Sunday, February 10, 2019

Sinopsis J-Drama : Holiday Love Episode 1 - part 1

0 comments


Network: TV Asahi
Seorang wanita berpakaian pengantin putih, menunggu pasangannya di dalam gereja. Disana seorang penjaga salah mengambilkan sarung tangan untuknya.


Ditempat lain. Seorang wanita memainkan kartu taro. Dia mengambil satu kartu bergambarkan wanita bergaun. Dan dia tersenyum melihat kartu itu.


Pasangan si wanita masuk ke dalam gereja. “Azu?” panggilnya. Dan Azu tersenyum menatapnya.


Si Pasangan mendekati Azu, dia mengatakan bahwa dia pasti akan membuat Azu bahagia. Dan sambil tersenyum senang, Azu berterima kasih, karena dia benar2 bahagia mendengar si Pasangan mengatakan itu kepadanya.

Seperti pakaian pengantin putih ini, hari- hari kami juga dimulai semurni dan sepolos itu.

Azu keluar dari dalam gereja bersama pasangannya, dan orang banyak yang telah menantikan mereka berdua. Semuanya bertepuk tangan dan bersorak untuk kebahagiaan Azu dan pasangannya.

Disaat sedang menurunin tangga, Azu berpapasan dengan seorang pasangan pengantin lain yang sedang berjalan menaiki tangga. Azu melihat ke arah tangan si pengantin wanita yang memakai sapu tangan yang salah diberikan padanya sebelumnya.


Ditempat lain. Wanita yang bermain taro tersebut, dia mengambil satu buah kartu taro lagi yang bergambarkan Iblis. Dan melihat kartu tersebut, senyumnya menghilang.


Lonceng gereja berbunyi. Azu serta pasangannya. Dan si Pengantin wanita serta pasangannya. Mereka berempat melihat ke arah atas. Bulu- bulu putih jatuh ke bawah mereka.

“Azu?” panggil si pasangan, dan tersadar Azu pun mengikutinya menurunin tangga. Sedangkan pasangan lain itu menaiki tangga.


Sebuah bulu hitam terbang di dalam gedung acara, tempat dimana Azu dan pasangannya sedang merayakan pernikahan mereka dengan para kerabat dan teman mereka.

“Jika itu Azu dan Junpei-kun, aku percaya kalian bisa melewati berbagai kesulitan. Selamat!” kata Haru, seorang teman Azu, memberikan selamat.


Bulu hitam yang terbang itu jatuh di bawah gaun pengantin Azu. Dan Junpei melihat itu.


Acara pernikahan dilanjutkan ke sesi berikutnya. Azu dan Junpei memotong kue pengantin bersama, lalu mereka berfoto bersama teman dan keluarga, serta terakhir mereka berciuman di depan semuanya.


Tapi tidak peduli betapa bahagianya kamu, itu bisa hancur dalam sekejap kedipan mata. Seperti gaun pengantin putih ini, hari- hari kami juga dimulai semurni itu. Namun tanpa aku sadari, ada tinta hitam yang menetes, setetes demi setetes. Akhirnya warna putih itu berubah menjadi abu- abu kotor. Tidak peduli berapa banyak aku mewarnai nya ulang, itu tidak akan pernah… tidak akan pernah kembali menjadi warna putih murni.

Didalam ruangan yang gelap, Azu duduk meringkuk disudut ruangan sambil memperhatikan foto pernikahannya dengan Junpei yang telah ternodai oleh tinta abu- abu kotor.


Junpei ketahuan berselingkuh dengan Istri orang lain, sehingga dia di hajar oleh si Suami. Kemudian si suami memberitahukan hal tersebut kepada Azu. “Suami mu adalah manusia terburuk. Suami mu dan Istri ku melakukan hubungan sex.”



Pagi hari yang cerah. Azu menaiki sepeda mengantar anak nya ke sekolah. Lalu dia pulang ke rumah dan melakukan pekerjaan yang disenanginnya, yaitu Nail art. Azu membuka sebuah toko kecil dirumah bernama ‘Nail Salon Azu’, dan banyak orang yang berkunjung ke sana.



Sore hari, Azu pergi ke supermarket untuk membeli bahan- bahan makanan. Dan pada malam hari, dia makan malam bersama keluarganya, yaitu Suami dan anaknya. Mereka makan malam bertiga dengan suasana yang sangat riang dan bahagia.

Suami yang baik. Anak yang manis. Pekerjaan yang aku sukai.

Azu sibuk mengurus akun sosial media milik salonnya, dan Junpei dengan perhatian datang menghampirinya. Junpei mengingatkan Azu untuk berhenti bekerja dan beristirahat.

Kebahagian yang tidak tergambarkan. Kebahagiaan itu, apa yang membuatnya mulai runtuh adalah…

Pagi hari. Junpei bersiap untuk berangkat kerja, kali ini dia ditugaskan ke Shizuoka. Azu dan Nanaka mengantarkanya. Sebenarnya Azu merasa sedikit keberatan karena Junpei akan jauh dari mereka berdua. Namun Junpei menyakinkan Azu bahwa dia pasti akan pulang ke rumah sekali seminggu. Junpei beralasan bahwa dia tidak mau Azu dan Nanaka ikut adalah karena bisnis Nail Salon Azu sedang populer, jadi sangat disayangkan jika mereka harus pindah dari tempat ini.

“Hey! Jangan bertingkah seperti kamu masih single, dan menyelingkuhi aku ya. Karena aku tidak akan memaafkan mu!” canda Azu sambil tertawa.

“Kamu juga, ketika aku tidak ada disini,” balas Junpei.


Bahkan jika kami terpisah, kami akan baik- baik saja. Itu adalah apa yang kupikirkan.

No comments:

Post a Comment