, Shi Woo sangat bahagia karena bisa bicara dengan Do Hana. Tetapi, Kim Ha keluar tidak lama kemudian, sehingga Do Hana langsung masuk ke dalam ruang guru.
Kim Ha menyapa Shi Woo, tetapi Shi Woo mengabaikannya.
Shi Woo di rumah mencari hashtag #illustration. Dia mencari hashtag itu karena tahu Do Hana suka menggambar, dan tanpa sengaja, dia menemukan gambar dengan ciri khas Do Hana. Dan hal itu semakin membuatnya menyukai Hana.
Saat, Do Ha bertanya istilah game di pertandingan game Bo Ram, Shi Woo sangat senang. Dan dia merasa kalau Do Ha semakin cantik dan cantik.
End
Hari ini,
Shi Woo hendak mengirim pesan pada Do Ha, tetapi dia tidak berani. Sepertinya dia masih takut Do Ha marah padanya. Ji Woo menyuruh Shi Woo untuk menelpon langsung. Dia juga menasehati Shi Woo yang terlalu pendiam dan egois. Meminta semua orang mengerti apa yang Shi Woo pikirkan tanpa bicara. Dia meminta Shi Woo untuk bicara agar semua orang tahu. Dia juga mengomentari Shi Woo yang menulis di papan mading dengan anonim.
Shi Woo seperti tersadar akan sesuatu. Jadi, dia keluar dari rumah. 
Sejauh ini, semuanya adalah kisah tentangmu. Kisah tentangmu yang sendirian. Kisah tentangku di kecualikan.
Shi Woo mau ke rumah Do Ha dan mengirim pesan. Tetapi, dia malah melihat Do Ha di taman bersama seorang pria.
Ini adalah kisah tentang orang yang ku sukai. Jadi, aku ingin bicara tentang kisah diriku sendiri. Tapi aku tidak bisa.
--
Epilog
Shi Woo berteriak di telepon kalau dia tidak akan bermain di klub basket lagi. Dia tampak sangat marah. Dan dia meminta agar tidak di telepon lagi. Usai itu, dia mematikan telepon dan menangis. Dia berusaha menahan tangisnya, dan membuang bola basket di tangannya.
Bola itu bergulir ke kaki Do Hana yang sedang lewat.
“Permisi, apa ini milikmu?” tanya Do Ha.
“Bukan,” jawab Shi Woo tanpa berbalik.
“Kau baru saja menjatuhkannya.”
“Aku bilang bukan,” jawab Shi Woo kesal dan berbalik. Dan dengan cepat, Do Ha melempar bola itu dan Shi Woo dapat menangkapnya.
“Benar. Itu milikumu,” ujar Do Ha menatap Shi Woo.
Teman Hana datang sambil memanggil Do Hana, dan mengajaknya pergi. Temannya bertanya siapa orang itu, dan Hana hanya menjawab orang asing.
Shi Woo tampak terpesona dengan Hana. Dan nama Do Hana, tertancap di hatinya.
Itu satu-satunya, saat pertama ketika kami bertemu berdua.


No comments:

Post a Comment