Sunday, January 13, 2019

Sinopsis Lakorn : The Gifted Episode 13 - part 3

0 comments


Network : GMM One
Bu Ladda berjalan dari belakang mendekati Namtaan.



Pang melawan dan berusaha untuk melarikan diri, tapi sayangnya dia tidak bisa melarikan diri sama sekali, karena anak buah Direktur terlalu banyak.

“Kalian jangan melukainya. Dia tidak mungkin bisa melarikan diri,” kata Direktur kepada dua anak buahnya. Lalu kedua orang itu pun melepaskan Pang.

Direktur mengucapkan terima kasih kepada Pang serta Wave, karena mereka telah membuat rapat ini berakhir dengan baik, dan penampilan mereka sangat bagus. Lalu Direktur meminta agar Pang berhenti melawan padanya, karena dia tidak ingin Wave kembali menjadi normal.



“Pang! Bisakah kamu mendengarku? Apa yang terjadi? Pang! Apa yang terjadi?” tanya Wave dengan panik.

“Tidak apa,” jawab Pang sambil melihat jam di dinding dan membaca pesan masuk di hapenya.



“Ini belum berakhir. Kamu lah orang yang kalah,” kata Pang sambil memandangin Direktur.

“Apa maksudnya?” tanya Direktur, tidak mengerti.

“Aku mempersiapkan diri ku sendiri untuk sebuah skenario, saat dimana kementerian ada disini sepanjang waktu. Aku berpikir lama dan keras tentang bagaimana cara nya menghancurkan sistem ini dengan sempurna. Dan aku menemukan jawaban nya,” jelas Pang. Tapi Direktur sama sekali tidak mengerti.



Wave yang merasa penasaran dengan apa yang sedang terjadi, dia pun turun dan berniat keluar dari ruangan yang pintunya telah terbuka. Tapi baru saja dia membuka pintu, Bu Ladda telah berdiri dihadapan nya. Dan Bu Ladda menyuntikan sesuatu kepada Wave.

Melihat hal itu, para anak buah Direktur langsung datang dan menangkap Bu Ladda.

Flash back




Saat malam hari. Ketika Pang menemui Bu Ladda. Sebelum Bu Ladda pergi, Pang memegang tangannya. “Kamu benar. Kami berdua tidak bisa menjatuhkan sekolah. Tapi jika kamu membantu ku, aku yakin bahwa The Gifted akan lenyap dari sekolah ini,” kata Pang.

Flash back End



“Jika aku bisa membuat semua murid The Gifted kembali menjadi normal lagi, maka Kelas Berbakat akan runtuh. Saat kamu fokus padaku, apa kamu tahu berapa banyak murid Berbakat yang Bu Ladda dapatkan? Dan sekarang hanya tinggal satu saja,” jelas Pang sambil mengeluarkan satu jarum suntik yang telah di curinya. Dan dia berniat menyuntikan itu kepada dirinya sendiri.

Ini terasa agak aneh, tapi segalanya akan segera berakhir.



Setelah menyuntikan cairan kembali normal itu pada dirinya sendiri, Pang membuka kedua matanya. Dan dengan raut yang tampak sangat terkejut, dia melihat pada kedua tangannya sendiri.

“Kamu mengerti sekarang kan? Tubuh mu tidak berubah sedikit pun,” kata Direktur.

“Ini tidak mungkin,” balas Pang, tidak percaya.



Wave mencoba menggunakan potensinya. Dan hasilnya adalah dia masih bisa menggunakan potensi tersebut.



Pang bertanya- tanya apa yang terjadi, karena ini tidak mungkin. Dan sambil tersenyum, Direktur menjelaskan bahwa sejak awal cairan kembali normal yang dimilikinya adalah palsu. Karena cairan itu hanyalah sebuah vitamin, jadi itu tidak bisa digunakan untuk menghilangkan potensi seseorang.

“Tidak dalam dunia ini, tidak ada cairan kimia yang bisa melakukan itu,” jelas Direktur.

“Tidak! itu tidak mungkin!” teriak Pang, tidak bias menerima kenyataan.



Direktur mengambil sebuah kursi dan menduduki nya. Lalu dia menatap Pang dan memuji Pang. “Aku harus mengakui nya. Sejak aku memulai Program Kelas Berbakat, tidak ada seorang pun yang bertindak sejauh kamu. Ini membuatku ingin tahu, jika kamu bia menemukan jawaban untuk pertanyaan ini,” kata Direktur.


Direktur menunjukan biodata Korn serta Mon, lalu dia mengambil jarum yang Pang gunakan barusan. “Pertanyaannya adalah, jika cairan ini tidak bekerja sejak awal. Bagaimana potensi Thanakorn dan Patchamon menghilang?” tanya Direktur.


Pang mengingat hari dimana Direktur menghilangkan potensi milik Korn dan Mon. Saat itu Direktur ada memegang bahu Korn serta Mon, dan dia mengatakan kepada mereka berdua bahwa mulai hari ini mereka berdua akan kembali menjadi normal.

Mengingat hal itu membuat Pang merasa sangat ketakutan.



“Aku sudah mengetahui apa potensi mu sejak lama, yaitu sejak kita bertemu setelah ujian tengah semester. Hari itu aku menyadari untuk pertama kalinya bahwa dua orang bisa memiliki potensi yang sama, tapi mereka tidak bisa saling menggunakan nya pada satu sama lain,” kata Direktur sambil menatapi Pang secara dekat.

Pang lalu mengingat kejadian dimana, Direktur memegang bahunya dan menyuruhnya untuk mempercayai sistem yang ada. Dan disaat itu, dirinya menjawab bahwa dia tidak setuju.


“Kamu dan aku memiliki potensi yang sama,” kata Direktur sambil tersenyum.

“Tidak. Tidak. Ini tidak bisa terjadi. Ini tidak bisa terjadi. lepaskan aku!” teriak Pang sambil berusaha melepaskan diri, karena kedua anak buah Direktur kembali menahan nya.

“Bisakah kamu mengerti sekarang bahwa aku sama seperti kamu? Itu mengapa aku bisa mengerti dengan baik potensi setiap orang,” jelas Direktur.

“Tidak. Aku tidak seperti kamu. Aku tidak akan pernah berubah menjadi kamu. Tidak!” teriak Pang, menolak mengakui hal itu.



“Kamu sangat bagus, Pawaret. Tapi akuilah bahwa kamu kalah,” balas Direktur. Lalu dia berbalik dan mau pergi.

“Tidak! Bahkan walaupun aku kalah, aku akan terus melanjutkan perlawanan. Sistem mu akan hancur suatu hari nanti! Lepaskan aku!!” teriak Pang.

Direktur berbalik ke arah Pang, dan dia menjelaskan bahwa bagaimanapun keras nya Pang berusaha untuk melawan dia, tapi Pang tidak akan pernah bisa menang. Dan untuk membuktikan hal itu, Direktur pun mengikat Pang dikursi, dan lalu dia membawa semua murid kelas Berbakat untuk masuk ke dalam ruangan.



“Jangan khawatir. Aku tidak akan membahayakan Pawaret. Aku mengikat dia karena dia mencoba untuk mengganggu rapat ku dengan kementerian. Apa kamu tahu mengapa Pawaret melakukan itu? Dia mencoba mengubah sekolah. Tujuannya agar setiap orang menerima perlakuan yang sama. Dan aku pikir, itu ide yang menarik,” jelas Direktur kepada semua murid kelas berbakat. Dan disana ada Korn serta Mon juga.



“Aku memanggil kalian kesini, karena aku mau bertanya satu pertanyaan pada kalian. Apa setiap orang setuju pada Pawaret? Jika satu orang saja setuju, aku janji bahwa aku akan mengubah sekolah menjadi seperti yang kalian harapkan,” tanya Direktur kepada mereka semua. Dan mendengar itu, Pang merasa terkejut serta gugup menunggu jawaban dari mereka.

No comments:

Post a Comment