Thursday, May 30, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 10-1

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 10-1
Images by : Hunan TV
Gao Jie benar-benar marah, kecewa dan sedih karena ayah yang selama ini di kiranya telah meninggal, ternyata masih hidup dan meninggalkan mereka demi wanita lain. Zi Yun berusaha menguatkan Gao Jie, dan juga membuka pikiran Gao Jie, kalau dia tidak perlu ayah dan juga mengaggumi Ny. Wu.
“Bibi, ini adalah pertama kalinya dalam hidupku, aku berharap tidak pernah punya ayah. Jadi setidaknya, dalam pikiranku, dia akan menjadi ayah yang sempurna, yang pantas ku hormati dan cintai. Tidak seperti sekarang ini,” ujar Gao Jie.
“Kau harus menghadapi hal ini, cepat atau lambat. Menangislah sekarang. Menangislah dengan keras, dan kemudian hadapi kenyatannya. Percayalah pada bibi, setelah hal ini, semuanya akan baik-baik saja,” ujar Zi Yun, berusaha menguatkan Gao Jie.
Gao Jie hanya terus diam dan menangis.
--
Di ruang konferensi pers, Yu Yi, Gao Hui dan Ny. Wu berdiri di atas panggung dan mengumumkan kerja sama Cilian dengan Rui Hua. Semua orang yang ada di acara itu, bertepuk tangan meriah untuk terjalinnnya kerjasama tersebut.
Gao Jie dan Zi Yun juga ada di sana. Zi Yun menyuruh Gao Jie untuk tidak khawatir, karena Gao Jie jauh lebih berbakat daripada Gao Hui. Semua yang di miliki oleh Gao Hui saat ini dan di masa yang akan datang, dia yakin Gao Jie akan mencapainya lebih daripada Gao Hui.
“Bibi, aku akan mengingat apa yang bibi katakan. Kami berdua adalah desainer, jadi kami harus membuktikan diri dengan karya yang kami desain,” tekad Gao Jie.

Nenek naik ke panggung dan memberikan pidatonya. Setelah itu, Yu Yi mengambil alih dengan mengumumkan pengangkatan Yu Zhi menjadi wakil manager Dept. Bisnis Inset Rui Hua. Begitu namanya di sebut, Yu Zhi langsung naik ke atas panggung.
Melihat Yu Zhi yang naik ke panggung, membuat Gao Jie terkejut. Ternyata, Yu Zhi berhubungan dengan Rui Hua.
“Yu Zhi adalah putra Yu Guang Hua,” beritahu Zi Yun. “Jangan kaget. Bibi sudah pernah bilang kan, putra Yu Guang Hua selalu menentang bibi sepanjang waktu. Sekarang, dia bahkan membawa Wu Xiaoci dan anaknya untuk membantunya.”
“Ternyata Yu Zhi adalah anak tiri bibi. Mereka tidak bisa di damaikan satu sama lain. Lalu dia dan aku…,pikir Gao Jie di dalam hati.
Yu Zhi memberikan pidato singkatnya. Dan Gao Hui terus memandanginya sambil tersenyum lebar.
Gao Jie kemudian bertanya pendapat Zi Yun, mengenai orang tipe apa Yu Zhi sebenarnya? Zi Yun menjawab kalau Yu Zhi dari luar terlihat santai dan sulit di atur, tapi aslinya, Yu Zhi selalu berubah-ubah dan juga egois. Untuk mencapai tujuannya, Yu Zhi akan melakukan segalanya. Dan dia juga dengar mengenai batu ruby darah merpati yang di gunakan Gao Hui di kompetisi, Yu Zhi lah yang menemukannya di Asia Tenggara. Demi menyenangkan Gao Hui, Yu Zhi melakukan semua yang dia bisa.
Gao Jie mengepalkan tangannya kuat. Dia marah karena ternyata alasan Yu Zhi ke Asia Tenggara dan mencari batu ruby tersebut adalah demi membantu Gao Hui menjadi juara. Dia jadi ragu, apa perasaan Yu Zhi padanya sebenarnya nyata atau palsu?
Konferesi pers di akhiri dengan pengambilan foto bersama Nenek, Yu Yi, Yu Zhi, Gao Hui dan Ny. Wu.
Zi Yun berkata kalau awalnya dia berniat memasukkan Gao Jie untuk bekerja di Rui Hua, tapi sekarang di perusahaan sudah ada Yu Zhi, Gao Hui dan Wu Xiaoci, jadi dia tidak akan memasukan Gao Jie karena situasi hanya akan menjadi semakin rumit untuknya. Dia menawarkan diri untuk membawa Gao Jie pulang saja sekarang.
--
Malam hari,
Keluarga Yu makan malam bersama. Nenek sangat senang karena konferensi hari ini berjalan lancar. Dia memuji Yu Yi yang telah membuat rencana hebat ini dan berhasil bekerja sama dengan Cilian. Yu Yi dan Yu Zhi jelas senang dengan pujian yang nenek berikan.
Zi Yun kemudian nimbrung dengan memberitahu kabar yang di dengarnya. Sepertinya Ny. Wu masih memiliki kontrak dengan Fansi. Dia khawatir akan hal itu, jadi dia berharap agar mereka lebih berhati-hati.
--
Gao Jie melihat video wawancara Ny. Wu sebelum-sebelumnya. Di salah satu wawancara, Ny. Wu ada memperkenalkan Gao Hai sebagai suaminya yang selalu mendukungnya. Gao Jie memperhatikan wajah Gao Hai, dan merasa tidak asing. Dia ingat kalau Gao Hai adalah pria yang waktu itu menabraknya. Dan ternyata, itu adalah ayahnya.
“Aku tidak percaya ayahku masih hidup. Tapi, mengapa kakek mengatakan hal seperti itu?”
Saat itu, Kakek masuk ke dalam kamarnya, jadi Gao Jie langsung mematikan laptopnya. Kakek benar-benar peduli pada Gao Jie dan menyanyanginya. Dia membawakan susu untuk Gao Jie dan menyuruhnya untuk tidak tidur terlalu malam.
“Kek, orang seperti apa ayahku?” tanya Gao Jie, mendadak.
Kakek terdiam mendengar pertanyaan Gao Jie. Dan dia balik bertanya, “Apakah kau melihat seseorang atau mendengar sesuatu?”
“Tidak, aku hanya bertanya,” bohong Gao Jie.
“Xiao Jie, kau tidak memiliki ayah sejak usia sangat muda. Ibumu… gagal merawatmu seperti orang tua normal. Aku tahu, hatimu merasa terluka.”
“Kakek, aku…”
“Dengarkan kakek. Meskipun kau tidak punya ayah, kau masih memiliki kakek. Selama beberapa tahun terakhir, kakek telah menaruh hati dan jiwa kakek padamu dan ibumu. Dengan begitu, kau bisa memiliki cinta sebanyak anak-anak lain, dan tumbuh dengan kekuatan fisik dan mental yang baik. Kau tidak mengecewakan kakek sama sekai. Kau menyelesaikan kuliah dan memiliki pekerjaan yang bagus sekarang. Kake merasa, kakek sudah puas. Kakek sangat senang,”
“Kakek, aku tahu. Kakek telah memberiku dan ibu begitu banyak cinta.”
“Tapi, cinta kakek tidak cukup. Karena kakek tidak memberimu apa yang bisa di tawarkan seorang ayah padamu. Xiao Jie, kakek merasa, kita bertiga sebagai keluarga, hidup sangat bahagia bersama. Kakek ingin bilang, tidak perlu bagimu… untuk mengganggu diri sendiri untuk seseorang yang tidak terkait dengan kita.”
Gao Jie mengangguk, “Aku tahu.”
--
Esok hari,
Yu Zhi berdiri di depan gedung Rui Hua. Akhirnya, mulai hari ini, dia akan bekerja di Rui Hua dan membalas dendam pada Zi Yun.
“Ma, aku akan membuat Mu Zi Yun membayar atas apa yang telah dia lakukan,” tekad Yu Zhi.
--

Briefing pagi. Nenek mengumumkan posisi dan tugas Yu Zhi kepada semua atasan perusahaan. Dan nenek memberikan kesempatan pada Yu Zhi untuk menjelaskan ide-idenya mengenai Rui Hua. Yu Zhi mampu menjelaskannya dengan baik, walaupun Zi Yun terus menentang ide-idenya. Dan seperti biasanya, Nenek menjadi penengah di antara mereka agar perdebatan tidak semakin memanas.
--

Kakek sedang sibuk memperbaiki perhiasan. Gao Jie yang melihatnya, menawarkan diri pada kakek untuk membantu. Kakek mengizinkan dan juga bertanya, apa Gao Jie tidak bekerja hari ini? Gao Jie berbohong kalau dia baru selesai mengikuti kompetisi dan merasa lelah. Jadi, dia mengajukan cuti tahunan pada perusahaan, jadi dia bisa beristirahat dan juga sekalian belajar lebih banyak teknik. Gao Jie meminta kakek mengajarkannya teknik membuat perhiasan.
Kakek tertawa ramah dan menjawab kalau dia hanya pengrajin perhiasan biasa, jadi tidak ada yang bisa di pelajari darinya. Gao Jie langsung menyebut kakek yang terlalu rendah hati. Dia membujuk kakek untuk mengajarinya.
Dan kakek mengajarinya. Dia memberikan nasihat. Untuk membuat suatu perhiasan yang berkilau, Gao Jie harus memasukkan perasaannya pada perhiasan tersebut. Sebuah perhiasan sebelum di poles, hanya tampak seperti batu. Tapi setelah di poles, maka perhiasan itu bisa bersinar seperti matahari. Itu adalah seni dari cahaya. Jadi, Gao Jie harus bisa menemukan cara untuk menggabungkan sepotong perhiasan dengan cahaya sehingga bisa berkilau dengan indahnya.

Mereka tampak bersenang-senang memperbaiki perhiasan para pelanggan. Dan kakek memuji pekerjaan yang Gao Jie lakukan.


No comments:

Post a Comment