Tuesday, March 26, 2019

Sinopsis Lakorn : Krong Karm Episode 1 - part 9

1 comments

Krong Karm Episode 1 – part 9
Network : Channel 3

Yoi pergi ke pasar, dan menagih hutang dari orang- orang yang meminjam padanya. Disana dengan bangga Yoi memberitahu kan kepada mereka tentang pernikahan anaknya, dan dia menyuruh agar mereka menyiapkan uang kalau mau pergi ke pernikahan anaknya.

“E’Yoi! Pelit! Kamu pantas memiliki menantu wanita panggilan,” komentar salah satu penghutang, ketika Yoi telah pergi dari tempat nya.

Renu memperbaiki sedikit bagian rumah sendirian. Lalu setelah itu, dia membersihkan peralatan dapur bekas yang di dapatnya.


Malam hari. Yoi mengurut- urut kakinya sendiri sambil mengeluh. Dia telah berjalan sepanjang hari untuk menagih hutang, tapi dia hanya mendapatkan sedikit, dan malah badannya yang capek sendiri sekarang.

“Beberapa orang miskin. Kita harus bersimpati dengan mereka terkadang,” kata Ayah.

“Kita menghabiskan banyak uang untuk pernikahan Atong. Aku harus cepat mengumpulkan uang,” balas Yoi.



Yoi kemudian teringat kalau dia harus menulis nama undangan, dan ketika teringat itu, dia langsung mengeluh. Karena jika dia memberikan satu undangan saja, maka semua orang akan datang ke pesta dengan satu keluarga banyak.

“Berhentilah. Istirahatlah sekarang. Lalukan itu besok,” nasihat Ayah.

Yoi lalu mengeluhkan tentang Chai yang telah membuat masalah sebanyak ini terjadi. Dan Ayah pun menasehati agar Yoi tidak perlu terlalu bersikap begitu, karena Renu bukanlah wanita jahat menurut nya. Tapi Yoi tetap tidak mau menerima Renu.


Dini hari. Renu membuat berbagai macam dessert sendirian.



Asa membawa kue yang Renu buat ke rumah, dan meletakannya diatas meja makan. Lalu tanpa mengetahui siapa yang membuatnya, Yoi pun mencoba dessert itu. Dan setelah memakannya, dia merasa takjub sendiri, karena dessert kelapa itu sangat enak sekali. Mendengar itu, Boonplook tersenyum.

Renu membawa dessert buatannya ke pasar, dan membagikannya ke orang- orang disana untuk dicoba. Dan jika menurut mereka enak, Renu meminta mereka untuk menghubungin dan membeli darinya.



Si Penjual, teman dekat Renu, ketika dia merasakan betapa enaknya dessert buatan Renu, dia langsung memuji Renu. Dan Renu pun menjadi semakin semangat untuk menjualnya nanti. Namun si Penjual mengingatkan Renu bahwa Yoi pasti akan sangat marah kepada Renu nantinya.



Malam hari. Ketika makan malam, Yoi menanyakan dimana Asa membeli dessert seenak itu tadi pagi, karena dia sangat menyukai dessert itu. Dan tanpa menjawab siapa yang membuatnya, Asa mengatakan bahwa dia akan membelikan dessert itu lagi.


Ayah serta Atong tersenyum mendengar itu, tampak nya mereka tahu siapa yang membuatnya juga. Tapi mereka juga sengaja, tidak mau memberitahu kepada Yoi siapa yang membuatnya.

“Jika dia bisa membuat banyak dessert. Kita bisa mendukungnya untuk melayani tamu di pernikahan Atong. Orang berbakat seperti ini, kita harus mendukungnya, kan?” kata Yoi. Dan semuanya mengiyakan.



Dini hari. Renu memasak membuat dessert yang baru. Lalu setelah itu dia mendadanin dirinya sendiri di depan cermin.



Pagi hari. Ketika bertemu dengan Renu yang berdandan sangat cantik sekali sambil memikul barang dagangan, Asa memujinya. Lalu Asa mengatakan bahwa dia mau membeli 10 dessert, tapi Renu menjawab bahwa itu tidak perlu, karena dia telah mempersiapkannya untuk Asa serta Ayah di atas meja, dan dia tidak mau menerima uang bayaran dari Asa.

“Semoga beruntung ya, sor!” kata Asa, menyemangati Renu.



Asa membawa pulang berbagai dessert buatan Renu ke rumah, dan dia menyuapi Ibu untuk mencoba semuanya. Dan walaupun heran, kenapa Asa tiba- tiba memaksanya, Yoi tetap memakan dan mencobai dessert itu. Dan hasilnya, Yoi merasa sangat puas memakan dessert tersebut, karena semua nya enak.



“Beritahu aku, kamu pasti telah menemukan gadis yang membuat ini kan? Kamu begitu memaksa untuk aku mencobanya. Akuilah! Siapa?” tanya Yoi.

“Bukan seperti itu, ma. Aku pergi, aku lebih baik pergi sekarang. Makan ini ya. Aku pergi,” kata Asa, pamit dan lalu dia pergi.


Dessert buatan Renu sangat laku terjual di pasar. Banyak orang yang menyukainya.



Si penjual datang ke toko Yoi untuk membeli barang, dan ketika dia melihat Yoi yang sedang menikmati dessert  buatan Renu, dia langsung tersenyum. “Apa dessert Renu begitu enak?” tanyanya. Dan Yoi langsung berhenti makan.

1 comment: