Tuesday, June 18, 2019

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 15-1

0 comments

Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 15-1
Images by : Hunan TV
Gao Hui sangat senang karna Yu Zi setuju dengan pemikirannya dan bahkan memihaknya. Yu Zhi kemudian membahas karena mereka telah memecat orang, tentu mereka harus merekrut orang yang baru. Gao Hui setuju. Melihat hal itu, Yu Yi menawarkan agar mereka makan malam bersama malam ini.
Saat itu, Yu Zhi menerima pesan dari Gao Jie yang bertanya apakah malam ini dia akan pulang makan? Yu Zhi mengiyakan, tentu dia akan pulang.
“Aku punya janji dengan tukang,” ujar Yu Zhi dan langsung keluar.
Gao Hui bingung, tukang apaan? Yu Yi menebak kalau mungin tukang yang Yu Zhi masuk adalah tn. Tua dari tim manufaktur. Gao Hui untunglah percaya.
--
Gao Jie di rumah, sibuk memasak daging rebus, makanan kesukaan Yu Zhi. Dia memasak sambil menonton video tutorial-nya.
Dan begitu Yu Zhi pulang, dia langsung menghindangkan masakannya dan menyuruh Yu Zhi untuk makan. Yu Zhi sangat senang melihat masakan Gao Jie. Gao Jie jujur kalau dia baru pertama kali memasak ini, jadi dia juga tidak yakin itu enak atau tidak. Begitu makan, Yu Zhi langsung sumringah dan memberitahu kalau rasanya tidak buruk.
Yu Zhi sangat gembira dan mulai bercerita mengenai masa kecilnya termasuk nenek yang galak. Gao Jie langsung bertanya, apa nenek Yu Zhi sangat tegas?
“Umumnya dia sangat keras dengan kami dan dia juga menjaga standar tinggi dalam harapannya pada kami. Selama kami menunjukkan kekuatan kami yang sebenarnya, kami bisa mendapatkan persetujuannya.”
Eh, lagi asyik bincang, Gao Hui malah menelpon ke ponsel Yu Zhi. Suasana jadi hening, dan Yu Zhi langsun mematikan ponselnya.
“Tentang terakhir kali, aku lupa memberikamu penjelasan. Panggilanmu tiba-tba terputus karena Gao Hui. Tidak ada apapun antara kami, kami hanya rekan.”
“Aku tidak mengatakan apapun. Aku tahu kalian berdua hanyalah mitra kerja. Kau tidak perlu begitu gugup, aku bukan orang berpikiran sempit. Bagaimanapun aku menjelaskannya, aku akan percaya padamu.”
Yu Zhi senang mendengarnya. Dan mulai lanjut makan. Mereka sudah tampak seperti pasangan baru menikah.
--

Gao Hui masih di kantor dan dia sangat kesal karena Yu Zhi tidak mengangkat teleponnya. Yu Yi yang melihat Gao Hui masih di kantor, bertanya kenapa belum pulang dan kenapa terlihat marah? Gao Hui dengan kesal memberitahu kalau Yu Zhi tidak hanya menolak teleponnya tapi juga mematikan ponselnya. Padahal dia menelpon hanya untuk membicarakan masalah desain, tapi Yu Zhi menghindarinya.
Yu Yi langsung berusaha menenangkan Gao Hui. Sebagai senior Gao Hui, tentu dia mendukung Gao Hui dengan Yu Zhi. Dia bahkan memberikan beberapa nasihat untuk Gao Hui. Hal itu bisa membuat Gao Hui kembali tersenyum.
--
Di rumah,
Ny. Wu memandangi semua koleksi perhiasannya. Dia menghela nafas keras. Saat itu dia mendapat telepon dari pengacara yang di tugaskan Gao Hai untuk bercerai dengannya. Ny. Wu sangat marah dan menyuruh pengacara itu menyampaikan pada Gao Hai untuk bicara langsung dengannya, tidak perlu lewat perantara.
Walaupun terlihat marah, Ny. Wu sebenarnya cemas karena Gao Hai benar-benar akan menceraikannya. Dia bahkan langsung memberitahu Gao Hui yang baru pulang mengenai telepon dari pengacara. Padahal sebelum-sebelumnya, setiap kali mereka bertengkar, selalu Gao Hai yang meminta maaf duluan padanya. Baru kali ini dia tampak seperti orang berbeda.
“Ma, tenang saja. Ayah tidak akan melakukannya. Kepribadiannya lembut dan santai. Ayah tidak bisa menyerah pada keluarga ini ataupun pada profesinya,” tenangkan Gao Hui.
“Tapi kali ini berbeda. Ayahmu bertekad untuk bercerai. Menurutmu, kita harus bagaimana?”
“Ma, kan masih ada aku. Aku tahu ayah terlalu baik, dia tidak akan bisa bertekad. Tenang, aku punya cara. Yang penting, kita biarkan dulu beberapa hari ini agar ayah lebih tenang,” ujar Gao Hui. “Ma, bukankah kau yang bilang padaku kalau wanita harus bisa menjaga ketenangannya kapan saja? Jika kau terus seperti ini dan ayah pulang, bagaimana mungkin dia akan berubah pikiran. Tenang saja.”
--

Gao Jie menunjukkan desain yang di buatnya seharian ini. Dia khusus membiarkan Yu Zhi sebagai orang pertama yang menilai desainnya. Yu Zhi melihat desain Gao Hui satu persatu, dan desain dengan teman : Minuman Keras Buah Persik, menarik perhatian Yu Zhi. Gao Jie menjelaskan desain tersebut. Tetapi, Yu Zhi malah menggoda bahwa inspirasi desain itu datang pada Gao Jie saat mereka minum anggur bersama dulu kan? Gao Jie jadi malu.
Yu Zhi kemudian serius membahas desain Gao Jie. Dia bisa melihat kalau Gao Jie menggunakan teknik tatahan gaya Barat dan menambahkan elemen Timur. Gao Jie membuat desain yang menarik dan kreatif. Jika di luncurkan ke pasar, maka akan mendapatkan hasil yang baik.
“Lalu, apakah menurutmu Nenek akan menyukai gaya ini?” tanya Gao Jie.
“Nenek?” bingung Yu Zhi. “Nenek biasanya berfokus pada produk emas biasa. Dia tidak tertarik dengan perhiasan bertatahkan. Tapi sebagian besar desainmu memiliki elemen Timur, aku rasa dia akan tertarik.”
Gao Jie senang mendengarnya. Dan Yu Zhi jadi merasa ada yang salah, entah kenapa dia seperti sedang di perah untuk memberikan informasi ya? Atau… Gao Jie sedang memikirkan bagaimana cara merawat neneknya saat mereka sudah menikah?
“Apa sih yang kau pikirkan. Aku hanya merasa bahwa Rui Hua adalah perusahaan yang cukup bagus. Mengarahkan selera orang terhadap kecanggihan alami. Kalau saja nenek bisa menyukainya, itu jaminan untuk desainnya,” jelas Gao Jie.
“Desainmu tidak memerlukan jaminan siapapun. Dalam pandanganku, kau adalah yang terbaik.”
Gao Jie menunduk malu mendengar ucapan Yu Zhi. “Aku melamar untuk beberapa perusahaan termasuk Rui Hua. Tetapi sampai sekarang aku belum mendapat jawaban. Mungkin sangat tidak mungkin bagiku untuk bisa menginjakkan kaki di profesi ini.”
“Aku bisa membuatmu bekerja di pihak perusahaan. Ketika waktunya tiba, kau tentu akan memiliki peluang yang lebih baik.”
Gao Jie langsung menjelaskan kalau dia memberitahu Yu Zhi masalah ini, bukan karena ingin Yu Zhi membantunya masuk dengan koneksi. Hanya saja… jika… jika suatu hari, Rui Hua benar-benar memperkerjakannya, dia berharap Yu Zhi dapat melihatnya sebagai pelajar pada umumnya. Dia ingin kesempatan yang adil.
“Baiklah. Apapun keputusanmu, aku akan setuju. Tetapi kau harus ingat. Ketika kau lelah, kau masih memilikiku di belakangmu,” ujar Yu Zhi dan memeluk Gao Jie.
--

Gao Jie membuka portal lamaran kerja online dan terlihat memikirkan sesuatu.
--
Esok pagi
Yu Zhi berolahraga dengan Yu Yi di taman. Dan eh, Gao Hui malah muncul (pasti Yu Yi yang memberitahunya). Begitu muncul, Gao Hui sudah langsung mengajak Yu Zhi untuk lomba lari dengannya. Baru juga lari 3 langkah, dia sudah terjatuh. Yu Zhi langsung menanyakan keadaannya. Yu Yi juga hendak mendekati mereka, tapi dia memilih untuk diam karena tidak ingin mengganggu Gao Hui mendekati Yu Zhi.

Gao Hui langsung memanfaatkan moment itu dengan menyama-nyamakan dirinya dengan Yu Zhi yang mirip. Untunglah, Yu Zhi tidak setuju dengan hal itu. Dia sedikit berbeda dengan Gao Hui.
“Aku tahu harus memalingkan muka dari masalah dan aku tahu bahwa hidup ini singkat dan kita perlu meluangkan waktu untuk menikmati diri kita sendiri. Jadi, kita tidak perlu repot-repot tentang hal-hal kecil.”
“Tentunya. Kalau begitu kita tidak usah balapan. Apa yang harus kita mainkan untuk tidak menyia-nyiakan cuaca hari ini?” tanya Gao Hui, masih tidak menyerah.
Yu Zhi jadi kaget sendiri karena Gao Hui tidak mengerti ucapannya dan malah mengajak melakukan hal yang lain. Yu Zhi segera memberitanda mata pada Yu Yi agar membantunya.
“Karena kalian berdua suka olahraga seperti ini, tampaknya kalian memiliki beberapa tautan yang di takdirkan,” ujar Yu Yi membantu Gao Hui.
“Sudah jelas kalian berdua yang di takdirkan. Kalian kan bertemu di luar negeri di tengah banyaknya orang dan ketika kalian kembali, kalian menjadi mitra kerja. Peluang bertemu seperti itu sangat rendah,” balas Yu Zhi.
Yu Yi tidak menyerah dan terus berkata kalau Yu Zhi dan Gao Hui itu di takdirkan. Yu Yi bahkan memberitanda dengan matanya agar tidak membantah lagi. Yu Zhi benar-benar kesal dan hanya bisa diam karena melihat tanda Yu Yi.
Saat sedang beristirahat, Yu Yi bicara berdua dengan Yu Zhi. Dia memberitahu dugaannya kalau Gao Hui sangat menyukai Yu Zhi. Gao Hui sudah sering secara jelas menunjukkan rasa sukanya pada Yu Zhi, tapi Yu Zhi malah tidak menunjukkan respon apapun.
“Tapi, dia tidak cocok untukku. Aku hanya mempertimbangkan hubungan kerja kami dan agar dia tidak marah. Aku juga tidak ingin dia berfantasi mengenaiku,” tegas Yu Zhi.
Yu Yi masih terus ngeyel, berusaha menjodohkan Yu Zhi dengan Gao Hui. Dia bahkan bertanya kenapa Yu Zhi sangat yakin tidak cocok dengan Gao Hui? Menurutnya, nilai Gao Hui tidak akan pernah bisa di bandingkan dengan Gao Jie. Gao Hui adalah senjata yang dapat Yu Zhi gunakan untuk melawan Mu Zi Yun.
“Aku bisa menimbang pro dan kontra sendiri, tetapi perasaan bukanlah sesuatu yang bisa kau kendalikan,” tegas Yu Zhi, lagi.
“Pikirkan baik-baik. Mana yang lebih penting, mengejar cinta atau mendapatkan keadilan untuk ibumu,” ingati Yu Yi.
Gao Hui menunggu Yu Zhi dan Yu Yi. Tapi, karena mereka tidak kunjung kembali, dia akhirnya memutuskan untuk mencari mereka. Dia tersenyum lebar begitu melihat Yu Zhi.
--
Pin Zhen datang menemui Gao Jie di alamat yang Gao Jie beritahukan, apartemen Yu Zhi. Begitu melihat Gao Jie, Pin Zhen langsung memeluknya dan merasa lega karena Gao Jie baik-baik saja. Dia baru pulang dari kampung halaman dan ternyata sudah banyak hal terjadi pada keluarga Gao Jie. Dan di saat itu, dia malah tidak ada di sisi Gao Jie. Gao Jie berkata tidak apa-apa, sekarang dia baik-baik saja.
Pin Zhen kemudian langsung masuk ke dalam apartemen dan memuji apartemen itu yang sangat luas dan besar. Dia bahkan sampai memuji Gao Jie yang hebat menemukan apartemen. Gao Jie langsung menjelaskan kalau ini rumah temannya dan dia hanya menumpang sementara.
“Seorang teman? Siapa? Apa aku mengenalnya? Laki-laki atau perempuan? Tidak mungkin, aku harus melihat temanmu ini. Baru aku bisa tenang meninggalkanmu di sini.”
Gao Jie tidak menjawab siapa temannya, tapi sebaliknya, dia meminta Pin Zhen untuk menyembunyikan mengenai bibinya yang bekerja di sebuah perusahaan perhiasan. Pin Zhen tidak boleh mengatakan hal itu pada siapapun.
Saat itu, Yan Kai malah masuk ke dalam apartemen karena melihat pintu apartemen yang terbuka. Begitu melihat Yan Kai, Pin Zhen langsung berdebat dengannya. Dia mengira kalau Yan Kai menguntitnya. Yan Kai membalas kalau Pin Zhen lah yang penguntit, masa kemana saja dia terus bertemu dengan Pin Zhen.
Tapi, Pin Zhen jadi panik, mengira kalau teman yang di maksud oleh Gao Jie adalah Yan Kai. Dia langsung menyuruh Gao Jie untuk pindah karena tidak setuju Gao Jie berbagi rumah dengan Yan Kai.
“Apakah aku masuk rumah yang salah?” tanya Yu Zhi yang baru pulang dan melihat keributan Pin Zhen serta Yan Kai.
Pin Zhen kembali tersadar, teman yang Gao Jie masuk adalah Yu Zhi!
--
Yu Zhi dan Gao Jie pergi ke supermarket untuk berbelanja bahan-bahan masakan. Saat sedang belanja, Gao Jie mendapat telepon dari HRD Rui Hua yang menerima surat lamaran kerja online Gao Jie dari situs 58.com untuk posisi desainer permata di Rui Hua. Dia memberitahu kalau Gao Jie berhasil melewati babak pertama dan di undang untuk interview besok. Gao Jie jelas senang mendengar kabar itu.
Yu Zhi yang melihat Gao Jie tersenyum-senyum, jadi penasaran siapa yang menelpon Gao Jie, dan ada kabar baik apa ini?
“Tunggu saja, kau akan segera tahu. Tapi biarkan kau menyimpan rahasia kecil ini untuk saat ini,” jawab Gao Jie.
Yu Zhi setuju dan berharap dia akan segera tahu.
“Yu Zhi. Aku akan menggunakan keterampilan ku sendiri untuk bisa bekerja di Rui Hua. Ketika itu terjadi, aku harap kau juga bisa melakukan apa yang kau katakan tidak menghentikan atau menentang pilihanku.”



No comments:

Post a Comment