Sunday, March 24, 2019

Sinopsis Lakorn : Wolf (2019) Ep 5 - 1

0 comments
Network: GMM One

Ryo : Misi 2. Macau. Berikan ciuman pertama mu kepada target.

Ryo membantu mengangkat kan barang paling ringan milik si Wanita, karena ketika dia mau membantu mengangkatkan barang yang paling berat, si Wanita melarangnya dan mengangkat nya sendiri.  Lalu mereka pun berjalan bersama sambil mengobrol.


Si Wanita memberikan kartu namanya. Si Wanita merupakan Vlogger, yang sering menvlog kan kehidupan sehari- hari, dan dia berasal dari Hoshimin, Vietnam.



Ryo melakukan video chat dengan ketiga temannya. Dengan bangga Ryo mengatakan kepada para temannya bahwa dia datang ke Macau untuk melakukan sesuatu yang besar, dan mereka tidak perlu tahu apa. Kemudian setelah itu, Ryo mematikan sambungan video chat nya.



Ryo memperhatikan kartu nama si Wanita. Lalu dia mengambil hape nya, dan memasukan alamat URL vlogger milik si Wanita. Ryo menonton beberapa video vlog yang di sebarkan si Wanita itu di internet. Kemudian Vlog pun teringat sesuatu.

Flash back



Ryo bersikap sombong dan seolah pro di hadapan teman- temannya. Dia memberitahu mereka kalau ada sebuah ciuman yang bernama ciuman Eskimo, ciuman itu memiringkan salah satu hidung ditekan ke hidung lainnya. Lalu ketika mau ciuman, mereka harus melakukannya di tempat yang tepat, gadis yang tepat, dan waktu yang tepat. Itu saja syarat dalam berciuman.

“Mengapa kamu tahu tentang ini?” tanya salah satu teman Ryo.

“Tidakkah kamu mengenalku? Aku benci sombong sebenarnya. Gadis yang aku cium. Tidak akan bisa melupakanku,” kata Ryo, dengan sikap penuh percaya diri.

Flash back end
Ryo menggaruk kepalanya. Dia merasa sangat kebingungan.



Don : Misi 2. Hoi An. Tinggal dengan target tidak lebih dari 10m selama 7 hari dan tidak bersentuhan.

Malam hari, sebelum tidur. Demi menenangkan diri dari hawa nafsu nya sendiri, maka Don pun bermain bola serta mencium bunga, juga dia menghindari bertatapan dengan Haya yang berada di atas tempat tidur.

Kemudian setelah Haya tidur, maka Don pun langsung menghela nafas lega, berbaring dan tidur juga. Tampak dari balik selimut, anu Don yang berdiri tegap.

Pagi hari. Don bangun dan berteriak keras, sebelum tangan Haya sempat menyentuh dirinya. “Sekalipun aku tidak menyentuhmu. Jadi kamu juga tidak boleh menyentuhku. Aku mohon,” pinta Don dengan sangat.

“Baiklah. Lalu bagaimana jika aku menyentuhmu dengan ini?” tanya Haya sambil menunjukan sebuah penggaruk punggung. Dan Don setuju.


Don duduk menonton Haya serta temannya yang sedang latihan menari. Lalu ketika mereka sudah selesai latihan dan sedang beristirahat, mereka mendekati Don dan mengajak Don mengobrol sambil menyentuh Don.

Melihat Don yang sama sekali tidak tampak risih di sentuh temannya, Haya merasa heran. Karena setahunya selama ini, Don selalu berteriak histeris, ketika dia mau menyentuhnya.

Malam hari. Di dekat laut. Don dan Haya duduk bersama. Don meminta maaf karena telah membuat para teman Haya salah paham bahwa dia adalah pacar Haya. Tapi Haya sama sekali tidak masalah, karena dia berpikir Don adalah gay. Dan Don berseru terkejut.


“Kamu tidak mau menyentuhku. Dan kamu tidak ingin aku menyentuhmu sama sekali,” jelas Haya.

“Ayolah, kamu tahu aku normal. Kamu tahu itu kan?” balas Don, membela dirinya. Tapi Haya kesulitan untuk percaya.
Don kemudian menjelaskan tentang dirinya sendiri, dia menceritakan bahwa selama ini dia tidak pernah meninggalkan gadis tanpa menyentuhnya sekalipun. Dan Haya adalah orang pertama yang belum di sentuhnya dalam jangka waktu lama.

“Apakah aku harus bahagia untuk ini?” tanya Haya sambil tertawa.
 Don membuka kameranya, dan Haya mendekat untuk melihat hasil foto Don. Tapi Don langsung terkesiap dan menghindar. Lalu Haya pun menanyakan apa bisa dia melihat hasil foto Don, dan Don pun mengizinkannya, tapi dia sedikit agak menjauh kan badannya agar tidak bersentuhan dengan Haya.


Haya memuji hasil foto Don yang sangat bagus seperti profesional. Dan Don menceritakan mimpinya, suatu hari nanti dia ingin fotonya ada di majalah internasional. Mendengar  itu, Haya ikut menceritakan mimpinya, suatu hari nanti dia mau mempunyai rumah kecil di Hoi An. Haya merasa optimis bila dia terus bekerja keras, maka mimpi itu akan terwujud.

“Kamu sangat keren. Kamu gadis paling tangguh yang pernah aku temui,” puji Don, kagum.

Don berjalan pulang bersama Haya. Ketika melewati jalanan besar dan harus menyebrang, Haya mengulurkan tangannya. Tapi Don sama sekali tidak mau menyentuhnya. Jadi Haya pun memegang topi dan mengulurkan topi itu, dan Don ikut memegangnya juga. Lalu mereka menyebrangin jalan bersama.


Pagi hari. Haya membangunkan Don, dengan cara menyentuhnya menggunakan penggaruk punggung. Dan ketika Don terbangun, dia langsung berpura- pura tidur, lalu bersikap seolah dia baru saja terbangun. Kemudian setelah itu, dia bermain- main dengan menyentuh Don berkali- kali menggunakan penggaruk punggung.

Don mengikuti Haya yang bekerja sebagai pemandu turis. Dan selama Haya bekerja, Don teruse memotretnya.


Ryo : Misi 2. Macau. Berikan ciuman pertamamu kepada target.

Si Wanita telah menunggu Ryo di lobby hotel, dan ketika akhirnya Ryo datang, dia langsung menyapa Ryo serta mengajaknya untuk ikut membuat Vlog makanan jajanan. Dan Ryo tersenyum, mendengar ajakan itu.


Selama si Wanita merekam dirinya sendiri dalam membuat Vlog, Ryo selalu berdiri di belakangnya dan bersikap manis.


Jalan- jalan membuat Vlog terus berlanjut. Ryo pergi ke berbagai tempat, dan memperkenalkan tempat- tempat yang mereka lewati. Dan si Wanita merekam kegiatan Ryo itu menggunakan kameranya. Lalu mereka juga ada bermain bola bersama, dan saat itu,  Ryo sama sekali tidak menyangka bahwa si Wanita sangat hebat dalam bermain bola kaki.



Makan siang, direstoran dimsum. Disana Ryo sibuk memperhatikan bibir si Wanita selama mereka makan. Karena dia masih kepikiran harus bagaimana dalam menyelesaikan misinya. Lalu setelah selesai makan, mereka mengobrol bersama.


Ryo menanyakan tentang pacar si Wanita, dan ternyata jawabannya adalah… si Wanita itu masih single. Dan mengetahui itu, Ryo langsung tersenyum senang.


Malam hari. Ryo dan si Wanita berjalan di jalanan yang bernama jalan cinta. Si wanita menjelaskan bahwa ada banyak sekali pasangan yang datang ke sini dan mengambil foto prewedding di tempat ini. Salah satu contohnya, si Wanita menunjuk ke arah pasangan mesra yang sedang berciuman. Dan melihat itu, Ryo tersenyum lebar.

Ryo membaca sekali lagi misi yang diberikan Wolf kepadanya. Lalu dia mendekati si Wanita yang sedang sibuk memotret. “Kita bersama di jalan cinta? Itu artinya kita adalah pasangan? Benar?” tanya Ryo sambil mendekatkan wajahnya secara agresif.

“Apakah ada sesuatu dimukaku?” tanya si wantia salah paham.


Ryo menanyakan apa si wanita ada menggunakan make- up, karena ada kotoran disana. Dan si Wanita langsung menyentuh wajahnya sendiri, lalu dia menjelaskan bahwa itu mungkin karena dia terlalu banyak menggunakan masker promo.

“Kamu punya lebih banyak dari aku. Itu tidak seperti kamu tanpa make up,” kata Ryo sambil mendekatkan wajahnya lebih dekat, lebih dekat, dan lebih dekat lagi secara perlahan.

No comments:

Post a Comment