Wednesday, April 17, 2019

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 12 – 2

0 comments

Sinopsis Drama Taiwan – Hello Again Episode 12 – 2
Images by : SET TV , TTV, iQiyi
Zi Jie diam-diam mengikuti Jammie yang berjalan pergi dengan lunglai.
Xiao Gang juga lagi patah hati dan pergi berbelanja ke mini market. Tapi, setiap kali dia melihat makanan kesukaan Ke Ai dan hendak membelinya, dia ingat kalau pasti sudah akan ada orang lain yang membelikan makanan yang Ke Ai sukai.
“Tidak. aku tidak boleh berpikir seperti itu. Jika Ke Ai menemukan kebahagiaannya, aku juga harus bahagia. Ini normal bagi seorang kakak untuk membelikan cemilan untuk adiknya. Baik, aku akan membelikannya.”
--
Xiao Gang pergi ke depan rumah Ke Ai dengan membawa kantong belanjaannya. Tapi, begitu tiba, dia merasa ragu untuk masuk. Dan saat itu, Ke Ai muncul di belakangnya. Dia melihat Xiao Gang membelikan snack kesukaannya dan berterimakasih.
Xiao Gang hendak menyentuh kepala Ke Ai, dan bayangan Ke Ai menghilang. Dia hanya berkhayal kalau Ke Ai ada di sana.
Saat itu, ponnselnya berbunyi. Yang menelponnya adalah Jammie, dan dalam keadaan mabuk. Jammie memarahi Xiao Gang karena telah menyia-nyiakan kesempatan yang di berikannya.
“Jian Zhen Yi?” tanya Xiao Gang ragu.
“Ya. Ini aku. Aku memberimu kesempatan, kenapa kau tidak menggunakannya? Kenapa kau malah menyerahkannya ke Yang Zi Hao? Ada apa denganmu? Kenapa kau sangat pengecut? Kau tidak punya keberanian? Apa kau bahkan yakin kalau kau itu pria?”
“Ke Ai sudah seperti adikku. Mengambil keuntungan darinya adalah hal yang salah! Aku harus menyemangatinya dan… itu yang harusnya ku lakukan. Ketika kau mencintai seseorang, kau ingin dia bahagia, kan?”
“Ayolah, dapatkan kau tidak mengatakan hal bijak seperti itu? kau kira kau orang suci apa?”
“Ini pilihanku. Aku tidak salah. Apa kau mabuk?”
“Ya. Aku mabuk. Kau benar. Ini salahku. Aku bilang kau pengecut, tapi sebenarnya, orang yang paling pengecut adalah aku. Aku yang menyerahkan kesempatanku padamu. Itu karena… itu karena aku takut memberitahnya, dia akan menolakku. Itulah kenapa aku mengirim seseorang untuk melakukannya.”
“Apa yang kau bicarakan? Siapa yang menolak? Jian Zhen Yi kau dimana?” tanya Xiao Gang.

Dan malah terdengar suara klakson mobil. Xiao Gang panik dan langsung berlari ke tempat Jammie. Padahal saat itu, Zi Hao baru saja mengantar pulang Ke Ai.
--
Li Jian menunggu Wen Wen di depan mall, dan begitu Wen Wen keluar, dia memberikan jas-nya untuk di kenakan oleh Wen Wen. Melihat Li Jian, Wen Wen malah marah. Dia menyebut kalau Li Jian bermasalah, selalu mengantarnya pulang dan semua tindakannya. Apa Li Jian sedang berusaha mendekatinya?
“Jika aku ingin mendekatimu, apa kau akan mengizinkannya?”
“Li Jian, aku tidak punya pendidikan tinggi, aku datang dari keluarga biasa. Aku, sejak kecil… tidak pernah terlihat. Aku selalu bekerja keras dengan ibuku di pasar sejak kecil. Kami tidak punya simpanan ataupun rumah. Kami juga tidak punya mobil. Yang kami punya hanyalah sepeda yang rusak. Jika aku menikahi seseorang, aku akan membawa ibuku bersamaku. Hutang sewa yang harus ku bayar adalah NTD 200.000. Datanglah lagi padaku setelah kau memikirkan baik-baik semua ini. Bye.”

Li Jian tampak sedih, tapi juga tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya bisa melihat Wen Wen yang berjalan pergi.
--
Di rumah,
Zi Hao memandangi langit malam. Dan dia kemudian mengirim pesan pada Ke Ai : Jangan merindukanku. Ke Ai tersenyum membaca pesan tersebut. Dan mereka mulai saling mengirim pesan. Benar-benar seperti orang kasmaran.

Selesai mengirim pesan pada Zi Hao, Ke Ai melihat gaun yang tadi di kenakannya. Ada robekan besar di gaun tersebut.
“Benarkah aku bisa masuk dalam dunianya? Akankah aku hanya seperti gaun ini dan berakhir dengan luka?”
Dia teringat ucapannya dulu pada Fang Jie, dimana saat itu dia berkata akan meninggalkan Hua Li dan Zi Hao jika dia mencintai Zi Hao. Dan karena itu, dia tidak bisa mengatakan 3 kata itu pada Zi Hao : Aku mencintai kamu.
Maafkan aku, Yang Zi Hao. Aku bukannya tidak ingin mengatakannya, tapi waktunya belum tepat. Aku harus pergi setelah aku mengatakannya. Aku tidak masalah harus meninggalkan perusahaan. Tapi Single Noble baru saja beroperasi, aku tidak ingin kabur dengan kekalahan. Aku tidak ingin meninggalkanmu juga.
Dia juga ingat saat Zi Hao berkata rela berlutut dan berjalan bersamanya. Ke Ai memutuskan kalau Zi Hao tidak perlu berlutut deminya, dia yang akan berubah menjadi setara dengan Zi Hao. Dia akan bisa berdiri di samping Zi Hao dan menjadi wanita yang membuat Zi Hao bangga.
Jadi, Yang Zi Hao, aku perlu waktu. Ketika waktunya tiba, aku pasti akan menjadi pusat dunia dan berkata : Wo Ai Ni. Aku ingin kita bersama!
Tulis Ke Ai.

Dan tulisannya di blog di baca oleh Zi Hao. Zi Hao tersenyum melihat tekad Ke Ai.
Ke Ai melihat gaunnya, “Baik, anggap saja ini bayaran yang harus ku bayar untuk masuk ke hidupmu. Ini hanya beberapa ribu dollar, bukan masalah besar.”

Baru saja dia mengatakan hal itu, Ke Ai mendapat pesan dari Wen Wen. Wen Wen mengatakan untuk tidak merusak gaun itu karena Daniel bilang kalau gaun itu di sewa dengan harga lebih dari NTD 50.000. Membaca pesan itu, Ke Ai langsung down. Astaga, uang sebanyak itu bisa di pakainya untuk membeli emas.
--
Zi Hao berbaring di tempat tidur dengan senang.
Selanjutnya, mau sekanak-kanakan dan bergantungnya aku, kau tidak akan pernah meninggalkanku. Chang Ke Ai, aku akan menempel padamu seumur hidupku.


No comments:

Post a Comment