Monday, December 17, 2018

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 1 - Part 1

7 comments

Khun Chai Puttipat (2013) Episode 1 - Part 1

Network : Channel 3

“Tolong pikirkan tentang keuntungan mu ke depannya. Tapi pikirkan juga tentang manfaat umat manusia terlebih dahulu. Keberuntungan, kesehatan, dan kehormatan akan menjadi milikmu, jika kamu jujur dalam menjalankan peranmu.”

Didalam ruangan operasi. Chai Pat yang adalah seorang dokter, mulai melakukan tugasnya untuk menyelamatkan seseorang. Dibantu oleh rekan- rekannya. Dengan serius dia melakukan proses operasi.


Setelah semua selesai, Piangporn menyarankan agar Chai Pat pulang dan istirahat saja dulu. Namun Chai Pat yang lebih memperdulikan pasien, dia memerintahkan agar Piangporn memberitahukan kabar baik ini kepada wali pasien.

“Kamu selalu memikirkan tentang orang lain, sebelum dirimu sendiri,” kata Piangporn sambil tersenyum. Kemudian dia pergi.


Ditaman. Keaw sedang menjual rangkaian bunga buatannya kepada para pengunjung serta turis yang datang. Tanpa letih, walau cuaca sangat panas, tapi Keaw terus tersenyum manis. Dan seorang penjual yang sama seperti Keaw, dia menanyakan apa Keaw bisa menjual semuanya.

“Tidak, kak,”  jawab Keaw.

Tiba- tiba saja disaat itu, seseorang memanggilnya. Orang itu memberitahukan kepada Keaw untuk cepat mengikutinya, karena Ayah Keaw. Dan dengan cemas, Keaw langsung berlari mengikuti.

Chai Pat baru saja akan pulang, tapi saat dia melihat seorang pasien datang. Dia langsung kembali untuk membantu. Dan melihat itu, Piangporn memberitahu bahwa Dokter pengganti akan segera datang, jadi Chai Pat bisa pulang.

“Pasien menunggu seorang dokter. Apa kamu ingin aku berbalik darinya?” kata Chai Pat sambil menyerahkan jas nya.

Keaw menangis memanggil Ayahnya yang tidak sadar kan diri. Keaw berlari bersama dengan para suster untuk membawa Ayahnya keruangan perawatan. Dan ketika telah berada di depan ruangan, suster menahan Keaw untuk masuk dan menyuruh nya untuk menunggu diluar.

Diluar ruangan. Dengan cemas, Keaw menangis dan berdoa agar Ayah nya tidak apa-apa.

Didalam ruangan operasi. Chai Pat mulai melakukan proses operasi untuk menyelamatkan pasien. Dengan serius dia melakukan operasi itu.

Sementara Keaw, dia menanti Ayahnya diluar ruangan operasi dengan cemas.

Saat suster keluar dari ruangan, Keaw langsung berdiri dan menanyakan keadaan Ayahnya. Dan seorang dokter yang juga baru keluar dari dalam ruangan, dia diam.

“Pasien selamat,” kata Chai Pat yang baru selesai, melakukan operasi.


Diruangan. Dokter memberitahukan kepada Keaw bahwa Ayah Keaw kemungkinan menderita kanker otak, jadi lebih baik jika Keaw membawa Ayah ke bangkok dan melakukan X-Ray.

“Tapi bagaimana bisa aku pergi ke Bangkok? Dimana aku harus tinggal? Aku tidak pernah ke sana sendirian, aku tidak mengenal siapapun. Bagaimana tentang biaya hidup kami nanti nya?” tanya Keaw. Karena dia hanya tinggal berdua dengan Ayahnya saja, dan tidak memiliki kerabat yang bisa membantu nya.

“Biaya rumah sakit tidak jadi masalah untuk pasien miskin. Hal yang harus kamu persiapkan adalah uang transportasi dan biaya hidup kamu. Sambil menunggu kamu, aku akan terus memperhatikan dia dan memberinya beberapa obat,” jelas Dokter.

“Bagaimana jika Ayah ku benar- benar menderita tumor otak?”

“Dia harus di operasi. Jika tidak, dia akan memburuk. Karena tumor otak terus bertambah besar dan besar,” jawab Dokter. Dan mendengar itu, Keaw merasa bingung serta sedih.



Ditempat lain. Chai Pat menjelaskan kepada keluarga pasien, mengenai kondisi pasien yang baru saja selesai di operasi. Dan keluarga si pasien, berterima kasih kepada Chai Pat.


Kemudian saat Chai Pat menjauh untuk memeriksa pasien lain, Piangporn menjelaskan kepada para suster bahwa Chai Pat merupakan contoh dari Dokter yang sebenar nya.  Dokter asli bukan hanya harus menyelematkan pasien, tapi juga harus menyelamat kan mental Wali pasien. Hal yang paling penting adalah memberikan informasi kepada Wali pasien.

“Dia seperti malaikan penjaga,” komentar suster 1, melihat kebaikan Chai Pat.

“Mm… dia penuh dengan oura kebaikan,” tambah suster 2, setuju.


Keaw pergi ke suatu tempat untuk meminjam uang, dia menjelaskan kepada Ibu peminjam bahwa dia memerlukan uang itu menyelamatkan Ayahnya. Dan si Ibu peminjam memuji Keaw yang begitu berbakti, lalu dia menanyakan apa Keaw punya jaminan.

Sayangnya Keaw tidak memiliki apapun untuk dijadikan jaminan. Dan mengetahui hal itu, sikap si Ibu peminjam berubah menjadi sedikit kasar, dia mengatakan bahwa Keaw harus mencari seseorang sebagai penjamin.

“Jika aku tidak bisa membayar hutang ku, kamu akan menagih hutang ku dari penjamin ku kan?” tanya Keaw.

“Tentu saja,” balas si Ibu peminjam. Lalu dengan nada keras, dia menyuruh Keaw untuk pergi jika sudah selesai, dan dia memanggil orang lain yang telah menunggu.



“Sejak kamu terlambat bayar, kamu harus membayar dua kali lipat jumlah bunga nya!” kata si Ibu peminjam dengan keras kepada orang selanjut nya itu. Dan mendengar itu, Keaw merasa sangat kaget sekali serta takut.


7 comments: