Sunday, February 10, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 03 - 1

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 03 - 1
Images by : Mango TV



Luo Xi dan Qin Shang akhirnya tiba di rumah sakit. Qin Shang yang baru pertama kali melihat rumah sakit, tentu merasa heran melihat orang-orang berlalu lalang dengan sibuk dan banyak yang terluka. Dia langsung berteriak menyuruh Luo Xi agar segera pergi karena telah terjadi perang sehingga banyak orang terluka. Luo Xi kesal mendengarnya karena Qin Shang terlalu ribut dan menyurunya untuk diam. Semua orang itu bukan terluka karena perang tapi sakit. Ini rumah sakit, dan mereka tidak boleh ribut atau mereka akan di usir nanti
He Mo sudah menyuntikkan obat alergi untuk Qin Shang. Dia juga menjelaskan pada Luo Xi kalau Qin Shang sakit demam karena alergi juga. Apa dia punya alergi tertentu? Luo Xi jelas tidak tahu.
“Apa dia ada memakan sesuatu yang aneh, yang tidak pernah di makannya? Atau dia ada menyentuh sesuatu yang tidak pernah dia sentuh sebelumnya?” tanya He Mo lagi sambil melihat Qin Shang yang sedang tertidur karena pengaruh obat.
“Dia… dia… dia datang dari daerah pedalaman,” bohong Luo Xi. “Dan dia tidak pernah memakan, melihat dan menyentuh banyak hal seperti kita biasanya.”
“Sekarang ini, kita tidak bisa mengetahui penyebab alerginya. Hanya bisa mengawasi makanannya untuk observasi. Aku akan meresepkan beberapa obat untukya. Datanglah kembali ke rumah sakit jika alerginya bertambah marah,” jelas He Mo.
He Mo kemudian meminta Luo Xi untuk jujur padanya. Apa benar pria itu (Qin Shang) adalah saudara Luo Xi? Kenapa dia tidak pernah mendengarnya? Dan juga mengenai Le Xue, apa yang terjadi padanya? Kenapa dia tidak bisa di hubungi dari kemarin?
“Dia mungkin masih di kerajaan Qi,” jujur Luo Xi.
“Kerajaan Qi?”
“Ceritanya panjang. He Mo, kalau aku bilang kalau aku pergi ke saat masa kerajaan Qi dan membawa Qin Shang kemari, apa kau akan percaya?”
He Mo malas mendengarnya. Luo Xi dapat mengerti kalau He Mo pasti tidak percaya padanya karena dia terlalu sering bicara omong kosong. He Mo ternyata bukan hanya malas mendengar tapi juga marah dan menyuruh Luo Xi berhenti bercanda.
“He Mo, jangan khawatir. Biar ku jelaskan pelan-pelan.”
Dan akhirnya, Luo Xi menceritakan semuanya dari awal. Dari hari dia dan Le Xue pergi untuk menolong Fei Yan yang mereka kira akan bunuh diri.
“Anggap ceritamu itu benar, Xue dan kau tinggal di kerajaan Qi selama 2 malam. Tapi di sini, kau tiba-tiba muncul kembali di saat kau jatuh dari gedung sore hari. Tapi Fei Yan tidak ingat sama sekali mengenai kau dan Xue yang jatuh dari gedung. Hanya ini satu-satunya penjelasan bahwa waktu di sini telah di reset sejak kau kembali. Atau kau harusnya sudah mati karena jatuh dari gedung. Tapi, kenapa Xue masih belum kembali?!”
“Aku sudah berusaha mencarinya dan menghubunginya. Tapi, aku tidak bisa menemukannya sama sekali.”
“Jadi, dia berada sendirian dan dalam bahaya di kerajaan Qi?”
“Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu,” sedih Luo Xi. “Semua adalah salahku.”
He Mo menghela nafas panjang. Masih mencoba mempercayai cerita Luo Xi.
--

Pada akhirnya He Mo membantu Luo Xi untuk membawa Qin Shang yang masih belum sadarkan diri ke dalam asrama. Mereka membagi tugas, dimana Luo Xi berusaha mengalihkan perhatian penjaga asrama agar He Mo bisa membombong Qin Shang ke dalam kamar-nya.

Begitu berhasil membawa masuk Qin Shang ke dalam kamar asrama, mereka segera mengunci pintu kamar. Qin Shang sudah sadar dan bingung melihat dirinya berada di tempat yang asing lagi. Luo Xi juga memberitahu Qin Shang kalau sekarang Qin Shang akan tinggal di tempat ini bersamanya, dan jangan sampai ketangkap oleh orang lain. Sementara He Mo sibuk menyiapkan obat dan suntikan untuk Qin Shang lagi.
Tapi, tiba-tiba saja Qin Shang menyerang He Mo dan mencekiknya. Dia memerintahkan Luo Xi untuk membawanya kembali ke kerajaannya atau dia akan membunuh He Mo.
“Percuma saja kau membunuhnya. Kau tidak akan pernah bisa kembali. Ini adalah tempat dimana pada abadi tinggal, kau akan di sambar petir jika terus berbuat kasar!” marah Luo Xi.
“Jika kau benar-benar punya kekuatan, kau bisa menghajarku sekarang. Tapi kau tidak melakukannya. Aku sudah sadar kalau para abadi itu tidak menyeramkan sama sekali!”
Luo Xi terus berusaha membujuk Qin Shang untuk melepaskan cekikannya pada He Mo, tapi Qin Shang tidak mau. Dia hanya akan melepaskannya jika Luo Xi membawanya kembali. Akhirnya, Luo Xi mengakui kalau dia tidak tahu bagaimana caranya melompati waktu. Qin Shang akhirnya melepaskan cekikann ya.
“Bagaimana caramu datang ke kerajaan Qi dan bagaimana caramu membawaku kemari? Jawab!!”
“Kami pergi ke masa Kerajaan Qi ketika terjatuh dari atap gedung. Dan kembali ketika hendak di bunuh oleh anak buahmu.”
“Maksudmu, ketika kau berada dalam keadaan bahaya, kau mungkin akan mempunyai kekuatan untuk melompati waktu?” simpulkan Qin Shang.

Dan Luo Xi baru menyadari hal itu. Dan sedetik kemudian, saat perhatian Luo Xi teralih pada He Mo, Qin Shang segera meraih pisau yang ada di atas meja dan menghunuskannya ke arah Luo Xi.
Luo Xi terkejut dan memalingkan wajahnya. Tapi, Qin Shang menghentikan pisau itu sebelum pisau tersebut menyentuh leher Luo Xi. 

“Kenapa kau tidak menghindar?” tanya Qin Shang.
“Jika kau bisa kembali dan membawa pulang kembali Xue, tidak masalah.”
“Apa kau tidak takut mati?!”
“Takut. Tapi, aku lebih takut jika harus kehilangan Xue.”
He Mo bangkit berdiri dan meminta Qin Shang untuk tidak emosi dulu. Jika Luo Xi sampai meninggal, mungkin Qin Shang juga akan kehilangan kesempatan untuk kembali ke masa-nya.
Qin Shang mendengarkan ucapan He Mo. Dan dia tampak frustasi karena tidak bisa segera kembali.
--

Jingjing sedang sibuk mendengarkan musik dengan headset. Fei Yan memanggilnya dan memberitahu kalau dari kamar sebelah (kamar Luo Xi dan Le Xue) sepertinya terdengar suara ribut-ribut. Jingjing tidak peduli dan lanjut mendengarkan musik.

Baru juga sebentar, dia mendapat telepon dari sepupunya yang adalah atasan Luo Xi. Dia meminta bantuan Jingjing untuk mencari Luo Xi karena dia tidak bisa menghubunginya.
“Untuk apa kau mencarinya lagi? Dia kan sudah membuat masalah besar untukmu. Dan kau harus membereksan kekacauan yang di buatnya.”
“Aku mengundang orang-orang dari perusahaan PR untuk makan malam untuk membantu menghilangkan gossip negatif perusahaan kita yang di sebabkan oleh Li Fei Yan. Aku ingin Luo Xi untuk membantuku menyambut para tamu.”
Jingjing menghela nafas kesal, “Ya aku mengerti mau-mu. Tapi aku yang membantunya mendapatkan pekerjaan ini, tapi dia tidak menunjukkan rasa terimakasih-nya tapi malah membicarakan omong kosong yang berdampak pada website kita.”
Sepupunya malas mendengar gerutuan Jingjing dan hanya menyuruhnya untuk membawa Luo Xi malam ini juga.
--
He Mo berusaha meminta Luo Xi mengingat apa yang terjadi di atap saat itu. Tapi, belum juga dia menjawab, pintu kamarnya di gedor dengan keras. Luo Xi akhirnya keluar dan yang datang adalah Jingjing.

Jingjing langsung memberitahu kalau sepupunya ingin mereka datang untuk menyambut orang-orang dari perusahaan PR yang telah membantu untuk menyelesaikan gosip karena masalah Fei Yan itu. Luo Xi dengan sopan menolak karena dia punya masalah penting.
“Apa lagi yang lebih penting? Jika bukan karena kau yang membuat masalah sebesar ini, ini tidak akan terjadi. Kau tidak hanya menyakiti Fei Yan dan website kami tapi juga aku yang membantumu mendapat pekerjaan ini lewat koneksi. Sepupuku masih meminta bantuan orang lain untuk melewati masalah ini. Dan kau sekarang, malah tidak bersedia untuk datang ke makan malam permintaan maaf. Kenapa kau tidak bertanggung jawab? Hari ini, kau harus pergi! Aku akan memberimu waktu 10 menit untuk bertukar pakaian,” tegas Jingjing.
Luo Xi tidak bisa membalas perkataan Jingjing.

Saat dia masuk kembali ke dalam kamar, Qin Shang langsung bertanya dengan marah, “Siapa yang di luar tadi? Berani sekali dia bicara seperti itu?!”
“Kau tidak usah mempedulikannya.”
He Mo akhirnya menyuruh Luo Xi untuk pergi ke makan malam itu saja terlebih dahulu. Luo Xi masih merasa berat untuk pergi karena kan mereka masih harus membahas mengenai clue yang terjadi di atap hingga dirinya bisa kembali ke masa kerajaan Qi.
“Makan malam hanya perlu waktu 1 sampai 2 jam. Setelah kembali, kita masih bisa membahasnya. Aku akan menunggumu hingga pulang. Dan aku yang akan menemani-nya (Qin Shang).”
Luo Xi mengerti dan bersiap-siap untuk ke acara makan malam.
--


Mereka mengadakan makan malam bersama tn. Wang bersama staff-nya. Sepupu Jingjing memperkenalkan Luo Xi yang adalah anak magang di perusahaannya, Fei Yan yang adalah orang yang heboh di bicarakan di internet dan Jingjing yang adalah sepupunya. Jinjing dengan ramah dan riang segera bermulut manis pada tn. Wang. Tn. Wang sangat senang dengan pujian-pujian Jingjing.


Sepupu Jingjing kemudian memerintahkan Luo Xi untuk meminum segelas alkohol sebagai rasa terimakasih karena tn. Wang sudah membantu mereka. Luo Xi tidak membantah dan langsung meminum segelas alkohol. tn. Wang tertawa senang melihatnya. Sementara Fei Yan merasa khawatir pada Luo Xi. Belum cukup, sepupu Jingjing menyuruh Luo Xi minum lagi sebagai rasa terimakasih karena Fei Yan sudah bersedia memaafkannya. Jingjing juga memaksanya, sehingga mau tidak mau Luo Xi harus meminum-nya. Pokoknya, Jingjing terus memaksa Luo Xi untuk menimum gelas demi gelas alkohol itu.
--

Sementara itu, He Mo menjaga Qin Shang di dalam kamar asrama Luo Xi sambil membaca buku.
--


Luo Xi sudah mulai merasa mabuk karena terus di suruh minum. Dan tn. Wang berpura-pura baik menyuruh Jingjing untuk berhenti menyuruh Luo Xi minum, padahal dia memanfaatkan keadaan itu untuk meraba-raba pundak Luo Xi.
Jingjing diam-diam memotret hal itu dari bawah meja-nya dan mengirimkannya pada He Mo.
He Mo menerima foto itu dan khawatir melihat Luo Xi. Qin Shang juga melihatnya dan langsung berlari keluar.

Luo Xi sudah tertidur pingsan dan hal itu membuat Fei Yan merasa khawatir. Tapi, Jinjing malah menyuruh Fei Yan untuk menggantikan Luo Xi minum. Untungnya, pas saat itu, He Mo dan Qin Shang tiba di tempat itu. Begitu melihat Tn. Wang yang memegang-megang Luo Xi, Qin Shang langsung emosi.
“Berani sekali kau menyentuh ratu-ku?!” marah Qin Shang dan membanting tubuh tn. Wang. Dia bahkan menghajar tn. Wang.
Sepupu Jinjing ketakutan dan berteriak agar Qin Shang tidak memukuli-nya, dia takut jika Qin Shang akan memukul tn. Wang sampai meninggal.
Pada akhirnya, Qin Shang, He Mo dan Luo Xi berakhir di kantor polisi. He Mo memberikan minum dan obat untuk membantu menghilangkan mabuk Luo Xi.

Polisi mulai menginterogasi Qin Shang dan ingat kalau Qin Shang adalah orang yang waktu itu membawa pisau dan berkeliaran di jalan. Dan sekarang, Qin Shang malah menghajar orang dengan tangan kosong. Luo Xi yang masih mabuk berteriak kalau Qin Shang hanya sedang membantu pacarnya yang sedang di bully orang.
“Walaupun dia marah, dia tidak boleh memukuli orang,” tegas polisi.
He Mo berusaha menjelaskan keadaan. Dia memperkenalkan diri sebagai dokter dan sedang dalam tahap mengobati Qin Shang yang dalam keadaan tidak stabil. Akhinrya, setelah penjelasan dan perdebatan panjang lebar, Qin Shang di perbolehkan untuk pulang.

He Mo pamit untuk pergi duluan karena dia harus kembali ke rumah sakit. Ada operasi darurat. Mereka akan bertemu lagi besok di atap gedung kampus. Dan dia juga meminta Qin Shang untuk menjaga Luo Xi dalam perjalanan pulang. Qin Shang mengangguk mengerti.


No comments:

Post a Comment