Sunday, December 23, 2018

Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 25 – 1

0 comments
Sinopsis Lakorn : You Are Me episode 25 – 1
Images by : Channel 3
sinopsis di tulis oleh : Chunov (nama samaran) di blog k-adramanov.blogspot.com

Malam hari, di kediaman Sutharak,
Khun Riam belum pergi dari kediaman Siriya, dia masih ada di sana dan menunggu Thi yang belum pulang. Na merasa kasihan padanya dan menyuruhnya untuk tidur, tetapi Khun Riam menolak. Dia ingin melakukan tugas nya sebagai seorang ibu terakhir kali, dia akan menunggu Thi pulang.
Thi pulang tidak lama kemudian dalam keadaan mabuk dan di bopong oleh Lert. Khun Riam jelas cemas melihat keadaan Thi, di tambah lagi Lert mengatakan kalau tidak biasanya Thi mabuk seperti ini. Khun Riam meminta Lert untuk membawa Thi ke dalam kamar.
Khun Riam membantu membuka baju dan membersihkan badan Thi. Thi masih dalam keadaan tidak sadar dan memeluk Khun Riam. Dia bergumam dalam tidurnya, kenapa ibu kembali sekarang? Aku sudah menunggu sangat lama.
Khun Riam menangis. Dia dapat merasakan kalau Thi sangat terluka atas perlakuannya dulu. Dia meminta maaf dan berjanji ini akan menjadi yang terakhir kalinya. Setelah itu, dia tidak akan pernah datang mengganggu Thi. Tentu saja, Thi tidak mendengar semua perkataan Khun Riam, karena dia dalam keadaan tidak sadar. Khun Riam memeluk Thi dan berujar : “Ibu mencintaimu.”
Na kebetulan lewat di depan kamar Thi, dan dari sela pintu yang terbuka dia melihat Khun Riam yang memeluk Thi. Na sedikit tersenyum melihat hal tersebut.
--
Esok hari,
Thi terbangun dan dia teringat samar-samar perkataan Khun Riam yang bilang tidak akan pernah mengganggunya lagi. Dengan panik, Thi keluar dan mencari Siriya dan Nuan. Namun, tidak ada siapapun. Dia berpas-pasan dengan Orn dan bertanya dimana semuanya?
“Mereka pergi untuk mengantar… err… ibumu, baru saja.”

Dengan panik, Thi berlari kencang ke pintu gerbang. Pas sekali, mobil putih keluar dari gerbang. Thi teringat masa kecilnya saat mengejar taksi ibunya dan memohon untuk tidak pergi. Sekarang, Thi pun melakukan hal yang sama, dia mengejar mobil tersebut sambil berteriak : “Mae.
Sayang sekali, mobil itu tidak berhenti maupun berputar balik. Thi kecewa, dia berjalan dengan langkah lunglai kembali ke rumah.
Dan… Khun Riam bersama Siriya menunggunya di depan gerbang. Thi menangis melihatnya, begitu pula dengan Khun Riam.
“Orn… bilang kau sudah pergi.”
“Aku pergi mengucapkan selamat tinggal pada Khun Pawinee.”
“Khun Thi, adakah yang kau inginkan dari tante Riam?” tanya Na.
“Aku… “

Khun Riam mendekati Thi dan memeluknya dengan erat. Dan Thi tidak menolak pelukan itu sama sekali. Khun Riam menangis dan berujar kalau Thi tidak perlu mengatakan apapun, dia tahu yang Thi ingin katakan. Thi dengan memberanikan diri, balas memeluk Khun Riam.
“Terimakasih karena sudah memaafkan Ibu. Terimakasih,” ujar Khun Riam dengan sangat bahagia.
Na melihat hal tersebut, dan dia merasa senang karena Thi telah berbaikan dengan ibunya. Khun Pawinee yang berdiri di depan pintu rumah, tersenyum melihat hal tersebut.
Setelah melepaskan rindu, Khun Riam pamit untuk pergi dan menyuruh Thi untuk menjaga diri. Thi memberi salam untuk melepas kepergian Khun Riam.
“Selamat. Karena kau sudah bisa memahami ibumu,” ujar Na dengan tulus.
Thi tidak menjawab, dan langsung masuk ke dalam. Na jelas heran dan mengejar Thi, apa Thi tidak mau berterimakasih padanya sama sekali?
“Jangan kira kalau kau adalah hero karena sudah bisa membuatku berbaikan dengan ibuku. Dan aku akan memaafkanmu.”
“Maafkan aku? Emang aku buat salah apa?”
“Kau berbohong padaku mengenai customer itu.”
“Tapi aku melakukannya untuk membantumu.”
“Tapi itu tetap berbohong! Aku tahu niatmu baik. Tapi aku paling benci dengan orang yang berbohong. Lain kali, jangan melakukan itu lagi.”
Na menjadi sedikit gugup dan berterimakasih. Dia gugup karena selama ini dia juga berbohong dengan berpura-pura menjadi Siriya. Thi tidak menyadari kegugupan Siriya, dan malah berkata kalau dia masih marah dengan Siriya.
“Lalu kau ingin aku buat apa?”
“Kau bisa membuatku berbaikan dengan ibuku. Jadi kau juga harusnya tahu cara agar aku berhenti marah padamu,” jawab Thi.
Na berpikir sesaat. Dia mendapat sebuah ide dan langsung menyuruh Thi untuk ikut dengannya.
Kemana mereka?

Na membawa Thi ke dalam arena balap mobil. Dia duduk di kursi penumpang dan Thi di kursi pengemudi. Mereka bersenang-senang dengan mengemudikan mobil dengan kencang dan bahkan melakukan drift. Na berteriak senang menikmati sensasi menegangkan tersebut.
“Terimakasih,” ujar Thi dengan tulus pada Siriya.
Mereka saling bertatapan. Karena merasa canggung, Na hendak keluar dari mobil. Tetapi Thi menahannya. Dia memegang kepala Siriya dan mendekatkan wajahnya. Mereka sudah hampir berciuman.



Hanya saja, Thi teringat peringatan Khun Pawinee agar dia tidak jatuh cinta dengan wanita simpanan abangnya sendiri. Dan Na teringat dengan perkataan Krit agar dia tidak lupa dengan tujuannya masuk ke keluarga Sutharak.
Akhirnya, mereka tidak jadi berciuman dan menjauhkan wajah-wajha masing. Mereka menyadari posisi mereka dan tidak boleh saling mencintai.
“Aku…”
“Tidak ada yang perlu di katakan Khun. Mari kita pulang.”
--

Ya sedang berlatih berjalan sendirian. Tapi, dia terus teringat perkataannya yang cukup kasar pada Krit dimana dia berkata kalau semuanya sudah berakhir, mereka akan kembali ke posisi masing-masing. Tidak lama, Lert datang dan menyuruh Ya untuk beristirahat. Dia membantu Siriya masuk kembali ke dalam rumah.

Pas sekali, saat mereka sudah masuk ke dalam rumah, sebuah mobil berhenti di depan rumah. Yang datang adalah Chet! Dia memotret rumah Aunt On dan mengirimkannya ke Khun Nat dengan pesan : Ini adalah rumah dari saudara satu-satunya Khun Siriya. Aku rasa seharusnya kembarannya ada di rumah ini.
Dan tidak lama, Aunt On pulang. Chet langsung diam-diam memotret Aunt On dan mengirimkannya ke Khun Nat.
Khun Nat melihat foto Aunt On dan langsung menelpon Chet.
“Wanita itu adalah tante Khun Krit. Untuk apa dia  ke sana?”
“Wanita itu bukan tante Khun Krit. Dia adalah Aunt On. Satu-satunya keluarga Khun Siriya. Dan ini adalah rumahnya.”
Khun Nat jelas terkejut. Dia yakin kalau wanita itu adalah orang yang di lihatnya di rumah sakit saat menjenguk Krit. Dan Krit dengan jelas mengatakan kalau itu adalah tantenya. Khun Nat sadar kalau dia telah di bohongi. Di tambah lagi, Chet menyimpulkan kalau Khun Krit sepertinya terlibat dalam hal ini.
“Haruskah kita memberitahu hal ini pada Khun Pawinee dan Khun Athirat?”
“Jangan dulu. Kita tidak akan melakukan apapun untuk sekarang. Hingga aku yakin kalau wanita di rumah itu adalah Siriya yang asli! Aku perlu menyelidiki hal ini dengan jelas.”
--
Dan Khun Nat langsung dengan sengaja menghampiri Khun Krit dan menyindir : “Kau punya sesuatu yang kau sembunyikan dariku, kan?”
“Apa maksud Khun Nat?”
“Aku akan memberimu kesempatan untuk menjawab. Kau punya sesuatu yang kau sembunyikan dariku, kan?”
Tetapi, Krit tidak mengerti. Dia menyuruh Khun Nat untuk langsung saja. Khun Nat malah membalas kalau Krit pernah bilang padanya, kalau mungkin dia tidak sebaik yang dirinya pikirkan, dan dia rasa hal itu benar. Menurutnya Krit sangat pandai berpura-pura baik. Penipu.
“Setiap manusia punya banyak sisi kan? Aku tidak tahu rahasia apa yang Khun Nat maksudkan. Tapi, setiap orang punya rahasia! Bukankah begitu, Khun Nat?”
“Benar. Jika kau tidak mau jawab. Aku yang akan mencari sendiri jawabannya.”
Krit jadi takut mendengar perkataan Khun Nat, dia menahan Khun Nat dan bertanya, apa yang hendak Khun Nat lakukan?
“Lepaskan aku. Aku sudah memperingatimu sebelumnya, untuk memilih pihak yang benar. Kau sekarang dapat menunggu untuk menerima konsekuensi atas pilihanmu. Dan aku yakin, kau akan menyesal.”
Usai mengatakan ancaman itu, Khun Nat pergi ke ruangannya kembali. Dia menelpon Cheat dan berkata : “Mari kita jalankan rencana kita. Dan jangan biarkan Khun Krit mengganggu!”
--
Thi pergi ke arena tinju. Dia melampiaskan stress-nya dengan berlatih tinju. Dia berusaha menghipnotis dirinya sendiri untuk tidak jatuh cinta pada ‘Siriya’.
Na sendiri melakukan sit up di kamarnya dan menghipnotis dirinya untuk tidak menyukai ‘Thi’.
--
Malam hari,
Thi masuk ke dalam kamar Siriya dan melihat barang-barangnya di kamar itu sudah di masukkan dalam koper.
“Kau kan awalnya tinggal di kamar ini karena ingin melindungiku dari pelaku. Sekarang, Khun Pa sudah tertangkap. Kau harus pindah kembali ke kamarmu.”
“Mmm! Aku juga ke sini untuk beritahu kalau aku akan kembali ke kamarku. Terimakasih karena sudah membantu membereskan barangku.”

 Tetapi, sebelum keluar, Thi mencari charger hp-nya dulu. Ketemu, pas dia mau narik, ternyata Na juga narik. Itu punya dia dan ada namanya di charger itu. Eh karena narik-narikan charger, Na malah hampir jatuh, dan Thi refleks menariknya hingga mereka jadi berpelukan.
Dengan canggung, Na melepaskan diri dan memberikan charger-nya pada Thi. Thi berterimakasih dan berkata kalau Siriya menemukan charger-nya, dia akan mengembalikan charger Siriya nanti.

Karena insiden pelukan tadi, hati Na dan Thi semakin tidak enak. Mereka sudah saling jatuh cinta tapi berusaha mengenyahkan perasaan itu.
Support penulis hanya dengan membaca sinopsis ini (Khun Mae Suam Roy) di :
k-adramanov.blogspot.com. Terimakasih. Happy Reading

No comments:

Post a Comment