Friday, November 30, 2018

Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 07-5

0 comments

Sinopsis Lakorn : Happy Birthday Episode 07-5
Images by : GMM Tv
 Tonmai memeriksa ke semua sudut rumah Tee, tetapi Tharnnam tidak ada. Tee sedikit bingung dan bertanya yang terjadi.
“Ini sedikit rumit. Aku bertengkar dengan P’Tharnnam kemarin malam. Dan dia menghilang sekarang.”
“Dan kau merasa dia ada di sini?”
“Um. Aku benar-benar tidak tahu kemana lagi P’Tharnnam pergi. Apa P’ tahu kemana P’Tharnnam biasanya pergi?”
Tee terdiam dan berpikir. “Aku tidak tahu.”
“Apa?! Apa kau benar-benar pacarnya? Kau seharusnya tahu tempat yang biasa di kunjunginya.”
Tee menatap Tonmai, “Tonmai, jadi semua yang kau katakan benar?”
Belum sempat menjawab, Chet tiba-tiba masuk dan berteriak menyuruh Tonmai untuk pulang. Tonmai berusaha menjelaskan, tetapi Chet tidak mau mendengar dan menyuruhnya pulang. Setelah itu, Chet mengepalkan tangannya dengan marah dan menatap Tee, “Tinggalkan putrakku sendiri!”
Tee benar-benar bingung.
--
Tonmai pulang dengan marah dan hendak masuk ke kamar. Tetapi, Chet menahannya dan bertanya untuk apa Tonmai ke rumah Tee.
“Aku tidak mau beritahu,” teriak Tonmai. Orn yang baru pulang dari toko, kaget melihat pertengkaran Chet dan Tonmai.
“Aku tidak akan memberitahu apapun. Kau tidak pernah memberitahuku apapun mengenai P’Tharnnam. Aku tidak tahu apapun. Hanya aku orang bodoh di sini. Kenapa? Kenapa kau berusaha sangat keras menyembunyikan segala hal mengenai P’Tharnnam dariku? Kenapa aku tidak boleh tahu mengenainya? Mungkin, kau salah satu alasan dia bunuh diri.”
Plak!! Chet menampar Tonmai. Orn terkejut, dan langsung melindungi Tonmai.
“Jika kau melakukannya lagi, aku tidak akan diam saja,” peringati Orn.
Dan Tonmai berlari masuk ke dalam kamarnya. Dia benar-benar marah karena hanya dia yang tidak tahu apapun mengenai Tharnnam.
Orn masih bertengkar dengan Chet. “Kau ingin Tonmai berakhir seperti Tharnnam juga?”

Chet terdiam, tidak mampu menjawab. Tampak matanya berkaca-kaca. Dan Chet memilih keluar rumah. Orn menangis, dan mengetuk pintu Tonmai. Dia meminta Tonmai membuka pintu, tetapi Tonmai tidak menjawab. Di dalam kamarnya, Tonmai menangis sedih.
Tonmai kemudian melihat ke arah lemari. Dia kemudian mulai membongkar isi lemari dan mengeluarkan pakaiannya, dia hendak kabur dari rumah. Saat tengah malam, Tonmai keluar dari rumah. Dia membawa sebuah tas sandang dan kertas, “Kembalilah, P’Tharnnam,” mohon Tonmai dan mulai membakar kertas di tangannya.
Setelah membakar kertas itu, Tonmai memutuskan untuk pergi dari rumah.

Tonmai tiba di stasiun kereta api. Dan dia melihat kalau Tee juga ada di sana, berada di seberangnya. Tee berdiri dekat pinggir rel kereta dengan pikiran kosong. Benar-benar kosong.
Tonmai menghampirinya dan menyapanya. Dia bertanya kenapa Tee ada di sini? Dan Tee menanyakan hal serupa. Apa Tonmai kabur?

Mereka duduk di kursi tunggu sambil berbincang. Tonmai belum tahu tujuannya hendak kemana, dan dia memilih untuk ikut Tee. Tee memberitahu kalau dia tidak akan pergi kemanapun. Dia datang ke sini hanya untuk duduk saja. Tonmai jelas tidak percaya.
“Kau bertanya padaku apa itu benar atau tidak. Untukku, itu nyata. Aku tidak tahu apa kau akan percaya yang ku katakan. Dan aku tidak tahu bagaimana cara membuatmu percaya.”
“Jika itu benar, maka kau sangat beruntung,” ujar Tee dan membuat Tonmai sedikit terkejut. “Aku dan Tharnnam berjanji akan pergi bersama ke Chiang mai. Kami akan melihat hujan meteor?”
“Lalu? Apakah indah?”
“Aku juga penasaran. Aku ingin tahu apakah hujan meteor itu indah jika aku ke sana hari itu.”
“Dapatkah aku bertanya sesuatu? Kenapa ayahku sangat membencimu? Dan surat apa yang di kirimkannya padamu?”
“Kau membaca surat itu?”
Tonmai mengangguk. “Bisakah kau memberitahuku apa yang terjadi hari itu?”
“Kau tahu sesuatu mengenai diriku?”
“Mengenai apa?”
“Kau mungkin mengira aku sangat mencintai Tharnnam, bukan?” tanya Tee. “Sebenarnya, selama aku bersama dengan Tharnnam, aku tidak pernah mencintainya.”
Tonmai tersentak mendengarnya. “Apa maksud P’?”
“Aku hanya mencintai Tharnnam sejak hari dia meninggal.”
--
Dan kita di perlihatkan surat yang di bakar oleh Tonmai, masuk ke dalam danau menuju Tharnnam. Surat itu bertuliskan : Aku minta maaf. Tolong kembali P’Tharnnam.
Bersambung

No comments:

Post a Comment