Saturday, March 2, 2019

Sinopsis C- Drama : Easy Fortune Happy Life Episode 1 - part 3

0 comments

Network: TTV

Yan mengurut bahu Feng Feng. Mereka berdua membicarakan tentang perkataan kakek, yaitu Ba Bao Tang akan diberikan kepada orang yang tulus padanya. Dan yang menjadi pertanyaan mereka adalah, memang ada orang yang tulus kepada Yun Gao di dunia ini? Jawaban nya, tidak ada seorang pun yang akan tulus kepada Yun Gao. Yang ada hanyalah orang yang pura-pura tulus seperti mereka.


“Saat Ayah senang pada kita, dia mungkin akan menyerahkan Ba Bao Tang kepada kita berdua. Jadi kita harus mempersiapkan hadiah yang luar biasa untuk ulang tahunnya yang 80 thn nanti. Dengan cara ini, dia pasti akan sangat tersentuh,” kata Feng Feng dengan yakin.

“Selama kita menggunakan cara yang benar, kita pasti akan bisa,” balas Yan sambil tertawa.



“Apa yang Ayah suka?” tanya Feng Feng sambil berpikir, karena dia tidak tahu.

“Hahaha… Ayah suka…” Yan juga tidak tahu.

 Da Feng datang menjemput Zhen Zhen di tempat yang sedikit jauh dari kantor, karena dia tidak ingin hubungan mereka tersebar ke publik. Didalam mobil, Da Feng kemudian menceritakan mengenai kakeknya. Saat ini Yun Gao terus mengunci diri dikamar, dan tidak seorang pun yang bisa bertemu dengannya, kecuali pengacara Li. Dan menurut info, pada ulang tahun ke 80 thn, Yun Gao akan memberikan Ba Bao Tang kepada orang yang tulus kepadanya.

“Aku tidak mengerti. Pria tua itu menghabiskan selama hidupnya memberitahukan pada kami. ‘Memiliki cadangan tidak dapat membawa Anda untuk sukses, hanya yang paling bertahan yang bisa’. Sekarang dia mengatakan itu, apa yang salah dengannya?” gerutu Da Feng.


“Kamu tahu, kakekmu begini karena dia sudah tua, dan dia ingin bertahan. Ini hal yang bagus. Kesehatan kakekmu kan sedang tidak baik, gimana kalau kamu memberikannya obat kesehatan, sesuatu seperti bunga liar Antrodia Cinnamomea,” jelas Zhen Zhen, berpendapat.

“Kalau begitu, dia akan bisa hidup sampai umur 102 thn, dan aku harus menunggu 40thn lagi,” kata Da Feng, tidak setuju.



“Antrodia Cinnamomea bagus untuk kesehatan, tapi itu bukan pill ajaib yang memperpanjang umur. Kamu pikirkanlah, apa yang paling kakekmu takuti sekarang? Jawabannya, kematian. Jika kamu memberikan hadiah ini, bukankah itu berarti menunjukan kamu tulus kepadanya?” jelas Zhen Zhen. Kemudian dia memberitahukan bahwa tanaman obat itu tumbuh di Gunung Fu Man.

Da Feng tidak setuju, karena setahunya itu adalah tanaman yang dilindungin. Tapi Zhen Zhen menyakin kan Da Feng, dia mengatakan semakin sulit didapatkan, maka itu semakin berharga, seperti posisi penerus Ba Bao Tang. Dan akhirnya, Da Feng pun setuju untuk pergi ke sana, tapi dia tidak yakin bisa menemukannya.



“Aku sudah memikirkan itu untukmu. Kamu, pergi ke Gunung Fu Man dan dapatkan itu. Aku, akan bertanya kepada PR team tentang pasar gelap. Dengan cara ini, kesempatan sukses kita lebih besar,” jelas Zhen Zheng dengan yakin. Dan Da Feng setuju.

Da Feng menghentikan mobilnya jauh dari tempat dimana Zhen Zhen tinggal. Namun sebelum Zhen Zhen turun, mereka berciuman dengan mesra terlebih dahulu.


“Minggu depan ulang tahun ke 80 kakek ku. Aku akan memberikanmu keseluruhan cerita. Ingat pakailah dress yang cantik, aku ingin secara resmi memperkenalkanmu kepadanya,” jelas Da Feng. Dan Zhen Zhen tersenyum senang.



Dalam perjalanan pulang. Seorang penjaga toko menawarkan lotre berhadiah $500 juta. Tapi Zhen Zhen langsung menolak. Dengan bangga dia mengatakan,” Bos apa kamu tahu, aku mempunyai tiket lotre berhadiah $80 miliar, dan kesempatan nya sangat tinggi untukku,” kata Zhen Zheng.


Aku perlu memikirkan cara untuk membantu Da Feng mendapatkan Antrodia Cinnamomea. Setelah ulang tahun kakeknya yang ke 80 thn, aku akan semakin dekat kepada $80 miliar. Pikir Zhen Zhen dengan senang.


Da Feng berangkat ke desa yang berada di Gunung Fu Man. Sesampainya disana, Da Feng mencari orang seperti yang Zhen Zhen beritahukan kepadanya. Dia bertanya kepada orang- orang yang berada dipasar, dimana orang yang bisa meracik obat- obatan tradisional.



“Dia sudah tua sekarang,” kata si Penjual.

“Kemudian tidak ada artinya aku datang,” balas Da Feng dengan kelelahan.

“Tapi cucunya ada. Dia disebelah sana,” kata si Penjual sambil menunjuk ke arah Fu An.



Da Feng mendekati Fu An, dan memanggilnya. Tapi betapa terkejutnya dia, karena orang yang ditunjuk si Penjual itu adalah orang yang menyelamatkan kakeknya, yaitu Fu An.


Fu An juga sama terkejutnya seperti Da Feng.

No comments:

Post a Comment