Wednesday, December 19, 2018

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 1 - Part 2

0 comments

Khun Chai Puttipat (2013) Episode 1 - Part 2

Network : Channel 3



Keesokan harinya. Keaw sedang menyapu halaman sekolah. Melihat itu, seorang guru (Kepala Sekolah) memanggil Kae, dia menanyakan apa Keaw bekerja menggantikan Ayah lagi. Dan Keaw membenarkan, karena Ayahnya tidak bisa datang ke sekolah lagi untuk bekerja.

“Bagaimana tentang rencana study mu? Kamu bilang kamu ingin menjadi seorang guru.”


“Aku tidak akan kuliah. Aku mau membuat banyak uang untuk biaya operasi sesegera mungkin,” kata Keaw. Kemudian dia lanjut menyapu lagi. Dan melihat itu, si Guru tampak bersimpati kepada Keaw.



Ditempat lain. Disebuah pondok terbuka. Chai Pat bersama teman serta keluarganya sedang bermain- main dan bersantai bersama. Lalu selagi Chai Pat sibuk bersama Chai Lek melihat burung di udara. Seorang wanita bernama Silvi. Dia menceritakan kepada semua orang yang berkumpul di dekat meja, tentang orang seperti apa Chai Pat 5 tahun yang lalu.



Flash back. 5 tahun lalu. Diluar negri.

Diperputaskaan. Saat melihat Chai Pat yang sedang fokus membaca buku, Silvi mendekatinya dan mengajak nya untuk jalan- jalan bersama, karena cuaca sedang sangat bagus. Tapi Chai Pat langsung menolak.

“Aku ingin cepat lulus. Jadi aku bisa segera kembali ke Thailand dan segera membuat hal baik untuk dunia. Kita harus memiliki tujuan di dalam hidup untuk orang lain. Kamu tidak bisa hanya menjalanin hidupmu begitu saja,  berkeliling mengatakan hal yang tidak berguna, dan hanya memikirkan dirimu sendiri!” kata Chai Pat dengan sangat serius dan tegas.

Flash back End


Setiap orang tertawa mendengar cerita Silvi mengenai betapa seriusnya Chai Pat dulu. Dan Silvi menjelaskan bahwa pada waktu itu, saat Chai Pat menceramahi nya, dia hampir saja tertidur.

Lalu Chai Pee datang dan ikut bercerita mengenai Chai Pat dulu. Dan dengan sikap tertarik, setiap orang mendengarkan.



Flash back. Dirumah sakit.

Chai Pat menegur tiga orang murid keperawatan. Karena ketiga orang itu, mengenakan rok yang sangat pendek serta ketat. “Kamu tidak seharusnya membingungkan orang, dan membuat mereka tidak bisa  membedakan antara murid keperawatan dan penari,” kata Chai Pat dengan serius dan tegas sambil memperhatikan penampilan ketiga orang itu dari bawah ke atas, lalu dia menggelengkan kepala nya.

Flash back End



Selesai bercerita, Chai Pee tertawa dengan keras. Dan Silvi mengingatkan nya agar jangan tertawa, karena kakak Chai Pee itu memang bagus dalam mengomeli orang lain. Lalu Silvi menanyakan tentang calon istri Chai Pat, yaitu Marathee, apa dia sempurna.

“Marathee? Hah… Marathee dan P’Chai Pat…” kata Chai Pee ingin menjelaskan., tapi Chai Yai berdehem pelan sebagai tanda jangan cerita. Jadi Chai Pee pun menutup mulutnya dan diam.


Dengan sikap manis, Silvi segera menawarkan diri untuk membuatkan teh kesukaan Chai Pat, saat Chai Pat mendekat. dan Chai Pat pun berterima kasih. Sementara Chai Lek, dia mencoba dumpling yang berada di atas meja, lalu saat dia merasakan betapa enak nya dumpling tersebut, dia memberikan itu kepada Chai Pat untuk dicoba, dan menanyakan pendapat Chai Pat.



“Siapa yang membuatnya, Silvi? Direstoran mana kamu membelinya?” tanya Chai Pat, ketika merasakan bahwa dumpling tersebut memang enak sekali.

“Seorang murid yang membuatnya. Enak, kan?” balas Silvi. Dan Chai Pat setuju.



Didapur. Keaw membuat berbagai macam dumpling, salad timun dengan bawang merah, serta sate dan bumbu kacang. Lalu setelah semua selesai, Keaw menata nya di piring. Dan kemudian, Keaw pamit untuk pulang kepada Ibu Pengurus.



“Terima kasih ya, Keaw. Aku tahu kamu mau pergi untuk mencari uang,” kata si Ibu Pengurus.

Dan Keaw membenarkan. “Ya. Saya mau pergi untuk membantu Guru Boot disekolah. Jika Nyonya perlu apapun, jangan sungkan menghungin saya ya. Saya sedang ingin mengumpulkan banyak uang untuk membantu Ayahku,” kata Keaw. Lalu pamit.



Sebelum Keaw sempat pergi, seorang pelayan mendekati nya. Dia memberitahu Keaw bahwa tuan Chai Pat sangat menyukai dumpling buatan Keaw, jadi dia memberikan tip untuk Keaw. Dan melihat betapa banyak uang yang didapanya, Keaw langsung mengucapkan syukur dengan senang, dan pamit pergi.



Dipondok. Setiap orang yang merasakan dumpling buatan Keaw, mereka merasa bahwa rasa dumpling tersebut memang sangat enak. Dan Silvi menjelaskan bahwa orang yang membuat dumpling ini adalah seorang murid sekolah.



“Dia miskin, tapi dia berbakat. Dia bisa memasak, merangkai bunga, dan mengatur tempat pesta. Dia bisa melakukan semuanya. Tempat ini juga, dia yang melakukannya,” jelas Silvi. Dan mereka pun semakin kagum kepada Keaw.


“Sayang, dia murid sekolah. Jika tidak, P’Chai Pat bukan hanya memberikan uang saja, dia pasti akan menemuinya. Aku yakin ini adalah tipe wanitamu. Aku tidak peduli tentang wajahnya, jika dia bisa memasak serta merangkai bunga…” goda Chai Pee sambil menaruh lengannya diatas bahu Chai Pat.

“Berhenti bicara omong kosong, Chai Pee,” potong Chai Pat sambil menyingkirkan tangan Chai Pee dari bahunya.

Seorang pelayan datang dan memberitahu kan kepada Chai Pat bahwa pihak rumah sakit menelpon. Jadi karena itu, Chai Pat pun pamit kepada mereka semua dan pergi duluan.




Saat sedang sibuk berjalan sambil berbicara, teman Chai Pat tanpa sengaja menabrak Keaw yang lewat. Namun untung nya, Keaw tidak terjatuh atau terluka. Dan setelah Chai Pat serta temannya telah berjalan menjauh, Keaw menatap mereka dengan heran. Dia merasa seperti pernah mendengar nama Chai Pat.

No comments:

Post a Comment