Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 08 part 2


Sinopsis Lakorn : Love At First Hate Episode 08 part 2
Images by : GMM Tv

Ploy memberi tahu tujuan kedatangannya adalah untuk tinggal di rumah Kluay karena dari lokasi syuting untuk pulang ke rumahnya sangat lah jauh. Dan jelas saja, Kluay langsung menolak dan mengusir Ploy untuk pergi.
“Tapi ibumu yang menyuruhku untuk tinggal di sini. Kau ingin mempunyai lebih banyak masalah lagi sama ibumu?” ancam Ploy pada Kluay dengan suara kecil. “Aku tidak masalah untuk pulang sekarang, tapi orang yang selanjutnya yang mungkin datang dan tinggal di tempatmu adalah ibumu.”
Dan dengan terpaksa, Kluay menerima Ploy untuk tinggal di rumahnya.
--
Pup berada di dalam kamar Kluay dan Kluay mengunci pintu agar tidak ada yang bisa masuk dan mendengar pembiaraan mereka. Kluay memberitahu kalau dia sudah menyuruh pembantunya, Joy, untuk mengunci ruangan yang ada barang-barang Pup di dalamnya, karena dia tidak ingin Ploy masuk ke sana dan malah membuat gossip besar nantinya. Dan karena itu, dia ingin mereka lebih berhati-hati lagi sekarang.
“Tidak di sangka. Ploy padahal cantik, tapi dia licik juga,” komentar Pup.
“Ohhohh… kau suka padanya, kan? Aku tidak terkejut,” ujar Kluay dengan nada cemburu.
Dan tentu, Pup langsung menggoda Kluay karena nampak cemburu. Kluay langsung membantah hal itu dan mengeluarkan berbagai alasan kalau dia tidak cemburu. Pup semakin tersenyum lebar mendengarnya.
--
Pada akhirnya, mereka harus tinggal di kamar yang sama. Kluay tidur di tempat tidurnya, sementara Pup tidur di atas sofa yang ada di kamar Kluay. Kluay tampak tegang karena berada di dalam kamar berdua dengan Pup, dan Pup menyadarinya hingga dia terus menerus menggoda Kluay.
Kluay bermimpi bicara serius dengan Pup mengenai perasaannya. Jauh di dalam hatinya, dia tidak membenci Pup, tapi, dia takut kalau Pup melakukan semua ini hanya agar dapat tidur dengannya. Mendengarnya, Pup menyakinkan kalau dia benar-benar mencintai Kluay dan ingin Kluay menjadi pacarnya. Dan Pup mendekat mencium bibir Kluay.
Kluay terbangun karena mimpi itu dan senyum-senyum sendiri. Eh, ternyata Pup melihatnya dan menggodanya.
“Jika ini adalah lakorn, maka aku akan berkata, semua baik-baik saja. Aku berada di sini. Kau bisa kembali tidur. Dan setelah itu, aku akan mencium keningmu dan membiarkanmu tidur. Tapi, aku bukanlah hero di drama manapun. Aku hanyalah pria biasa,” ujar Pup dan mencium kening Kluay. kluay tidak menghindar.
“Kau benar. Kita seharusnya tidak terlalu dekat satu sama lain,” lanjut Pup dan mencium bibir Kluay. Dan Kluay membalasnya.
Mereka terbawa suasana. Namun, momen itu harus terhenti karena ponsel Pup berbunyi. Itu telepon dari rumah sakit karena salah seorang pasiennya, kondisi nya menurun. Kluay mengerti dan membiarkan Pup untuk pergi.
Saat Pup sudah pergi, Kluay menghela nafas dengan keras. Dia merasa gugup dari tadi.
--
Pagi hari,
Kluay merapikan dan menyembunyikan selimut yang di gunkaan Pup. Mereka tidak boleh sampai ketahuan oleh Ploy kalau tidur terpisah.
Dan pas sekali, saat Kluay hendak keluar kamar, Ploy sudah berdiri di depan kamarnya. Dan tampak Ploy ingin sekali masuk ke dalam kamar Kluay dengan alasan ingin meminjam hair dryer. Kluay tidak mengizinkan Ploy masuk, dia yang masuk sendiri dan mengambil hair dryer –nya dan memberikannya pada Ploy.
Bahkan saat keluar kamar, Kluay mengunci pintu kamarnya agar Ploy tidak bisa masuk. Ploy jelas merasa kesal.
--
Pup berada di rumah, dan Kluay juga berada di rumah. Kluay mengajak Pup untuk bicara.
“Mulai dari sekarang, aku akan tidur di dalam kamar mandi ini (dan di dalam kamar mandi, depan wastafel, sudah ada tempat tidur kecil). Dan kau bisa tidur di tempat tidurku,” jelas Kluay.
“Kenapa?” heran Pup.
“Dengan cara ini, aku bisa mengunci pintu.”
“Wow, baik sekali kamu. Kenapa tidak aku saja yang tidur di kamar mandi ini?”
“Kan sudah ku bilang, jika aku di sini, aku bisa mengunci pintu? Aku ingin melindungi diriku. Sejak kemarin malam, aku sekarang tahu kalau tidak seharusnya aku membiarkan orang lain mengambil keuntungan dariku dengan gampangnya.”
“Kau sangat berhati-hati. Tapi, dari sudut pandangku, aku rasa itu bisa membuat ikatan kita semakin kuat. Kita bisa dengan cepat merasa nyaman satu sama lain.”
Tetapi, Kluay tidak mau. Pup menyarankan agar Kluay tidur di tempat tidur, dan dia di kamar mandi, dan dia berjanji tidak akan mengganggu Kluay sama sekali.
Malam hari,
Pup akhirnya memang tidur di kamar mandi. Dia mengetuk pintu kamar mandi dan memanggil Kluay. kluay kesal, dan menyuruh Pup untuk kirim pesan saja, jika perlu sesuatu, tidak perlu ketuk pintu, nanti pintunya cepat rusak. Pup menolak ide Kluay, dia akan terus memanggil Kluay dengan mengetuk pintu. Dia meminta Kluay untuk mendekat dan dia akan menjelaskan kode dari ketukannya. Kluay dengan malas mendekat, tetapi, tetap mendengar dengan baik kode – kode itu.
Pup memberikan kode ketukan, jika Kluay ingin bicara dengannya, termasuk jika Kluay ingin masuk untuk kamar mandi untuk pipis. Kluay langsung protes, dia nggak akan memberikan kode pada Pup kalau dia mau pipis, dia juga tidak akan masuk ke dalam untuk pipis dan membuat Pup tahu apa yang di lakukannya.
Pup memberitahu kode terakhir dan artinya, “Kau tidak sendiri, aku ada di sini bersamamu.”
Kluay tersenyum malu mendengar nya. Tetapi, Pup malah menggoda Kluay yang pasti sedang tersenyum sekarang.
“Oh, aku akan memberikanmu kode ekstra. Tok tok tok,” ujar Pup. Dan arti kode itu adalah : Wo Ai Ni (aku cinta padamu).
Kluay semakin malu, tetapi berusaha jutek. Usai mengajarkan kode – kode itu, Pup tidur.
--
Pagi-pagi, Ploy sudah marah-marah pada Joy dan memperingatkannya untuk tidak pernah membuatkan minuman seperti itu lagi karena terlalu manis dan creamy. 
Kluay masuk ke dapur dan menyapa Joy dengan ramah dan memintanya menyiapkan sarapannya dan Pup. Pup juga masuk dan melihat Ploy dengan wajah kesal. Sepertinya, dia melihat perlakukan Ploy yang tidak sopan tadi pada Joy.
Dan Pup dengan sengaja, memeluk Kluay dari belakang dan bermesra-mesraan. Ploy jelas cemburu melihatnya. Kluay ikut permainan Pup untuk membuat Ploy kesal.
Bahkan saat sarapanpun, Pup bermanja-manja pada Kluay, hingga Ploy semakin kesal. Ploy berusaha menyembunyikan kekesalannya dengan memuji mereka berdua yang tampak seperti orang yang baru jatuh cinta.
“Kau juga harus segera menemukan pacar. Jadi, kau bisa menikah dan pindah dari sini. Kau tidak harus tinggal menumpang di rumah orang lain lagi.”
“Eiih, P’Kluay. bukankah bagus aku tinggal bersama denganmu. Melihat kemesraan kalian, aku bisa menjadi saksi cinta kalian.”
“Baguslah. Aku ingin semua orang tahu betapa aku sangat mencintaimu,” ujar Pup. “Jadi rumor menikahi pernikahan kita yang hanyalah settingan dapat berhenti.”
--
Usai makan, Ploy menelpon Khun Napa dan melaporkan Pup yang bermulut manis pada Kluay. Dia terus memanas-manasi Khun Napa mengenai hubungan Pup dan Kluay, dan bahkan menuduh Pup yang mungkin hanya ingin mengambil uang Kluay.
Khun Napa semakin tidak menyukai Pup, dan meminta bantuan Kluay untuk membantunya menyadarkan Kluay. Dia ingin bantuan Ploy untuk memisahkan Kluay dari Pup, dan Ploy jelas saja dengan senang hati bersedia.
--
Kluay sedang menerima
pelatihan syuting dari kru. Mereka akan melakukan adegan CPR dan telah meminta bantuan staff rumah sakit untuk mengajarkan cara melakukan CPR. Dan Ploy muncul, dengan membawa O. Dia beralasan kalau staff yang kru pilih sedang ke toilet, jadi dia membawa dr. O dan meminta bantuannya. Mereka memuji Ploy yang sangat baik. Cholsa merasa ada yang tidak beres, dan segera pergi.
dr. O mengajari Kluay cara melakukan CPR dan Ploy serta seorang kru memperhatikan. Awalnya, dr. O mengajarkan dengan serius, tetapi, dia mulai memegang tangan Kluay, dan membuat Kluay tidak nyaman. Tampak sekali, dr. O memanfaatkan kesempatan untuk memegang-megang tangan Kluay.
Dan Ploy malah menyarankan agar Kluay berlatih melakukan CPR dengan tubuh dr. O agar lebih paham. Dan dr. O setuju., dan langsung naik ke atas tempat tidur. Kluay tidak mau, tetapi Ploy terus berteriak menyuruh Kluay melakukannya agar menjadi artis pro dan agar mereka bisa segera mulai syuting.
Mau tidak mau, Kluay terpaksa melakukannya. Dan dr. O memegang tangan Kluay dan mengarahkannya ke dadanya. Dan Cholsa tiba, dengan Pup. Pup langsung menyuruh Kluay menyingkir dan dia yang akan mengajarinya. dr. O masih belum tahu, karena dia menutup matanya, dan dia tersenyum lebar.
Eh, tapi pas buka mata, dia malah melihat Pup melakukan CPR padanya. Dan Pup bahkan menjelaskan dengan sangat jelas langkah benar CPR dan menekan tubuh O dengan keras. Cholsa dan Kluay tertawa melihatnya.
--
Cholsa, Kluay, Pup dan Golf makan bersama. Cholsa menertertawakan wajah Ploy yang tampak sangat kesal tadi. Dan Golf memuji Pup yang sangat hebat. Hanya Kluay yang tampak tidak tenang.
“Apa kalian tidak merasa ini aneh mengenai dr. O yang datang bersama dengan Ploy tadi?” tanya Kluay.
“Tante Napa dan Ploy bekerja sama melakukan hal ini,” pendapat Golf.
“Lalu, Ploy tahu dong kalah kau dan dr. Pup hanya berpura-pura menikah?” tanya Cholsa.
“Aku percaya ibuku tidak akan memberitahu Ploy rahasai itu.”
“Aku juga merasa dia tidak tahu akan hal itu,” pendapat Pup. “dr. Napa hanya mengirim Ploy untuk mengganggu kami.”
“Keduanya, tante Napa dan Ploy sangat hebat berakting. Apa yang harus kita lakukan?”
“Aku rasa kita harus naik level dari hubungan suami dan istri,” saran Pup dan tentu membuat Kluay kesal. Tetapi, Pup semakin senang menggoda Kluay.
Cholsa memperhatikan mereka berdua. Dan siap makan, dia langsung mengajak Golf bicara. Dia bertanya, apa Pup punya perasaan pada Kluay?
“Kenapa kau menanyakan hal itu?”
“Apa kau tidak lihat mereka tadi? Cara mereka saling menatap, itu bukanlah sebuah kepura-puraan.”
“Aku rasa tidak begitu. Pup tidak punya perasaan apapun pada Kluay. Jika punya, aku pasti sudah memberitahu Kluay. bagaimana dengan Kluay? apa dia punya perasaan pada Pup?”
“Kau gila?!”
“Wajahnya memerah.”
Dan Cholsa membela kalau Kluay tidak menyukai Pup. Tapi, dia tetap ragu kalau Pup tidak punya perasaan apapun pada Kluay.
--
Kluay sudah selesai syuting. Dan Pup memberitahu Kluay kalau dia tidak akan pulang malam ini dan akan tinggal di rumah sakit karena shift malam. Dan dia menyuruh Kluay untuk tidak sedih nanti. Kluay tersenyum dan membalas kalau dia malah merasa lega.
“Kau pasti merasa sedih hari ini.”
“Kenapa?”
“Aku tidak akan memberitahu. Kau akan segera tahu begitu sampai rumah,” jawab Pup.
“Apa yang kau lakukan? Jangan melalukan sesuatu yang bodoh, aku tidak suka.”
“Suka atau tidak, kau yang tahu. Udah ya, aku lanjut kerja.”
Dan Kluay tampak kesal karena Pup tidak memberitahunya.

Cinta… membawa kita bersama. Tapi, hanya pengertian yang bisa membuat ‘kita’ bertahan lama.
=Love At First Hate=

Post a Comment

Previous Post Next Post