Tuesday, March 19, 2019

Sinopsis J-Drama : I Give My First Love To You Episode 5 - part 2

0 comments


Network : TV Asahi

Ibu Mayu berlari dengan tergesa- gesa, dan ketika dia melihat Ayah dia langsung menanyakan mengenai keadaan Mayu. Dan Ayah menjawab bahwa Mayu hanya mengalami luka ringan, tapi saat ini dia sedang melakukan pemeriksaan lanjutan. Mengetahui itu, Ibu merasa sedikit lega.


“Syukurlah. Kalian berdua baik- baik saja,” kata Ritsu yang datang menjenguk Kou. Tapi ketika Ritsu mengatakan itu, Kou sama sekali tidak memberikan reaksi. Jadi Ritsu mengira bahwa tampaknya Kou sedang ingin sendirian, maka dia pun berniat menemui Takuma saja.



“Biarkan saja mereka berdua,” kata Kou. Dan Ritsu merasa bingung. “Karena mereka baik- baik saja,” jelas Kou sambil tersenyum.


Didalam kamar rawat. Dalam keadaan gelap, Mayu berbaring di pangkuan Kou, dan dia menanyakan kenapa orang harus mati. Mendengar itu, Takuma teringat akan Teru, dan dia menjawab bahwa dia juga tidak tahu.



Ibu Mayu datang. Melihat itu, maka Mayu pun langsung berdiri dari pangkuan Kou. Dan Kou juga langsung berdiri untuk menyapa Ibu. Dengan lega Ibu memeluk Mayu, dan Mayu pun balas memeluknya. Kemudian Mayu meminta maaf karena telah membuat Ibu cemas.



“Dia siapa?” tanya Ibu, ketika menyadari keberadaan Takuma disana.

“Nama saya Kakinouchi Takuma. Saya sering dirawat oleh Pak Taneda. Saya sudah dijaga Mayu sejak kami masih kecil,” jelas Takuma, memperkenalkan dirinya. Karena ini pertama kalinya bertemu dengan Ibu Mayu.


Ibu mengenali Takuma, karena sering mendengar namanya. Dan Takuma langsung mengakui bahwa dia mengidap sebuah penyakit, jadi kapan saja dia bisa meninggal. Tapi dia menyukai Mayu. Mendengar itu, Ibu merasa sedikit terkejut.

“Kalian pacaran?” tanya Ibu. Dan Takuma mengiyakan. Lalu Ibu tertawa, karena ketika kaget dia memang suka tertawa.

Malam hari. Ibu membahas mengenai Takuma serta Mayu kepada Ayah. Dan Ayah mengatakan walaupun dia tidak tahu status hubungan mereka berdua, tapi dia merasa Takuma serta Mayu adalah teman yang sangat akrab.

“Sejujurnya, aku sedikit menentang. Soalnya, Takuma itu mengidap penyakit, kan?” tanya Ibu.

“Sekarang, kami sedang mengupayakan transplantasi jantung. Dia punya harapan,” jelas Ayah. Dan Ibu menanyakan berapa persen kemungkinan nya. Tapi Ayah tidak bisa menjawab.



Ibu merasa sangat cemas, bagaimana Mayu nantinya jika terjadi hal yang buruk kepada Takuma, yaitu Takuma meninggal. Dan dengan tegas, Ayah menegur agar Ibu tidak berbicara seperti itu, lalu dia menjelaskan bahwa Takuma adalah anak yang baik dan penurut, jadi sekarang pasti Takuma lah yang paling memikirkan tentang Mayu.


Takuma meminum obatnya.



Hari festival sekolah. Kelas Mayu membuka café bertemakan Of The Dead. Murid wanita bertugas menjadi maid. Dan murid Pria bertugas menjadi pembuat makanan dan minumannya.

Hubungan antara Takuma serta Mayu sudah membaik, dan mereka menjadi sangat dekat. Terkadang mereka berdua masih sering berdebat. Dan juga mereka berdua sering bermain- main serta bercanda berdua. Melihat kelakuan mereka berdua yang tampak sangat manis dan akur itu, Ritsu serta Yuiko pun turut merasa berbahagia untuk mereka.


Kou datang bersama kedua temannya ke sekolah. Kou datang untuk menanyakan kesehatan Mayu serta meminta maaf. Dan Mayu menjawab bahwa dia baik- baik saja, lalu mengenai kecelakaan itu, dia sama sekali tidak ada menyalahkan Kou.

Setelah kunjungan sesaat itu, Kou dan temannya pun pamit mau pergi. Kou tampak sedikit sedih karena Mayu memanggilnya ‘senpai’ dan Mayu tampak baik- baik saja bersama dengan Takuma saat itni.


Mayu mengejar dan memanggil Kou. Dia meminta maaf kepada Kou. Dan tanpa perlu Mayu mengatakan apapun, Kou mengerti sendiri dan mengatakan bahwa tidak apa.



“Jangan membuat Tuan Putri menangis. Selamanya, loh,” kata Kou dengan tegas mengingatkan Takuma. Dan Takuma pun mengiyakan. Lalu Kou pun pergi.


Dirumah sakit. Takuma melakukan pemeriksaan seperti biasa, dan hasilnya baik. Tapi Ayah Mayu mengingatkan bahwa saat keadaan jantung Takuma memburuk, maka mereka akan memasuki fase yang sulit. Jadi sampai transplatansi tiba, Takuma harus mempertahankan kesehatan jantungnya. Dan Takuma pun mengiyakan.



“Mungkin saja kamu akan merasa sesak saat melakukan hal yang sama seperti sebelumnya. Saat itu terjadi, banyak- banyaklah istirahat,” kata Ayah mengingatkan.



Makan malam. Ayah Takuma membahas bahwa jika nanti nya penyakit Takuma sudah sembuh, maka dia ingin mereka sekeluarga pergi liburan ke luar negeri. Dan Ibu mengiyakan dengan senang, dia mengatakan bahwa dia ingin pergi liburan ke kanada untuk melihat aurora.


Ayah dan Ibu selalu mencemaskan dan mengurusiku.

Flash back

Dirumah sakit. Takuma melawan serta memberontak ketika para perawat mau memasangkan berbagai macam alat serta selang ditubuhnya, karena dia merasa sangat risih dan sulit untuk bergerak bebas.



Lalu setelah semua selesai, Takuma mengatakan bahwa dia ingin pipis, dan Ibu menyuruhnya untuk pipis saja karena saat ini Takuma sedang memakai popok. Tapi Takuma bersikap keras kepala, dia tidak mau, dan mengatakan bahwa kalau begitu Ibu juga harus pipis di popok dan minta gantinya sama perawat.

“Maaf, ya. Telah berkata seenaknya,” kata Ibu. Dan Takuma memalingkan wajah, tidak mau memandang Ibu.

“Tolong ganti popoku,” kata Takuma. Dan Ayah pun membantu nya, karena mereka berdua sama- sama pria. Sementara Ibu keluar dari dalam kamar.



“Maaf, telah membuatmu mengalami hal memilukan. Maaf, ya, karena kamu tidak terlahir dalam keadaan yang sehat,” kata Ayah. Ketika menggantikan popoknya. Dan disaat itu, Takuma melihat Ibu yang tampak sedih berdiri di luar kamar.

Flash back end

Diapatermen Yumi. Kedua teman Kou membantu memasak disana, sementara Kou sendiri dia hanya duduk dan menunggu makanannya jadi. Dan karena tidak ada kunyit di apatermen Yumi, maka kedua teman Kou pun pergi untuk membelinya.



“Jangan tidur di kediaman orang,” tegur Yumi, karena Kou tidur di sofanya. “Hei. Ada apa?” tanya Yumi, ketika merasa Kou bersikap sedikit aneh. “Kamu ditolak sama Tuan Putri?” tebak Yumi.

“Bagaimana kamu bisa tahu?”

“Kalau begitu… sukailah aku,” kata Yumi.




Kou menarik Yumi ke sofa dan memandanginnya, tapi dia tidak merasakan apapun, jadi dia pun berdiri dan menjauh dari Yumi. “Sudah hentikan saja ini,” kata Kou. Dan Yumi tampak seperti sedih serta kecewa.

No comments:

Post a Comment