Tuesday, January 1, 2019

Sinopsis Lakorn : Khun Chai Puttipat Episode 5 - part 5

2 comments


Khun Chai Puttipat (2013) Episode 5 - Part 5

Network : Channel 3

Didalam rumah. Nenek Aiet meminta Chai Pat untuk jujur, apa benar Miss kecantikan Thailand ada menggoda Chai Pat. Dan dengan sikap seolah peduli, Taewapan mengatakan bahwa dia tidak ada maksud memberitahu Nenek Aiet, tapi dia melakukannya karena mereka tidak ingin reputasi keluarga Jutathep rusak tanpa tahu apapun.


“Jadi Marathee yang memberitahu mu?” kata Chai Pat sambil menatap tajam.

“P’Chai Pat itu karena kamu benar melakukan nya. Di panti asuhan, setiap orang melihat mu disana, ketika kamu tidak ada tugas disana. Setiap orang tahu bahwa Miss kecantikan harus tinggal dengan General Pinit. Apa kamu aakan merebut wanita dari General Pinit? Jika sesuatu terjadi, maka itu akan mempermalukan Nenek juga,” jelas Marathee seolah peduli.


Mengetahui hal itu, Nenek Oon memperingati tindakan Chai Pat. Dan seolah sangat peduli, Taewapan mengatakan walaupun Jutathep bukan keluarganya, tapi Jutathep adalah keluarga teman dekatnya, jadi dia tidak bisa diam saja.

“Jika Ayahku masih hidup, dia akan begitu berterima kasih dengan air mata, karena mendengar perkataan teman baiknya yang mengkhawatirkan keluarga nya,” kata Chai Lek dengan sarkatis.

“Mengapa P’Chai Pat tidak berhak untuk pergi kemanapun, melihat siapapun, atau tertarik kepada siapapun?” tambah Chai Pee.


Karena sedari tadi Chai Pat hanya diam saja, tidak menjelaskan apapun, maka Nenek Aiet dengan tegas memintanya untuk segera menjelaskan di depan semuanya. Dan dengan tegas serta jujur, Chai Pat membenarkan, dia pergi ke sana untuk mencari Keaw.

“Khun Krongkeaw adalah pasien P’Chai Pat. Dia hanya ingin tahu kondisi pasiennya, Nenek Oon,” jelas Chai Pee, membuat alasan untuk Chai Pat.

“Itu tidak benar. Krongkeaw sudah sembuh dan dia selalu keluyuran keliling kota. Dia baik- baik saja. Dia bahkan lebih baik daripada aku,” kata Marathee dengan sikap pura- pura sedih.


“Aku menemui Khun Krongkeaw sebagai temannya,” tegas Chai Pat pada Nenek Aiet.

Nenek Oon menegur Chai Pat, dia tidak masalah bila Chai Pat menganggap Keaw sebagai teman, tapi Chai Pat tidak seharusnya mengkhawatirkan tentang wanita lain  di depan Marathee.


Disaat Nenek Oon sudah selesai bicara, Marathee langsung pura- pura menangis seolah sangat sedih. Dan Taewapan mengatakan bahwa Marathee telah menahan ini di hatinya yang terluka, segala yang Marathee lakukan adalah untuk melindungin kehormatan Khun Chai.

“Tidak apa, Ayah. Aku bisa menahannya,” kata Marathee sambil kembali menangis.

“Angkat kepala mu. Jangan biarkan siapapun melihat air matamu. Jangan biarkan siapapun mendengar suara tangismu. Karena kamu punya harga diri,” jelas Taewapan.

Mendengar itu, Nenek Oon serta Nenek Aiet pun merasa tidak enak hati. Dan Chai Pat cuma bisa diam, karena tidak bisa melakukan apapun.
Malam hari. Nenek Aiet dan Nenek Oon menemui Chai Pat yang sedang berada diruang membaca. Disana Nenek Aiet menyuruh Chai Pat untuk berhenti berhubungan dengan Miss kecantikan mulai dari sekarang. Dan Chai Pat pun mengiyakan.

“Hanya satu wanita yang perlu kamu pedulikan, yaitu Khun Marathee,” kata Nenek Aiet.

“Segera, akan ada acara dansa oleh Than Chai Kerk. Itu adalah acara amal untuk meminta uang donasi untuk membantu petugas patroli,” jelas Nenek Oon.


“Tahun ini, kamu harus berdansa dengan Marathee di pesta itu. Mengerti? Aku sudah bicara pada Marathee dan meminta izin dari Khun Chai Taewapan. Coba saja jika kamu ingin mempermalukan kami,” peringat Nenek Aiet.

Setelah Nenek Aiet serta Nenek Oon keluar dari ruangan. Chai Pee dan Chai Lek yang menguping dari pintu sebelah, mereka merasa kasihan kepada Chai Pat, karena kali ini tidak ada  cara buat Chai Pat bisa melarikan diri.

“Kemudian kamu saja yang menikahi Marathee untuk dia,” saran Chai Lek.

“Kamu yang harusnya melakukan itu. Karena kamu lebih tua dari padaku, jadi kamu yang harus bertanggung jawab pertama,” balas Chai Pee.

Chai Pat sendiri hanya diam. Dia tampak seperti sangat sedih dan tidak perdaya, karena dia tidak bisa melawan perintah dari Nenek Aiet dan Nenek Oon.


Pagi hari. Nun terbangun di sebelah General Pinit, dia tersenyum sesaat memandangin wajah General Pinit dan seluruh kamarnya yang sangat indah. Kemudian dia mencium pipi General Pinit dan turun dari atas tempat tidur.

Nun masuk ke dalam ruang tamu, dimana para selir General Pinit yang lainnya sedang sibuk menari bersama dan bersantai. Lalu dengan sikap sok berkuasa, Nun memerintah mereka untuk membuat kannya teh. Dan tentu saja, tidak ada seorang pun yang mau melakukannya.


Kanorak lalu datang dan mengatai Nun yang sok berkuasa. Kemudian dia dan Nun saling berebutan tentang siapa yang malam ini akan melayanin General Pinit di kamar.

“Aku wanita favoritnya. Bukankah kamu tahu, kamu telah kehilangan sina mu? Kamu tidak terpelajar!” kata Nun dengan nada sinis.


Kanorak merasa marah dan ingin menampar Nun, tapi Nun menghentikannya. “Kamu! General Pinit sedang tidur di kamar. Beritahu dia jika kamu mau!! Dan untuk kalian semua, ingat ini!! Jika kalian melawan perintahku, aku akan memberitahu General,” ancam Nun.

“Apa kamu pikir kamu yang terbaik? Biar ku beritahu satu hal. Semua wanita disini adalah selirnya,” balas Kanorak.

“Bahkan jika aku cuma seorang selir. Aku akan menjadi selir yang terutama. Aku bukan selir yang bisa di beli waktunya seperti mu,” balas Nun.

Kanorak dan semua selir General Pinit tertawa mendengar perkataan angkuh Nun yang tidak sadar diri. Lalu Kanorak menyiramkan air minum kepada Nun, dan tidak terima Nun pun menampar Kanorak. Dan kemudian mereka berdua berkelahi, saling memukul dan menampar. Sementara selir yang lain, mereka berdiri menjauh dan hanya melihat saja.

Mendengar keributan itu, General Pinit terbangun dan datang ke ruang tamu. Kemudian melihat dia, maka Nun langsung memeluk kaki General dan bersikap seperti dia baru saja di bully oleh Kanorak.

“Tuan, tolong aku,” kata Nun sambil berpura- pura menangis.


General Pinit membawa Kanorak serta Nun ke hadapan Madame Sara, dia meminta Madame Sara untuk tolong mengurus masalah ini untuknya. Tapi dengan halus, Madame Sara menolak, karena ini adalah masalah General Pinit, jadi harus General Pinit sendiri yang mengurusnya.

“Aku tahu. Aku tahu ini adalah masalah ku. Tapi…” kata General Pinit terputus karena seorang anak buahnya datang untuk melapor.


Si Anak buah mengatakan bahwa ada tamu untuk General. Dan General Pinit lalu menggunakan alasan itu untuk melepaskan diri dari masalah nya sendiri, dia mengatakan pada Madame Sara bahwa dia ada tamu dan dia harus mengurus krisis nasional.

“Tapi kamu harusnya mengertiin aku,” kata Madame Sara.

“Aku mengerti. Aku mengerti. Anggap saja seperti sedang melakukan pelayanan publik, okay? Okay? Sayangku!!” pinta General Pinit dengan lembut sambil mengecup dahi Madame Sara, sehingga Madame Sara tidak bisa menolak.


Setelah General Pinit pergi, dengan sikap tidak sopan Nun bertanya kepada Madame Sara kapan dia bisa berdiri, karena lutut nya sakit. Dan Madame Sara menghela nafas mendengar itu.


Ternyata tamu yang datang itu adalah Baibua. Dia datang untuk menjelaskan kepada General Pinit bahwa dia tidak ada hubungan nya dengan Ingorn. Dia bahkan tidak tahu bahwa Keaw ada datang ke acara amal di panti asuhan, karena Ingorn tidak memberitahu nya.

“Dia tidak memberitahu ku juga. Aku mendengarnya dari orang lain,” kata General Pinit.

“Aku sudah memberitahu mu, si Miskin ini ingin menusuk mu dari belakang. Siapa yang tahu, mungkin saja dia ingin mempertemukan Keaw kepada yang lain sebelum dia mengirim Keaw kepadamu. Percayalah padaku. Tendang dia keluar. Jika kamu butuh bantuan, hubungin aku saja,” jelas Baibua, menjelekan Ingorn.


General Pinit tidak bisa mempercayai Baibua, dan untuk menyakinkannya, maka Baibua kembali menjelekan Ingorn. Dia mengatakan bahwa Ingorn menggunakan nama General Pinit untuk mengacam para gadis, sehingga para gadis berpikir General Pinit adalah orang yang menakutkan.

“Lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya General Pinit, mulai percaya.

“Segera, ada dansa amal di Than Chai Kerk. Aku menebak Than Chai pasti ada mengundang Krongkeaw ke pesta itu. Jadi kita bisa menawar untuk menari dengan Miss kecantikan. Dan kamu akan menjadi penawar terbesar, sehingga kamu akan mendapat kesempatan berbicara dengan Krongkeaw secara pribadi. Aku percaya bahwa kamu akan membuat Krongkeaw menyukai mu,” jelas Baibua.

General Pinit tidak percaya bahwa Keaw akan datang ke acara amal itu, karena sekarang saja mereka tidak tahu dimana keberadaan Keaw. Dan dengan penuh keyakinan, Baibua meminta agar General Pinit tidak perlu khawatir, karena acara amal itu juga merupakan acara penerimaan hadiah bagi para Miss kecantikan yang menang. Jadi Keaw pasti akan datang.

Mengetahui hal itu, General Pinit tersenyum senang.

2 comments: