Tuesday, January 1, 2019

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 5 - part 4

0 comments


Khun Chai Puttipat (2013) Episode 5 - Part 4

Network : Channel 3


Didepan panti. General Pinit menanti dengan tidak sabar, ditemanin oleh para anak buahnya. Dan ketika dia melihat Ingorn serta Nun, dia langsung menanyakan berapa lama lagi dia harus menunggu.

“Tunggu sebentar saja lagi, karena Keaw sedang pergi ke… ke…” kata Ingorn mencari alasan.

“Ke kamar mandi. Dia pergi ke kamar mandi,” kata Nun membantu membuat alasan.

“Itu benar. Dia pergi ke kamar mandi. Dia akan segera kembali. Jadi tolong bersabar sebentar. Dan sebaiknya, menurutku Anda tunggu saja dia di rumah,” jelas Ingorn.

“Aku akan menunggu disini,” tegas General Pinit, menolak untuk pulang.


Tepat disaat itu. Ingorn melihat Yodsawin dan rombongan para perawat lewat, jadi dia pun mendekati mereka untuk bertanya dimana Keaw berada. Dan Yodsawin berbohong, dia mengatakan bahwa dia tadi melihat Keaw pergi ke kamar mandi. Mendengar itu, Ingorn pun menjadi lega dan segera menyusul ke kamar mandi.

Kepadahal sebenarnya, Keaw yang asli berada di antara rombongan para perawat itu. Tapi karena dia menutupi wajahnya dengan mengangkat map tinggi- tinggi, maka mereka semua tidak menyadari hal itu. Jadi dia berhasil lolos dengan mudah.

General Pinit masuk ke dalam gedung dan menemui anak buahnya yang telah memeriksa toilet wanita. Dan ketika mengetahui bahwa Keaw tidak berada di dalam toilet, dia pun menjadi kesal. Lalu dengan segera dia ingin mencari Keaw.


Tepat disaat itu, seorang pengawas panti yang melihat kedatangan General Pinit, dia memanggil General Pinit dan menanyakan apa General Pinit datang ke sini untuk mengunjungin anak yang sakit. Dan karena merasa tidak enak, maka General Pinit pun menemui anak- anak yang sedang sakit dan di rawat di dalam salah satu ruangan.

Sesampainya di panti asuhan, Chai Pat langsung berkeliling untuk mencari dimana Keaw, dan dia juga bertanya kepada orang- orang disana. Dan ketika mengetahui bahwa Keaw telah pulang, dia merasa sangat terkejut.

Dengan khawatir, Chai Pat menanyakan dengan siapa Keaw pulang, dan apa ada seseorang bernama Ingorn yang berada di sisi Keaw. Dan orang yang ditanya itu membenarkan.


Marathee yang melihat kedatangan Chai Pat, dia berjalan mendekati Chai Pat dan mengajak nya untuk pulang bersama. Tapi karena sedang sangat khawatir kepada Keaw saat ini, makanya Chai Pat pun membalas bahwa dia ada urusan penting, jadi Marathee harus pulang sendiri. Kemudian Chai Pat segera berjalan pergi.


“Urusan sepenting apa sih?” gumam Marathee dengan bingung. Lalu dia bertanya kepada orang yang sebelumnya bicara dengan Chai Pat. Dia menanyakan apa yang mereka bicarakan tadi.

“Dia menanyakan tentang Khun Krongkeaw. Dia ingin tahu dengan siapa Keaw pulang,” jelas Orang itu. Dan Marathee pun merasa kesal.


Karena tidak bisa menemukan Keaw, maka Chai Pat pun kembali ke tempat Somboon menunggu. Dan disana sambil masih melihat ke sekeliling panti, Chai Pat bergumam menanyakan dimana Keaw berada saat ini.

“Apa ada yang bisa ku bantu?” tanya Sombonn, saat melihat Chai Pat tampak kebingungan.

“Keaw. Dimana kamu?” gumam Chai Pat, tidak mendengar.

“Apa kamu ingin segelas air (Keaw = gelas)?” tanya Somboon dengan bingung. Dan tanpa menjawab, Chai Pat masuk kembali ke dalam mobil.


Ingorn memarahi Krit dan teman- temannya, karena mereka tidak bisa menemukan dimana Keaw. Lalu Ingorn bertanya- tanya sendiri, apa yang harus dilakukannya sekarang, karena jika General Pinit sampai tahu maka dia pasti akan dibunuh.

Kemudian Ingorn pun mengajak Nun untuk segera melarikan diri, karena General Pinit pasti sedang menunggu nya di depan bangunan. Lalu Krit serta semua temannya pun menyebar dan melarikan diri masing- masing.

Yodsawin berkomentar bahwa dia tidak menyangka kalau General Pinit memperlakukan wanita seperti ini. Dan Keaw menjelaskan bahwa bukan hanya General Pinit saja, tapi semua orang disekitarnya juga melakukan hal yang sama, mereka memperlakukan orang seperti barang dan menjualnya untuk mendapatkan uang.

“Terima kasih ya, Dokter Yodsawin. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan mu,” kata Keaw dengan tulus. Dan Yodsawin tersenyum mengiyakan.


Saat melihat Keaw, teman- teman Chinnakorn langsung berlari ke arahnya, dan karena Yodsawin tidak mengenal mereka, maka dia mengira bahwa teman- teman Chinnakorn adalah orang jahat.

“Mereka bertiga adalah teman guru Chinnakorn. Mereka datang untuk menolongku,” jelas Keaw.

“Guru Chinnakorn? Siapa itu?” tanya Yodsawin yang tidak kenal.

“Penyelamat hidupku,” jawab Keaw.


Chinnakorn turun dari dalam mobil dan berlari ke arah Keaw, dan melihat itu Yodsawin mengira bahwa itu adalah pacar Keaw. Dan Keaw langsung membantahnya, dia menjelaskan bahwa Chinnakorn itu adalah suami dari Katesara, walinya.

Mengetahui hal itu, Yodsawin pun tersenyum dan memberikan hormat kepada Chinnakorn.

General Pinit menangkap Ingorn serta Nun yang mau mencoba untuk melarikan diri. Dan dengan ketakutan, Ingorn meminta agar General Pinit mendengarkan alasan nya dulu. Namun General Pinit seperti tidak mau mendengarkan lagi, dengan kasar dia mengguncang bahu Ingorn hingga pusing dan terjatuh.

“Berdiri dan beritahu aku alasan mu sekarang!! Katakan!!” teriak General Pinit.

“Apa yang Baibua katakan benar! Orang sepertimu, tidak bisa dipercaya!! Kamu terus membohonginku lagi dan lagi! Beraninya kamu berbohong pada ku!! Tidakkah kamu tahu apa yang akan terjadi kepada mulut pembohong seperti itu?!!” teriak General Pinit.

Ingorn memeluk kaki General Pinit, dan memohon agar dia diberikan satu kesempatan lagi. Tapi General Pinit seperti tidak mau memberikan kesempatan lagi, dengan kasar dia menari Ingorn untuk berdiri dan melemparkannya ke sofa.


Nun yang berhasil melepaskan dirinya sendiri dari para anak buah General Pinit, dia berlari mendekat dan menahan General Pinit yang ingin menyakiti Mama nya.

“Mom melakukan segalanya untuk mu mendapatkan Keaw!! Kamu tidak bisa melakukan apapun kepada Mom. Itu tidak adil!” kata Nun dengan berani membela Mama nya.

“Tidak adil?” balas General Pinit.

“Kamu kejam. Hanya satu orang yang melakukan itu untukmu, tapi dia gagal. Lalu apa kamu mau membunuhnya?! Jadi ini yang disebut kekuasaan?!”

“Beraninya kamu!! Beraninya kamu!!” teriak General Pinit sambil mencengkram dan menarik Nun berdiri. Dan dengan panik, Ingorn memohon agar General Pinit mau melepaskan anaknya.



Namun General Pinit sama sekali tidak mau melepaskan Nun, dia tampak sangat tertarik akan keberanian Nun. Apalagi Nun sama sekali tidak tampak takut kepadanya.

“Aku akan memberikan mu satu kesempatan lagi,” kata General Pinit. Dan dengan senang, Ingorn langsung berterima kasih.

“Tapi aku tidak akan tidur dengan wanita yang lama malam ini,” kata General Pinit sambil membelai wajah Nun. Dan mendengar itu, Ingorn sangat terkejut sekali, tapi dia tidak mungkin melawan keinginan General Pinit.


Ketika melihat bahwa Keaw sudah berada di rumah Katesara, dan dalam keadaan baik- baik saja. Chai Pat merasa sangat lega, lalu dia memarahi Keaw yang telah pergi ke acara seperti itu tanpa memberitahu nya. Dan Katesara menjelaskan bahwa setiap mereka menghubungin rumah sakit, Chai Pat selalu sibuk di ruang operasi.


“Aku minta maaf, Khun Chai. Tapi aku benar- benar tidak bisa menolak acara ini. Khun Chai tolong jangan marah ya,” kata Keaw, merasa menyesal.

“Aku tidak marah padamu. Tapi aku khawatir denganmu. Apa kamu tahu betapa aku …. Betapa aku telah mengkhawatirkan kamu, ketika tahu kamu telah pulang?” jelas Chai Pat.

“Ya. Aku tidak akan melakukan ini lagi,” jawab Keaw.


Katesara tersenyum kecil, karena mengetahui perasaan Chai Pat sebenarnya. Lalu dia pun mengajak Chai Pat untuk ikut makan malam bersama.

Tepat disaat itu. Chinnakorn serta Yodsawin keluar dari dalam dapur sambil membawa kan makanan. Dan yang membuat Chai Pat merasa terkejut adalah karena Yodsawin berada disini.

“Mengapa kamu disini?!” tanya Chai Pat.

“Dokter Yodsawin yang telah membawa ku keluar dari acara amal hari ini. Dia bilang ingin mengantarkan ku pulang. Jadi aku ajak dia untuk makan malam bersama,” jelas Keaw.


“Jangan khawatir. Khun Keaw dan Khun Katesara telah memberitahu ku berkali- kali bahwa Khun Keaw tinggal disini, itu adalah rahasia yang harus dijaga. Jadi jangan cemas, Khun Marathee akan tahu,” tambah Yodsawin, berjanji.

Tanpa mengatakan apapun Chai Pat pergi keluar, dan Keaw pun mengikuti nya.


Dengan kebingungan, Keaw menanyakan apa yang salah dengan Chai Pat. Tapi Chai Pat kesulitan untuk menjelaskan, dan dia menyuruh agar Keaw kembali saja ke dalam rumah dan makan malam. (tampak nya Chai Pat cemburu ^.^ ©)

“Jika kamu marah padaku, setidaknya beritahu aku mengapa kamu marah,” pinta Keaw.

“Keaw. Aku tidak mengerti kamu. Aku melakukan apapun untuk bisa melindungin kamu, aku merasa tidak nyaman dan tidak bisa konsentrasi pada pekerjaan ku karena aku mengkhawatirkan tentang kamu. Tapi kamu, kamu malah membuat dirimu sendiri dalam bahaya. Kamu pergi ke acara itu, dan…”

“Apa?” tanya Keaw dengan bingung, karena tiba- tiba Chai Pat berhenti bicara.


“Keaw. Hanya di tempat ini aku bisa yakin akan keselamatan mu. Aku tidak ingin siapapun untuk tahu bahwa kamu bersembunyi disini. Aku khawatir bahwa kamu bisa terkena bahaya,” jelas Chai Pat.

Dengan polosnya, Keaw masih belum sadar bahwa Chai Pat sebenarnya cemburu. Keaw mengatakan bahwa Yodsawin adalah teman baik Chai Pat, maka nya dia percaya. Dan Chai Pat membenarkan hal itu. Kemudian Keaw menanyakan kenapa Chai Pat marah bila begitu.
“Aku… lupakan lah,” kata Chai Pat kesulitan untuk menjelaskan, dan dia ingin pergi saja.

Keaw yang masih tidak paham, dia mengatakan bahwa Yodsawin adalah orang yang baik, dari sekarang jika dia butuh bantuan, maka dia tidak perlu merepotkan Chai Pat lagi. Mendengar itu, Chai Pat semakin emosi.


“Keaw. Jika kamu pikir masalah mu menyebabkan aku lebih bermasalah. Baiklah. Aku tidak akan datang ke sini lagi!! Jadi kamu tidak perlu merasa bersalah,” kata Chai Pat dengan marah. Tampaknya dia ingin Keaw bergantung hanya kepadanya.

“Khun Chai, kamu salah paham. Maksudku kamu adalah penyelamat ku. Aku berhutang banyak pada mu. Bahkan aku tidak tahu bagaimana harus mengekspresikan rasa terima kasih ku. Jadi aku tidak ingin membuat masalah untuk mu,” jelas Keaw.

“Penyelamat? Aku ingin menjadi temanmu. Hanya orang biasa yang sesuai denganmu. Itu adalah apa yang aku inginkan, Keaw. Bisakah kamu melakukan itu untukku?” tanya Chai Pat dengan cepat, kemudian dia pergi.


Dirumah. Chai Pat dengan penuh emosi bermain piano dengan tidak teratur dan memusingkan. Dan mendengar itu, Chai Yai serta Chai Pee yakin bahwa itu adalah karena cinta. Menurut mereka Chai Pat seperti itu, karena Chai Pat belum pernah jatuh cinta, jadi Chai Pat kesulitan untuk mengekspresi kan perasaannya.


Taewapan merasa sangat marah, saat dia mendengar tentang Chai Pat dari Marathee. Dan tepat disaat itu, Katesara datang membawa kan produk baru nya untuk di cobai oleh mereka. Lalu Rampa pun terpikir kan sebuah ide bagus.

“Ayah, P’Marathee. Aku pikir kamu harus membawa produk baru P’Kate kepada Nenek Aiet. Dan beritahu dia bahwa kamu ke sana untuk memberikan produk baru untuk nya. Dia pasti akan menyukai dan menyanyangin kamu,” jelas Rampa.

“Itu benar,” kata Taewapan setuju. Begitu juga dengan Marathee. Dan karena tidak bisa menghalangin mereka, maka Katesara pun hanya diam saja.


Taewapan dan Marathee datang menggunakan mobil tua yang mudah mogok dan juga berasap, sehingga Somboon pun menjadi terbatuk- batuk karena itu. Lalu karena malu, Taewapan berlagak seolah- olah dia memiliki mobil baru, padahal tidak ada.

“Aku sudah bilang padamu, aku akan menyetir mobil baru kita, tapi kamu tidak mau,” kata Taewapan kepada Marathee.

“Apa kamu membeli mobil baru?” tanya Somboon. Dan Taewapan membenarkan.


Lalu saat Somboon menanyakan model mobil baru  mereka, Marathee langsung menyela dengan keras. “ Ini bukan urusan pelayan,” kata nya. Jadi Somboon pun diam.

Sebelum masuk ke dalam rumah, Marathee memberikan kotak makanan yang dibawanya kepada Somboon. Dia menyuruh Somboon untuk membawa itu ke dapur, dan hidangkan nanti nya kepada Nenek. Lalu dia masuk ke dalam.

Marathee memberikan dumpling yang dibawanya kepada Nenek Aiet, dia mengakui bahwa dialah yang telah membuat itu. Dan Taewapan membenarkan. Kepadahal sebenarnya, Marathee itu tidak bisa memasak.


Saat mencoba dumpling yang Marathee berikan, Nenek Aiet serta Nenek Oon merasa takjub, karena dumpling itu sangat enak sekali. Chai Pee dan Chai Lek yang baru datang, mereka pun ikut mencoba dumpling itu. Lalu saat mencoba dumpling itu, mereka berdua teringat akan dumpling yang pernah mereka makan saat di Ayutthaya.


“Marathee? Direstoran mana kamu membelinya?” tanya Chai Lek.

“Aku membuat nya sendiri,” jawab Marathee, berbohong.

“Membuatnya sendiri?!” kata Chai Pee dan Chai Lek secara serempak.

Mendengar itu, Nenek Aiet pun menegur mereka berdua. Dan karena tidak tahu harus menjelaskan bagaimana, maka Chai Pee dan Chai Lek pun hanya tersenyum saja.

Sesampainya dirumah, Chai Pat merasa heran melihat ada mobil Taewapan  yang terpakir di halaman rumah. Dan Somboon yang melihat itu, dia menyarankan agar Chai Pat lebih baik pergi menyetir berkeliling saja, jangan pulang dulu.


Tapi sayangnya Chai Pat terlambat, karena tepat disaat itu Nenek Oon keluar dari rumah. Dan memanggilnya.

No comments:

Post a Comment