Thursday, May 30, 2019

Sinopsis J- Drama : Takane To Hana Episode 4 - part 2

0 comments


Network : Fuji TV, FOD
Disekolah. Didalam kelas. Hana serta teman- temannya sibuk membicarakan liburan mereka di pemandian air panas yang sangat menyenangkan. Dan melihat foto- foto yang mereka ambil selama disana.

Dan ketika Okamoto datang, Hikaruko langsung berdiri dan menunjukan salah satu foto yang diambilnya,” Foto ini akan membuat gadis- gadis menggila,” kata Hikaruko dengan senang. Dan Okamoto langsung menyuruhnya berhenti.
Foto itu adalah foto Okamoto yang digendong oleh Takane.
Mizuki memperhatikan Hana yang hanya diam saja sambil tersenyum. “Itu foto yang bagus,” komentarnya sambil ikut melihat foto di hape Hana. Dan Hana tersenyum mengiyakan.

Di kantor. Seorang pria berkaca mata datang menemui Takane. Dia memperkenalkan dirinya sebagai sekretaris baru Takane. Dia diperintahkan oleh Sainbara. Dan namanya adalah Kirigasaki Eiji.
“Asisten ku? Seharusnya tidak boleh ada pemindahan karyawan saat ini,” kata Takane, merasa heran.

“Mereka bilang ini adalah pemindahan khusus. Saya mungkin tidak terlalu penuh perhatian dan memuaskan, tapi saya akan mendukung Anda dengan semua kemampuan saya,” jelas Eiji dengan sopan.
“Kamu lebih baik tidak mengecewakan ku,” balas Takane, menerimanya. Dan Eiji mengiyakan sambil membungkuk memberikan hormat.

Didalam kamar. Hana berbaring- baring dengan malas diatas tempat tidur sambil melihat fotonya dengan Takane di hape. Dan ketika tiba- tiba saja terdengar bunyi bel rumah, Hana pun langsung berlarian keluar dari dalam kamar sambil tersenyum lebar.
Namun senyum Hana langsung menghilang, ketika melihat bahwa yang datang cumalah Okamoto saja. Dan mendengar itu, Ibu pun merasa heran, dan bertanya siapa yang memangnya Hana pikirkan. Dengan gugup, Hana pun langsung menjawab tidak ada.

Okamoto datang untuk memberikan hadiah dari Ibunya, sebagai balasan terima kasih untuk apel yang Ibu Hana berikan kepada mereka tempo hari. Dan Ibu Hana pun menerimanya sambil mengatakan bahwa Okamoto tidak perlu repot2 membalasnya.
Lalu ketika melihat bahwa hadiah yang Okamoto berikan adalah kue2 yang enak, maka Ibu Hana pun menawarkan Okamoto untuk mampir dan menikmatinya bersama- sama dulu, barulah Okamoto pulang. Dan Hana pun mengiyakan, dia mengajak Okamoto untuk mampir sebentar dulu.
“Terima kasih banyak,” kata Okamoto, mengiyakan ajakan tersebut.

Okamoto menikmati kue roll di dalam kamar Hana. Dan sambil menikmati kue nya, Okamoto memperhatikan kamar Hana yang sudah lumayan banyak berubah. Lalu dia menanyakan boneka keramik besar milik siapa itu. Dan Hana pun menjelaskan bahwa itu adalah hadiah pemberian dari Takane.
“Ini,” kata Hana sambil menunjukan kartu pesan dari Takane. Dan Okamoto pun membacanya. Ini boneka yang kamu suka! Aku sedang tertahan di tempat kerja, sehingga aku tidak akan bisa menemui mu untuk sementara waktu. Pikirkanlah boneka ini seperti ku dan jaga itu!

Sambil tersenyum, Hana memberitahu kalau dia tidak pernah memberitahu siapapun bahwa dia menyukai boneka sejenis ini. Okamoto lalu pun bertanya, apakah itu berarti Hana belum ada berjumpa dengan Takane. Dan Hana mengiyakan dengan raut sedih diwajahnya sambil memperhatikan boneka dari Takane.


Melihat itu, Okamoto memukul Hana menggunakan bantal. “Apa yang kamu perhatikan dengan begitu terpesona disana?”


“Ah. Pemandian air panas sangat menyenangkan, kan? Aku berpikir betapa menyenangkannya itu. Dan kemudian aku mulai merindukan pergi ke sana,” jawab Hana mengelak, lalu dia kembali duduk di tempatnya.
“Kalau begitu maka aku akan membawa mu ke sana lagi,” kata Okamoto tiba- tiba saja. Dan Hana pun mengiyakan.
Dikantor. Eiji memberikan jadwal Takane secara mendetail, dan menjelaskan segalanya dengan baik. “Siang ini kita akan pergi dan menemui 3 perusahaan yang kita akan bekerjasama dengannya. Jam 5 sore, kita memiliki rapat biasa. Jam 6 sore, kita akan bertemu dengan orang dari takaba grup.”
“Tolong beritahu mereka, aku terlalu sibuk untuk bertemu dengan mereka,” perintah Takane, untuk membatalkan jadwal pertemuannya dengan orang dari Takaba grup.

Bukannya mengiyakan, Eiji tiba- tiba saja menanyakan apakah Takane ada melihat potensi pada partner perjodohan Takane sekarang. Dan mendengar itu, Takane memberikan tatapan tajam kepada Eiji.
Menyadari bahwa dirinya telah terlalu lancang  dengan bertanya seperti itu, maka Eiji pun meminta maaf, mengiyakan perintah Takane, dan pamit keluar dari ruangan.

Takane ikut keluar dari dalam ruangan. Dia memanggil Eiji dan menanyakan apa yang Eiji inginkan untuk makan siang, karena masih ada waktu sebelum rapat di mulai. Dan dengan sopan, Eiji menolak, karena dia merasa seperti nya mereka akan membicarakan banyak hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaan.
Takane lalu secara blak- blakan menanyakan, apakah sebelum Eiji ke sini, Eiji ada memiliki perselisihan dengan bos Eiji dulu. Dan Eiji mengiyakan, itu karena dia tidak bisa melayanin bosnya dengan baik, sebab sulit baginya untuk melakukan hal lain selain dari pekerjaan.

“Aku tidak meminta siapapun, selain daripada diriku sendiri untuk menjadi sempurna. Aku tidak mengharapkan terlalu banyak darimu. Jadi santailah sedikit,” kata Takane. Lalu dia berjalan pergi.
“Apa kamu menyembunyikan kekecewaan mu dengan kebaikan?” tanya Eiji sebelum Takane benar- benar pergi menjauh.

“Kemudian bekerja keras lah! Pembicaraan sehari- hari juga berkaitan dengan peluang bisnis,” balas Takane dengan tegas, memberikan saran dan semangat. Lalu dia menepuk pelan lengan Eiji, dan berjalan pergi.

Direstoran okonomiyaki milik keluarga Okamoto. Disana Takane makan bersama dengan Luciano, Hana, dan kedua teman Hana. Namun saat harus memasak okonomiyaki, Takane serta Luciano ternyata sama sekali tidak bisa memasak dengan baik. Takane memasak seperti menulis essai, Luciano memasak dengan seni.
Sehingga melihat itu, maka Okamoto pun merebut spatula mereka berdua. Dan membantu mereka berdua untuk memasak Okonomiyaki dengan benar.

“Okonomiyaki mu adalah yang terbaik, Okamoto!” kata Hana memujinya.
“Aku bisa memasak apapun dengan baik,” balas Okamoto sambil tersenyum dan duduk disebelah Hana. Dan Hana balas tersenyum padanya.

Melihat kedekatan mereka berdua, maka Takane pun merasa sedikit cemburu. “Oh! Mari kulihat seberapa baiknya ini,” kata Takane, mencobai Okonomiyaki buatan Okamoto. Dan ternyata, itu sangat enak. Melihat ekspresi nya, Okamoto serta Hana pun tersenyum menatapnya.

“Takane- san. Aku pikir kamu terlalu sibuk untuk datang ke sini hari ini,” kata Hana, bertanya.
“Ah. Itu karena aku memiliki asisten yang sangat bisa diandalkan sekarang,” jawab Takane sambil fokus memakan makanannya.
Sebuah mobil berhenti tidak jauh di depan restoran Okamoto. Tapi dia tidak keluar dari dalam mobil, dan masuk ke sana.
Setelah selesai makan, Luciano serta kedua teman Hana pulang duluan. Sementara Hana serta Takane masih duduk dan mengobrol berduaan sebentar disana sambil bersiap- siap untuk pulang juga. Dan Okamoto, dia disibuk membersihkan meja.
“Aku senang kamu mendapatkan asisten yang bisa diandalkan,” kata Hana.
“Itu benar. Aku pikir dia lebih cocok untuk pekerjaan ini daripada yang lain,” balas Takane, memuji Eiji. Dan Hana ikut memuji Eiji juga, karena sampai Takane bisa memuji seperti ini, maka Eiji pasti benar- benar luar biasa.
Setelah selesai memakai mantelnya, Takane pindah duduk disebelah Hana untuk memakai sepatunya. Dia menggoda Hana yang tumben saja begitu peduli tentang pekerjaannya. Dan Hana membalas bahwa itu karena Takane jarang memuji orang lain selain diri Takane sendiri.
“Aku berterima kasih padanya. Karena dia, maka kita bisa bertemu lagi,” kata Hana sambil tersenyum. Dan mendengar itu, Takane langsung tersenyum lebar.

“Ternyata kamu begitu ingin bertemu…”
“Baiklah. Mari kita pulang!” sela Hana.
“Setidaknya dengarkan apa yang mau  ku katakan,” balas Takane.
“Okamoto. Dah!” kata Hana, mengabaikan Takane, lalu dia keluar duluan. Dan Takane pun mengikutinya.
Ayah Okamoto tersenyum, dan menyenggol bahu Okamoto yang hanya diam saja. Dia memberikan kode agar Okmaoto mengantarkan Hana juga, tapi Okamoto merasa tidak mungkin dia melakukannya.

Ternyata orang di dalam mobil yang berhenti tidak jauh dari depan restoran Okamoto, dia adalah Eiji. “Oh. Dia masih anak sekolah?” gumamnya, ketika melihat Takane serta Hana keluar dari dalam restoran.
Dikantor Direktur pelaksana senior. Eiji menemui Aiba Saya, dia melaporkan bahwa Takane adalah seseorang yang perfeksionis, jadi Takane tidak mengekspos kelemahan dirinya sendiri dengan begitu mudah.

“Itu tugas mu untuk menyelidiki dan menemukan kelemahannya!” kata Aiba dengan keras.
“Sebenarnya, saya ada menemukan beberapa informasi yang berguna untuk Anda,” kata Eiji dengan yakin.

Eiji datang menemui Hana yang baru pulang ke rumah dari sekolah. Dia memperkenalkan dirinya sebagai asisten Takane, dan meminta sedikit waktu dari Hana untuk membicarakan tentang masalah Takane. Dan Hana merasa sedikit bingung, kenapa Eiji datang untuk berbicara kepadanya.

“Saya berpikir akan lebih baik, jika kamu putus dengan Saibara Takane- san,” kata Eiji dengan serius dan tegas.
“Eh?” respon Hana, terkejut serta bingung karena tiba- tiba mendengar itu.

No comments:

Post a Comment