Thursday, May 30, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 08-2

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 08-2
Images by : Hunan TV
Yu Zhi pergi ke sebuah hotel, dan begitu pintu kamar di bukakan, Yu Zhi segera menyudutkan pria yang membuka pintu dan bertanya dimana Yu Guanghua (ayahnya)? Saat itu, Guang Hua muncul dan menyuruh Yu Zhi untuk melepaskan pria itu. Dengan bangga, Guang Hua memperkenalkan Yu Zhi pada para preman yang ada di dalam kamar itu. Yu Zhi kesal karena ayahnya masih terus membuat masalah. Dia memberikan kantong kertas yang berisi uang kepada para preman tersebut.

Para preman segera menghitung uang yang di bawa Yu Zhi, dan setelah itu, mereka melepaskan Guang Hua untuk pergi. Sebelum itu, para preman itu memuji Guang Hua yang beruntung karena selalu memiliki orang yang dapat menolongnya. Guang Hua punya istri yang cantik dan baik (Zi Yun) dan juga putra yang baik hati.
“Diam! bagaimana bisa kau menyebut Mu Zi Yun sebagai istri yang baik? Dia hanyalah wanita tua berusia 40-an. Tidak ada gunanya sama sekali. Beraninya dia mengabaikanku kali ini. Aku akan buat perhitungan dengannya setelah aku pulang,” omel Guang Hua.
Yu Zhi langsung menegur Guang Hua untuk tidak membuat keributan dan pulang saja ke rumah.
--

Zi Yun bertemu dengan seorang pria, Zhao Yue, di tempat minum teh. Dia bertanya, berapa lama Zhao Yue akan tinggal di China sebelum kembali lagi ke Inggris? Zhao Yue menjawab dia tidak tahu juga. Mereka berbincang dengan sangat akrab. Mereka sepertinya adalah teman sekolah, karena Zi Yun berkata kalau Zhao Yue masih tidak berubah seperti masa sekolah.
Zhao Yue kemudian berkomentar kalau sepertinya Zi Yun menyukai tempat minum teh tersebut, apa dia harus membelinya? Zi Yun terkejut dan menyebut kalau Zhao Yue bercanda kan?
“Aku tidak bercanda. Aku tidak punya banyak pekerjaan setelah kembali ke China. Tidak lebih dari makan dan bertemu teman. Kau dapat bersantai di kedai teh ini sesekali. Sepertinya bagus.”
“Kamu masih sama seperti sebelumnya. Melakukan apapun yang muncul di benakmu. Tidak ada yang berubah darimu,” komentar Zi Yun.
Zhao Yue membenarkan, dia tidak pernah berubah. Bagaiamana dengan Zi Yun? Dia ingin mendengar kisah hidup Zi Yun. Zi Yun menghela nafas panjang dan mulai bercerita. Beberapa tahun ini, dia mengalami masa sulit di Rui Hua dan juga di keluarga Yu. Dia bekerja keras untuk mencapai posisinya sekarang, tapi bocah brengs** (Yu Zhi) itu memiliki posisi lebih tinggi dariku.
“Kenapa bisa begitu?” tanya Zhao Yue.
“Kau tahu Cilian? Itu adalah merk perhiasan yang terkenal secara international. Anak tiriku berencana bekerja dengan Wu Xiaoci. Itu tindakan terang-terangan untuk menyabot kekuatanku. Baru-baru ini, keponakan ku, Gao Jie, ikut dalam kompetisi Desain Kreatif. Putri Wu Xiaoci juga mengikuti lomba itu. Karena aku tidak ingin bertemu mereka, aku bahkan tidak datang ke kompetisi untuk mendukungnya.”
“Gao Jie. Aku sudah pernah mendengar namanya sebelumnya darimu.”
“Aku tidak punya anak. Jadi, aku menjaganya seolah dia anakku. Dia sama seperti ibunya dan memiliki bakat alami dalam mendesain. Sayang sekali ibunya… Kita bicarakan saja mengenai hidupku. Aku tidak tahu apakah keputusanku menikah dan masuk ke keluarga Yu adalah pilihan yang benar atau salah. Saat ini, aku harus membersihkan kekacauan yang di buat Yu Guang Hua setiap hari. Yu Zhi terus berpikir aku berutang padanya sepanjang waktu. Tidak peduli apapun yang ku lakukan, dia selalu berpikir aku punya niat buruk. Kelihatannya, aku harus berhutang seumur hidup pada keluarga itu.”
“Zi Yun, sebagai orang luar, ada beberapa hal yang seharusnya tidak ku katakan. Tetapi, setelah mendengarkan apa yang kau ceritakan, aku merasa kau tidak bahagia. Apa yang di miliki Yu Guang Hua? Dia punya hutang di luar negeri. Mengapa kau yang harus membayarkan hutangnya?” komentar Zhao Yue.
Zi Yun hanya tersenyum. Dan baru juga di bicarakan, Guang Hua sudah menelponnya. Tapi, Zi Yun memilih untuk mengabaikannya.
--

Di Fansi
Wendy berkumpul dengan rekan kerja yang lain sambil menggosipkan Gao Jie. Dia menjelek-jelekan desain Gao Jie dan juga menyebut Gao Jie tidak bisa bekerja sama dengan baik dengan team pengrajin. Sudah nggak bisa melakukan hal yang baik, Gao Jie masih berani berkeliaran menemui juri. Dia merasa itu sangat memalukan Fansi.
Gao Jie yang datang ke kantor, mendengar gosip mereka itu. Tapi, Wendy yang kurang ajar, malah dengan sengaja membesarkan volume suaranya, berkata kalau Gao Jie tidak punya kemampuan untuk mengikuti kompetisi tersebut. Si Cheng kebetulan lewat dan mendengar perkataannya tersebut.
“Kalian punya waktu untuk menertawakan orang lain. Lebih baik kalian memikirkan cara untuk meningkat kemampuan kalian itu. Aku harap tidak akan mendengar ucapan tidak berguna semacam itu lagi di perusahaan,” tegur Si Cheng.
Wendy kesal mendengarnya dan kembali ke mejanya.
Si Cheng menyuruh Gao Jie untuk mengikutinya. Mereka berdua menghadap dir. Zhou. Begitu melihat Gao Jie, dir. Zhou langsung menyindir Gao Jie yang tidak bisa membuat tablet lilin dengan baik tapi masih berani untuk terus lanjut babak berikutnya. Gao Jie membela diri, kalau dir Zhou seharusnya tidak menyindirnya seperti itu. Tablet lilin yang rusak kan bukan salahnya, dan dia juga kan membawa nama perusahaan. Dia yakin tablet lilin tersebut di rusak, dan seharusnya perusahaan kan membantunya mencari tahu kebenarannya.
Dir. Zhou malah tidak peduli dan berkata kalau Gao Jie hanya membuat alasan. Dia dengan tegas berkata kalau Gao Jie yang tidak memahami perhiasan, jadi jangan menyalahkan orang lain.
Si Cheng langsung menengahi. Dia datang menemui dir. Zhou karena besok adalah babak terakhir kompetisi. Jadi, dia ingin dir. Zhou mempersiapkan ruby darah merpati untuk Gao Jie di kompetisi besok. Mereka kan ada mendapatkan ruby darah merpati saat lelang di Thailand (episode 01).
“Ruby darah merpati? Ruby itu membuatku menghabiskan banyak waktu hanya untuk membelinya. Karena Gao Jie membuat masalah besar, aku jadi tidak yakin memberikan ruby darah merpati padanya. ku rasa, kita seharusnya tidak menyia-nyiakan ruby yang berharga ini.”
“Dir. Zhou, jangan lupa. Gao Jie adalah orang yang di pilih oleh Presdir Ju untuk mengikuti kompetisi ini. Kompetisi masih belum berakhir. Tidak ada yang tahu siapa yang akan menang. Tetapi jika Presdir Ju tahu hal itu karena kau tidak ingin menyerahkan ruby darah merpati pada Gao Jie dan membuanya kalah, maka aku tahu akan seperti apa akhirnya,” jelas Si Cheng, sedikit mengancam.
Tapi, dir. Zhou malah membalas kalau dia tidak tahu dengan ancaman Si Cheng. Si Cheng tidak gentar dan menyuruh dir. Zhou memikirkan semuanya baik-baik. Pada akhirnya, dir. Zhou berkata kalau dia akan memberikan batu ruby itu pada Gao Jie. Tapi, batu ruby itu sedang berada di kota lain dan dia akan meminta seseorang mengantarkannya untuk Gao Jie. Dia janji kalau batu ruby itu akan tiba di tangan Gao Jie besok.
Gao Jie dengan tulus berterimakasih atas bantuan Dir. Zhou. Dan setelah itu, dir. Zhou menyuruh mereka untuk keluar dari ruangannya jika tidak ada urusan lain lagi. Dia akan menelpon orangnya untuk mengantarkan batu ruby tersebut.
Tapi, setelah Si Cheng dan Gao Jie keluar, dir. Zhou tidak menelpon siapapun.
--
Yu Zhi mengantar ayahnya pulang. Dan Guang Hua langsung memuji Yu Zhi sebagai anak baik, dan karena itu berharap Yu Zhi mengajaknya makan besar dulu sebelum pulang. Tapi, Yu Zhi mengabaikan permintaannya tersebut.
Di depan pintu, mereka bertemu dengan Zi Yun. Begitu melihat Zi Yun, Guang Hua langsung marah karena ZI Yun mengabaikan teleponnya tadi. Dia mengingatkan Zi Yun yang adalah istrinya, dan telah masuk ke dalam keluarga Yu, maka Zi Yun harus bersikap sepantasnya seorang istri. Bagaimana? Melayani suami dan melahirkan anak. Tapi, lihatlah, Zi Yun malah membuat anaknya terluka hingga di kirim keluar negeri, dan bahkan Zi Yun tidak melahirkan anak untuknya sapmpai sekarang.
“Saat ini kau hanya penjaga gerbang rumah kami. Apa kau mengerti?!” ujar Guang Hua (keterlaluan!)
Zi Yun tentu marah mendengar perkataannya tersebut. Dia hendak memukul Guang Hua, namun berusaha menahan diri. Yu Zhi sendiri hanya memperhatikan perkelahian mereka. Zi Yun masih terus bersikap lembut dan bicara sopan pada Guang Hua. Namun, Guang Hua semakin kesal dan langsung masuk ke dalam rumah.
“Aku selalu ingin bertanya hal ini padamu. Bagaimana rasanya berada bersama pria tidak berguna dan berusaha sebaik-baiknya dengan penuh perhatian selama sepuluh tahun atau lebih? Kau tidak menyesalinya?”  tanya Yu Zhi, mengejek.
“Pasangan muda sepertinya selalu bersama. Hubungan pasangan yang sudah lama menikah seperti kami adalah sesuatu. Kau, generasi muda, tidak akan bisa mengerti.”
Yu Zhi bertepuk tangan mendengar jawaban Zi Yu, “Persepsi dir. Mu sangat tinggi, lebih dari yang bisa ku raih,” ujarnya dan kemudian kembali ke mobilnya, pergi dari sana.
Zi Yun tampak jelas sangat-sangat marah. Dia tidak hanya di hina oleh Guang Hua tapi juga Yu Zhi.
--
Malam hari,
Gao Jie menunjukkan desainnya lagi pada kakek, dan kakek mengomentari desain Gao Jie yang lebih bagus karena bisa mengurangi waktu pencetakan. Dan yang paling penting, desain ini akan sangat sulit di bagian peletakan batunya. Apa pekerja di perusahaan Gao Jie cukup terampil?
Gao Jie menjawab kalau dia sudah bicara dengan mereka, dan mereka bilang tidak ada masalah. Jadi, seharusnya semua baik-baik saja. Kakek lega mendengarnya. Kakek sebenarnya ingin datang mendukung Gao Jie besok, tapi dia tidak bisa meninggalkan Pan Yue seorang diri di rumah, karena takut terjadi sesuatu nantinya. Gao Jie menyuruh kakek tidak khawatir, dia sudah dewasa dan yang paling penting adalah menjaga ibunya. Di tambah itu, kakek harus percaya padanya. Dia pasti akan sukses.
Kakek kemudian memberikan nasehat pada Gao Jie. Ini semua hanyalah kompetisi. Kalah dan menang itu biasa. Yang paling penting adalah Gao Jie membuat sesuatu yang berharga bagi Gao Jie. Jadi, walaupun Gao Jie kalah, dia dan Pan Yue akan tetap bangga pada Gao Jie.
--
Hari Kompetisi, Tahap Akhir
Si Cheng dan Gao Jie menunggu dengan cemas di pintu luar kompetisi. Mereka menanti batu ruby merah darah merpati yang dir. Zhou janjikan, tapi belum juga tiba.
Gao Hui yang baru datang dengan Ny. Wu langsung menghampiri mereka. Dan seperti biasa, Gao Hui menyombongkan batu ruby-nya yang berkualitas dan Gao Jie tidak akan mungkin bisa menang darinya. Ny. Wu menyuruh Gao Hui untuk tidak lagi bicara dan masuk ke dalam. Dia juga meminta maaf pada Gao Jie dan meminta Gao Jie tidak tersinggung dengan perkataan putrinya.
Setelah Ny. Wu dan Gao Hui masuk, Gao Jie tambah panik. Pas saat itu, Dir. Zhou tiba. Dan dengan wajah sok merasa bersalah, dia meminta maaf pada Gao Jie karena batu yang di kirimkan salah dan batu ruby yang benar baru saja di kirim hari ini. Dan kebetulan sekali, lalu lintas sedang sangat macet. Dia bahkan menawarkan diri untuk bicara pada penyelenggara agar memberikan waktu lebih pada Gao Jie.
Setelah dir. Zhou pergi, Gao Jie bicara pada Si Cheng. Dia merasa kalau dia terlihat sangat memalukan. Bekerja keras pagi sampai malah untuk menggambar konsep desainnya, mengedit ratusan kali dan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi. Namun, saat lomba, tablet lilin-nya malah rusak. Dia berusaha yang terbaik untuk menyelesaikan segalanya, dan berpikir di babak terakhir dia bisa membalikkan situasi. Namun, dia saja tidak mempunyai batu ruby untuk kompetisi ini. Dan itu artinya, dia di paksa untuk mengaku kalah.
“Gao Jie, kamu harus tetap tenang. Kau menghabiskan banyak upaya, jadi kau tidak bisa menyerah sekarang. Mengenai batu ruby, aku bisa menelpon teman pembuat perhiasan ku sekarang dan melihat apakah dia dapat meminjamkan aku batunya,” ujar Si Chen.
“Tapi, kompetisi akan segera di mulai. Apa mereka bisa tiba tepat waktu?” ragu Gao Jie.
“Pasti bisa. Tunggu aku,” yakin Si Cheng dan langsung pergi sambil menelpon.
Gao Jie menghela nafas, berharap masih ada kesempatan untunya bertanding.
--

Gao Hui bicara dengan Ny. Wu. Dia merasa kalau Gao Jie tidak akan bisa menyelesaikan perhiasannya melihat kondisinya sekarang ini. ny. Wu berkomentar kalau dari semua pesaing, hanya Gao Jie yang berkualitas, tapi posisi Gao Jie sekarang membuat semuanya mejadi mudah untuk Gao Hui.
Gao Hui tersenyum dan dengan sombong berkata kalau dia adalah putri dari Wu Xiaoci, jadi tidak mungkin bisa kalah. Dia juga sedikit menggerutu mengenai Ny. Wu yang awalnya terlihat sangat khawatir pada Gao Jie, apa ibu mengira Gao Jie lebih berbakat daripadaku?
“Tentu saja tidak! Putriku akan selalu menjadi yang terbaik.”
Gao Hui senang mendengar ucapan ibunya tersebut. Ny. Wu menyuruhnya untuk segera masuk ke ruang kompetisi.
“Pan Yue, dulu kau kalah dariku. Sekarang, putrimu pasti akan kalah dari putriku.”
--
Gao Jie masih berada di depan pintu dan menunggu Si Cheng. Seorang staff menghampirinya dan memberitahu kalau kompetisi sudah akan segera di mulai. Gao Jie meminta di beri waktu sebentar karena batu permatanya belum tiba. Staff mulai mengomel karena semua kontestan lain sudah menyiapkan semuanya sebelumnya, bagaimana bisa perusahaan besar seperti Fansi belum menyiapkan batu ruby?!
Pas sekali, Yu Yi dan Yu Zhi yang baru tiba di sana, mendengar ucapan staff itu pada Gao Jie. Yu Zhi langsung menyuruh Yu Yi untuk masuk dulu karena dia ingin bicara sebentar dengan Gao Jie.
“Jangan buat masalah,” peringati Yu Yi sebelum pergi.
Setelah Yu Yi pergi, Yu Zhi langsung menghampiri Gao Jie dan bertanya apa Gao Jie masih menunggu batu ruby? Gao Jie yang melihat Yu Zhi, langsung menjawab dengan ketus kalau Yu Zhi pasti sudah mendengar perkataan staff tadi kan. Permata utama untuk perhiasannya tidak ada. Dan sekarang, dia hanya bisa menunggu keajaiban terjadi.
“Ruby jenis apa yang kau butuhkan? Aku akan membantumu menemukan beberapa,” ujar Yu Zhi.
“Aku khawatir kau tidak akan bisa. Aku membutuhkan ruby darah merpati. Karena desainnya, ukurannya harus spesifik. Bahkan jika kau memilikinya, apakah kau bersedia memberikannya padaku?” tanya Gao Jie dengan sinis. Yu Zhi tersenyum. “Jangan khawatir. Si Cheng sudah mencarinya untukku.”
“Baguslah. Pria itu lagi,” kesal Yu Zhi. “Karena kau sudah memiliki pahlawan yang menolongmu, aku tidak akan ikut campur.”
-Bersambung-

No comments:

Post a Comment