Tuesday, April 16, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 11 – 3

1 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 11 – 3
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Pulang kantor,
Ke Ai duduk diam seorang diri di tangga mall. Xiao Gang datang tidak lama kemudian dan meminta maaf karena datang terlambat, soalnya rapatnya tadi delay. Ke Ai tidak masalah karena kan dia yang ngajak ketemuan tiba-tiba jadi tidak masalah menunggu.
“Ada apa? Kau terlihat aneh. Cerita padaku.”
“Kelihatannya aku tidak bisa menyembunyikan apapun darimu.”
“Tentu saja, aku kan Kak Gang-mu.”
Setelah diam beberapa saat, Ke Ai mulai bercerita. “Dulu sekali, kau pernah bilang padaku, aku berlagak kuat karena aku tidak mau terlihat lemah di depan orang lain, kan? Aku punya pertanyaan. Bagaimana jika aku menjauhi kebaikan seseorang karena sebuah alasan, dan menyakiti perasaannya, haruskah aku pergi padanya dan meminta maaf?”
“Menurutku, kau harus minta maaf. Karena berdamai dengan seseorang jika bagian dari bertumbuh dewasa,” nasihat Kak Gang.
Dan mendengar jawaban dan  nasihat Kak Gang, membuat Ke Ai sedikit legi lega. Tapi, dia tidak akan pergi minta maaf. Karena meminta maaf hanya akan membuatnya berada dalam masalah lain.

Saat mau pergi makan dengan Kak Gang, Wen Wen muncul dengan panik. Dia bertanya, kenapa Ke Ai tidak mengangkat teleponnya? Ke Ai meminta maaf karena dia membuat ponselnya dalam mode silent jadi tidak dengar. Wen Wen kemudian memberitahu ada masalah besar. Jadi, Hua Li sekarang muncul di berita karena di duga mempekerjakan pegawainya hingga kelewatan batas demi pembukaan outlet baru (Single Noble). Berita itu muncul karena postingan foto Daniel, Amy dan Ella yang tampak kelelahan (itu foto selfie yang di ambil oleh mereka di episode 10 kemarin).
“Sekarang ini semua berita di internet memojokkan Hua Li. Mereka bilang kalau Hua Li tidak memperlakukan karyawan dengan baik. Bahkan ada yang bilang akan melakukan boikot,” jelas Wen Wen.
Ke Ai langsung berlari masuk lagi ke dalam mall. Dia bertanya dimana Daniel dan yang lain? Wen Wen menjawab kalau mereka sedang berada di ruangan Zi Hao untuk di tanyai mengenai hal ini. Dan sekarang Xiao Tian membantu menjaga toko sementara. Ke Ai menyuruh Wen Wen untuk kembali ke toko dan dia akan menemui Zi Hao.
--

Di ruangannya, Zi Hao menanyai mereka bertiga mengenai foto tersebut. Apa mereka mengakui telah mengambil foto itu dan menyebarkannya? Mereka takut dan membenarkan.
“Kalian tahu berapa banyak dampak yang telah kalian sebabkan untuk perusahaan karena hal ini? Single Noble baru saja di buka. Untuk brand dan perusahaan, kasus ini akan menghabiskan banyak dana kita dan juga reputasi,” marah Li Jian.
“Kami tidak bermaksud demikian. Maaf. Kami tidak tahu kalau akan jadi begini.”
“Masalah ini tidak bisa di selesaikan hanya dengan permintaan maaf. Hal ini bisa melibatkan banyak aspek. Masalah hukum, keuangan dan bahkan para pemegang saham, mereka semua akan mengajukan untuk memecat kalian,” ujar Zi Hao.

Trio pekerja langsung panik mendengar kemungkinan kalau mereka akan di pecat. Dan tiba-tiba, Ke Ai masuk dan meminta agar Zi Hao tidak memecat mereka. Semua langsung merengek pada Ke Ai.
“Masalah ini tidak harus sampai hingga ke pemecatan mereka.”
“Chang Ke Ai, siapa yang bilang kau bisa masuk begitu saja ke kantorku?” tanya Zi Hao dengan dingin. Ke Ai terkejut dengan sikap dingin Zi Hao padanya.
“Maaf. Aku tidak seharusnya masuk tanpa izin Anda. Tapi, ini masalah mendesak. Anda tidak bisa memecat mereka hanya karena sebuah foto. Mereka sudah bekerja keras. Mereka memberikan yang terbaik untuk pembukaan Single Noble. Jika Anda memecat mereka hanya karena sebuah foto, orang-orang akan berpikir kalau Hua Li benar-benar menyiksa karyawan. Dan juga Kak gang bilang kalau ini adalah pemecatan ilegal.”
“Kak Gang?”
Dan Xiao Gang masuk. “Benar. Tanpa bukti nyata, tn. Yang, memecat mereka akan menjadi hal ilegal. Ini melanggar hak pekerja.”
Melihat Xiao Gang masuk seenaknya begitu saja ke ruangannya, Zi Hao langsung bertanya, apa hak Xiao Gang untuk tahu dan mencampuri masalah perusahaan mereka? Dan trio pekerja langsung memohon pertolongannya. Jadi, Xiao Gang menggunakan hal itu sebagai alasan kalau Daniel, Ella dan Amy telah menunjuknya sebagai pengacara mereka untuk menyelesaikan masalah ini.
“Baik. Okay,” ujar Zi Hao. “Lalu kau?” tanyanya pada Ke Ai.

Lagi serius, tiba-tiba masuklah Jammie sambil berteriak kalau dia tidak mau ikut dengan Zi Hao ke pesta amal tersebut. Li Jian berusaha memberi tanda pada Jammie untuk diam. Dan Jammie langsung terdiam begitu menyadari kalau situasi sekarang sedang sangat tegang.
“Manager Chang Ke Ai, kau punya dua pilihan sekarang. Pertama, tetap di sisinya (Xiao Gang). Bersama dengannya, kalian berdua bisa meragukan keputusanku sesuka kalian. Pilihan kedua, datang ke sisiku, dan percayai apa yang ku katakan dan apa yang akan ku lakukan,” ujar Zi Hao dan mengulurkan tangannya.
Suasana benar-benar membeku. Semua menati keputusan Ke Ai.
“Kau pernah bilang padaku, kalau kehadiran dari atasan adalah untuk menyelesaikan masalah anak buahnya. Daniel, Ella dan Amy telah menunjuk Kak Gang sebagai pengacara mereka,” jawab Ke Ai dan menatap Xiao Gang.
Ah, jika aku jadi Zi Hao, aku pun akan terluka. Zi Hao menarik kembali uluran tangannya dan menarik nafas.
“Baik, aku mengerti. Jika sudah seperti ini, mari kita pakai cara hukum. Jika ada masalah apapun, kau bisa pergi ke departemen hukum kami. Li Jian akan mengatur waktunya untukmu. Lalu, tolong pergi dari kantorku. Dan untuk kalian bertiga, sebelum kita menyelesaikan masalah ini, kalian akan di cutikan sementara untuk penyelidikan.”
“Jadi, maksudmu tadi… kau tidak pernah berniat untuk memecat mereka?” tanya Ke Ai.
Zi Hao tidak menjawab dan hanya mempelajari dokumennya.
“Tn. Yang sudah bilang tadi, tolong tinggalkan ruangan ini,” ujar Li Jian.
(maaf ya Ke Ai, aku dari awal udah yakin kalau Zi Hao nggak akan semudah itu memecat karyawan. Dan dia memang tidak ada bilang mau pecat sama sekali, hanya bilang orang-orang akan mendesaknya untuk memecat trio pekerja. Tapi, kau terlalu berpikiran negatif dan tidak bisa mencoba mempercayai keputusan Zi Hao sama sekali. Aku benar-benar kecewa).
“Terimakasih GM,” ujar trio pekerja dan keluar. Xiao Gang juga ikut keluar.
Ke Ai masih berdiri dan memanggil Zi Hao, tapi Li Jian memberinya tanda untuk pergi. Dan dengan raut kesal, Ke Ai pergi dari sana. Jammie jadi ikutan kesal melihat tingkah dingin Zi Hao pada Ke Ai. Zi Hao tidak peduli dan hanya berkata kalau untuk acara besok dia akan menjemput Jammie. Jika ada masalah, beritahu ke ibunya langsung.

Jammie benar-benar bingung dengan sikap Zi Hao yang berbeda dari sebelumnya.
--
Di rumah Ke Ai,
Wen Wen berada di kamar Ke Ai, dan dia heran melihat wajah Ke Ai yang muram. Bukankah Kak Gang sudah bilang akan membantu mereka? Jadi Ke Ai tidak perlu merasa cemas lagi.
“Atau, kau memikirkan apa yang Yang Zi Hao katakan tadi?”
Dan benar, dia memikirkan saat Zi Hao memintanya untuk memilihnya tetap berada di sisi Xiao Gang atau percaya padanya. Dan dia malah memilih Xiao Gang daripada percaya pada Zi Hao.
“Tidak,” bohong Ke Ai. “Aku hanya memikirkan… aku tidak akan pernah bicara padanya lagi!”
“Benar. Abaikan saja dia. Mari kita sama-sama mengabaikannya,” dukung Wen Wen.
“Ya. Akan ku abaikan. Dia tidak akan pernah mendapatkan sarapan dariku lagi!”
“Jangan pernah membuatkannya sarapan lagi! Biarkan saja dia kelaparan!”
--
Di rumahnya, Zi Hao juga memikirkan hal yang sama. Dia ingat saat Ke Ai lebih memilih sisi Xiao Gang daripada percaya padanya. Dia menghela nafas.
Saat itu, Li Jian menelponnya.
“Halo? Yang Zi Hao, kau yakin mengenai hal ini?”
“Aku yakin, lakukan saja.”
“Tolong, jangan membuat keputusan dratis seperti ini karena perasaanmu terluka.”
“Li Jian, hanya lakukan saja rencanaku sesuai pesan yang ku kirimkan.”
“Ya,” ujar Li Jian dan tidak lagi membantah.
--
Ke Ai tidak bisa tidur. Dia tampak bersalah dan tidak tenang.
--
Esok hari,
Pagi-pagi, Ke Ai sudah membuat sarapan. Dia memarahi dirinya sendiri yang bilang tidak akan membuatkan sarapan lagi, tapi kenapa tubuhnya malah bergerak membuatkan sarapan.
Seperti biasa, Ke Ai ke ruangan Zi Hao untuk mengantarkan sarapan dan makan bersama. Tapi, di depan pintu masuk, Li Jian sudah menantinya. Dia melarang Ke Ai masuk dan menyuruhnya untuk membuat janji temu jika ingin bertemu. Itu adalah peraturan baru.
“Tapi dia yang ingin aku membuat sarapan dan makan bersamanya.”
“Untuk sarapan, GM sudah memutuskan tidak akan pernah sarapan lagi. Jadi, tolong, kau bisa membawa kembali sarapannya. Ketika pintu ini terbuka untukmu, kau terbiasa menggunakan jalan ini.  Tapi kau harus mengerti, sekarang ini hubungan kalian hanyalah boss dan pekerja. Chang Ke Ai, maaf jika aku terlalu cerewet, bahkan jika kau melanjutkan hubungan ini, dia melakukan ini untukmu. Dia melakukan ini agar kau bisa jelas mengenai segala sesuatu mengenai hubungan kalian. Kau pikirkan saja sendiri, apa ini yang benar-benar kau inginkan?”

Setelah itu, Li Jian menutup pintu ruangan. Dari sela-sela pintu yang tertutup, Ke Ai bisa melihat Zi Hao yang duduk dan hanya menatap padanya tanpa melakukan apapun.
Setelah pintu tertutup, Zi Hao menarik nafas panjang.  


1 comment: