Monday, May 27, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 17 - part 2

0 comments

Network : iQiyi iQiyi

Kaisar bertanya kepada Su Wen mengenai proses perekrutan tabib. Dan Su Wen menjawab bahwa sampai saat ini sudah banyak tabib yang mendaftar, dan mereka masih terus berdatangan. Lalu dia telah mengirimkan seseorang untuk menyelidiki latar belakang setiap tabib tersebut. Dan hari ini para tabib tersebut sudah mulai bisa mengobati Wu Mei.
“Bagus,” kata Kaisar merasa cukup puas.

Kaisar kemudian berbicara kepada Jing Yuan. Dia meminta Jing Yuan untuk mengirimkan surat ke bangsa Bei Yu. Dan mendengar itu, Jing Yuan merasa heran.
Luo Jing berjalan- jalan bersama dengan Xiu Wen untuk menikmati pemandangan dan menghirup udara segar. Menurut Luo Jing ini bagus untuk dilakukan supaya Xiu Wen bisa cepat sembuh. Tapi Xiu Wen membalas bahwa dia tidak ingin cepat sembuh, karena jika dengan dia terluka maka dia bisa berada di sisi Luo Jing, maka dia lebih memilih untuk terluka selama hidupnya.

“Kamu bodoh. Bukankah aku sudah bilang, setelah kamu sembuh aku akan kembali ke Persia denganmu,” kata Luo Jing mengingatkan. Dan mendengar itu, Xiu Wen tersenyum.
“Xiao Jing. Aku…”

Perkataan Xiu Wen terputus, ketika ada dua pejalan kaki yang melewati mereka berdua sambil membicarakan tentang Wu Mei yang terluka. Mendengar pembicaraan itu, Luo Jing menghentikan kedua orang pejalan kaki tersebut dan bertanya.
“Tidakkah kamu tahu? Permaisuri Yang Mulia Yuan Zheng menghilang. Dan untuk menyelamatkannya, Yang Mulia Yuan Zheng terluka serius, dan belum sembuh. Aku dengar itu adalah racun yang berbahaya, tidak satupun tabib kerajaan yang bisa mengobatinya,” jelas si Pejalan kaki tersebut.
“Itu benar. Jika ada yang bisa menyembuhkannya, mereka akan dihadiahi 10.000 keping emas dan diberikan gelar bangsawan,” kata temannya. Dan lalu mereka berdua pergi.

Luo Jing merasa sangat terkejut mendengar hal tersebut. Melihat itu, Xiu Wen mengulurkan tangannya untuk menyentuh Luo Jing dan menghiburnya, tapi dia tidak sanggup untuk menyentuh Luo Jing.
Dan tanpa menyadari hal itu, Luo Jing berjalan pergi begitu saja meninggalkan Xiu Wen dibelakangnya.

Luo Jing mengingat kenangan bahagia nya bersama dengan Wu Mei, dan menangis. “Zhong Wu Mei. Ini adalah apa yang terjadi padamu. Aku baru mengetahui tentang itu sekarang. Kelihatannya, aku benar- benar seorang wanita yang bodoh,” gumam Luo Jing menyesal.
Saat mendengar hal itu, Xiu Wen yang berdiri tepat di belakangnya. Dia menundukan kepalanya, dia tampak sedih.

Ketika menyadari keberadaan Xiu Wen di dekatnya, Luo Jing bingung harus berkata apa. Tapi tanpa dia perlu mengatakan apapun, Xiu Wen sudah mengerti.
“Xiao Jing. Aku juga seorang Pria. Aku bisa egois, tapi aku tidak bisa melihat mu terluka karena orang lain. Itu mengapa, tidak peduli apapun keputusanmu, aku akan selalu menghormati keputusan mu,” kata Xiu Wen dengan tegas dan pengertian.
“Dia terluka karena mencoba untuk menyelamatkan ku. Tidak peduli apa, aku harus pulang untuk membalas kebaikannya,” kata Luo Jing, memutuskan.

Xiu Wen merasa cemas, bila Luo Jing pulang dan bertemu dengan Wu Mei, maka mereka akan kembali bersama. Namun Luo Jing langsung membalas bahwa dia telah berjanji untuk kembali ke Persia bersama dengan Xiu Wen, jadi dia pasti akan menepatinya. Namun dia tidak bisa membiarkan dan melihat Wu Mei mati karena menyelamatkannya.
“Baiklah. Kemudian aku akan menunggumu kembali,” kata Xiu Wen.
“Kamu tidak akan pulang bersama denganku?” tanya Luo Jing, terkejut.

Xiu Wen menjelaskan bahwa dia telah memutuskan untuk tinggal bersama dengan Luo Jing, dan melupakan segalanya dari masa lalu. Jadi jika dia kembali dan bertemu dengan teman lamanya, maka pasti ada banyak hal yang akan terjadi.
“Itu benar. Jika aku pulang dan menunjukan wajahku sekarang. Bahkan jika Ayahku tidak mencoba untuk membunuhku. Tapi masih ada orang berpakaian hitam yang ingin mengirimkanku ke kematian,” gumam Luo Jing berpikir.

Luo Jing kemudian mendapatkan sebuah ide bagus, yaitu jika mereka kembali ke Sheng Jing menggunakan masker yang menutupi wajah mereka, maka pasti tidak akan ada seorang pun yang bisa mengenali mereka. Lalu setelah nantinya mereka berhasil menyembuhkan Wu Mei, maka mereka bisa pergi dengan selamat.

“Aku berharap kamu pulang bersama denganku,” pinta Luo Jing dengan pandangan berharap. Dan Xiu Wen pun menganggukan kepalanya dengan pelan, walaupun sebenarnya dia masih ragu untuk kembali ke Sheng Jing.


Luo Jing meminta Shang untuk ikut dengannya ke Sheng Jing dan menyelamatkan Wu Mei. Mendengar permintaan tersebut, Shang tertawa dan bertanya kepada Xiu Wen, apakah Xiu Wen yakin mau menyelamatkan kekasih lama Luo Jing.
Dan Xiu Wen mengiyakan. Selama itu adalah keinginan Luo Jing, maka dia akan mendukungnya sepenuh hati. Dan dia tidak ada masalah juga, karena menurutnya hubungan Wu Mei dan Luo Jing adalah masa lalu. Mendengar itu, Luo Jing menundukan kepalanya.

Shang tertawa dan menjelaskan bahwa ada berbagai macam jenis racun di dunia ini. Dan Luo Jing memohon agar Shang mau mencoba menyembuhkan Wu Mei, karena Wu Mei terluka saat mencoba untuk menyelamatkannya. “Aku mohon padamu untuk menyelamatkannya. Selama kamu setuju untuk menyelamatkannya. Xiao Jing akan melakukan apapun,” bujuk Luo Jing.
“Dari cara mu berbicara, mengobati dan menyelamatkan orang seperti itu adalah tanggung jawab tabib ini,” komentar Shang. Dan Luo Jing merasa sedikit tidak enak hati. Namun Shang langsung melanjutkan perkataannya, “Ini sudah lama sejak aku meninggalkan masalah dunia. Aku cukup penasaran tentang kota Sheng Jing sekarang, dan bagaimana perubahannya.”
Mendengar itu, Luo Jing tersenyum senang, karena itu tandanya Shang setuju untuk membantunya menyelamatkan Wu Mei.

“Hanya saja… hanya saja…” kata Shang tiba- tiba. Dan melihat itu, Luo Jing langsung mengambilkan buah anggur untuknya.
“Selama kamu mengatakan ‘iya’ kepadaku, maka aku akan membuatkan banyak makanan enak,” kata Luo Jing berjanji. Dan Shang langsung setuju.

“Baiklah. Baiklah. Sejak kalian berdua meminta ku untuk menyelamatkan nya. Maka aku akan mengatakan ‘iya’ kepada mu,” kata Shang, setuju. Dan Luo Jing dengan perhatian mengambilkan lebih banyak buah anggur untuk Shang.

Xiu Wen yang sedari tadi hanya berdiam diri saja. Dia tampak murung, ketika mendengar  Shang memberikan jawaban ‘iya’ pada Luo Jing.

No comments:

Post a Comment