Saturday, March 30, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 05 – 3

2 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 05 – 3
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Jammie di beritahu resepsionis kalau Yang Zi Hao tidak ada. Jammie tentu tidak percaya. Kalau tidak ada, kenapa resepsionis harus menelpon begitu lama? Dia benar-benar kesal karena sudah di buat menunggu lama. Dia merasa kalau Zi Hao pasti adalah orang yang sombong. Dan karena itu, dia akan pergi mencari Zi Hao sendiri di mall.

Pas dia sedang berjalan, dia tanpa sengaja bertabrakan dengan Ke Ai. Dan kue beras yang Ke Ai bawa, terjatuh dan mengotori jaket kulit Jammie. 


Dengan panik, Ke Ai meminta maaf dan menarik Jammi untuk ke toilet membersihkan bajunya. Tapi, Ke Ai malah terpeleset dan terjatuh. Untunglah Jammie dengan sigap menangkap tubuhnya dan tersenyum ramah.
“Tapi, apa itu?” tanya Jammie, menunjuk ke kue beras yang terjatuh.
“Itu, kue beras gurih.”
“Wanginya sangat enak,” puji Jammie. Ke Ai tersenyum mendengar pujian tersebut.
--
Zi Jie sedang makan siang bersama seorang pria, Paman Jia, di salah satu restoran di mall. Paman Jia menasehati Zi Jie untuk tidak selalu telat makan karena itu tidak baik untuk kesehatan.
“Ya. Omong-omong, Paman Jia, kenapa kau masih di sini?”
“Ketua (ibu Zi Hao) bilang, jika dia tidak bisa menemukan tn. Zi Hao, dia tidak akan kembali.”
“Aku kasihan pada sepupuku. Aku jadi penasaran, apa dia sudah tertangkap?”
“Karena kita sedang membicarakannya, aku rasa dia (Zi Hao) berhasil kabur (dari ibunya).”
“Aku juga rasa demikian,” setuju Zi Jie.

Dan mereka lanjut makan lagi. Saat itulah, Zi Jie melihat Ke Ai yang sedang duduk di salah satu meja bersama Jammie. Tampaknya, Zi Jie tertarik pada Jammie.
Jammie sedang menikmati kue beras Ke Ai. Dia memuji kue beras itu yang benar-benar lezat dan berterimakasih karena Ke Ai telah membiarkannya memakan kue beras tersebut. Ke Ai balas berterimakasih karena Jammie sudah mau membantunya memakan kue beras tersebut, dan juga senang karena Jammie mau menghargai kue beras tersebut.
“Aku melihatmu tadi sangat marah. Apa itu karena kau mengalami pengalaman tidak menyenangkan saat berbelanja di dept. store kami? Jika memang ya, kau bisa memasukkan surat komplain. Eh, tidak. Maksudku, jika kau tidak puas, kau bisa cerita padaku. Aku akan membantumu sebaik mungkin,” ujar Ke Ai.
“Sebenarnya, itu tidak ada hubungannya dengan belanja. Ada seorang yang sangat sombong dan aneh. Dia membuatku menunggu. Aku hanya ingin memperjelas masalah dengannya. Itu saja,” jelas Jammie. “Apa kau mengira aku membuat masalah tanpa alasan?”
“Tidaklah.”
Ke Ai kemudian berbincang panjang dengan Jammie. Dia menasehati Jammie untuk tidak usah mempedulikan orang yang membuat Jammie marah, karena itu hanya membuang waktu Jammie yang berharga. Jammie setuju dengan perkataan Ke Ai.
“Kau kerja di sini kan?” tanya Jammie.
“Celaka. Aku sudah pergi terlalu lama dari toko. Aku minta maaf, aku harus kembali sekarang,” sadar Ke Ai dan langsung lari pergi.
Jammie hendak bertanya nama Ke Ai, tapi Ke Ai sudah keburu naik eskalator. Ke Ai sudah pergi, Zi Jie langsung menghampiri Jammie.
“Hallo. Aku adalah wakil presiden Hua Li dept. store. Namaku adalah Liang Zi Jie,” perkenalkan Zi Jie dan menyodorkan tangan. Tapi, Jammie tidak membalas dan hanya menatap Zi Jie. “Aku tadi dengar, kau tidak puas dengan pelayanan kami, kan? Bagaimana kalau begini, kau bisa memberiku nomor hp dan namamu, jadi aku bisa meminta maaf.”
“Tidak perlu,” jawab Jammie dan berbalik pergi.
Tapi, baru sedetik, Jammie seperti tersadar sesuatu, dan berbalik lagi hingga wajahnya hampir bertabrakan dengan Zi Jie. Untung dia cepat tanggap, dan langsung menghindar dan mendorong tubuh Zi Jie agar menjauh darinya.
“Jika kau benar-benar ingin minta maaf, dapatkah kau memberiku nama dan nomor telepon Nona tadi (Ke Ai)?” pinta Jammie.
“Aku minta maaf. Kami tidak bisa memberikan informasi karyawan kami. Ini untuk menghindari orang lain menyalah gunakan informasi tersebut. Maaf.”
“Kalau gitu, aku juga tidak bisa memberikan informasi pribadiku. Ini untuk mencegah orang lain menyalahgunakannya!” balas Jammie dan langsung pergi.
Zi Jie tertawa tidak percaya. Mungkin ini pertama kalinya dia di tolak wanita (LOL).
--
Ke Ai kembali ke toko. Dan Xiao Tian menghampirinya, menyerahkan tag nama Ke Ai yang lupa Ke Ai kenakan. Setelah itu, dia pamit untuk ke toilet.
Ke Ai hanya diam menerima tag nama tersebut. Dia merasa stress karena semua pegawai tidak menyukainya. Bagaimana caranya bisa mencapai penjualan NTD 50 juta? Dapat NTD 5juta aja belum tentu tercapai jika keadaannya seperti ini.


Xiang Yin sedang melakukan inspeksi toko-toko. Begitu melihat papan toko INDEX di pasang melewati batas toko, dia tentu langsung memarahi Ke Ai yang sedang berjaga. Dia langsung memberikan denda pada Ke Ai. Xiao Tian yang belum terlalu jauh, mendengar suara Xiang Yin dan ketakutan, karena dia yang melakukan kesalahan itu. Xiang Yin juga melihat baju di manekin yang belum selesai di pajang dan di letakan begitu saja di lantai, jadi dia kembali menenda Ke Ai. Padahal semua itu adalah kesalahan Xiao Tian.

Setelah menginspeksi toko Ke Ai, Xiang Yin lanjut menginspeksi toko Daniel. Daniel langsung bergerak cepat memindahkan papan toko-nya yang melewati batas agar tidak terkena denda. Tidak lama, sebuah mobil mainan muncul, dan seorang anak kecil lelaki berlari mengejar mobil itu hingga terjatuh. Daniel segera menghampiri anak itu, menggendongnya dan berkata akan membantu anak itu mencari ayahnya.
Xiang Yin dan Ke Ai memandang heran melihat tingkah Daniel yang aneh.
--
Di toilet, wanita yang tadi di lihat oleh Ke Ai dan Xiao Gang, sedang mengeluarkan semua baju curiannya dan memotong semua struk dan tanda di baju tersebut. Xiao Tian yang masuk ke toilet melihat hal tersebut.
“Apa yang kau lakukan?!” teriaknya.

Wanita itu terkejut, dan langsung hendak kabur. Tapi, dia malah bertabrakan dengan salah satu trio pekerja. Dan dengan mudah dia di tangkap.
“Kalian tahu aku siapa?! Lepaskan aku! Aku akan menelpon ayahku dan menyuruhnya memecat kalian besok!” teriak wanita pencuri itu. “Lepaskan aku! Lepas!”
--
Ibu Zi Hao sudah mau pulang, tapi dia malah mendapat telepon. Sepertinya itu telepon penting karna ibu Zi Hao langsung panik dan batal pulang. Ibu Zi Hao kembali ke dalam gedung.
--
Ke Ai pergi ke ruang istirahat dengan panik. Di sana ada Xiang Yin bersama Xiao Tian dan salah satu dari trio pekerja tersebut. Xiang Yin memberitahu Ke Ai kalau Xiao Tian sudah menyakiti seorang pelanggan wanita di toilet.
“Aku tidak menyakitinya. Orang itu pencuri. Aku hanya mengambil kembali apa yang di curinya,” jelas Xiao Tian.
“Benar. Aku bisa menjadi saksinya. Dia benar-benar pencuri.”
“Kalian tahu siapa dia?!” ibu Zi Hao tiba-tiba muncul. Xiang Yin langsung memberikan hormat pada ibu Zi Hao. “Kau tidak tahu siapa orang yang kalian serang tersebut! Dia adalah putri dari Pembicara! Cepat bawa mereka untuk meminta maaf pada Nn. Zheng!”
“Ya,” jawab Xiang Yin.
Ke Ai berbisik, bertanya pada Xiao Tian, apa benar wanita itu pencuri? Xiao Tian mengangguk.
“Jika kasus-nya demikian, Xiao Tian tidak bersalah. Kenapa dia harus meminta maaf?” bela Ke Ai.
“Siapa kau?” tanya Ibu Zi Hao.
“Dia adalah manager sementara….,” Xiang Yin hendak menjawab.
“Aku adalah manager sementara dari INDEX, Chang Ke  Ai,” potong Ke Ai, memperkenalkan diriya sendiri.
“Apa kau tidak tahu istilah kalau pelanggan selalu benar? Hua Li dept.store sedang menjalankan bisnis. Kami mau semua pelanggan dapat berbelanja dengan bahagia di sini. Kami tidak ingin mereka di sakiti. Kau bahkan tidak mengerti hal ini. Bagaimana bisa kau menjadi manager sementara?!” marah ibu Zi Hao.
“Wanita itu adalah pencuri. Apa kami harus tutup mata pada pelanggan yang mencuri jadi dia bisa mencuri semuanya dengan bahagia?” tanya Ke Ai balik.
“Kelihatannya, kau masih belum tahu betapa serius-nya masalah ini. Dia adalah pelanggan VVIP. Apa kau tahu arti VVIP? Dia dapat menggunakan pengaruhnya pada pelanggan VIP dan VVIP lainnya untuk memboikot dept. store kita. Dapatkah kau hitung berapa besar kerugian yang akan kita alami nantinya?! Untuk menolong departemen pakaian wanita, tn. Yang menandatangani perjanjian mencapai penjualan NTD 50juta dengan D.K. ini adalah masalah serius. Jika dia tidak bisa mencapai target, dia akan berhenti!” marah Fang Jie (ibu Zi Hao).
Ke Ai terkejut mendengarnya, dia tidak tahu kalau sampai gagal mencapai penjualan NTD 50juta, Zi Hao akan berhenti dan keluar dari perusahaan.
“Kau bukannya menjual baju dan meningkatkan penjualan, tapi malah melawan VVIP sekarang. Apa kalian ingin menariknya (mencelakai) tn. Yang?!” lanjut Fang Jie. “Masalah ini hanya bisa di selesaikan, jika SPG ini bersedia meminta maaf. Tapi, kau tidak mau, kau mau masalah ini di perbesar hingga yang lainnya di pecat? Baru kau bisa puas, hah?!”
“Aku yang akan minta maaf,” ujar Ke Ai tiba-tiba. “Ketua benar. Jika SPG bisa menyelesaikan masalah ini dengan minta maaf, kenapa kita harus memperbesar masalah ini hingga mempengaruhi yang lainnya? Aku adalah manager sementara INDEX. Aku yang akan bertanggung jawab."
Semua jelas terkejut dengan keputusan Ke Ai. Tapi, Fang Jie jelas senang dengan keputusan Ke Ai. Fang Jie menyuruh Ke Ai untuk membawa anggotanya itu minta maaf kepada VVIP tersebut, dan jika VVIP tersebut tidak terima, maka Ke Ai harus berhenti dari posisinya.
“Ingat! Kau yang harus menyelesaikan masalah ini! Aku tidak akan membiarkan siapapun mempengaruhi masa depan tn. Yang!” tegas Fang Jie sebelum pergi.
Xiang Yin langsung menepuk pundak Ke Ai. “Li Xiao Tian. Hari ini Chang Ke Ai menerima denda karena papan nama INDEX melewati batas. Sekarang, karena dia menjadi manager sementara, dia harus meminta maaf kepada pelanggan yang memberikan komplain. Apa kau pikir dia pantas menerimanya?”
Xiao Tian menangis. Menyadari kesalahannya. Ke Ai mengatakan kalau tidak masalah. Xiang Yin menyemangati mereka untuk meminta maaf bersama kepada klien VVIP tersebut.
--
Sementara itu, Zi Hao dan Li Jian sedang berada di ruangan pengawas CCTV. Mereka melihat rekaman wanita pencuri tersebut. Di rekaman tersebut, terlihat wanita itu masuk ke dalam toilet. Dan hal itu membuat Zi Hao curiga, karena wanita itu berulang kali ke toilet. Dan seperti yang di ketahui, di toilet tidak terpasang CCTV.
“Maksudmu, dia mungkin langsung ke toilet. Lalu, dia menyembunyikan bajunya di tas-nya sebelum keluar. Dengan cara itu, dia terus mencuri baju satu demi satu,” simpul Li Jian.
“Hari ini, berapa banyak toko yan melaporkan situasi sejenis ini?” tanya Zi Hao pada satpam.
“Hingga sekarang, ada tujuh toko yang melaporkan kalau terjadi pencurian baju di toko mereka. Tidak hanya departemen pakaian wanita, dia juga mencuri barang peralatan rumah. Tapi, tidak ada bukti kalau dia mencurinya.”
“Dia sangat pintar. Dia pasti punya kebiasaan mencuri,” ujar Li Jian.
Dan Zi Hao langsung teringat laporan Ke Ai padanya tadi mengenai ada seorang wanita bertingkah seperti pencuri. Tapi saat di kejar, wanita itu menghilang.
“Tapi, kita juga tidak punya bukti. Bahkan jika kita menangkapnya, kita tidak bisa menuntutnya,” lanjut Li Jian.


2 comments: