Thursday, April 18, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 6 - part 3

0 comments


Network : iQiyi iQiyi
Dihalaman. Xiu Wen berlatih pedang. Lalu dia mengingat, pembicaraannya dengan Luo Jing yang memintanya untuk berjanji.

Flash back


Luo Jing meminta Xiu Wen untuk membantunya melarikan diri pada hari pernikahan nya. Karena dia tidak ingin menikah dengan Wu Mei. Serta Luo Jing juga khawatir, jika dia menikah dengan Wu Mei, maka dia tidak akan memiliki kesempatan untuk melarikan diri lagi.



Mendengar permintaan itu, Xiu Wen merasa ragu. Lalu dia menanyakan, apakah Luo Jing yakin dan tidak akan menyesal. Karena jika Luo Jing melarikan diri bersama nya, maka Luo Jing harus menahan banyak kesulitan.

“Tentu saja aku tidak akan menyesal. Aku pergi denganmu, karena aku memang mau. Aku tidak akan pernah menyesalinya,” kata Luo Jing.

Flash back end


Xiu Wen memperhatikan pisau kecil yang pernah Luo Jing berikan padanya. Dia merasa sangat dilema dalam dirinya. Dia tidak berani memegang masa depan Luo Jing, tapi Luo Jing mengatakan mempercayainya. Dan juga dia sebenarnya, tidak mau membiarkan Luo Jing menikah dengan orang yang Luo Jing tidak cintai.

“Apa yang seharusnya aku lakukan?” pikir Xiu Wen.



Sebuah panah melesat dengan cepat ke arahnya. Dan Xiu Wen pun mengambilnya. Karena dipanah tersebut terdapat kertas pesan.



Xiu Wen masuk ke dalam ruangan yang gelap. Disana dia bertemu dengan seorang Pria bertopeng. Pria tersebut menanyakan apakah Xiu Wen sudah mendapatkan barang yang mereka cari. Dan Xiu Wen pun menjelaskan bahwa dia telah mencari disetiap tempat di kediaman Perdana Mentri, tapi dia belum menemukannya.



Pria bertopeng itu kemudian mengingatkan Xiu Wen agar tidak melupakan tugas dan berkhianat. Karena mereka harus menemukan buku akun milik Perdana Mentri untuk bisa menjatuhkannya. Dan itu akan menjadi langkah pertama mereka. Jadi jika mereka salah mengambil langkah, maka semuanya akan berakhir. Sehingga karena itu, Xiu Wen tidak boleh menjadi lemah dan melupakan tujuan.

“Hutang darah sedalam lautan. Bagaimana bisa dengan mudah dilupakan? Selain itu, aku sudah menyerahkan diriku padamu sejak lama. Mengapa kamu masih khawatir?” tanya Xiu Wen.



Si Pria bertopeng tertawa. “Tentu saja aku tau. Kamu adalah kaki tangan terbaik ku. Dalam tiga hari, Putri perdana mentri, Lin Luo Jing, akan dinikahkan kepada Yang Mulia Yuan Zheng. Sekali dua keluarga terhubung, maka kekuatan Perdana mentri akan menjadi seperti naga yang menumbuhkan sayap. Aku takut…”

Xiu Wen menanyakan apa yang si Pria bertopeng rencanakan. Dan si Pria bertopeng menjelaskan bahwa Luo Jing adalah pusat dari semuanya, jadi pada hari penjemputan pengantin, mereka akan mencabut rumput dari akar nya.


“Jika kamu berani menyentuhnya. Kita selesai!” ancam Xiu Wen.


“Liu Xiu Wen. Kamu memang memiliki kelemahan. Atau mungkin kamu jatuh cinta padanya?” balas si Pria bertopeng.

“Ini bukan urusanmu,” balas Xiu Wen.


Si Pria bertopeng akhirnya memutuskan bahwa dia akan memberikan Luo Jing kepada Xiu Wen. Itu asalkan Xiu Wen bisa membuat Luo Jing menghilang pada hari pernikahan. Dan menjamin bahwa Luo Jing tidak akan pernah muncul lagi.

“Baiklah. Pada hari pernikahan, dia pasti tidak akan muncul,” kata Xiu Wen, setuju.

“Baiklah. Ini telah disetujui! Hahaha… “ balas si Pria bertopeng. Lalu dia pergi.



Xiu Wen mengeluarkan sebuah buku biru kecil dari saku baju nya. Dan memperhatikan itu. “Jika aku menyerahkan buku akun ini sekarang, maka Perdana mentri akan berakhir, bersama dengan seluruh keluarganya. Dan itu akan berdampak pada Xiao Jing juga. Xiao Jing, aku baru saja berjanji untuk hidup dan mati bagimu.”

*Xiao Jing itu panggilan sayang untuk Luo Jing. Wu Mei adalah nama lain Yuan Zheng. Kalau di luar dia dipanggil orang Wu Mei. Tapi dalam istana, dia di panggil Yang Mulia Yuan Zheng. Kalau ada yang tidak mengerti, silahkan tanya di kolom komentar ya ^.^



Pagi hari. Luo Jing berpura- pura masih sakit dihadapan Ayahnya. Dibantu oleh Xi Que yang berpura- pura sedih, sehingga menyakinkan Fei Yu. Kemudian Fei Yu pun memberikan izin untuk Luo Jing membawa Xi Que ketika pindah nanti.

Luo Jing lalu menceritakan kekhawatirannya, yang takut setelah dia menikah, masih akan ada orang yang berusaha melukainya dan ingin membunuhnya.



“Tidak akan ada orang yang akan melukai mu lagi,” kata Fei Yu, keceplosan.


“Bagaimana kamu tau, tidak ada yang akan melukai ku lagi?” balas Luo Jing.

No comments:

Post a Comment