Monday, December 17, 2018

Sinopsis C-Drama : Our Glamorous Time Episode 3 - 2

4 comments
Network : Dragon TV QQLive
Diruang rapat. Zhang mengajukan proposal miliknya untuk mengatasi masalah Wenda. Yaitu baju anak mereka pasti akan ditolak, jadi lebih baik mereka menjual nya secara pribadi kepada pengecer. Jika mereka melakukan ini, mereka bisa mendapatkan kembali sebagian dari modal, dan mengurangin beberapa tekanan pada dana modal.


“Kita tidak bisa melakukan ini. Berita tentang baju anak sudah terekspos ke media, jika media mengetahui bahwa kita memasukan nya ke pasar, maka takutnya tekanan dari opini publik akan semakin berat,” jelas seorang karyawan, menolak ide Zhang.

Zhang menjelaskan bahwa semua sudah tahu dengan jelas, bagian anak milik mereka tidak menyebabkan kanker , tapi hanya masalah penyusutan. Jadi meletakan kualitas pakaian seperti ini ke pasar adalah yang terbaik.

Dan seorang pemegang saham menganggukan kepalanya pelan, tanda dia setuju dengan ide yang diberikan oleh Zhang.


Diruangan kantor. Zhi Cheng mendengarkan semua pembicaraan rapat tersebut melalui headset. Dan memperhatikan semua nya melalui layar komputer.

Zhang mengatakan jika ada yang punya ide lebih baik, silahkan ajukan. Tapi semua orang terdiam, karena mereka tidak memiliki ide apapun. Lalu Zhang melanjutkan,” Jika ini tidak akan dilakukan, kamu bisa membawa anak kedua keluarga Li untuk datang dan menyelesaikannya.”


Zhi Cheng memperhatikan setiap orang di ruangan rapat mulai meragukan tentang dirinya, dikarenakan perkataan dari Zhang.



Yanzhi tiba- tiba saja mendapatkan pesan di hapenya, saat dia baru saja akan berbicara untuk menjelaskan pendapat nya. Dan melihat itu, setiap orang menatap ke arah Yanzhi.

“Aku belum memikirkan nya sebaik Anda. Silahkan lanjutkan,” kata Yanzhi beralasan. Dan setiap orang langsung tertawa pelan.


“Sebenarnya, apa yang setiap orang katakan hari ini memiliki banyak manfaat nya. Kita harus memikirkan tentang apa yang bisa kita gunakan untuk menyelesaikan masalah ini. Bagaimana bila begini? Kita akan mengambil suara dengan mengangkat tangan,” kata si pemegang saham yang menganggukan kepala barusan. (sebut aja A)

Mendengar itu Yanzhi hanya diam saja, dan sibuk membalas pesan dari Zhi Cheng. Sementara yang lain mulai mengambil suara, siapa yang setuju dengan ide Zhang, angkat tangannya.


Dan sambil tersenyum, si A mengangkat tangannya. Begitu juga dengan Zhang dan yang lainnya. Kecuali karyawan yang menolak ide Zhang serta Yanzhi.

Akhirnya karena mayoritas kebanyakan setuju, maka diputuskan untuk menggunakan ide Zhang. Dan si A menyerahkan masalah ini untuk ditanganin oleh Zhang yang memiliki ide. Kemudian si A meminta semuanya untuk bertepuk tangan.


Didalam ruangan. Zhi Cheng tersenyum mendengar itu.


Malam hari. Di luar gedung. Didalam mobil. Chen Zheng seperti sedang menunggu sesuatu.



Didalam ruangan kantor. Zhi Cheng memberikan perintah kepada ketiga anak buahnya, dan segera ketiga anak buanya segera menjalankan perintah. Lalu Yanzhi yang baru kembali dari ruang rapat, dia langsung bertanya, kenapa Zhi Cheng menghentikan dirinya, ketika dia mau menentang ide Zhang.

“Jika masalah ini ketahuan oleh media. Wenda akan berada dipaling akhir, tanpa harapan untuk memutarnya. Apa kamu mengerti itu?” tanya Yanzhi.



“Jangan khawatir. Aku sangat sadar akan situasinya,” jawab Zhi Cheng dengan tenang sambil tersenyum, seakan ini hal yang lucu.

“Uh, apa kamu ada mempersiapkan sesuatu yang lain?” tanya Yanzhi. Dan Zhi Cheng menganggukan kepalanya, tanda iya. Lalu Yanzhi kembali bertanya, apa Zhi Cheng belum berniat untuk muncul.

“Kamu tidak perlu khawatir. Ketika waktunya tiba, kamu akan tahu,” balas Zhi Cheng lalu pergi.



Chen Zheng datang menemui Grace dikantor. Dia mengatakan bahwa dia datang karena dia ingin mempost klarifikasi pada majalah H dan mengiklankan produk Si Meiqi. Dan Grace membalas, bukankah Chen Zheng lebih mempercayai iklan di internet, tapi mengapa kini tiba- tiba Chen Zheng tertarik pada media kertas mereka.



Mo Chen datang menemui Lin Qian, dan saat melihat kain- kain yang ada, Mo Chen bertanya. Dan Lin Qian menjelaskan bahwa ini adalah kain yang Wenda berikan kepada nya, sebagai kompesasi karena karyawan Wenda telah mengambil pesanan dibelakang serta ada masalah dengan kainnya.

“Di online, aku melihat toko mu. Series Quichan milik mu dipesan 217 potong. Dan terkirim 100 potong. Apakah kain ini sebanding dengan itu.?” tanya Mo Chen.

“Lebih baik daripada tidak ada,” balas Lin Qian.

“Bukankah Wenda memiliki beberapa masalah sekarang?”



Chen Zheng menjelaskan kepada Grace bahwa kain milik Wenda terungkap memiliki zat kanker, jadi dia ingin menjaga dirinya menjauh dari skandal ini, karena bagaimanapun mereka berada di dalam satu kota yang sama. Lalu Grace membalas, bukankah memang ini yang Chen Zheng inginkan terjadi pada Wenda. Dan Chen Zheng langsung membantah bahwa bukan begitu maksudnya.

“Jadi kamu ke sini hari ini untuk membicarakan kepada ku tentang bagaimana menyelamatkan Wenda? Untuk menyelematkan industri fashio di Linhai,” kata Grace.

“Aku mau. Tapi aku tidak bisa. Wenda menggunakan zat kanker pada kain mereka, yang mana tidak bisa mereka bantah,” balas Chen Zheng.



Lin Qian menjelaskan tentang kain Wenda yang dilihatnya. Kain yang Wenda gunakan adalah katun dan Linen, yang memang mudah menyusut. Dan menurut Lin Qian media telah menyebabkan orang- orang salah paham kepada kain yang digunakan Wenda. Dan Mo Chen mempertanyakan apa itu saja.

“Semua kecelakaan, bukanlah kecelakaan. Semua kecelakaan di dunia ini, semua terjadi karena konflik keuntungan,” jelas Mo Chen, ketika adiknya tampak bingung.

“Kamu mengatakan bahwa ada seseorang yang mencoba untuk mencelaka kan Wenda?” tanya Lin Qian.

“Itu lah bisnis,” jawab Mo Chen, membenarkan.


Lin Qian tersenyum, dia berpendapat bahwa bisnis seperti medan perang. Dan Mo Chen langsung membalas bahwa bisnis itu, lebih brutal dari pada medan perang. Di dalam bisnis, kita bahkan tidak akan tahu bagaimana kita akan mati.



“Laporan nya sangat jelas. Penyusutan pada kain Wenda di bawah standar. Dengan media internet yang menyebarkannya, nama Wenda sekarang dihubung kan dengan zat kanker. Bagaimana bisa media begitu kebetulan di waktu yang pas?” tanya Grace sambil duduk di dekat Chen Zheng.

“Oh… kamu adalah master di media internet. Apa yang kamu pikirkan tentang ini?” tanya Grace sambil menyentuh bahu Chen Zheng.

Dan Chen Zheng tertawa garing. “Kamu membuatnya kedengaran seperti akulah orang dibelakang semua ini,” kata Chen Zheng.

“Kamu membuatnya seperti kamu memiliki sesuatu yang disembunyikan,” balas Grace.



Chen Zheng langsung beralasan, dia kesini karena Wenda serta Si meiqi berada dikawasan yang sama, yaitu Lin hai. Jadi jika reputasi Wenda jatuh, maka Si meiqi juga akan ikut kena dampak. Ada 100 komentar negatif untuk Wenda, dan ada 10 komentar negatif untuk Si meiqi.

“Jadi aku ke sini untuk memakai kepintaran mu, dan melihat bagaimana kita bisa menolong Wenda,” kata Chen Zheng.

“Jika kamu tidak bisa menyelamatkan Wenda, bagaimana aku bisa?” balas Grace.

Grace duduk menjauh dan menuangkan teh, dia menjelaskan bahwa kata kanker sangat sulit, apalagi menyangkut pakaian anak. Dan Chen Zheng tersenyum kecil.



Sebuah media telah menunggu diluar Wenda. Mereka bersiap di dalam mobil untuk merekam, ketika Zhang dan orang Wenda mengeluarkan pakaian anak yang akan dikirim kan. Dan saat mereka, melihat truk besar keluar dari Wenda, mereka langsung merekam.

Lalu disaat itu, si reporter mendapatkan telpon dari Wei Kai.



“Aku tidak berbohong padamu, kan? Ini akan menjadi sebuah berita besar,” kata Wei Kai sambil tersenyum. Dan si reporter berterima kasih.

“Aku akan mengirimkan lokasi perjanjiannya. Dan itu akan menjadi waktu mu untuk bersinar,” lanjut Wei Kai. Kemudian dia mematikan sambungan telpon.

Si reporter dengan gembira langsung menyuruh rekannya untuk menjalankan mobil.



Mo Chen menanyakan pendapat Lin Qian, jika Lin Qian menjadi pemilik Wenda, dalam situasi seperti ini, apa yang akan Lin Qian lakukan. Dan Lin Qian menjelaskan bahwa pertama, ini tidak akan pernah terjadi di dalam perusahaannya. Kedua, jika dia menggunakan kain seperti katun dan linen yang mudah menyusut, maka dia akan pre-menyusut mereka.

“Ketiga. Situasi seperti ini bisa terjadi, berarti perusahaan tidak memiliki banyak orang yang profesional dan management nya buruk,” jelas Lin Qian. Dan Mo Chen mengangguk.



Setelah menuangkan teh untuk Chen Zheng, maka Grace pun pamit karena dia mau pergi. Tapi Chen Zheng langsung menahan Grace, dia meminta agar mereka membicarakan dulu tentang masalah iklan yang di inginkan nya.

“Mengapa big bos perusahaan besar seperti mu mendiskusi kan iklan dengan media kertas ?” tanya Grace. Dan Chen Zheng tampak gugup serta bingung.

“Aku tahu. Kamu disini bukan untuk iklan. Beritahu aku apa yang kamu mau,” kata Grace. Dan Chen Zheng terdiam sambil melihat jam tangannya.



Sebelum truk Wenda sampai ke tempat perjanjian. Zhi Cheng dan ketiga anak buahnya yang telah menunggu dari tadi persimpangan, dia menghentikan truk dari Wenda. Dan media yang sedang merekam itu merasa bingung ada apa.



Zhang mengenali Zhi Cheng. Dia menanyakan apa yang sedang Zhi Cheng lakukan disini. Dan tanpa memberitahu, Zhi Cheng memerintahkan agar truk kembali ke pabrik.

“Zhi Cheng, kamu salah paham. Ini keputusan yang kami buat di rapat tadi,” jelas Zhang.

“Omong kosong!” tegas Zhi Cheng. Lalu dia menyuruh anak buahnya, monkey. Dan kedua anak buah Zhi Cheng itu langsung mendekat serta menahan Zhang.

Si reporter langsung menyuruh rekannya untuk merekam itu semua.


Zhi Cheng memberikan perintah kepada supir untuk mengikuti nya kembali ke pabrik. Dan si supir mengangguk.

Zhang dibawa masuk ke dalam mobil. Dan saat dia masuk, dia sangat terkejut, karena melihat ketiga orang temannya juga berada di dalam.



Zhi Cheng mengendarai motornya untuk menuntun truk kembali ke pabrik. Kemudian setelah itu, Monkey bergerak. Dia mendekati mobil si reporter. “Apa kalian ingin berita? Ikuti mobilku,” kata si Monkey. Dan dengan segera, mereka mengikuti.



Setelah lama, Chen Zheng tidak berbicara juga dan hanya minum teh. Grace pun berdiri dan menjauh, dia mengambil hape nya dan mengirim kan pesan kepada Wei Kai.

“Waktu adalah uang. Tidak kah kamu perlu untuk berbicara kepada pria mu, kapan kamu akan  kembali? Tidak ada gunanya berada di belakang sepanjang waktu,” kata Grace. Kemudian dia menyalakan tv.


Di TV. Berita mengenai truk Wenda yang kembali ke pabrik. Dan melihat itu, Wei Kai bergumam bahwa ini semakin menarik.



“Kemana dia pergi?” tanya Grace.

“Bagaimana aku tahu? Aku bukan otak dari Bos Wenda,” jawab Chen Zheng dengan gugup.

“Kamu bukan orang dibelakang drama ini? Ooh… Pertunjukan terakhir kali diarahkan langsung oleh Bos Ning kan! Aku kita kamu berada dibelakang yang satu ini. Mm… jadi kali ini Zhi Cheng yang berada dibelakang semua ini. Itu luar biasa,” komentar Grace dengan sengaja. Dan Chen Zheng hanya tertawa hambar.



Mo Chen mempertanyakan apa yang akan Lin Qian lakukan. Dan Lin Qian menjawab bahwa dia akan membakar semuanya, karena dia tidak ingin kain dengan masalah bodoh ini yang tertempel kan logo perusahaan nya di jual le pasar.



“Aku, Li Zhi Cheng, anak dari CEO Wenda, Li Zhong Ming, punya sesuatu untuk dikatakan kepada setiap orang. Beberapa hari lalu, ada laporan kualitas didepan setiap orang. Menurutku, itu hal yang bagus. Konsumen di china adalah orang yang mengurusnya,” kata Zhi Cheng di depan kamera media.


Dibelakang Zhi Cheng, anak buah Zhi Cheng mengeluarkan semua kotak di dalam truk dan menyusunnya di jalanan. Dan keempat karyawan Wenda yang jahat, mereka hanya bisa berdiri diam dan memperhatikan semua itu.

Zhi Cheng menunjukan laporan kualitas kain mereka. Disana yang menjadi masalah adalah masalah kualitas pakaian anak, tapi tidak ada masalah tentang zat kanker, melainkan tentang penyusutan.

“Kain Wenda pastinya tidak ada zat kanker,” kata Zhi Chen dengan tegas.



Yayi datang menunjukan berita yang sedang disiarkan itu kepada Mo Chen dan Lin Qian. Lalu melihat Zhi Cheng yang berada disana, Lin Qian menjadi bingung, dan seperti mengerti, dia kemudian tersenyum.



Zhi Cheng menjelaskan kepada semuanya bahwa dia telah mendapatkan izin dari Ayahnya. Wenda tidak akan menyerah dalam hal persaingan dengan kualitas. Jadi mereka akan membakar pakaian anak yang menjadi masalah. Semuanya.


“Kamu dan pemiliki baru dari Wenda memiliki pemikiran yang sama,” komentar Mo Chen kepada Lin Qian, adiknya itu.

Zhi Cheng mengambil obor yang telah disiapkan oleh anak buahnya. Dan didepan semuanya, Zhi Cheng membakar semua baju anak yang menjadi masalah.



“Ada beberapa orang di dalam Wenda yang mengatakan bahwa bahkan walaupun penyusutan pada kain tidak memenuhi standar, itu masih bisa dikenakan. Mereka bisa menjual mereka ke penjual grosir dengan harga murah.  Yang mana bisa dengan mudah menyebabkan kebangkrutan. Benar, Wenda memerlukan uang. Tapi jika pakaian anak ini masuk ke pasar, itu berarti Wenda akan memproduksi lebih banyak pakaian bermasalah selanjutnya. Wenda sudah berdiri sejak 26 tahun lalu, kami percaya produk yang tidak memenuhi standar adalah sia-sia. Kami mempercayai itu di masa lalu. Dan kami masih akan terus mempercayai nya sekarang dan akan melakukan ini terus. Selamanya,” kata Zhi Cheng dengan tegas.

Zhang tampak gugup, tidak tahu harus perbuat apa, ketika Zhi Cheng memandangnya sesaat. Ditempat lain, Wei Kai menghabiskan minuman anggurnya dengan kesal. Sedangkan di kantor Grace.



Grace bertepuk tangan dan memuji pertunjukan yang sangat bagus itu. Lalu tidak tahu harus ngapain lagi, maka Chen Zheng pun berdiri dan pamit untuk pergi.

“Ehh… jangan pergi. Kamu telah disini sejak tadi. Mari bicara setelah menonton itu,” tahan Grace dengan sengaja.



“Hidup adalah pertunjukan. Dan dia adalah aktor yang sangat bagus,” kata Chen Zheng dengan nada sedikit sinis.

“Dia pastinya tidak berakting. Lihat, mereka membakar pakaiannya. Itu semua uang asli,” balas Grace.

“Jadi kamu berada dipihak Wenda?”          

“Aku dipihak keadilan.”


Mo Chen berkomentar bahwa membakar pakaian itu sia- sia dan menyebabkan polusi. Jika ini hanya masalah kain menyusut, tidak perlu membahayakan orang. Dan dia tidak akan mau melakukan itu.

“Aku akan menyumbangkan mereka amal. Dalam dunia ini, ada banyak anakyang tidak pernah mengenakan pakaian baru sebelumnya,” kata Mo Chen.

“Kamu benar,” balas Lin Qian sambil terus menonton Zhi Cheng.

“Benar. Dia sangat hot,” tambah Yayi.


“Ok. Mari bicara serius. Apa kamu akan pergi atau tinggal?” tanya Mo Chen.

“Aku pergi. Kalian bicara,” kata Yayi yang langsung mengerti.

Si A (Paman Xue) dia datang. Dia memberikan selamat kepada Zhi Cheng yang telah pulang, lalu dia mengatakan bahwa dirinya telah begitu bodoh, karena hampir membuat kesalahan besar.


“Pakaian anak telah diurus, tapi Wenda menghadapi banyak kerugian. Seseorang perlu bertanggung jawab untuk ini,” kata Zhi Cheng.

4 comments: