Monday, April 15, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 10 – 2

0 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 10 – 2
Images by : SET TV , TTV, iQiyi


Li Jian memberikan data penjualan per unit area yang harus di capai setiap toko.
“Tn. Yang. Aku ingin bertanya. Aku masih tidak mengerti, kenapa kau harus menempatkan Ke Ai ke Single Noble? Dan kau melakukannya ketika ingin menerapkan rencana baru. Kau jelas sedang memancing emosinya. Kau paham betul masalah ini. Ibumu menemukan brand ini untuk berkompetisi dengan Index dari dua tante-mu. Ibumu sekarang…”
“Li Jian. Biar ku bisikkan.”

Dan bukannya berbisik, dia malah batuk di telinga Li Jian. “Kau selalu terlalu pesimis. Kau terus memikirkan hal yang terburuk. Kenapa tidak kau katakan kalau Chang Ke Ai akan mampu menjadi orang penting untuk bagian penjualan di seluruh Hua Li dept. store? Tidak ada orang lain dengan kemampuan penjualan ini.”
“Dia punya kemampuan di bagian penjualan. Dan aku mengerti, kau sedang membantu Chang Ke Ai mendapatkan promosi.”
Zi Hao langsung mengangguk senang karena Li Jian mengerti tujuannya.

Flashback
Kemarin malam, Zi Hao membuka blog Ke Ai. Dan dia membaca isi blog tersebut, dimana Ke Ai menulis mengenai rasa suka.
“Chang Ke Ai, hanya cukup berada di sisiku dengan baik. Biarkan aku yang mengurus sisanya. Aku akan membuat segalanya di masa depanmu penuh keajaiban. Aku akan membuatmu percaya kalau kita selalu bisa berjuang untuk tujuan di karir kita.”
End

Dan sekarang ini, Zi Hao dan Li Jian sedang berdiri melihat Ke Ai bicara dengan trio pekerja dan Xiao Tian.
“Jadi, kau merekrut kami? Jadi, kami akan bekerja untuk Single Noble Hua Li?”
Dan tentu semua setuju karena komisi dan bayaran pekerja di Single Noble jauh lebih besar. Hanya saja Xiao Tian tidak bisa ikut di rekrut, karena Ke Ai tidak boleh merekrut orang dari toko yang sama dengannya dulu.
Zi Hao tersenyum karena Ke Ai mampu menganalisa masalah dengan cepat. Tahap pertama : Perekrutan. Dan dia sudah membentuk pasukannya sendiri. Dia merasa bangga dengan tindakan Ke Ai. Setelah itu, Zi Hao pergi tanpa menemui Ke Ai. Li Jian merasa ada yang aneh, dia mengira kalau Zi Hao akan bertingkah berpura-pura menolong Ke Ai tadi.
Zi Hao mengabaikan ucapan Li Jian. Dia menelpon ibunya, dan memberitahu kalau hari kerja pertamanya baik-baik saja.
“Kau ingin Single Noble lebih baik daripada toko Index saudaramu?” tanya Zi Hao. “Ma, aku adalah GM sekarang. Aku yang akan mengurus semua kios toko. Tapi, tenang saja. Single Noble tidak akan kalah dari Index. Itu akan memberimu kebanggaankan? Bagaimana akan berterimakasih padaku? Aku akan memikirkannya. Tapi, anggap ini sebagai mama berhutang padaku. Kau harus berjanji satu hal padaku. Baik. Itu kesempatan kita ya. Bye.”
Zi Hao kemudian berdiri dan melihat seluruh mall Hua Li. Dia mengeluarkan jimat yang Ke Ai berikan padanya, “Aku akan menerima ini sebagai kunci dari cintamu.”
--

Fang Jie mengajak saudaranya ketemuan. Dia memamerkan baju brand-nya yang akan segera di buka tokonya dan akan di pasarkan secara online juga. Dan itu semua adalah desain baru. Karena dia sayang pada saudara, dia akan membiarkan saudaranya untuk memilih baju yang di sukai. Silahkan lihat dan pilih.
Fang Ru dan Fang Yu tampak tidak suka.
“Aku yakin ketika toko ini di buka, Zi Hao akan berhasil membuatnya menjadi brand pakaian wanita terkenal di seluruh mall.”
“Waw, kakak terdengar sangat percaya diri sekali,” sindir Fang Yu.
“Tentu saja.”
“Aku takut kalau kakak akan terluka pada akhirnya,” ejek Fang Ru.
“Apa maksudmu?”
“Aku rasa kakak belum mendengarnya. Putra-mu yang baik dan berbakti, GM kita, Zi Hao, menunjuk manager toko baru untukmu : Duo cinta perkasa. Orangnya adalah Chang Ke Ai, wanita yang Zi Hao cium dan menjadi viral.”
“Tidak mungkin! Aku akan menelponnya sekarang juga.”

Fang Jie langsung menelpon Zi Hao, tapi dia melihat reaksi adik-adiknya yang tenang saja. Fang Jie jadi ragu menelpon dan bertanya memastikan, apa benar Chang Ke Ai akan menjadi manager Single Noble? Mereka berdua dengan kompak membenarkan.
“Aku taruhan ya, ZI Hao sudah memberikan hatinya padanya. Dia bahkan menyerahkan toko mu di tangannya. Pantas saja ada peribahasa : ‘cinta itu buta’,” ujar Fang Ru.
“Dari yang aku tahu, jika ini berlanjut, Single Noble akan waaah, sangat bagus. Di rapat pemegang saham selanjutnya, aku merasa maaf padamu karena kau mungkin harus minta maaf pada semua investor,” ujar Fang Yu, dia ini nyindir kalau toko Single Noble akan merugi dan tidak mencapai target.
“Hhhh, apa begitu? Apa yang membuat kalian tenang untuk tertawa sekarang? Siapa gadis yang kalian sebut tadi? Dia adalah CHANG KE AI. Dia secara hebat tiba di perusahaan kita dan mencapai top penjualan di harian pendapatan. Ketika dia bekerja dengan Zi Hao, dia membuat NTD 50juta dalam 1 bulan. Jika yang kalian katakan benar, Zi Hao akan mendapatkan dukunganku sepenuhnya. Tapi untuk Index kalian, aku penasaran bagaimana nasibnya. Karena orang berbakat dan brilian itu telah menjadi milikku sekarang. Dan saat rapat pemegang saham selanjutnya, mungkin kalianlah yang harus minta maaf pada para investor,” balas Fang Jie dengan tenang.
Fang Ru dan Fang Yu jadi ketakutan, karena yang di katakan Fang Jie ada benarnya. Kan Ke Ai yang membuat departemen pakaian wanita bisa mencapai target penjualan NTD 50juta dalam sebulan. Mereka jadi takut sendiri.
“Mau menipuku? Tidak akan mudah. Zi Hao bilang padaku kalau orang itu adalah orang pintar, hebat dan berkemampuan. Tidak mungkin itu adalah Chang Ke Ai,” lanjut Fang Jie, mengira kalau kedua adiknya itu berbohong padanya.
--
Ke Ai mulai mengatur toko sembari  menjelaskan ilmu penjualan pada semuanya.
“Dari empat aspek Marketing Theory yaitu 4P di katakan kalau : Produk haruslah elegan, minimalis dan detail. Kita menyediakan pakaian premium dan aksesoris untuk pekerja perempuan. Selanjutnya, Place (tempat) : Kita terletak tepat di sebelah eskalator mall. Kita akan menarik perhatian begitu para customer naik. Lalu, Price (harga) : (harga pakaian Single Noble mahal euy) Harga terletak antara harga menengah hingga mahal, kita akan berfokus untuk menargetkan wanita di antara usia 35 hingga 40 tahun. Terakhir, Promotion (promosi) : Kita akan membuat grand opening, event online dan voucher belanja spesial. Aku yakin kalau kita akan bisa membuat keramaian di departemen pakaian wanita ini,” jelas Ke Ai.
Semua memuji penjelasan Ke Ai yang sangat mendetail dan memberi mereka semangat lebih.
Saat itu, ZI Hao datang untuk memeriksa keadaan. Dan dia memberikan sedikit nasihat.
“Orang – orang bilang kalau lemari pakaian wanita selalu saja kehabisan pakaian. Tapi, kenapa beberapa pakaian tidak bisa di jual? Toko pakaian tidak hanya menjual pakaian, kita harus memahami pengalaman berbelanja, dampak dari perspektif visual dan pengalaman mencoba baju. Itulah kenapa di era serba maju ini, toko online berkembang pesat,” jelas ZI Hao dan banyak lagilah. Dia menyuruh mereka untuk menyusun pakaian berdasarkan dari pandangan pelanggan yang akan datang dan berbelanja. Begitu juga dengan susuna setiap sudut toko dan manekin. Semua yang dilakukan unutk menarik perhatian pelanggan.
Trio pekeria langsung terpesona dengan kebijaksanaan dan kepintaran Zi Hao. Wen Wen bahkan berkomentar kalau ternyata ada orang lain yang juga pandai berbicara daripada Ke Ai. Ke Ai membalas kalau GM memiliki jauh lebih banyak pengalaman, sementara yang dia dapatkan hanyalah teori dari buku. Tapi, pengalaman asli hanya dapat di pelajari dari tindakan nyata.
“Yang kau katakan benar. Tapi, pujianmu padaku tidak akan berguna.  Karena, Nn. Chang Ke Ai sebagai manager toko dan kalian harus tetap berusaha keras untuk berjualan. Jika tidak, toko ini akan di tutup.”
“Tidak mungkin toko ini akan di tutup. Aku percaya pada Chang Ke Ai akan mampu melakukannya,” balas Wen Wen, dan trio pekerja setuju.
Ke Ai tersenyum senang mendengarnya, “Yang Zi… maksudku GM, apa yang membawa Anda kemari?”
“Aku datang untuk memeriksa. Dan kalian semua sudah bekerja keras. Kalian bisa ke pantry untuk istirahat, aku telah membelikan minuman untuk kalian.”
--

Mereka semua berkumpul di pantry. Li Jian mulai membagikan minuman pada mereka, dan mereka berterimakasih atas traktiran minuman Zi Hao. Trio pekerja bahkan berbisik kalau sekarang ini Zi Hao mungkin adalah Dung Beetle, tapi dia masih menunjukkan sisi baik, jadi mereka bsia merubahnya dari Dung Beetle menjadi Little Thug Beetle. Zi Hao mendengar bisikan mereka itu dan berusaha menahan kesalnya.
Zi Hao tersenyum-senyum menatap Ke Ai dan dia yakin Ke Ai akan berterimakasih padanya. Benar, Ke Ai hendak mengucapkan terimakasih pada Zi Hao, tapi belum sempat mengucapkanya, seseorang memanggil namanya.
“Kak Gang? Kau sudah pulang dari perjalanan kerjamu?”
“Aku rasa kau mungkin akan lapar, jadi aku membawakan makanan,” ujar Xiao Gang.
Semua langsung heboh dan meletakkan minuman Zi Hao. Semua berlari untuk mengambil makanan yang Xiao Gang berikan sambil memuji Xiao Gang adalah yang terbaik.
“Ini benar-benar seperti pesta.  Kita ada roti, takoyaki dan segalanya. Ini jauh lebih baik daripada hanya minuman,” ujar Wen Wen.
Dan Zi Hao merasa sangat tersindir.
“Haruskah kita membuka fanpage untuk kak Gang juga? Kita bisa menamakannya Man of Steel Fanclub,” saran trio pekerja.
Zi Hao semakin iri mendengar nama fanpage Xiao Gang yang jauh lebih keren daripadanya. Zi Hao bahkan bergumam kesal kalau semuanya menjadi pengkhianat hanya karena sedikit makanan. Dia benar-benar merasa di abaikan. LOL.
Tidak hanya itu, Jammie juga datang membawakan pizza untuk mereka. Semua tambah senang. Trio pekerja langsung mau buat fanpage untuk Jammie juga. hahahaha.
“Ini benar-benar keterlaluan. Masalahnya kita masih harus bekerja lembur. Bagaimana mereka bisa masuk?” tanya Zi Hao pada Li Jian dengan kesal.
“Aku yang membawa mereka masuk,” terdengar jawaban Zi Jie. “Aku berjumpa dengan mereka di pintu masuk.”
Zi Hao benar-benar kesal. Dia menyuruh Zi Jie mendekat. “Bilang, apa alasanmu kemari? Food truk atau makanan buffet?”
“Aku tidak membawa apapun.”
“Jadi, kenapa kau kemari?”
“Itu, mamaku yang menyuruhku. Dia sangat panik sekarang. Dia takut kalau Single Noble akan mengalahkan Index. Dia mengirimku kemari sebagai mata-mata.”


No comments:

Post a Comment