Tuesday, April 9, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 09 – 3

2 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 09 – 3
Images by : SET TV , TTV, iQiyi

Pagi hari,
Ke Ai terbangun dengan posisi tangannya yang di pegang oleh Zi Hao dan jas Zi Hao menyelimutinya. Ke Ai menatap wajah Zi Hao yang sedang tidur.
Dengan perlahan, Ke Ai menarik tangannya dari genggaman tangan Zi Hao. Setelah itu, dengan langkah pelan dia keluar dari dalam kamar.
Ke Ai sudah mandi dan bertukar baju dan memasak telur mata sapi.
“Telur mata sapi setengah matang. Aneh. Aku harus membuat sarapan untuk Yang Zi Hao setiap pagi. Kenapa aku masih membuatkannya sarapan ketika sedang liburan? Apa aku akan melakukan hal ini seumur hidupku?” ujar Ke Ai bicara sendiri. “Chang Ke Ai, kau terlalu terikat.”
tn. Jiang yang masuk ke dapur, mendengar ucapan terakhir Ke Ai. Jadi, dia mengatakan kalau terikat itu hal yang menakutkan. Tapi, jika sudah terbiasa, maka itu akan menjadi kebiasaan yang sulit di hilangkan.
“Kau benar-benar ingin menjadi SPG selamanya?” tanya tn. Jiang. “Aku masih menanti jawabanmu.”
“Tapi Anda yang bilang kalau aku tidak punya kualifikasi apapun dan kurang pengalaman kan?”
“Tidak. Kau yang memikirkan hal itu sendiri. Aku tidak pernah berpikir demikian. Aku memperkerjakan orang berdasarkan bakatnya. Dan kau terlalu peduli tentang kualifikasi itulah kenapa kau mengira kalau orang-orang hanya peduli hal itu saja. Jika kau peduli mengenai hal gelar atau pengalaman, kenapa kau tidak menghabiskan waktu untuk mewujudkannya?”
Ke Ai hanya diam. Mungkin menyadari kalau perkataan tn. Jiang ada benarnya.
--

Zi Hao sudah bangun, tapi masih menutup matanya. Dia bergumam kalau dia sangat bahagia bisa tidur sambil menggenggam tangan Ke Ai. Tapi, pas dia mengelus-elus, malah tidak ada lagi tangan Ke Ai. Zi Hao langsung membuka lebar matanya dan bergumam kesal karena Ke Ai sudah kabur.
--
Ke Ai dan tn. Jiang duduk bersama di meja makan.
“Aku mungkin adalah senior Xiao Gang,” ujar tn. Jiang membuka pembicaraan. “Kami berada di pusat penahanan yang sama. Kami menghabiskan waktu bersama. Tapi, sejujurnya, dia membuatku sangat kagum. Ketika dia bebas, dia bekerja sangat keras untuk masuk ke universitas. Dia bahkan menjadi pengacara. Aku merasa seperti aku tidak boleh kalah darinya. Jadi, aku terus bekerja menempuh karirku. Sekarang, aku punya sumber daya. Aku dapat memperkerjakan siapapun dengan kualifikasi tinggi. Meskipun begitu, aku masih punya penyesalan. Aku tidak pernah punya pendidikan. Ketika akhirnya aku bisa melakukannya, aku hanyalan pria tua sekarang. Tapi, kau masih muda. Masih ada waktu untukmu. Jadi, untuk sekarang, kau harus memikirkan hal ini baik-baik. Jika tidak, kau akan menyesalinya ketika berada di usiaku. Kita berdua penjual baju. Hidup sama seperti sebuah baju. Pilihanmu yang membuat kau dan menjadikanmu menjadi apa. Tapi yang lebih penting, pikirkan dengan seksama keputusanmu. Apa ini benar-benar keinginanmu atau bukan? Apa kau punya kartu namaku?”
“Tidak.”
“Ini, jika kau memerlukan bantuanku di masa mendatang, telepon saja aku. Jika Xiao Gang mempercayaimu, maka aku mempercayaimu.”
Lagi asyik berbincang, muncullah Zi Hao yang mencari Ke Ai. Begitu melihat tn. Jiang, Zi Hao langsung memberi salam. tn. Jiang kemudian mengajak Zi Hao untuk menandatangani kontrak kerja sama mereka.
Kontrak sudah di tanda tangani, dan itu artinya mereka resmi menjadi partner bisnis. tn. Jiang kembali ke kamarnya. Dan Ke Ai memberikan sarapan yang telah di buatnya untuk Zi Hao. Zi Hao jelas senang.
“Kau sudah merasa lebih baik?” tanya Ke Ai.
“Aku sudah merasa jauh lebih baik sekarang.”
“Kelihatannya hantu mesum itu sudah pergi dari tubuhmu,” lega Ke Ai. “Tolong, jangan katakan hal seperti itu lagi. Kemarin malam itu sangat menyeramkna.”
“Kau hanya tidak percaya padaku kan?” kesal Zi Hao. “Bagaimana jika aku bilang kalau tidak ada hantu sama sekali? Aku hanya ingin kau tahu kalau aku benar-benar menyukaimu. Aku ingin menjagamu. Aku ingin menjadi pacarmu. Aku ingin kau tahu hatiku hanya untukmu. Cintaku padamu sama seperti gaya gravitasi, tidak ada yang bisa menghentikannya,” serius Zi Hao.
“Jika tidak? Kita harus segera menyingkirkannya,” ujar Ke Ai, masih mengira kalau Zi Hao di rasuki.
Zi Hao jadi makin kesal. Dan Ke Ai malah berencana untuk memanggil pengusir setan untuk Zi Hao.
Saat itu, Zi Jie dan Jammie baru pulang. Tidak lama, Li Jian juga sampai dengan penuh ketakutan. Mereka curhat kalau hantu sudah menyesatkan mereka. Mendengar hal itu, Ke Ai mengajak semuanya untuk pergi bersama.
“Kemana?” tanya mereka kompak.
--
Eng ing eng, Ke Ai ternyata membawa mereka semua ke kuil.
Chang Ke Ai, kau membawaku ke sini untuk menenangkan ketakutanku. Aku sudah di sini sekarang. Di depan para dewa, tidak mungkin kau tidak percaya padaku.
Ke Ai mulai berdoa meminta pertolongan Dewa agar membebaskan Zi Hao dari roh jahat yang merasukinya. Dia benar-benar memohon. Dan dia juga berterimakasih karena Dewa sudah membantu Zi Hao hingga bisa mencapai target penjualan dan tidak di pecat. Dia juga memohon agar Zi Hao selalu di lindungi dan tidak terluka.
Zi Hao juga ikutan berdoa pada Dewa untuk Ke Ai. Dia berkata kalau Ke Ai adalah orang baik, dan mungkin Dewa terlalu sibuk dan lupa memberkatinya juga. Ke Ai sudah melalui jalan sulit beberapa tahun terakhir, dan dia berdoa agar roda keberuntungan Ke Ai tiba. Dia benar-benar berharap kalau Ke Ai bsia mencapai tujuannya.
“Ketika dia jatuh cinta, dia dapat memiliki orang yang mencintainya dan melindunginya jadi dia tidak akan pernah di perlakukan buruk lagi,” doa Zi Hao.
“Aku juga berdoa untuk Yang Zi Hao. Dia mungkin suka mengganggku ku, bertingkah kekanak-kanakkan dan tampak tidak peduli pada banyak hal, tapi aku tahu dia sebenarnya orang baik. Dia lebih bersedia menolong orang lain. Aku akan selalu mengingat pertolongannya padaku. Jadi, aku berdoa agar Dewa selalu melindunginya. Aku berharap dia dapat bertemu dengan orang yang dapat mengerti dirinya, cocok dengannya, dan menolongnya di dalam cinta atau pekerjaannya,”doa Ke Ai.
“Karena Chang Ke Ai sudah mengatakannya, aku akan mengatakan padanya kriteriaku untuk seorang pacar. Aku berdoa agar Dewa dapat membimbingku. Jika aku menemukan orang ini suatu hari nanti, aku pasti akan membalas kembali kebaikkannya. Wanita yang ku sukai haruslah pintar. Dia harus lah siswa yang baik dan menyukai buku Schopenhauer. Dia haruslah siswa yang mendapatkan hasil tertinggi untuk lima kali ujian T.O. Tapi, hanya tamatan SMA sudah lebih dari cukup. Tingginya haruslah lebih dari 170 cm. Dia mengenakan ukuran baju L. Aku ingin dia berada di perusahaan yang sama denganku. Dia haruslah orang yang hebat dalam menjual baju. Dia memberikan yang terbaik ketika bekerja. Dia peduli dengan orang lain. Dia terlihat percaya diri, kuat dan berani. Tapi, di mataku, aku tahu dia merasa malu karena tidak berkuliah. Dia mungkin bahkan menyembunyikan dirinya dan menangis sendirian. Jika aku bertemu orang sepertinya suatu hari nanti, aku akan menggenggam tangannya dan mengatakan kepadanya… dia hebat dan pantas untuk di cintai.”
Ke Ai terdiam mendengar doa Zi Hao. Zi Hao menatapnya, dia sudah sangat jelas merujuk kalau Ke Ai lah orang yang dia cintai!


2 comments: