Monday, April 15, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 3 - part 2

0 comments

Network : iQiyi iQiyi
Game dimulai dari awal kembali. Saat terbangun, dan bertemu dengan Ying Chi yang masuk ke dalam kamarnya. Luo Jing langsung turun dari atas tempat tidur, dan menarik Ying Chi untuk segera pergi ke kota. Lalu setelah itu, di kota, dia memasang papan untuk mencari Xi Que, sebelum Xi Que datang ke pasar untuk mencari nya.



Kemudian ketika Xi Que datang, Luo Jing dengan cepat menarik tangannya untuk pergi. Namun sebelum membawa Xi Que pergi, Luo Jing mengambil gelang mutiara dari Ying Chi terlebih dahulu.


Kali ini, Luo Jing berhasil menang melawan Wu Mei. Dari awal Ronde, Luo Jing sudah berbohong, dengan mengatakan bahwa kedua orang tua Wu Mei datang. Sehingga Wu Mei berbalik dan melihat ke belakang. Lalu dia kembali menginjak kaki Wu Mei, dan setelah itu, dia melarikan diri dari sana.



Malam hari. Xi Que datang lebih cepat ke halaman belakang untuk mengintip Xiu Wen mandi. Dan kali ini dia bertekad untuk jangan sampai pingsan. Tapi sayangnya, ketika dia akan mengintip, ternyata Xiu Wen sudah selesai mandi.

“Kamu bisa mandi lagi,” kata Luo Jing sambil tersenyum padanya. Dan Xiu Wen menatap nya dengan pandangan heran.

Di ruang pertemuan. Sebelum Ayahnya menamparnya, Luo Jing langsung meminta maaf, dan mengatakan bahwa dia akan melakukan yang terbaik di pesta ulang tahun Kaisar, sehingga bisa membanggakan nama keluarga. Serta dia tidak akan mempermalukan nama baik keluarga.


Kemudian setelah itu, dia pun belajar tata krama. Dan kali ini dia bisa melakukannya dengan sangat sempurna, sehingga tidak di pukuli.


Di dalam Istana. Sebelum Yuan Zheng sempat meminta kepada Kaisar supaya menyuruhnya menari. Luo Jing langsung berdiri dan menyela, “Saya tahu hari ini adalah perjamuan ulang tahun Yang mulia. Jadi saya telah mempersiapkan sebuah tarian sebagai hadiah untuk Anda. Saya berharap Anda panjang umur,” kata Luo Jing.


Mendengar itu, Kaisar merasa sangat senang, dan memuji Luo Jing. Kemudian dia mempersilahkan Luo Jing untuk menari. Dan Luo Jing pun mulai memikirkan tarian apa yang harus dilakukannya. Tarian keKaisaran, tarian modern, atau ballet. Setelah selesai berpikir, Luo Jing pun memanggil Admin game, dan mengatakan ‘save’. Dan ting, game berhasil di simpan.


Luo Jing menari kan sebuah tarian modern yang agak sedikit asal- asalan. Atau lebih tepat nya, seperti senam. Sambil bernyanyi dengan bersemangat. “Kiri tiga kali, kanan tiga kali. Gerakan leher mu. Gerakan pantatmu. Tidur cepat, bangun awal, mari kita berlatih bersama- sama. Gerakan tangan mu. Gerakan kaki mu. Sekarang tarik nafas dalam- dalam. Belajar dari tetua, menyanyi dan menari, dan kamu tidak akan pernah menua.”


Kaisar menganggap seperti Luo Jing sedang bermain- main dan menghina nya. Sehingga dia memanggil penjaga untuk memenggal Luo Jing. Dan game over lagi.



Admin game mengingatkan bahwa sekarang Luo Jing sudah menggunakan 2 kehidupan. Dan game pun akan di mulai dari awal lagi, dari bagian terakhir yang Luo Jing save. Mendengar itu, Luo Jing mulai memikirkan apa yang harus dilakukannya, karena dia tidak mau percaya bahwa dia kalah.

“Admin, aku ingin bertukar baju,” kata Luo Jing. Kemudian berbagai macam baju, di tampilkan di layar transparan. Dan Luo Jing pun memilih sebuah baju berwarna hitam, yang menurutnya sangat cocok untuk dikenakan dimoment ini.



Game di mulai. Luo Jing memberikan hormat kepada Kaisar, kemudian dia menjelaskan bahwa dia akan menarikan sebuah tarian yang sedikit unik. Lalu mendengar itu, Si Wan pun menyarankan kepada Kaisar agar Yuan Zheng mendampingin tarian Luo Jing dengan memainkan alat musik. Tapi Luo Jing langsung menolak ide tersebut.



“Terima kasih Kaisar dan Permasuri untuk kebaikan nya. Tapi tidak perlu merepotkan Yang Mulia Yuan Zheng. Lagu untuk tarian ku sedikit rumit. Aku takut kamu tidak akan tau,” sindir Luo Jing.

“Seperti aku ingin perform bersama dengan kamu,” balas Yuan Zheng dengan nada pelan dan sinis.





Luo Jing kemudian mulai menari. Tarian pertamanya, ditarikan dengan sikap tubuh yang sangat gemulai serta lembut. Lalu setelah itu, tarian nya berubah menjadi lebih bersemangat. Baju bagian bawah yang dipakainya sampai terlepas, sehingga menampilkan kaki putihnya.

Yuan Zheng menatap nya dengan pandangan terkejut serta terpana. Fei Yu menatap nya dengan pandangan sangat malu. Kaisar serta Permaisuri menatap nya dengan pandangan tertarik. Dan setelah musik serta tarian selesai, Kaisar bertepuk tangan dan memuji Luo Jing.


Pria yang memainkan musik selama Luo Jing menari, dia maju ke hadapan Kaisar dan memberikan hormatnya. Lalu Kaisar pun memuji nya, karena dia telah memainkan sebuah musik yang bagus, dan juga kepada Luo Jing yang sudah menampilkan sebuah tarian unik dan sulit.


“Yang Mulia, Anda terlalu baik. Bisa menari bagi Yang Mulia adalah sebuah kehormatan untuknya,” kata Fei Yu dengan sopan di hadapan Kaisar.

“Benar. Benar. Semua ini juga berkat permainan luar biasa dari Yang Mulia Jing Yuan. Saya hanya ambil bagian di dalamnya,” tambah Luo Jing dengan sikap rendah diri.

Mendengar itu, Kaisar tertawa. Dan Luo Jing kemudian mengingat semua pelajaran tata krama dari guru killer nya, sehingga dia bisa menari dengan baik barusan.

Saking sakitnya tubuh, bahu, dan pinggangnya. Maka Luo Jing pun melakukan peregangan tubuh. Dan dari sanalah ide tariannya berasal.


Kaisar membangga- bangga kan Chen’er (Jing Yuan), di hadapan Yuan Zheng. Dan Kaisar menasehati agar Yuan Zheng lebih banyak belajar dari Chen’er, jangan hanya terus bermain- main sepanjang waktu. Mendengar itu, Yuan Zheng tidak terima, karena dia merasa seperti Kaisar memandang rendah dirinya.


“Tidak peduli apa yang aku lakukan, itu tidak akan pernah sesuai dengan Yang Mulia Jing Yuan. Kemudian bagaimana bila seperti ini? Berikan aku nama belakang Jing, dan namai Yang mulia dengan nama Zhong,” kata Yuan Zheng, kesal.

“Lancang!” balas Yang Mulia sambil memukul meja dengan keras.

*Zhong dan Jing adalah marga. Lebih jelas nya, Yang mulia Zhong Shi Li adalah Ayah Zhong Yuan Zheng, marga mereka berdua sama, kan. Sementara Jing Yuan, marga nya berbeda, jadi dia hanya sebatas saudara kerajaan saja sebenarnya.

Melihat betapa kasar dan tidak hormat nya sikap Yuan Zheng kepada Yang Mulia Kaisar, Luo Jing menganggap Yuan Zheng sebagai orang yang benar- benar buruk.


Suasana perjamuan menjadi sangat tidak nyaman. Jadi karena itu, Jing Yuang pun membuka suara untuk menenangkan semuanya. “Jika kita membicarakan tentang strategi, maka Yang Mulia Yuan Zheng adalah yang terbaik. Anda terlalu baik,” kata Jing Yuang, merendah.

“Yang Mulia lihat, putri perdana mentri baru saja selesai menari. Dia kelihatannya lelah. Bagaimana bila…” kata Si Wan, menggantung.

“Iya, Iya. Kaki saya terasa kebas semua nya sekarang,” kata Luo Jing, mengerti maksud Si Wan.
 Suasana menjadi baik kembali. Kaisar mempersilahkan Jing Yuan serta Luo Ying untuk kembali duduk di tempat masing- masing. Dan dengan sopan, mereka berdua memberikan hormat kepada Kaisar, sebelum kemudian duduk di tempat masing- masing.

Pangeran Jin Chen ~ Jing Yuan.


Luo Jing duduk di tempat nya sambil terus memandang ke arah Jing Yuan, yang menurutnya tampak sangat tampan. Dan Yuan Zheng melihat hal itu, tapi dia terlalu malas untuk peduli.

Sampai akhirnya, ketika Kaisar mengatakan bahwa dia telah memutuskan untuk memberikan Luo Jing sebagai Istri kepada Yuan Zhen. Barulah mereka berdua bersikap serius. Dan saling menatap satu sama lain dengan tajam.


Dengan sikap sesopan mungkin, Yuan Zheng menolak keputusan Kaisar, dengan alasan bahwa dia tidak cukup baik. Begitu juga dengan, Luo Jing yang menolak keputusan Kaisar, dengan alasan dia tidak cukup berbakat dan baik. Tapi sayangnya, Kaisar tidak mau keputusannya di bantah sama sekali. Jadi akhirnya, Yuan Zheng pun terpaksa mengikuti perintah tersebut.

“Sampai jumpa Yang Mulia,” kata semua orang di dalam ruangan. Ketika Yang Mulia berdiri dari tempat nya, dan pergi meninggalkan ruangan perjamuan.


No comments:

Post a Comment