Thursday, May 30, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 10-2

0 comments

 Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 10-2
Images by : Hunan TV
Gao Hai datang lagi untuk menemui Pan Yue. Begitu melihat Pan Yue keluar rumah untuk menggambar kupu-kupu seperti biasa, Gao Hai malah tidak berani bertemu dan malah pergi. Sialnya, Pan Yue melihatnya dan langsung berlari mengikuti Gao Hai.
Gao Jie yang ingin mengantarkan cemilan untuk Pan Yue, terkejut karena Pan Yue menghilang. Dia segera berlari dengan panik mencari ibunya.

Pan Yue mengejar Gao Hai hingga terjatuh dan meminta Gao Hai untuk bermain dengannya. Gao Hai mengangguk. Saat itu, Gao Jie melihatnya. Dia segera memanggil ibunya. Gao Hai yang melihat Gao Jie langsung beranjak pergi begitu saja.
“Apa kau ingin pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal lagi?” tanya Gao Jie, sinis.
“Kau tahu?” sadar Gao Hai.
Dan Wu Xiaoci melihat semua hal itu.
--
Kakek sedang melayani pelanggan. Gao Hai membantu Gao Jie untuk membawa pulang Pan Yue. Begitu sampai, mereka segera mengobati luka lecet di kaki Pan Yue.
“Mengapa kau harus meninggalkan kami dulu? Apa yang sebenarnya terjadi saat itu? Kenapa kau meninggalkanku dan ibuku?”
“Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Itu hanya karena ke egoisanku. Itu semua salahku.”
“Aku telah mencari informasi. Aku tahu kau adalah seorang pelukis terkenal. Kau di hormati. Tapi, tahukah kau, aku tidak peduli apakah ayahku adalah orang pria terkenal atau tidak. Tumbuh bersama, aku hanya berharap hal itu. Aku bisa seperti teman sekelasku, di temani oleh ayahku. Jika ada yang menggangguku, aku bisa meminta ayahku untuk membantuku. Ayahku bisa datang ke pertemuan orang tua di sekolah. Ketika aku lelah, aku bisa mengandalkan ayahku.”
Gao Hai merasa sangat bersalah pada Gao Jie. Dan dia sadar, apapun yang dia katakan dan lakukan, hal itu tidak akan bisa menebus perbuatan yang telah di lakukannya. Tapi, dia tidak pernah melupakan mereka.
Kakek yang telah selesai melayani pelanggan, terkejut karena Gao Hai ada di halaman rumahnya. Dia merasa marah karena Gao Hai bahkan bicara dengan Gao Jie. Dia segera mengusir Gao Hai. Gao Jie berkata pada kakek kalau dia yang membawa Gao Hai karena ingin tahu alasan Gao Hai meninggalkannya. Mendengar itu, kakek semakin mengusir Gao Hai pergi.
Pan Yue yang melihat kakek memarahi Gao Hai, langsung merengek menyuruh agar tidak bertengkar. Kakek berusah menenangkan Pan Yue sembari masih terus mengusir Gao Hai. Dan setelah itu, kakek menutup gerbang rumah dengan rapat.
“Xiao Jie, iya, dia yang menyakiti ibumu dan melukai keluarga kita. Dia tidak pantas menjadi ayahmu. Dia bukan ayahmu! Dia adalah bajingan, sepotong sampah!” tegas kakek. “Xiao Jie, jika kau masih menganggapku sebagai kakekmu, ingat apa yang kakek katakan. Kau tidak punya ayah. Ayahmu sudah mati. Kau tidak di izinkan melihatnya. Kau bahkan tidak di perbolehkan bicara dengannya! Kau janji padaku.”
“Aku tahu. Aku tahu. Kakek jangan marah.”
--

Gao Hai tiba di rumah, dan masuk ke dalam kamar kerjanya. Dia mengeluarkan sebuah kotak yang dia sembunyikan di lemari. Kotak itu berisi barang-barang kenangannya dengan Pan Yue dulu. Melihat barang-barang itu dan foto mereka, membuat Gao Hai semakin merasa bersalah dan menangis penuh kesedihan.
Ny. Wu yang datang ke ruang kerja Gao Hai, melihat hal itu dan merasa sangat kesal.
“Jika kau sangat merindukan mereka, pergi dan cari mereka. Kenapa kau masih kembali ke rumah ini?!”
“Apa yang kau bicarakan?”
“Apa kau masih mau terus berpura-pura? Kau terus ke Chang Le dua hari ini. Bilang, apa yang terjadi antara kau dan Pan Yue?”
“Apa kau mengikutiku?” marah Gao Hai.
“Jika kau tidak melakukan sesuatu yang buruk, kenapa kau tahu seseorang mengikutimu?”
Tapi, Gao Hai tidak mau membahas hal itu. Jelas, Ny. Wu semakin marah. Dan akhirnya, Gao Hai mengakui kalau dia pergi bertemu Pan Yue. Tapi, Pan Yue sekarang dia sudah gila. Jadi, dia harap Ny. Wu tidak akan membahas masalah ini lagi.
“Pan Yue sudah gila? Kapan ini terjadi?” tanya Ny. Wu.
“Tahun itu, setelah aku pergi bersamamu, dia mengalami kecelakaan. Dia menderita luka serius di kepalanya. Sekarang, IQ-nya kurang dari anak berusia 8 tahun. Dia tidak bisa mengingat semua orang dan peristiwa di masa lalu, termasuk aku. Aku tidak bisa menghindari tanggung jawab dari dia menjadi seperti sekarang.”
“Kau bukan orang yang mencelakainya. Apa hubungannya denganmu apakah dia benar-benar gila atau tidak? jangan salahkan dirimu lagi.”
Gao Hai berusaha memberi pengertian pada Ny. Wu kalau dia sekarang ini hanya berusaha melakukan kompensasi atas perbuatannya dulu pada Pan Yue dan Gao Jie. Dan tentu saja, Ny. Wu tidak bisa mengizinkannya. Dia mengingatkan Gao Hai, kalau Gao Hai lah yang dulu, duluan mendekatinya dan mengejarnya hingga keluar negeri. Dan bukankah mereka sudah berjanji, jika Gao Hai akan memutuskan semua hubungan dengan Pan Yue setelah resmi berpisah? Dan setelah bertahun-tahun, kenapa Gao Hai masih peduli pada Pan Yue?
“Ku peringatkan. Jangan gunakan alasan ini untuk menemui mantan istrimu.”
“Xiao Ci, aku mengerti kau dengan sangat baik. Aku tahu kau seorang wanita yang lembut dan berbudi luhur. Kau pasti memiliki sedikit simpati.”
Ny. Wu tidak bisa. Dia bahkan meminta Gao Hai berjanji tidak akan pernah pergi menemui Pan Yue lagi. Gao Hai diam, tidak mampu berjanji. Seolah mengerti dengan jawaban Gao Hai, Ny. Wu langsung keluar dengan penuh amarah.
--
Gao Jie memberikan obat untuk di minum kakek. Setelah meminum obat, mereka lanjut berbincang. Kakek sudah agak tenang dan mulai menjelaskan alasan kenapa dia tidak memberitahu Gao Jie mengenai Gao Hai. Dia tidak ingin Gao Jie terluka, mengetahui ayahnya pergi meninggalkan mereka. Saat Gao Hai pergi, Gao Jie masihlah berusia 2 tahun. Gao Hai sangat tidak berperasaan karena memilih Xiao Ci yang bisa membawanya keluar negeri. Dia bukan manusia, dan tidak layak menjadi ayah Gao Jie.
“Bukannya aku ingin ayah seperti itu, itu hanya karena aku merasa sakit hati untuk ibu. Di dalam hati, apa mungkin dia masih menyimpan harapan?”
“Tidak. Aku khawatir, sejak Gao Hai muncul, suasana hati ibumu menjadi tidak stabil. Aku benar-benar takut  dia akan akan kambuh. Dan Wu Xiao Ci… dia adalah orang yang kejam. Jika dia tahu bahwa Gao Hai telah datang ke rumah kita, dan melihatmu dan ibumu, aku benar-benar takut. Takut padanya. Takut dia akan membuat semacam masalah lagi.”
“Kakek, kau benar. Keluarga kita 3 orang, akan menjalani hidup kita dengan baik di masa depan. Kita tidak perlu memikirkan masalah lain. Aku juga tidak akan memikirkan masalah ayah lagi. Aku hanya tahu, anggota keluarga terdekatku adalah kakek, ibu dan bibi.”
“Xiao Jie. Kau sudah dewasa. Kau bisa mengerti kakek sekarang.”
--

Yu Zhi pergi ke climbing indoor dan memanjat seperi kesetanan. Yan Kai dapat merasakan kalau perasaan Yu Zhi sedang kacau.

-Bersambung-


No comments:

Post a Comment