Sunday, February 10, 2019

Sinopsis J-Drama : Holiday Love Episode 1 - part 2

0 comments


Network: TV Asahi
Holiday Love ~Episode 1 : Kepulangan Suami~

Ketika sedang bekerja, Junpei mendapatkan SMS dari Istrinya, Azu. Dan melihat hal tersebut, kedua teman Junpei menggoda Junpei karena Azu sangat perhatian dengan menanyakan apa yang Junpei ingin makan untuk makan malam.

Aku tidak… aku tidak menyadari apapun. Aku tidak tahu … apa yang akan terjadi kepada ku … dari sekarang.

Azu dengan riang keluar dari rumah untuk pergi membeli bahan makanan. Setelah itu, Azu pergi ke salon temannya, Haru, untuk menata rambutnya.

“Yosh! Aku akan membuat Junpe mengatakan ‘Oh!’,” gumam Azu dengan senang. Dia berharap bisa membuat Junpei terpukau melihat perubahannya yang berdandan cantik.



Pulang ke rumah, Nanaka memuji Azu yang tampak sangat cantik hari ini. Dan mendengar pujian tersebut, Azu merasa sangat bahagia. Lalu tepat disaat itu, Junpei pulang. Dengan senang, Azu menantikan pujian dari Junpei, tapi Junpei malah tidak menyadari perubahan dirinya sama sekali, serta Junpei malah sibuk bermain dengan Nanaka dan mau langsung mandi. Dan Azu tampak sedikit kecewa.


Makan malam. Azu menyediakan makanan yang Junpei inginkan, lalu sambil tersenyum ke arah Junpei, dia menantikan pujian dari Junpei. Tapi Junpei tetap tidak menyadari perubahan dirinya dan malah meminta tambahan nasi. Dengan sedikit kecewa, Azu berusaha tersenyum dan  dia pergi mengambilkan nasi lagi.

Tepat disaat itu, telpon rumah berbunyi, jadi Azu mengangkatnya. Orang yang menelpon itu adalah seorang wanita bernama Sakaguchi Reika, dia ingin membuat reservasi di hari senin jam 1. Dan Azu pun mengiyakan, dia mencatat nya di buku catatan miliknya.

Reika tersenyum, ketika mendengar suara tawa Junpei dan Nanaka yang terdengar di telpon.



Azu mandi dengan riang, dia berharap bahwa dia bisa bersmesraan dengan Junpei malam ini. Tapi Junpei malah mengatakan bahwa dia ingin tidur duluan. Mendengar itu, Azu pun dengan cepat menyelesaikan mandinya, lalu dia masuk ke dalam kamar. Dan ternyata Junpei telah tertidur, melihat itu maka Azu pun tidak ingin mengganggunya.

Azu berbaring di sebelah Junpei dan memeluknya dari belakang. Tapi Junpei tidak merespon dan memeluknya balik.


Pagi hari. Azu menyiapkan sarapan dengan tidak bersemangat, dia bahkan memecahkan kuning telur saat menggorengnya. Dan Junpei yang tidak peka, malah tertawa dan menanyakan ada apa dengan Azu.

“Tidak ada,” kata Azu dengan tidak semangat.


Senin. Reika datang ke Salon Nail Azu dan dengan sopan, Azu pun mempersilahkan Reika untuk masuk ke dalam rumahnya. Disaat itu sebuah bulu hitam, jatuh ke tanah di depan rumah Azu.

Didalam rumah. Reika meminta izin untuk memotret interior rumah Azu yang tampak sangat indah, dan Azu pun mengizinkannya. Lalu tanpa disadari oleh Azu, Reika juga memotretnya. Kemudian mereka berdua membahas tentang warna Nail yang diinginkan Reika.


Shizuoka. Seorang karyawan wanita baru diperusahaan Junpei, datang memperkenalkan dirinya kepada setiap orang. Wanita itu bernama Izutsu Rina. Mendengar nama tersebut, Junpei langsung menatap ke arah Rina, dan selama sesaat dia diam memperhatikan Rina yang sangat cantik tersebut dengan pandangan terpana.

“Jangan bilang, kamu jatuh cinta pada pandangan pertama juga?” goda seorang teman Junpei sambil tertawa. Tapi seseorang menyela dan mengatakan bahwa Rina telah menikah.


Junpei ikut tertawa dengan pandangan mata terus menatap ke arah Rina yang juga balas menatapnya.


Sambil mengerjakan Nail art di kuku Reika, Azu memulai obrolan, dia menanyakan apa benar orang yang menelpon dan melakukan pemesanan kemarin adalah Reika, karena dia merasa sepertinya suara Reika berbeda dengan di telpon. Dan Reika hanya tersenyum.

“Hey, boleh aku bertanya?” tanya Reika. Dan Azu mengiyakan. “Azu-san, apa kamu sedang mengkhawatirkan tentang hubungan mu dengan suami mu?” tanyanya. Dan Azu diam. Lalu melihat hal tersebut, Reika pun meminta maaf dan tidak jadi bertanya.


Penasaran mengapa tiba2 Reika bisa bertanya begitu, maka Azu pun bertanya, dan Reika menjelaskan. “Perasaan kering. Kamu tidak bisa merasakan kepuasaan sexual. Itu karena kamu tidak melakukan interaksi fisik dengan suami mu. Bahkan walaupun kalian telah menjadi pasangan yang mencintai selama beberapa tahun. ‘Mengapa?’, ‘Mengapa aku berakhir seperti ini?’, ‘Mengapa dia tidak bisa melihatku sebagai wanita?’. Itulah masalah terbesar mu sekarang,” jelas Reika. Dan Azu terdiam sambil tersenyum saja, karena dia tidak bisa mengatakan bahwa itu benar.


Reika meminta agar Azu percaya diri saja, karena dari segi pandangan Pria, Azu termaksud wanita yang benar- benar luar biasa. Dan itu akan lebih baik bila Azu dan Junpei adalah pasangan jiwa.

“Apa itu?” tanya Azu, tidak mengerti.


“Seseorang telah memiliki soulmate yang dipustuskan sebelum lahir. Beberapa orang bertemu dengan pasangan nya dalam hidup,” jawab Reika. Lalu Azu tertawa, karena dia sedikit tidak percaya akan hal itu.

Reika kemudian menunjukan sebuah aplikasi bernama ‘Meet Your Twin Soul’, dan dia adalah pengembang nya. Reika menanyakan apa Azu mau menjadi pengawas untuk app ini, karena menurutnya Azu cocok.

“Ini tidak akan banyak memakan waktu. Aku minta tolong padamu,” kata Reika. Dia mengistal kan app tersebut di hape Azu, dan dengan canggung Azu tersenyum sopan.

Satu bulan kemudian.

Adik Azu datang berkunjung, dia mengatakan bahwa dia iri dengan Azu, karena Azu mempunyai suami yang baik, anak yang manis, dan pekerjaan yang di sukai. Dan Azu tersenyum.


Junpei berdiri di depan rumah dengan tatapan ragu. Lalu Nanaka yang keluar dari dalam rumah dan melihatnya, dia langsung berlari ke arah Junpei, papa nya. Dan Junpei pun menggendong Nanaka.

Azu keluar dari dalam rumah dan menyambut kepulangan Junpei. Dan Junpei memberikan oleh- oleh untuk Azu, dengan senang Azu pun melihat oleh- oleh tersebut dan tertawa bahagia. Lalu mereka bertiga masuk ke dalam rumah, dan merayakan christmast dengan gembira.

Mengapa? Mengapa aku tidak bisa menyadari apapun pada waktu itu?


Azu yang sedang mencuci piring, dia menyuruh agar  Nanaka berhenti memainkan hape Junpei, tapi Nanaka tidak mau berhenti. “Hey, mama. Ini tidak mau terbuka,” keluh Nanaka.

“Coba kode ulang tahun papa,” jawab Azu.

“Tidak mau juga,” balas Nanaka.

Azu mendekati Nanaka dan mengambil hape Junpei. Ternyata hape Junpei di kunci menggunakan fingerprint, sehingga mereka tidak mungkin bisa membukanya. Lalu disaat itu, sebuah pesan masuk dan tampil dilayar. ‘Selamat siang. Aku minta maaf tentang apa yang terjadi ketika kamu pulang ke Tokyo.”


Membaca pesan tersebut, Azu menyuruh agar Nanaka pergi menggosok gigi dulu. Dan ketika Junpei keluar dari dalam kamar mandi, Azu menanyakan kenapa Junpei mengubah password hape dari kode angka menjadi finger print.

“Oh ya, itu karena aku sering meninggalkannya di kantor. ‘Data management juga merupakan bagian dari pekerjaan,’ itu yang mereka katakan,” jelas Junpei.

“Mm… siapa Izutsu Rina-san? Dia mengirimkan pesan untukmu,” tanya Azu.

“Eh? Dia karyawan administrasi. Itu karena aku seorang ketua, aku telah menjadi konsultan mereka diperusahaan,” jelas Junpei sambil minum air dengan santai.

Azu tertawa dengan lega, dia bercanda bahwa jika Junpei menyelingkuhinya, maka dia akan langsung meminta bercerai, dan memotong ‘benda pusaka’ Junpei. Dan Junpei tertawa menanggapin itu.

No comments:

Post a Comment