Sunday, March 24, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 04 – 1

1 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 04 – 1
Images by : SET TV , TTV, iQiyi

“Siapa yang bilang?!” ujar Ke Ai dan Zi Hao bersamaan dengan kesal. Eh, tapi mereka malah kaget sendiri karena bisa kompak gitu.
“Siapa yang bilang kami tidak bisa (mencapai penjualan NTD 50juta per bulan)?” tanya Zi Hao.
“Kami tidak seburuk itu. NTD 50juta? Apa itu sangat banyak? Kami bisa mengadakan event dan promo untuk mencapai hal tersebut,” timpal Ke Ai.
“NTD 50 juta itu bukan apa-apa. Hua Li Dept. store terletak di lokasi yang bagus. Dekat dengan pasar dan banyak orang yang tinggal dan bekerja di sekitar Hua Li. Dan banyak juga brand di mall kami. Tentu saja kami dapat mencapai hal itu.”
“Benar. Kami hanya belum menunjukkan kemampuan kami saja, jadi orang lain memandang kami remeh. Tidak hanya 50juta, jika kami lebih serius, kami bisa mencapai 2 kali lipat dari NTD 50juta,” ujar Ke Ai menggebu-gebu.
Zi Hao senang juga mendengar ucapan Ke Ai. Mereka saling melirik. tn. Jiang cukup kaget mendengar ucapan mereka.
“Okay, kalau gitu sudah di putuskan. Kau punya hobi yang sama denganku, surfing. Kau juga berdedikasi hingga datang mencariku. Aku suka padamu. Hanya satu hal, bulan depan, jika pendapatan kalian mencapai NTD 50juta, aku akan menandatangani kontrak kerja sama denganmu. Jika pendapatan tidak mencapai NTD 50juta, tolong jangan ganggu aku dengan masalah ini lagi.”
“Tidak masalah. Bulan depan, kau akan melihat kalau Hua Li dept. store bagian departemen pakaian wanita akan mencapai penjualan NTD 50juta. Dan tolong jaga janji Anda, tn. Jiang dan menandatangani kontrak dengan kami.”


tn. Jiang setuju. Dia bersalaman dengan Zi Hao. Dan bahkan meminta Xiao Gang untuk menjadi saksi perjanjian mereka. tn. Jiang juga mengulurkan tangan untuk berjabat tangan dengan Ke Ai, dan Ke Ai menyambutnya.
Setelah Xiao Gang mengantarkan tn. Jiang, Ke Ai dan Zi Hao baru mengeluh. Bagaimana bisa mencapai penjualan NTD 50juta dalam sebulan? Target itu sangat besar. Mereka tampak menyesal telah omong besar.
“Mari lakukan yang terbaik!” teriak Zi Hao.
“Ini hanya NTD 50juta,” lanjut Ke Ai.
Mereka saling berteriak menyemangati diri masing-masing. Dan kemudian saling menatap dan tersenyum manis.
--

Li Jian yang sedang di kantor menerima telepon dari Zi Hao. Dia tampak senang dengan kabar Zi Hao dan berkata akan segera melakukannya. Setelah itu, Li Jian langsung menelpon ke bagian perencanaan dan meminta mereka mengirimkan copy dari acara yang akan di adakan oleh departemen pakaian wanita secara detail. Kemudian, Li Jian menelpon departemen keuangan dan meminta di kirimkan analisis keuangan yang akan di adakan oleh departemen pakaian wanita dan juga grafik pertumbuhan penjualan mereka.
Setelah itu, di umumkan pengumuman agar semua pekerja di departemen pakaian wanita untuk berkumpul di koridor. Semua langsung melakukan instruksi tersebut.
“Semuanya, aku akan mengumumkan berita bagus. Baru saja, kita berhasil berbicara dengan tn. Jiang dari DK group. tn. Jiang berjanji bahwa jika kita bisa mencapai target penjualan bulan depan, dia akan membawa 3 brand yang dia tangani untuk bergabung dengan Hua Li dept. store. Jadi, siapa yang akan mendapatkan keuntungan dari hal ini? itu adalah setiap orang yang bekerja di departemen pakaian wanita,” umumkan Li Jian. Dan semua langsung bertepuk tangan dengan senang. “Sekarang, sambutlah kepala dari departemen pakaian wanita, Tn. Yang!”
Zi Hao muncul dan semua langsung bertepuk tangan. Ke Ai sendiri mengikuti dari belakang dan langsung ikut berbaris.

“Sejak aku mengambil alih departemen ini, ini adalah kali pertama aku mengumpulkan semuanya. Aku ingin memberitahu kalian semau, kalian dapat mencapai target yang telah tn. Jiang tetapkan. Kita bisa membawa kemenangan untuk departemen pakaian wanita dan Hua Li dept. store. Bersama, kita akan bisa membuat hidup berbeda di Hua Li!” ujar Zi Hao. Dan semua langsung berteriak mendukungnya. “Karena ini masih jam kerja, aku akan menghentikan pertemuan ini. Semuanya, semangat!”
Zi Hao kemudian memerintahkan Li Jian untuk segera mengumpulkan semua manager terkait dan supervisor setiap lantai untuk membentu pasukan khusus. Li Jian mengiyakan.
Zi Hao menghampiri Yan Yan (selama ini aku kira namanya Ying Ying, ternyata Yan Yan. Sorry !) dan berkata kalau dia juga bisa ikut bergabung.

“Kita akan membentuk team marketing untuk departemen pakaian wanita. Kau kuliah bisnis administrasi, kan? Kau bisa memberikan pendapat profesional mengenai managing brands. Kau juga akan di tempatkan untuk penjualan lantai dua.”
“Tidak masalah, wakil presiden,” sanggupi Yan Yan.
Dan untuk menambah semangat, Zi Hao berkata akan memberikan bonus jika target tercapai.
Setelah pertemuan tersebut, para pegawai wanita langsung heboh memuji Zi Hao yang sangat tampan dan keren tadi. Trio pekerja bahkan berkata akan menjadi fans Zi Hao sekarang. Tapi, untuk mencapai penjualan NTD 50 juta per bulan, itu sedikit sulit.
Ke Ai sendiri melihat ponselnya yang mendapat undangan untuk bergabung di SUN Fanclub. Ke Ai jelas heran, club apa itu? Ddia hendak menolak undangan tersebut, tapi Xiao Tian yang melihatnya malah menerima undangan tersebut. Xiao Tian kemudian memberitahu kalau itu adalah fanclub untuk tn. Yang Zi Hao.
Kalau menurut Xiao Tian, itu karena tn. Yang adalah matahari kecil bagi mereka. Bahasa chinese untuk matahari adalah Tae Yang .
Di dalam grup itu terdapat banyak foto Zi Hao. Bukan hanya outdoor tapi juga foto di kolam berenang. Ke Ai sampai speechless harus berkomentar apa, sementara Xiao Tian sangat bersemangat melihat semua foto tersebut.
Yan Yan memberi perintah pada Ke Ai untuk menulis laporan berdasarkan siaran live Ke Ai sebelumnya. Besok, Ke Ai akan ikut dalam rapat pasukan khusus bersamanya.
“Aku?” kaget Ke Ai. Yan Yan mengangguk, dia sudah tampak ramah dengan Ke Ai. “Baiklah.”
Ke Ai kemudian pamit pulang karena dia kan hari ini libur, jadi dia tidak akan bekerja.
--
Di rumah,
Ke Ai sibuk membuat laporan dan memberitahu ibu mengenai kalau penjualan meningkat, bonusnya juga akan meningkat. Ibu tentu senang mendengarnya. Xiao Gang juga ada di sana. Tidak lama, Wen Wen dan tante Li Hua juga datang. Membuat suasana rumah semakin ramai dan ceria.
“Aku minta maaf. Kau memperkenalkanku pada tn. Jiang. Tapi… aku,” ujar Ke Ai pada Xiao Gang.
“Tidak masalah. Tidak peduli walaupun kau masih ingin lanjut bekerja di Hua Li atau bekerja dengan tn. Jiang, selama kau bahagia, aku tidak masalah.”
Mereka saling bercanda. Tetapi, kemudian Xiao Gang bertanya, “Apakah kau tidak suka bekerja dengan tn. Jiang?
“Bukannya tidak suka, hanya saja…”
Dan Ke Ai teringat saat tn. Jiang bertanya dia lulusan darimana. Dan saat tahu dia tidak kuliah dan hanya punya pengalaman berjualan di pasar, tn. Jiang tampak memandangnya remeh. Bahkan saat dia hendak menyalam tangannya, tn. Jiang dengan sengaja menghindar.
Tapi, tentu saja, Ke Ai tidak memberitahu hal itu pada Xiao Gang.
“Aku harap suatu hari, dia bisa melihat kemampuanku bukan karena kau ataupun orang lain.”
“Aku mengerti.”
Tante Li Hua yang memperhatikan Xiao Gang dan Ke Ai dari tadi, berbisik bertanya pada ibu, “Kapan kau akan menjadikan Xiao Gang menjadi menantumu?”
“Xiao Gang sudah seperti putraku. Dia pria yang kasihan. Dia sudah sendiri sejak masih muda. Setelah bertemu kami, dia memperlakukanku seperti aku adalah ibunya and Ke Ai adalah adiknya. Kami seperti keluarga. Mereka adalah saudara. Bagaimana… tidak mungkin. Terlalu rumit. Aku tidak berani memikirkannya.”
“Sudahlah. Berpura-pura tidak mengerti juga lebih baik. Menghindari masalah,” ujar tante Li Hua.
Ke Ai sibuk membuat laporan dan Xiao Gang membantu dengan menyuapi Ke Ai snack.
--

Esok hari,
Semua pekerja sibuk untuk memulai rapat. Dan Zi Hao tampak senang. Sepertinya air yang tenang sudah mulai bergejok lagi, dan tindakannya membawa Chang Ke Ai yang adalah lele, adalah tindakan yang tepat.
--

Sementara itu, di pasar,
Para rentenir kembali mendatangi pasar. Ibu Ke Ai jelas panik dan bertanya untuk apa mereka kemari lagi? tante Li Hua juga langsung menyuruh mereka untuk tidak mengacau. Semua penjual di pasar juga langsung berkerumun untuk membantu ibu Ke Ai.
“Karena semuanya sudah berkumpul di sini, aku akan mengumumkan berita bagus pada semuanya. Mulai dari sekarang, aku adalah kepala baru untuk pasar ini.”
Semua jelas kaget. Para anak buah rentenir langsung bertepuk tangan dan menyuruh para penjual juga bertepuk tangan. Belum cukup sampai di situ, rentenir itu malah mengatakan akan menaikkan sewa tempat sebesar NTD 5000. Semua jelas tidak setuju.
“Satu lagi, beritahu pengacara waktu itu kalau kami masih harus menyelesaikan permasalahan lama dengannya,” ujar rentenir itu dan berbalik pergi.
Semua masih tidak percaya dan kesal dengan pengumuman tersebut.
Pas sekali Xiao Gang datang untuk membawakan plastik untuk toko Ke Ai. Semua langsung memberitahu yang terjadi. Mereka juga memohon agar Xiao Gang membantu mereka.
“Baiklah. Aku akan mengurus masalah ini. Kalian tidak perlu khawatir.  
--
Ke Ai dan Yan Yan berjalan bersama menuju ruang rapat. Mereka saling mengobrol santai.
“Kau harus serius. Rapat nanti akan di hadiri oleh manager setiap departemen. Jadi, mungkin rapat ini akan mengubah karir-mu,” semangati Yan Yan.
Tapi, ketika mau sampai ruang rapat, ponsel Ke Ai malah berbunyi. Yan Yan langsung menegur Ke Ai dan menyuruhnya mematikan ponsel. Ke Ai minta maaf dan minta izin sebentar untuk mengangkat telepon.
Yang menelpon adalah Wen Wen yang memberitahu masalah di pasar. Dan Xiao Gang yang akan pergi menemui Tiger (julukan si rentenir). Ke Ai langsung meminta Wen Wen untuk melarang Xiao Gang pergi. Tapi, Wen Wen malah bilang kalau Xiao Gang sudah pergi. Semua juga pergi.
“Kak Xiao Gang tidak ingin aku memberitahumu hal ini. Aku sedang bersembunyi sekarang untuk memberitahumu. Apa yang harus ku lakukan sekarang?” tanya Wen Wen.

Ke Ai bingung. Saat ini, dia berada di depan ruang rapat. Dan Yan Yan bilang kalau rapat ini mungkin akan mengubah karir-nya. Ke Ai berpikir sejenak.
“Madam, aku minta maaf,” ujar Ke Ai dan pergi.
“Chang Ke Ai! Chang Ke Ai, kau mau kemana? Rapat akan di mulai sebentar lagi!” teriak Yan Yan, panik.

Ke Ai terus berjalan pergi. Dia teringat pertolongan Xiao Gang dan orang-orang pasar selama ini. Dia tidak mungkin berpura-pura tidak tahu yang terjadi.



1 comment: