Sinopsis J- Drama : Takane To Hana Episode 5 - part 2


Network : Fuji TV, FOD

Hana menghubungin Eiji. Dan bertemu dengannya di café. Disana dengan tegas serta penuh percaya diri, Hana memberikan jawaban atas keputusannya. Yaitu dia tidak akan  kabur dari Takane, dan tidak akan memutuskan perjodohan mereka. Jika Takane takut pada yang diatas, dan ingin mengakhiri perjodohan dengannya, maka itu adalah hak dan keputusan Takane. Dan jika itu terjadi, maka dia tidak akan komplain, karena itu adalah keputusan Takane sendiri.
“Jadi aku tidak mau mengakhiri perjodohan ku!” tegas Hana.

“Bahkan jika status nya terancam?” balas Eiji.
“Tidak ya, tidak! Itu perasaan ku.”
Eiji terdiam dan tersenyum kecil. Lalu dia membalas bahwa dia mengerti. Dan karena pembicaraan mereka telah selesai, maka dia pun pamit untuk pergi. Mendengar itu, Hana merasa sedikit heran.

“Mengapa kamu pikir aku datang memberitahukan ini padamu? Aku pikir kamu akan mundur dengan mudah, tapi aku salah. Permisi,” jelas Eiji. Lalu dia pergi.
Hana duduk kembali di tempatnya. Dan dia memandangin gantungan hadiah dari Takane yang terpasang di tasnya.

Hana menceritakan masalahnya kepada kedua temannya, karena kepalanya terasa pening memikirkan itu. Dia bertanya2 apa harusnya dia mengatakan sesuatu yang berbeda. Dan dia bertanya2 apa Takane akan baik2 saja. Karena mungkin yang ‘diatas’ bisa memarahi Takane sekarang. Dan jika Takane sampai dipecat, maka itu bisa menjadi salah nya.
“Apa yang harus ku lakukan? Apa yang harus ku lakukan?” jerit Hana, merasa sangat cemas. Dan kedua temannya berusaha memintanya agar tenang.
Dikantor. Takane bertanya kepada rekannya dimana Eiji, karena sedari tadi dia tidak ada melihat Eiji. Dan rekannya (Saito) menjawab bahwa setahunya Eiji sedang berada diruangan Direktur. Karena itu, maka Takane pun pergi ke sana, tapi sebelum dia akan mengetuk pintu, tiba2 saja dia mendengar suara Aiba yang berteriak pada Eiji didalam ruangan. Jadi dia pun tidak jadi mengetuk pintu.

Aiba memarahi Eiji yang memberikan info tidak berguna. Dan Eiji langsung membungkuk meminta maaf. Tapi Aiba tidak terima dan membanting dokumen yang Eiji berikan. “Tidak mungkin tidak ada yang terjadi!”
“Nonomura-san mempunyai reputasi yang bagus di perusahaan dan tetangga nya. Tidak ada yang mengkhawatirkan tentangnya. Atau lebih tepatnya, sejak dia bertemu dengannya, efisiensi kerjanya meningkat dua kali lipat,” jelas Eiji, membela keluarga Hana. *Nonomura itu nama Ayah Hana.
Mendengar itu dari luar, Takane tersenyum dan merasa senang sekali.

“Tidak mungkin aku mempercayai itu! Kamu belum melupakan tugas mu kan? Ketahuilah tempatmu. Kamu harus mengikuti perintah yang kuberikan dan menyelesaikan nya. Jika kamu tidak bisa melakukan itu. Kemudian mengapa aku harus membiarkan mu disini? Wanita itu tidak berguna! Tidak peduli apa. Temukan informasi untuk menyingkirkannya! Apa kamu tahu apa yang ku katakan?!” teriak Aiba di dekat telinga Eiji dengan keras.
Takane yang mendengar itu semua langsung masuk ke dalam ruangan, tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan melihat kedatangannya, maka mereka berdua langsung terdiam karena terkejut.
“Apa asisten ku ada melakukan kesalahan, Direktur?” tanya Takane, berpura- pura tidak tahu apa yang mereka bicarakan.

Dengan gugup, Aiba pun beralasan bahwa dia hanya sedang mengobrol biasa saja dengan Eiji. Lalu dia menanyakan, ada apa Takane datang menemuinya, karena itu hal yang sangat jarang sekali.
“Aku datang kesini karena, dia perlu ikut dengan ku sekarang,” kata Takane untuk menyelamatkan Eiji.
“Jika begitu, maka kamu bisa pergi,” balas Aiba sambil tersenyum. Dan Takane membungkuk meminta maaf, karena telah mengganggu pembicaraan penting mereka berdua. Lalu dia berbalik untuk pergi.
Melihat itu, Eiji berdiam diri ditempat nya dengan takut. Tapi tanpa disangka olehnya, Takane berhenti berjalan dan berbicara untuk membela nya. “Kirigasaki berdedikasi untuk membantu mu dengan urusan pribadi mu kan? Kamu mungkin tidak ingin melepaskannya. Tapi terima kasih, karena kamu mengirim nya kepadaku sebagai asisten ku.”

Mendengar itu, Aiba menatap tajam ke arah Takane dengan marah. Sementara Eiji yang tidak tahu harus perbuat apa, dia hanya bisa mengatakan, “Ummm…” untuk menghentikan Takane agar jangan pergi.
“Apa yang kamu lakukan? Cepat, ayo!” kata Takane, lalu dia keluar dari dalam ruangan. Dan dengan senang, Eiji mengiyakan.

Sebelum ikut keluar dari dalam ruangan juga, Eiji dengan tegas berbicara kepada Aiba. “Misi saya adalah untuk membantu Takaba Grup dengan seluruh kemampuan saya. Permisi,” katanya, lalu dia keluar dari dalam ruangan.
Dengan marah Aiba membanting dokumen yang sedang dipegangnya.
Eiji berlari pelan mengejar Takane. Lalu dia menanyakan apa Takane memang sudah mengetahui segalanya. Dan dengan sikap ketus seperti biasa, Takane menjawab bahwa dia tentu saja tidak tahu sama sekali kalau Eiji adalah spy (mata2). Dan Eiji kemudian membungkuk dan meminta maaf sedalam-dalamnya.
“Kamu sudah menyelidiki segalanya, kan? Kamu tahu tentang Hana juga,” kata Takane dengan nada yang lebih lembut.
“Ya. Saya sudah melaporkan segalanya. Apa yang akan Anda lakukan jika saya mengatakan itu?” balas Eiji.

Takane menjawab bahwa dia tidak akan melakukan apapun. Lalu dia menjelaskan bahwa dia ingin mendapatkan perusahaan ini ke depannya sehingga mereka tidak akan bisa mengatakan apapun. Jadi jika dia hanya bicara saja, maka bagaimana mungkin dia bisa tetap bersama dengan Hana.
Intinya Takane ingin membukti kan kemampuannya, dan menggunakan kemampuannya sendiri untuk mendapatkan perusahaan ke depannya. Bukan hanya berbicara saja, dan tidak ada melakukan apapun.
Eiji teringat perkataan Hana yang terdengar begitu percaya diri juga. Sama seperti apa yang Takane katakan sekarang. “Kalian berdua kuat. Dan cocok,” komentar Eiji. Lalu dia menceritakan kepada Takane tentang apa yang sudah di katakannya pada Hana.

Mengetahui itu, Takane merasa kesal. Dan Eiji pun membungkuk meminta maaf lagi. “Jika kamu punya waktu bebas untuk meminta maaf padaku, lebih baik bekerjalah!” kata Takane. Lalu dia berlari pergi.

Melihat itu, Eiji merasa heran. Dan Takane menjelaskan kalau dia harus pergi ke suatu tempat sekarang. Jadi masalah pekerjaan, dia akan menyerahkannya kepada Eiji, karena Eiji adalah asistennya. Dan dengan senang, Eiji pun menjawab bahwa dia mengerti.
Hana sedang duduk merenung di dekat sungai. Lalu ketika tiba2 ada pesan masuk dari Takane yang menanyakan dimana dirinya. Hana merasa ragu untuk membalas.
Takane berhasil menemukan Hana. Dia berlari mendekati Hana sambil berteriak memanggil nama Hana, tapi Hana tampak suram sekali. “Kamu bertemu Kirigasaki, kan? Mengapa kamu diam tentang itu? Mengapa kamu tidak memberitahu ku apapun?” tanya Takane dengan cepat.
“Tidak apa. Permisi,” balas Hana, lalu dia mau pergi.

Takane memegang tangan Hana, dan menahannya. Takane meminta agar Hana jujur dengannya, dan jangan memperlakukan nya seperti orang bodoh. Dan Hana pun menceritakan segalanya mengenai apa yang Eiji katakan padanya.

Takane lalu menarik Hana ke dalam pelukannya, dan memeluknya dengan erat. “Mari akhiri perjodohan ini!” kata Takane dengan keras. Dan mendengar itu, Hana tampak sedih. Tapi sebenarnya, Takane tidak serius mengatakan itu.

“Akan lebih baik, jika kamu hanya mendengarkan apa yang ku katakan,” kata Takane. Lalu dia melepaskan pelukannya, dan menatap Hana. “Aku pasti tidak akan melepaskan mu pada orang lain selain aku!” tegas Takane. Lalu dia meminta maaf, karena membiarkan Hana menderita serta menangis.

“Apa yang kamu katakan? Aku tidak menangis! Akulah yang telah diam mengenai itu. Jadi tidak ada alasan untukmu meminta maaf. Jangan salahkan dirimu sendiri! Jika kamu meminta maaf padaku, maka aku perlu meminta maaf juga. Maaf karena sudah diam mengenai ini,” jelas Hana.
“Itu benar. Kamu lah yang salah! Jika kamu tidak menyimpan segalanya sendirian. Ini tidak akan jadi begitu rumit Aku tidak akan minta maaf!” balas Takane dengan sikap yang sombong seperti biasa. Dan mendengar itu Hana merasa sedikit kesal.
Tapi Takane lalu menyentuh kepalanya,” Aku bercanda,” katanya. Dan lalu dia mengajak Hana untuk pulang.
Hana berjalan mengikuti Takane, dan menanyakan mengenai pekerjaan Takane. Dan Takane menjawab bahwa dia meninggalkan segalanya kepada Spy Megane (Mata2 berkacamata, yaitu Eiji).
“Kamu tahu bahwa cara berbicara mu sangat keren. ‘Aku pasti tidak akan melepaskan mu pada orang lain selain aku!’ . Biasanya orang akan malu mengatakan itu,” kata Hana sambil menertawakan Takane. Dan Takane dengan kesal membalasnya, tapi Hana mengabaikannya dan berjalan duluan sambil tertawa.


Ketika melihat sebuah tas berwarna merah dengan gambar yang unik di etalase toko. Takane membayangkan tentang betapa senangnya Hana menerima itu nanti. Jadi dia pun masuk ke dalam toko dan membelinya. Tapi tanpa diduga, semua kartunya tidak bisa digunakan.
Didalam kelas. Dijam pelajaran. Secara sembunyi2, Hana mengirimkan pesan kepada Takane sambil tersenyum. Kami ada kari malam ini, kamu bisa datang dan makan jika kamu suka. Tapi tiba2 saja, guru memanggilnya, sehingga karena terkejut, Hana pun tanpa sengaja menjatuhkan buku dan penanya.


Takane menjatuhkan semua kartu kredit nya dengan pandangan syok. “Semua kartu ku di bekukan,” gumamnya. Lalu dia berubah menjadi boneka kecil yang meneteskan air mata, dan tertendang oleh pejalan kaki.

2 Comments

  1. Reki

    Seru eon,tlg lanjut sampe tamat ya semangat sekalian mau tanya donwlod j-dorama di situs mana ya?

    Sekian terimakasih

    ReplyDelete
  2. @majlis . Ketik ajaa 'download Takane To Hana eng sub' di pencarian google, lalu pilih situs dramacool kak. Utk yang sub indo saya tidak tahu dimana .

    ReplyDelete
Previous Post Next Post