Tuesday, March 26, 2019

Sinopsis Lakorn : Krong Karm Episode 1 - part 6

1 comments

Krong Karm Episode 1 – part 6
Network : Channel 3


Atong mengikuti Yoi pulang. Dan di perjalanan mereka bertemu dengan kenalan yang mengenal Atong sebagai seorang biksu yang datang ke rumahnya untuk memberikan berkat. Yoi lalu menjelaskan kepada mereka, mengenai Atong yang sudah berhenti menjadi biksu mulai hari ini, dan akan mengikutinya pulang, karena sebentar lagi Atong akan menikah.


Jantra yang awal nya tersenyum terus, ketika mendengar bahwa Atong akan menikah, wajah nya langsung berubah cemberut dan tampak kecewa.



Di rumah. Jantra melipat kertas dengan tatapan kosong, dan melihat itu Nenek mengomentarinya. “Kamu harusnya sadar bahwa kamu bukan soulmate nya, Ajantra. Dan aku pikir itu bagus, kamu dan Atong tidak di takdirkan bersama.”

“Bagian mana yang bagus, Ama?” tanya Jantra, tidak semangat.

“Gadis baik seperti mu tidak akan pernah cocok dengan Ibu mertua seperti Yoi. Persiapkanlah dirimu sendiri dengan baik, tidak lama lagi, seseorang akan menyadari harga mu,” jelas Ama. Dan Jantra pun mengiyakan.


Ketika sedang membersihkan rumah, Renu menenumakan setumpuk peralatan memasak yang sudah tidak di gunakan lagi, tapi masih dalam keadaan yang lumayan baik. Dan dengan senang dia pun langsung bertanya punya siapa barang itu kepada Chai. Dan Chai pun menjelaskan bahwa barang itu milik istri pekerjanya dulu, karena istri pekerja itu menjual desserts.

“Jika kamu pergi ke camp, aku akan membuat dan menjual dessert. Apa itu bagus?” tanya Renu dengan bersemangat. Dan Chai diam, dia memberikan tatapan tidak yakin bahwa Renu bisa membuat berbagai macam dessert.



“Kamu mungkin tidak tahu. Ketika aku muda, Ibu ku membuat dan menjual dessert di pasar dekat rumah kami. Ibu ku bisa membuat macam- macam dessert. Aku yang membantunya, dan menjual nya di pasar dengannya,” jelas Renu.

“Apa kamu bisa melakukannya sendiri? Tanpa pertolongan,” tanya Chai, masih tidak yakin. Dan dengan percaya diri, Renu mengatakan bahwa dia bisa.



Chai lalu mengomentari bahwa menjual dessert hanya akan menghasilkan sedikit uang saja. Tapi Renu tidak keberatan, karena walaupun sedikit, tapi itu masih uang. Dan jika mereka menyimpan uang itu, maka itu akan menjadi besar nantinya. Dan akhirnya, Chai pun menyetujui keinginan Renu yang tampak sangat mengingin kan itu.


Boonplook masuk ke dalam kamar Atong tanpa mengetuk. Dia datang untuk memberikan ice coffee dan air. Lalu setelah itu, Boonplook menanyakan dengan siapa Atong menikah, dan Atong pun memberitahu nya.

“Bisakah kamu tidak menikah?” tanya Boonplook.


Yoi datang ke kamar Atong, dan ketika melihat Boonplook disana, dia langsung memarahi Boonplook. Dan Atong pun segera membantu Boonplook dalam beralasan, dia menjelaskan bahwa Boonplook datang untuk mengantarkan minuman. Lalu setelah itu, Boonplook pun pamit pergi.

“Besok. Kamu pergilah ke toko pakaian, dan ambil setelan mu untuk acara pernikahan. Suruh mereka untuk segera menyelesaikannya tepat waktu. Jika ada banyak antrian, minta mereka untuk percepat. Dan bayar lebih pada mereka. Kamu mengerti?” tanya Yoi. Dan Atong mengiyakan. Lalu Yoi keluar dari dalam kamar.


Boonplook mengeluh kan kekesalanya kepada Pom, karena dia tidak mengerti kenapa Atong harus menikah dengan Philai. Tapi Pom tidak mau ikut campur, karena itu adalah urusan boss mereka, dan sebagai pekerja mereka hanya harus bekerja dengan sabar.

Yoi memanggil Pom untuk mengikutinya, jadi Pom pun meninggalkan toko kepada Boonplook untuk dijaga. Lalu dia pergi mengikuti Yoi.


Di rumah kecil. Yoi menyuruh Pom mencari sesuatu untuk membuka kunci rumah secara paksa. Dan Pom menyarankan agar mereka menunggu Chai pulang saja dulu, tapi Yoi tidak mau. Jadi Pom pun menurut.



Yoi masuk ke dalam rumah, tanpa melepaskan sepatunya. Dan melihat itu, Pom berkomentar kenapa Yoi tidak melepaskan sepatu, karena tampaknya lantai rumah itu sudah di bersihkan sangat mengkilap. Tapi Yoi tidak peduli.

“Terakhir aku kesini membawa barang, kondisinya tidak seperti ini,” kata Pom melihat isi rumah yang sangat rapi dan bersih.

“Diam! Palingan dia menyuruh anak ku untuk melakukannya,” balas Yoi, sinis.


Ketika pulang ke rumah, Chai merasa sangat marah kepada Pom, karena Pom mengeluarkan semua barangnya. Dan Pom pun meminta maaf, karena dia hanya menuruti perintah dari Yoi.

“Iblis, setan. Rendahan, kotor. Pom! Bawa semua nya keluar. Rumahku bukan rumah pelacuran!” teriak Yoi memanggil Pom. Lalu dia melemparkan semua barang milik Chai dan Renu.



Renu merasa marah, dan ingin menyerang Yoi. Tapi Chai menahannya.

1 comment: