Sunday, January 27, 2019

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 22 – 1

2 comments

Sinopsis Lakorn : Trabab See Chompo (Pink Sin) Episode 22 – 1
Images : Channel 3
“Aku bukan istrimu,” tegas Kiew.
“Jika kau bukan istriku, jadi kau istri siapa hah? Istri Ai-Kris?”
Kiew langsung menampar Peat. Dia menegaskan kalau dia bukanlah orang yang melakukan hal buruk seperti Peat. Peat semakin marah dan langsung menggendong Kiew menuju kamar pengantin. Dia juga menegaskan kalau Kiew harus melakukan tugasnya sebagai istrinya, memihak padanya bukan orang lain.
“Cinta yang aku punya untukmu sudah kau hancurkan. Perasaan yang ku punya sekarang padamu hanyalah kebencian,” ujar Kiew.
“Tidak peduli yang kau rasakan, kau harus selalu di sisiku,” ujar Peat dan memaksa Kiew.
“Aku tidak akan berada di sisimu. Bahkan jika kau mati, aku tidak akan berada di sisimu lagi. Karena aku tidak mencintaimu lagi.”
Peat memeluk Kiew semakin erat, walaupun Kiew terus meronta.
Prangg!!! Terdengar suara barang pecah dari arah kamar Chaya. Dan karena khawatir, Peat memilih untuk melihat kondisi Chaya. Kiew mengikutinya.
Chaya pingsan dan di dekatnya ada pecahan vas bunga. Kiew segera menyuruh Peat untuk membawa Chaya ke rumah sakit. Peat langsung menggendong Chaya dan membawanya ke rumah sakit.

Di rumah sakit, Peat menjaga Chaya yang masih belum sadarkan diri. Kiew yang melihat perhatian Peat pada Chaya merasa semakin sedih dan memilih pulang ke rumah.
--
Esok hari,
Katha datang ke rumah sakit untuk menjenguk Chaya. Peat memberitahu kondisi Chaya yang menurut dokter hanya perlu beristirahat satu dua hari dan akan membaik. Peat kemudian bertanya kenapa Katha ingin menemui-nya pagi-pagi sekali? Ada ada sesuatu atau Katha hanya ingin menceramahinya?

Katha meminta Peat untuk bicara dengannya di luar kamar saja, tapi Peat mau tetap bicara di dalam kamar. Karena dia mau menjaga Chaya.
“Masalah ini, terkait dengan Kris,” beritahu Katha.
--
Kris sedang membuat kopi di restorannya yang sudah di perbaiki dan sekarang menjadi rumahnya. Dia menikmati segelas kopis sambil membaca artikel di ponsel. Kris tersenyum senang karena dia yakin dnegan artikel ini, hidup Peat pasti akan hancur dan perusahaan Khun Nai (ayah Peat) juga akan hancur. Artikel yang di baca oleh Kris adalah mengenai Peat yang melakukan korupsi.
--

Peat sudah mendengar dari Katha mengenai Kris yang sepertinya berbohong mengenai P’Ken yang menghancurkan restorannya. Tapi, apa tujuan Kris berbohong seperti itu? Katha juga tidak tahu dan itulah yang ingin di selidikinya.
Peat berpikir dan menyadari sesuatu.
“Karena P’Ken menghancurkan restoran, itulah kenapa aku membiarkannya untuk bekerja denganku. Dan setelah itu… aku di tuduh menggelapkan uang perusahaan. Dan orang yang menemukan buktinya adalah Ai-Kris. Dia membuat semua rencana ini untuk membalasku!” marah Peat menyadari hal itu.
“Tunggu! Tunggu! Ai-Peat, aku rasa kau berpikir berlebihan. Kita semua teman. Ai-Kris tidak akan pernah melakukan hal seperti itu pada teman.”
Peat semakin marah karena Katha memihak pada Kris. Katha menyatakan kalau dia bukan berpihak, tapi tidak ingin salah menuduh. Dia ingin melihat buktinya dulu, baru bisa percaya kalau Kris tega melakukan hal seperti itu.
Peat lebih marah lagi. Katha tidak percaya kalau Kris hendak menjebaknya, tapi Katha percaya kalau dia menggelapkan uang perusahaan. Apa dia masih teman bagi Katha? Katha berusaha menjelaskan, tapi Peat mengusirnya pergi.
“Baiklah, aku akan pergi. Tapi ku kasih tahu, jika kau masih emosi-an seperti ini, suatu hari… kau akan sendirian tanpa siapapun!”
“Aku tidak peduli!”
Chaya terbangun karena suara pertengkaran mereka. Katha merasa senang karena Chaya sudah sadar, jadi tidak ada yang perlu di khawatirkannya lagi. Dan Katha pergi dari sana.
Chaya memberitahu Peat kalau dia sudah mendengar pembicaraan Peat dan Katha tadi. Dia menyuruh Peat untuk tidak khawatir karena dia akan selalu bersama dengan Peat.
Diluar, Katha menggerutu kesal dengan kelakuan Peat. Jika dia tidak menganggap Peat sebagai temannya, dia pasti sudah menampar mulut Peat berkali-kali tadi. Tapi, dia juga penasaran dengan tujuan Kris berbohong. Dan karena itu, dia mengajak Pa bertemu untuk membahas hal itu.
--

Para pemegang saham sudah membaca artikel itu dan kembali melakukan rapat. Mereka menuntut agar Peat di pecat dari perusahaan, atau saham mereka akan anjlok. Kiew meminta mereka untuk bersabar karena Khun Nai sedang mencari cara untuk menyelesaikan hal ini dengan cara terbaik. Tapi, para pemegang saham jadi mulai menuduh Kiew yang mungkin terlibat dalam penggelapan dana Peat karena Kiew kan istrinya.
Kris ikut membantu bicara dengan membela Kiew. Tapi, para pemegang saham tetap mencurigai Kiew terlibat. Kiew akhirnya menyuruh mereka untuk menyelidiki akun-nya saja jika tidak percaya.
Akhirnya, Khun Nai memutuskan untuk memecat Peat agar masalah ini bisa segera selesai. Para pemegang saham setuju dengan keputusan itu dan akhirnya pergi.
“Aku minta maaf, dear. Ini semua salahku,” ujar Khun Nai dengan sedih pada Kiew.
“Ayah, jangan menyalahkan dirimu sendiri,” hibur Kiew.
Dan Kris tersenyum senang karena semua berjalan sesuai dengan rencana-nya. Kiew kemudian pergi keluar, dan Kris segera mengejarnya. Dia bertanya, mana kemana Kiew?
“Aku ingin mencari Peat. Dia harus tahu bahwa dialah yang membuat ayah dan orang lain dalam masalah.”
“Tidak seharusnya Peat melakukan hal itu. Tidak peduli seberapa inginnya dia membalas dendam padamu dan paman. Tapi, apa yang di lakukannya sudah keterlaluan,” panasi Kris.
Dan Kiew membenarkan. Peat sudah berhasil membalas dendam padanya dan ayahnya. Kris langsung menunjukkan perhatian dan kekhawatirannya pada Kiew. Dia bahkan berkata siap membantu Kiew apapun. Kiew berterimakasih, tapi ini masalahnya dan Peat. Dan dia yang akan menyelesaikannya sendiri.
--

Peat masih menjaga Chaya dan menyuapinya makan. Tapi, Chaya tidak bisa menghabiskan makanannya. Peat membujuk Chaya untuk makan agar bisa cepat pulih. Chaya senang dengan perhatian Peat dan bahkan berkata kalau dia tahu seperti ini, dia akan sakit dari dulu. Peat langsung menegur Chaya untuk tidak mengatakan hal seperti itu. Chaya semakin bahagia karena itu artinya Peat khawatir padanya.

Flashback
Kemarin malam, saat Kiew pulang terlambat dan kemudian bertengkar dengan Peat. Chaya melihat semuanya dari atas tangga. Dia dengan jelas mendengar Peat yang menyuruh Kiew untuk melakukan tugas seorang istri. Dan dia juga melihat Peat menggendong Kiew menuju kamar.

Chaya sangat marah dan kecewa melihat semua hal itu. Dia masuk ke dalam kamarnya dengan tangisan. Dan dalam kemarahannya, dia meraih vas bunga yang ada di atas meja dan membantingnya hingga pecah.
Chaya kemudian jatuh terduduk dan menangis, sebelum akhirnya pingsan.
End
Peat melihat perubahan wajah Chaya dan bertanya ada apa? Chaya berbohong kalau dia hanya merasa sakit kepala dan pusing. Peat khawatir dan hendak memanggilkan dokter. Chaya melarang karena dia sudah merasa lebih baik.
Chaya kemudian menawarkan bantuan pada Peat untuk menangani mengenai masalah Kris. Peat menolak dan menyuruh Chaya untuk istirahat saja. Chay terus berkeras ingin membantu karena baginya Peat adalah orang yang penting baginya. Atau, bagi Peat dia hanyalah orang luar sehingga tidak perlu ikut campur. Peat membantah hal itu dan beralasan kalau dia tidak ingin Chaya merasa khawatir.
Peat mendapat telepon dari Kiew yang meminta untuk bertemu. Dan Peat langsung pergi.
--
Peat tiba di perusahaan dan melihat para karyawan yang berdiri di depan papan pengumuman dan sibuk bergosip. Ditambah lagi dia mendengar namanya di sebut-sebut. Dan karena penasaran, Peat ke sana dan melihat kertas pengumuman mengenai dirinya yang di pecat. Peat segera meremukan kertas itu dengan marah.

“Kau sekarang sudah menghancurkan perusahaan ini,” ujar Kiew yang muncul di belakangnya.
Peat langsung marah karena dia yakin kalau tujuan Kiew memanggilnya adalah agar dia melihat pengumuman itu. Kiew pasti ingin dia di permalukan di depan semuanya. Kiew membenarkan. Peat terus marah dan mengatakan kenpaa Kiew tidak bisa percaya padanya?
“Kau tahu masalah apa yang harus di hadapi ayah karenamu? Dan untukku, aku sedih dan terluka dari pada cukup karena perbuatanmu. Jika kita saling membenci satu sama lain hingga kita saling menyakiti seperti ini, ayo bercerai!” tegas Kiew.
Dan kali ini, Kiew melepaskan cincin pernikahan yang ada di jarinya dan mengembalikannya pada Peat. Tapi, Peat menolak untuk bercerai. Dia bahkan menuduh Kiew yang mau cerai karena sudah memiliki Kris. Kiew meminta Peat untuk tidak melibatkan orang lain, dan dia memaksa Peat untuk menerima cincin itu kembali.
“Kau sangat ingin bahagia dengan Kris, kan? Aku tidak akan membiarkanmu pergi!” tegas Peat.
Kiew sudah kehilangan kesabaran. Dia melempar cincin itu ke arah Peat. “Kita tidak akan saling bertemu lagi hingga hari kita menandatangani surat cerai!”
Usai mengatakan hal itu, Kiew meninggalkan Peat yang berdiri kaku. Kiew masuk ke dalam ruang kerjanya. Dan dia menangis atas semua yang telah terjadi. Dia juga tidak mau bercerai dengan Peat sebenarnya, tapi apa yang Peat lakukan hanyalah menyakitinya terus menerus. Dan dia sudah lelah akan hal itu.
Kris melihat pertengkaran Peat dan Kiew. Dia bahkan memungut cincin pernikahan yang Kiew buang dan memuji cincin itu indah di hadapan Peat. Sayang sekali cincin itu harus tidak berarti sekarang. Peat marah mendengarnya dan merebut cincin itu kembali, dia akan membuat cincin itu kembali pada Kiew.
Mereka mulai bertengkar. Tapi, Kris terus bicara seolah dia sudah menang melawan Peat dan akan mendapatkan Kiew.
--
Pa menemui Katha, tapi Katha tidak bilang apapun dan malah tampak stress. Setelah di marahi oleh Pa, Katha baru sadar dan mulai bercerita.
“Biar ku tanya, di antara Peat dan Kris, apa ada masalah besar yang bisa membuat mereka saling balas dendam?” tanya Pa.
“Ada. Mengenai Chaya. Kris mencintai Chaya. Tapi Chaya mencintai Peat. Dan Peat…”
“Dia berselingkuh dengan Chaya. Itu aku tahu. Kiew terus menangis karena pria itu!” kesal Pa. “Jadi kesimpulannya, ini cinta segitiga, kan? Jadi ada kemungkinan kalau Kris balas dendam pada Peat. Kau sudah lama mengenal Kris, apa kau merasa Kris itu orang yang pendendam?”
“Biarku beritahu ya. Jujur saja, kalau mengenai Ai-Peat, aku bisa menebak apa yang di pikirkannya karena ketika dia senang atau tidak, dia akan menunjukkannya secara jelas. Tapi, untuk Kris, aku tidak tahu apa yang di pikirkannya.”
“Dan ini waktunya kau untuk diam saja dan stress? Jika kau ingin tahu apa yang Kris lakukan, maka kau harus mencari kebenarannya. Jika dia berencana menghancurkan Peat, pasti akan ada sesuatu yang muncul. Tidak ada yang namanya rahasia di dunia ini dan sekarang ini, hanya kau yang bisa menolong Peat dan Kris. Benar kan?”
Katha setuju dengan perkataan Pa. dan dia akan mencari tahu kebenarannya.
“Tapi, ada satu hal. Jika kebenarannya adalah hal yang tidak kau sangka, temanmu mungkin tidak sama lagi dengan sebelumnya. Apa kau akan bisa menerimanya?”
“Aku harus bisa menerimanya. Meskipun… aku akan merasa sedih dan kecewa.”
Pa menyemangati Katha untuk tidak terlalu stress.
--
Peat pergi ke suatu tempat sepi dan membawa cincin yang Kiew buang. Dia hendak membuang cincin itu, tapi dia tidak bisa. Dia hanya terus memandangi cincin itu.
--
Chaya berada sendirian di rumah sakit. Dia mencoba menelpon Peat, tapi ponsel Peat tidak aktif.
Flashback
Dokter memberitahu kondisinya. Dari hasil test, diketahui kalau sel darah putih Chaya sangat tinggi dan menyerang sel darah merah. Itu membuat tubuh Chaya harus mengalami memar. Dan akan sangat mudah sakit. Tapi, untuk lebih yakin, dokter akan mengetest dari sunsum tulang Chaya. Dan jika hasilnya positf (leukemia), maka Chaya harus segera menjalani perawatan secepat mungkin.
End
Chaya sangat sedih dengan hasil test itu. Dia mencoba menelpon Peat lagi, tapi tetap tidak di angkat.


2 comments: