Saturday, June 29, 2019

Sinopsis C-Drama : Unique Lady Episode 22 - part 2

0 comments

Network : iQiyi iQiyi

Hari Pernikahan Wu Mei. Semua tamu undangan telah hadir, dan kemudian Wu Mei serta Ru Yu di panggil untuk memasuki ruangan. Dan sambil tersenyum Ru Yu masuk ke dalam ruangan. Sementara Wu Mei sama sekali tidak bisa tersenyum.


Wu Mei terus memandang ke arah Luo Jing. Dan Luo Jing balas memandangnya. Jiang menyadari hal tersebut, dan memandang ke arah Luo Jing. Dan melihat hal tersebut, Tang Meng merasa cemburu.
“Jiang- gege. Aku tidak bisa membiarkan kamu dipikat olehnya,” kata Tang Meng penuh tekad didalam hatinya.

Kaisar memberikan tanda agar Su Wen memulai acara pernikahan. Dan Su Wen pun menjalankan tugasnya sebagai pembawa acara. Dia memberitahukan apa yang Ru Yu serta Wu Mei lakukan. Dan dengan senang hati, Ru Yu melakukan semua tahapan yang diberitahukan sambil tersenyum bahagia. Sementara Wu Mei, tidak.
“Upacara pernikahan selesai. Silahkan memasuki kamar pengantin,” kata Su Wen, mengumumkan kepada semuanya.

Mendengar itu, Luo Jing memalingkan dan menunduk kan wajahnya dari Wu Mei yang menatap ke arahnya. 

Ru Yu tiba- tiba saja terjatuh lemas. Dan melihat itu, Kaisar langsung berdiri dengan cemas dan bertanya ada apa. Shang kemudian maju dan memeriksa nadi Ru Yu. Kemudian setelah selesai, dia melaporkan kepada Kaisar bahwa Ru Yu hanya bekerja terlalu keras, tidak ada yang perlu dicemaskan.

“Kaisar, Putri-ku pasti sangat capek menyulam untuk Yang Mulia Yuan Zheng,” kata Shan’er, memberitahu Kaisar yang cemas pada Ru Yu.
“Menyulam?” tanya Kaisar, tidak paham.
“Jawab Yang Mulia. Putriku menemukan bahwa Sheng Jing memiliki tradisi. Untuk suaminya, istri harus menyulam sepasang bantal, jadi mereka bisa hidup bersama dalam keharmonisan,” jawab Shan’er, menjelaskan.
“Zhong Wu Mei. Memiliki seorang Permaisuri yang mencintai kamu sebanyak ini, kamu pasti merasa sangat bahagia kan?” tanya Luo Jing didalam hatinya, sambil memandang ke arah Wu Mei dengan pandangan mata sayu.
Dan melihat tatapan itu, Wu Mei memalingkan wajahnya dari Luo Jing.
Wan Er memuji betapa berdedikasi nya Ru Yu.
Shang menyarankan agar Ru Yu beristirahat selama beberapa hari, setelah itu Ru Yu akan puli kembali. Dan Wu Mei pun membantu Ru Yu untuk berdiri.
“Wu Mei. Bawa Permaisuri mu beristirahat,” perintah Kaisar. Dan Wu Mei pun mengiyakan, dia menemanin dan menopang Ru Yu.

Fei Yu memandang tajam ke arah Wu Mei serta Ru Yu.

Luo Jing memandang sedih ke arah Wu Mei yang pergi bersama dengan Ru Yu.
Sebelum benar- benar meninggalkan ruangan, Wu Mei menoleh sebentar ke belakang dan melihat ke arah Luo Jing. Setelah itu, barulah dia pergi keluar dari dalam ruangan.

Luo Jing berniat pergi. Dan melihat itu, Tang Meng pun langsung mendekatinya dan menarik lepas kain masker yang menutupi wajah Luo Jing.

Melihat wajah Luo Jing, semua orang merasa terkejut. Dan suasana menjadi sangat heboh serta riuh, karena setahu mereka seharusnya Luo Jing telah meninggal, tapi mengapa sekarang Luo Jing bisa hadir ditempat ini.
Dengan panik, Luo Jing pun berusaha untuk menutupi wajahnya.

Kaisar memberikan tanda kepada Su Wen. Dan Su Wen pun segera menyampaikan kepada semuanya, dia menjelaskan bahwa karena acara pernikahan telah selesai, maka semua orang dipersilahkan ke ruang makan.
Mengerti maksud Kaisar, maka semua orang yang tidak berkepentingan pergi meninggalkan ruangan. Dan Fei Yu ingin mengikuti mereka. Tapi Su Wen segera memintanya agar menunggu sebentar ditempat ini.

Kaisar mempertanyakan apa maksud semua ini kepada Fei Yu. Dan mendengar pertanyaan itu, Fei Yu langsung berpikir keras. “Jika aku mengakui dia sebagai Xiao Jing sekarang, maka itu akan menyebabkan yang lain menjadi curiga dan menuduh ku. Sekarang bukan waktunya.”

“Yang Mulia. Putri ku, Lin Luo Jing telah meninggal sejak lama. Gadis ini pastinya bukanlah Putriku. Kebetulan saja dia tampak seperti Putriku, atau dia secara sengaja menyamar dengan motive tersembunyi,” jelas Fei Yu, mengkambing hitam kan Luo Jing demi melindungin dirinya sendiri.
Mendengar itu, Luo Jing merasa terkejut. Dan menatap tajam Fei Yu.

Kaisar mempertanyakan, apakah perkataan Fei Yu adalah benar. Dan dengan yakin, Fei Yu membenarkan perkataannya. Fei Yu menjelaskan bahwa mayat Putrinya telah ditemukan dibawah laut Sheng Jing, dan oleh dirinya sendiri telah dikuburkan. Jadi Gadis tersebut pasti nya bukanlah Putrinya.
“Siapa kamu? Bicara apa tujuanmu memasuki Istana?” tanya Kaisar dengan tegas kepada Luo Jing.

Luo Jing bingung harus menjawab apa. “Jika aku mengakuinya sekarang, bagaimana aku akan menjelaskan identitasku? Jika aku tidak mengakuinya, kemudian Ayah ku ini akan menggunakan kesempatan untuk membunuhku.”
“Bicara. Apa tujuanmu?” tanya Fei Yu, mendesak. Dan Luo Jing hanya bisa diam.
“Yang Mulia. Gadis ini tidak mengatakan satu katapun, jadi pasti ada sesuatu yang disembunyikannya. Mengapa tidak biarkan saya untuk mengintrogasi nya?” tanya Fei Yu langsung pada Kaisar. Saat Luo Jing hanya bisa diam.
Jiang menghentikan Fei Yu. Dan berbicara kepada Kaisar. “Yang Mulia, masalah ini belum jelas. Tidak bisa sembarangan memutuskan. Saya juga sudah mencari di sungai Sheng Jing, tapi saya tidak pernah menemukan mayat Permaisuri.”

“Tuan Muda Jiang. Saya tahu kamu adalah teman lama Putriku, jadi aku berharap kamu tidak menerima seorang musuh begitu mudah,” balas Fei Yu.
“Benar. Jiang-gege. Aku takut kamu tidak beristirahat dengan baik, jadi kamu bingung akibat kelelahan,” kata Tang Meng, ikut berbicara untuk memojokan Luo Jing.

Kaisar memanggil pengawal untuk menangkap Luo Jing. Dan karena itu, maka Luo Jing pun langsung membuka suara.

“Saya Lin Luo Jing. Karena Zhong Wu Mei, saya harus menyembunyikan wajah. Saya meminta Tabib Shang untuk kembali ke kota dan mengobati Wu Mei. Saya meminta keadilan dari Yang Mulia,” jelas Luo Jing, dengan tegas. Sambil memandang berani kepada Fei Yu.

Fei Yu takut, jadi dia menuduh Luo Jing berbicara omong kosong. Kemudian dia memperlihatkan tangan Luo Jing yang tidak memiliki tanda lahir. Dan Luo Jing pun membalas bahwa demi menyembunyikan identitasnya, dia meminum obat dari Shang untuk menghilangkan tanda lahirnya.
“Jawab Yang Mulia. Masalah identitas nya yang disembunyikan, itu benar- benar ide Saya,” jelas Shang kepada Kaisar.

Fei Yu tidak terima. Dia menjelaskan kepada Kaisar bahwa perkataan Luo Jing serta Shang tidak dapat dipercayai. Dan mendengar itu, Luo Jing merasa sangat kesal.



Wu Mei masuk ke dalam ruangan. “Aku bisa membuktikan bahwa dia benar- benar adalah Lin Luo Jing,” kata Wu Mei dengan tegas. Mendengar itu, Luo Jing langsung menatap tidak menyangka. Sementara Fei Yu merasa gugup serta takut.

Wu Mei menyentuh bahu Jiang, dan memberitahukan bahwa ini adalah masalah keluarganya. Dan mengerti akan hal itu, maka Jiang pun pergi meninggalkan ruangan dengan menarik tangan Tang Meng untuk mengikutinnya.
Wu Mei mendekati Fei Yu, dan mengatakan bahwa Luo Jing adalah permaisurinya, jadi dia jelas bisa mengenali Luo Jing dengan baik. Kemudian Wu Mei menuduh Fei Yu sebagai orang yang tidak memiliki perasaan.
“Xiao Jing adalah putriku, mengapa aku tidak akan merindukan nya? Kamu jangan berani mengakui dia sebagai Lin Luo Jing,” bentak Fei Yu dengan suara keras. Karena Wu Mei seperti memojokannya.


“Itu karena, dia bukan putri kandungmu!” balas Wu Mei.
Mendengar hal tersebut, Luo Jing merasa sangat terkejut.

Fei Yu tertawa. Dia menuduh bahwa seperti nya Wu Mei terlalu banyak minum- minum sehingga Wu Mei berbicara dalam keadaan mabuk sekarang.

“18 tahun lalu, sebuah keluarga diluar kota melahirkan seorang anak perempuan, tapi seluruh garis keturunan mereka dengan kejam dihabisi oleh orang lain. Orang yang berada dibelakang semua itu adalah kamu. Dan anak yang cukup beruntung untuk bertahan hidup adalah dia,” jelas Wu Mei dengan tegas. Sambil menunjuk ke arah Luo Jing yang berdiri di belakang Fei Yu.
“Apa? Aku juga memiliki identitas ini?” pikir Luo Jing, terkejut serta heran.

Wu Mei meminta Kaisar untuk menghakimin dengan adil. Dan Kaisar pun menanyakan, apakah Wu Mei ada memiliki bukti.
“Bukti. Xiao Jing menemukan beberapa bisnis mu, jadi kamu mengirimkan seseorang untuk membunuhnya. Perdana mentri, apa rahasia yang kamu miliki sehingga kamu berani menghabisi Putrimu sendiri?!” teriak Wu Mei, bertanya kepada Fei Yu.
“Omong kosong! Begitu disayangkan aku memperlakukan kamu sebagai menantu, kamu berani membahayakan ku?” balas Fei Yu.

Fei Yu menjelaskan kepada Kaisar bahwa segala yang Wu Mei katakan adalah kebohongan, dan dia meminta Kaisar menegak kan keadilan baginya. Namun dengan santai, Kaisar menikmati minumannya, dan dia bertanya sekali lagi kepada Wu Mei, apakah Wu Mei memiliki bukti.
Tanpa menjawab, Wu Mei memandang ke arah Jing Yuan. Dan Jing Yuan pun membuka suara, berbicara kepada Kaisar.

“Saya punya ide. Izinkan saya bertanya kepada Perdana Mentri,” kata Jing Yuan, meminta izin kepada Kaisar. Lalu dia mengajukan pertanyaan kepada Fei Yu. “Apa kamu berani untuk melakukan tes darah?” tanya nya.
Fei Yu merasa gugup, dan terdiam untuk sesaat. Kemudian dia pun membuat alasan kepada Kaisar. Hari ini adalah acara yang menyenangkan, jadi mereka tidak boleh menggunakan darah untuk mencemarinya. 
“Jika kamu tidak berani, maka pasti ada sesuatu,” kata Jing Yuan.

Dengan tegas, Kaisar pun langsung berteriak memanggil pengawal untuk melakukan tes darah langsung pada Fei Yu serta Luo Jing, sehingga segalanya bisa jelas hari ini. Dan dengan takut, Fei Yu pun langsung berlutut memohon ampun.
“Saya tidak bermaksud untuk menyembunyikannya dari Yang Mulia. Hanya saja, 18 tahun lalu, Istriku hamil, semua pejabat mengetahui tentang ini. Itu karena aku tidak merawat dengan baik, jadi Istriku tercinta keguguran. Menyebabkan bahaya untuk kesehatannya dan tidak bisa melahirkan lagi. Yang Mulia baru saja naik tahta saat itu, Istriku juga adalah adik angkat mu. Jadi semua penjabat fokus pada masalah ini. Lalu Saya takut mengecewakan Yang Mulia, jadi aku datang dengan rencana ini,” jelas Fei Yu panjang sekali. Membuat alasan.
Wan Er memperhatikan Fei Yu dengan perasaan cemas.

“Kamu membiarkan seseorang yang tidak berhubungan darah denganmu menjadi Permaisuri Yuan Zheng?” tanya Kaisar.
“Saya hanya memikirkan keluarga bangsawan,” balas Fei Yu, membuat alasan lain.
Dengan kesal, Wu Mei mengatai bahwa itu bukan karena keluarga bangsawan, tapi lebih karena Fei Yu memang begitu. Kemudian Jing Yuan pun menambahkan bahwa mengenai Luo Jing yang jatuh ke dalam laut, tampaknya tidak perlu di jelaskan lagi. Dan Kaisar tersenyum seperti setuju kepada mereka berdua.
Melihat itu, Fei Yu diam membeku. Tidak tahu harus mengatakan apa.

No comments:

Post a Comment