Sunday, February 24, 2019

Sinopsis J-Drama : Holiday Love Episode 8 - part 1

0 comments
Network: TV Asahi


“Nanaka!” teriak Azu dengan panik, karena tidak menemukan Nanaka dimanapun.

“Mama!” teriak Nanaka sambil berlari kencang ke arah Azu. Dan dengan perasaan sangat lega, Azu langsung memeluk Nanaka yang berlari ke arahnya.

“Dimana kamu barusan?” tanya Azu.

“Disana!” jawab Nanaka. Lalu dia pergi untuk bermain bersama dengan temannya.



Episode 8 : Harapan Baru

Azu, Junpei, dan Nanaka. Mereka bertiga makan malam bersama sambil mengobrol, bercanda, dan tertawa bersama. Tapi tiba- tiba saja, Nanaka menanyakan apa arti dari ‘Mama masa depan’ kepada mereka. Karena saat disekolah, ada seorang Bibi yang menghampirinya dan mengatakan itu kepadanya.



Rina datang. Dia berdiri di depan rumah Junpei dan Azu sambil tersenyum.



“Nanaka. Seperti apa orangnya? Apa yang dikatakannya? Tolong beritahu kami,” kata Junpei.

“Mm… ketika aku berjalan dengan teman ku, dia datang. Bibi ini mengajak ku untuk berbicara sebentar,” jelas Nanaka sambil mengingat- ingat.

“Jenis pembicaraan seperti apa?” tanya Azu dengan gugup, mulai merasa curiga.


“Mm… dia menanyakan tentang makanan kesukaanku. Tempat kesukaan ku, kemudian setelah selesai bertanya, dia mengatakan….”


Flash back.  Rina mengelus pipi Nanaka dengan lembut dan mengatakan, “Aku adalah Mama masa depanmu. Mama masa depan mu ya,” kata Rina sambil tersenyum. Flash back end.



Didalam kamar. Azu dan Junpei berdiskusi, mereka berpikir bahwa orang itu pasti adalah Rina, dan mereka merasa takut jika sesuatu terjadi kepada Nanaka nantinya. Azu kemudian mengusulkan untuk menghubungin Izutsu.



Izutsu sedang mencuci piring. Ketika dia mendengar hape nya berbunyi, dia berhenti mencuci sebentar dan mengangkat hape nya. Lalu saat mengetahui bahwa yang menelponnya adalah Azu, dia mengira kalau Azu ingin membicarakan tentang uang damai.



Azu menjelaskan bahwa dia akan segera mentransfer kan uang damai yang di janjikannya, tapi sebenarnya apa yang ingin dibicarakannya adalah tentang Rina. Azu meminta agar Izutsu bisa mengawasi Rina agar hal ini tidak terjadi lagi, karena hari ini Rina datang menemui anaknya dan mengatakan bahwa dia adalah ‘Mama masa depan’ kepada anaknya. Lalu untuk Junpei, dia telah berbaikan dengan Junpei sekarang.



“Bahkan walaupun kamu memberitahukan ini padaku, sekarang kami hanyalah pasangan di atas kertas. Kami sudah memutuskan hubungan,” kata Izutsu.

“Tapi dia adalah Ibu dari anak- anakmu, kan?” balas Azu.

“Itu benar. Tapi tidak ada yang bisa kulakukan untukmu,” jawab Izutsu. Lalu dia mematikan telpon, karena anaknya berteriak mengatakan bahwa dia ingin pipis.


Junpei mengusulkan untuk menghubungin polisi. Dan Azu setuju.


Keesokan harinya. Ketika sedang menjemur pakaian, Azu mendapatkan telpon dari Izutsu.



Izutsu datang berkunjung ke rumah Azu. Dia datang untuk memberikan uang damai yang diminta Azu kepada Rina, dan juga meminta maaf. Azu sebenarnya tidak ingin menerima uang itu, tapi Izutsu memaksa, karena dia sadar bahwa mereka berdua sama- sama dilukai.




Izutsu menjelaskan bahwa Rina berasal dari keluarga miskin, jadi dia bekerja keras dengan harapan agar dapat memberikan kehidupan yang baik kepada Rina. Tapi tampaknya karena dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya, sehingga tanpa sadar dia tidak memperhatikan keluarganya. Saat Rina dan dia berpisah sekarang, dia baru menyadari betapa dewasanya sikap anak- anaknya, contohnya ketika dia pergi bekerja, Kai akan membantu melipatkan pakaian yang telah kering dan menyusunnya dengan rapi. Semua itu karena Rina yang telah mengajarkan anak- anaknya.



“Apa yang coba aku katakan. Rina. Dia menjadi seperti sekarang adalah karena salahku. Ini mungkin sudah terlambat,” kata Izutsu.

“Ini sudah telat, kan? Tapi jika aku adalah kamu, ketika aku menyadari itu, jika ada cara lain untuk bisa memulai dari awal, aku akan melakukan itu,” kata Azu.


Izutsu menundukan kepala nya sebagai tanda terima kasih kepada Azu.



Rina datang menemui Shiga di bar. Dia meminta tolong agar Shiga membantunya lagi untuk memisahkan Azu dan Junpei. Tapi dengan tegas, Shiga menolak dan tidak mau melakukan itu lagi. Namun Rina malah tertawa mengetahui itu, dan Shiga merasa heran.

“Maksudku… aku tidak ingin bekerja sama dengan kamu lagi,” kata Shiga, menegaskan.



“Bahkan walaupun kejadian yang disembunyikan itu terkuak? Adikmu, dia ingin masuk universitas, dan sekarang dia sudah menjadi karyawan di perusahaan top, kan? Kamu membayarkan biaya pedidikannya ketika melarikan diri, kan? Aku tahu nama perusahaan tempat nya bekerja dan di bagian mana dia. Adikmu mungkin akan terkena masalah…” ancam Rina dengan lembut.



“Aku sudah memberitahu dia segalanya! Aku akan menyerahkan diriku. Aku tidak akan pernah bekerja sama dengan kamu lagi!” kata Shiga dengan tegas. Lalu dia mengatakan hal yang sama seperti apa yang pernah Azu katakan padanya. “Jika aku terus melarikan diri seperti ini, aku tidak akan pernah bahagia selamanya. Aku bertemu dengan orang yang membuatku sadar,” kata Shiga.

“Bodoh!” balas Rina.

Shiga menasehati Rina untuk sadar, karena Junpei tidak akan pernah kembali kepada Rina. Dan mendengar itu, raut wajah Rina langsung berubah menjadi marah.




Izutsu menghubungin Rina dan memberitahukan bahwa dia akan membiarkan Rina untuk menemui anak- anak. Dan mendengar itu, Rina langsung merasa senang serta sangat kegirangan sambil berjalan dengan meloncat- loncat.

No comments:

Post a Comment