Sunday, March 3, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 22 - 2

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 22 - 2
Images by : Mango TV
Hari pernikahan,
Pernikahan ny. Zhao dan pasangannya berlangsung sederhana dan khidmat. Selesai acara, Luo Xi dan Qin Shang berbincang. Luo Xi bertanya bagaimana bentuk pernikahan kaisar? Qin Shang langsung menjelaskan kalau pernikahan kaisar jauh lebih mewah dan meriah daripada pernikahan ini.
Luo Xi tiba-tiba bangkit. Dia berjalan ke ujung lorong. Dan dengan gaya anggun, dia berjalan di lorong seolah menjadi pengantin wanta. Qin Shang terpesona.
Dan Luo Xi akhirnya memberitahu keputusannya, dia akan mengikuti Qin Shang kembali ke Qi. Menjadi ratu Qi, pasangan Qin Shang.
“Beberapa bulan yang lalu, aku hanyalah gadis biasa. Gadis yang tidak di sadari di kota ini. lalu, aku mulai menjelajahi wakt dan bertemu denganmu. Seorang pria spesial yang di kagumi dan di takuti banyak orang. Kau sangat jujur, selalu menunjukkan kebahagiaan dan kemarahanmu. Agresi tapi juga manis. Aku sangat dekat denganmu hingga bisa menyentuhmu setiap hari. Seorang pria sepertimu dan wanita sepertiku bisa bertemu, aku tidak berani untuk berharap banyak. Jadi, aku bukan lagi orang biasa. Beberapa hari yang lalu, aku bertemu dengan He Mo. Dia akan pergi ke Africa untuk kerja relawan. Dia bilang, hidup adalah tentang membuat pilihan. Memilih satu hal berarti menyerah atas hal lainnya,” ujar Luo Xi. Dia terus bicara yang intinya, dia akan ikut dimana Qin Shang berada. “Aku akan selalu berada di sisimu, hingga kematianku. Jadi, aku sudah memutuskan, jika aku harus membuat pilihan, aku bersedia menyerah atas lingkungan yang ku kenal, dan kembali bersamamu ke Qi. Membantumu mencapai mimpi dan ambisi-mu. Aku tahu hidup di sana akan sangat sulit, tapi, ada kau di sana, sudah cukup untukku.”
Qin Shang terharu mendengar keputusan Luo Xi. “Kau tidak akan menjadi Ratu Qi.”
“Kenapa?”
“Aku tidak akan menjadi kairsa Qi jika aku tidak kembali ke Qi. Jadi, kau tidak akan menjadi ratu Qi. Aku sudah bersumpah pada diriku, kalau salah satu dari kalian ada yang harus menyerah pada kehidupan mereka, maka itu harusnya adalah aku. Bukan kau.”
“Tidak bisa. Aku hanya wanita biasa. Tapi kau berbeda. Kau jauh lebih penting daripadaku.”
“Luo Xi, masa lalu seorang pria menentukan seperti apa pria itu hari ini. Bertemu denganmu, merubahku menjadi orang yang baru. Dan aku yang baru, memiliki terlalu banyak emosi. Aku bukan lagi kaisar yang dapat dengan mudah membuat keputusan mengenai pemusnahan. Bahkan jika aku kembali ke Qi, aku tidak akan bisa lagi memimpin pasukan untuk menyatukan negara. Dinasti Qi kehilangan seorang kaisar, tapi Tuhan akan membuat Qin Shang lain untuk menggantikanku.”
“Kau bersedia demiku melepaskan semua yang ada di Qi?”
“Ya,” tegas Qin Shang.
Dalam tangisnya, Luo Xi merasa bahagia.
--
Beberapa hari kemudian,
Qin Shang menemui ny. Zhao. Dia akan mulai bekerja lagi. Dan ny. Zhao menawarkan untuk menjadi orang tua Qin Shang.
Sementara itu, Luo Xi menelpon atasan Li dan meminta izin cuti.


Tidak lama, Qin Shang datang bersama dengan ny. Zhao. Ny. Zhao bicara dengan orangtua Luo Xi, sementara Luo Xi membawa Qin Shang ke kamarnya.
Dan karena Qin Shang ada di kamarnya, Luo Xi teringat dengan pedang Qin Shang yang selama ini dia simpan. Dia akan kembalikan ke Qin Shang karena Qin Shang tidak akan menggunakannya sembarangan lagi.
--
Murong dan Guo Yan berbincang bersama. Guo Yan merasa kalau belakangan ini semua terlihat lancar, tapi dia merasa tidak nyaman.  Bukankah akhir dari negara Qi adalah Qin Shang yang berhasil menyatuhkan seluruh negara?
“Maksudmu, jika Qin Shang tidak kembali ke Qi, maka negara tidak akan pernah tersatukan,” simpul Murong.
“Benar. Le Xue juga pernah berkata kalau Qin Shang kembali setengah tahun kemudian. Sekarang hanya tinggal beberapa hari tersisa hingga waktu itu. Aku merasa akan terjadi sesuatu yang besar dan perubahan.”
Tidak lama, Qin Shang pulang dengan membawa pedangnya. Begitu melihat pedang Qin Shang, Guo Yan langsung terkejut. Dia mengingatkan mengenai penglihatan mereka ketika di kuil, saat itu mereka kan melihat Pan Huan menancapkan pedang di depan tugu untuk mengurung HunDun. Pedang itu mirip seperti pedang Qin Shang.
Guo Yan memperhatikan dengan seksama. Dan di depan pedang itu ada simbol yang mirip seperti bentuk kalung giok Luo Xi. Dia mengingat, dan seharusnya di simbol itu memang ada gioknya.
“Darimana kau mendapatkan pedang ini?” tanya Guo Yan.
“Dikatakan kalau pedang itu muncul ketika aku lahir. Ketika aku kecil, Li Wei menjadikanku pangeran mahkota karena aku terlahir dengan pedang ini di tanganku dan di kelilingi oleh cahaya suci. Aku di takdirkan untuk menjadi kaisar.”
Guo Yan dan Murong tertawa mendengarnya. Itukan hanya cerita konyol yang dibuat untuk menenangkan masyarakat. Tapi, Qin Shang benar-benar tidak tahu darimana pedang itu muncul.
Guo Yan semakin yakin kalau pedang itu adalah pedang yang di gunakan untuk mengurung HunDun.
BERSAMBUNG

No comments:

Post a Comment