Sunday, March 3, 2019

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 22 - 1

0 comments

Sinopsis C-Drama : Emperors and Me Episode 22 - 1
Images by : Mango TV

Luo Xi menerima telepon dari Qin Shang dalam perjalanannya menemui Murong. Tapi, yang menelpon ternyata adalah Guo Yan menggunakan ponsel Qin Shang. Dia memberitahu Luo Xi kalau Qin Shang mabuk dan pergi keluar tanpa membawa ponsel. Luo Xi jelas khawatir mendengarnya walaupun Guo Yan bilang kalau Qin Shang akan baik-baik saja.
Karena merasa khawatir, Luo Xi meminta supir untuk mengantarnya ke universitas Yuedu.

Qin Shang sedang duduk di sekitar kampus Luo Xi dulu. Luo Xi ternyata menemukannya.
“Guo Yan bilang kalau mabuk.”
“Aku sudah sadar. Aku hanya ingin melihat kembali tempat dimana terdapat kenangan terbaik kita.”

Luo Xi heran melihat sikap Qin Shang yang bersikap aneh. Mereka mulai membahas masa lalu. Dan pada akhirnya mereka malah mengarungkan lentera bunga yang Qin Shang bawa. Qin Shang menulis Luo Xi menuliskan keinginannya dan mereka akan mengarungkan lentera itu ke aliran sungai. (aku nggak tahu apa yang di tulis Luo Xi).
Mereka kemudian berjalan pulang bersama-sama. Qin Shang mengantarkan Luo Xi pulang.
“Oh ya, apa keinginan yang kamu tulis tadi ya?”
“Aku tidak bisa bilang. Nanti nggak terkabul jadinya.”
Dan tiba-tiba saja, Qin Shang mencium bibir Luo Xi dan baru pergi pulang. Luo Xi tersenyum malu jadinya.
Saat sudah berada di dalam kamar, Luo Xi masih tersenyum senang mengingat ciuman Qin Shang tadi. Saat itu, dia mendapat pesan masuk dari Murong. Dan dia baru teringat dengan janji pertemuannya dengan Murong.
--

Murong menunggu Luo Xi di depan restoran hingga larut. Luo Xi datang tidak lama kemudian dan meminta maaf karena terlambat, tadi dia tiba-tiba ada urusan. Murong tidak marah karena dia bersedia menunggu Luo Xi sampai kapanpun.
“Kenapa kau tidak menelponku dan malah menunggu di sini dingin-dingin?”
“Aku tadi menelpon Guo Yan. Dan aku tahu kalau Qin Shang mabuk dan pergi keluar. Kau tidak  mungkin membiarkannya. Jadi, aku tidak mau mengganggu.”
Luo Xi jadi merasa bersalah. Murong mengatakan tidak masalah, dia kemudian mengajak Luo Xi untuk berjalan saja dengannya karena restoran-restoran sudah tutup.
“Murong. Aku ingin ikut ke dinasti Qi dan tinggal di sana dengan Qin Shang,” beritahu Luo Xi.
“Apa maksudmu?”
“Hidup sangat sulit bagiku belakangan ini. Ketika aku tidak bisa melihatnya atau jika dia tidak menelponku, aku tidak tenang dan selalu memikirkannya. Aku sadar kalau aku tidak bisa berpisah dengannya.”
“Walau begitu, kau tetap tidak boleh ikut dengannya ke Qi. Kau tahu betapa beratnya hidup di sana? Mereka tidak punya cola, minuman yang kau sukai. Snack yang kau suka, dan film yang ingin kau tonton bahkan buah yang suka kau nikmati, tidak bisa kau temukan di sana. Yang bisa kau temukan hanyalah perang, penyakit dan rasa sakit. Seorang pria yang bisa hidup hingga umur 40 tahun adalah orang yang sangat beruntung. Tanpa antibiotik, kau bisa terbunuh oleh penyakit.”
“Kau benar. Aku tahu yang kau katakan. Tapi Qin Shang ada di sana.”
“Kau sudah bilang hal ini ke Qin Shang?”
“Belum. Mungkin beberapa hari lagi.”
“Luo Xi. Aku ingin kasih tahu hal penting. Aku tidak tahu sejak kapan, tapi kau sudah mengambil ahli duniaku. Kaulah yang mengajariku bagaimana cara bertahan di dunia ini. Kau yang membuatku mengerti, ada hal lebih indah di dunia ini.”    
Tapi melihat ketidaknyamanan Luo Xi, Murong langsung berkata kalau itu hanyalah akting. Luo Xi langsung tertawa jadinya. Dan Murong kemudian berkata dia akan keluar dari dunia hiburan. Karena Luo Xi sudah memutuskan untuk ikut dengan QinShang ke Qi, maka yang dia lakukan sekarang tidak ada artinya.
“Ini adalah kalung yang ku buat di Penglai. Kalung ini di buat dengan kerang yang ku kumpulkan dan dapat membuatmu aman. Dengan begitu, kau tidak akan memerlukanmu berada di sampingmu. Biarlah kalung ini yang menemanimu, menjagamu,” ujar Murong dan memberikan kalungnya.
“Terimakasih.”
Murong tersenyum. Dia sudah mengikhlaskan Luo Xi kepada Qin Shang.
--
Zhao Xin memberitahu Qin Shang kalau dia akan menikah dengan pria yang di temuinya di Penglai. Dan dia juga membawakan pakaian dan gaun untuk Luo Xi kenakan di pernikahannya. Dan dia ingin Qin Shang serta Luo Xi menjadi pengiring pengantinnya.
Setelah ny. Zhao pergi, Luo Xi langsung menyuruh Qin Shang untuk menukar baju dengan jas yang di bawakan oleh ny. Zhao.

Begitu selesai bertukar, Luo Xi langsung memuji Qin Shang yang terlihat tampan. Tapi, Qin Shang tidak tahu cara mengenakan dasi, jadi Luo Xi membantunya memasang dasi itu.

Setelah itu, giliran Luo Xi yang bertukar gaun. Begitu keluar, Qin Shang langsung terpesona. Dan Luo XI meminta tolong Qin Shang untuk mengikat pita di belakang bajunya. Qin Shang jelas gugup. Mereka saling terpesona.


Luo Xi bahkan mengajak Qin Shang untuk berfoto selfie. Tidak hanya itu, saat mereka melihat isi kotak yang ny. Zhao berikan, mereka menemukan kalau ada sebuah kotak cincin pasangan. Dan ada initial di cincin itu, Q & L.

No comments:

Post a Comment