Monday, June 17, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 16 - part 1

0 comments
Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 16 – Part 1
Network : KBS2

Kim Dan berdoa dengan perasaan yang gundah, “Aku pikir aku tersesat. Seolah aku disebuah jalan buntu. Kemanapun aku pergi, aku melihat orang itu. Kemananakah aku harus pergi?”
“Jangan kemana- mana,” jawab Hoo. Dia datang menemui Kim Dan. “Tetaplah disini.”

Kim Dan mengabaikan Hoo, dan pergi menjauhinya. Tapi Hoo mengikuti Kim Dan, dia memuji betapa bagusnya pemandangan dipanti ini. Lalu mendengar itu, Kim Dan langsung menyela, dia meminta agar Hoo tidak berbicara dengan nya, karena dia tidak ingin berbicara dengan Hoo.
“Berani nya kamu!” kata Hoo, kecewa.

“Bagaimana bisa kamu datang kesini? ‘Penghakiman tanpa belas kasih akan ditunjukan untuk siapa saja yang belum berbelas kasih’.”
“Kamu pandai bicara,” puji Hoo.
“Jika itu ancaman, itu sangat efektif. Aku takut dan lari seperti seorang pengecut.”

Hoo memuji tindakan Kim Dan benar, ini adalah hal terbaik yang Kim Dan lakukan sejak mendapatkan misi. Karena penghalang terbesar dalam misi ini adalah diri Kim Dan sendiri. Lalu dia menanyakan tentang laporan yang Kim Dan janjikan.
“Nantikan laporan ini. Aku akan menyebutkan kekejaman dan kekerasanmu secara rinci,” kata Kim Dan dengan ketus. Dan Hoo tertawa gembira.
“Ah, sudah lama tidak bekerja seperti ini. Tinggal jauhlah dari dia dan istirahatlah sebentar. Oh, dan juga, menjauhlah dan Ji Kang Woo,” kata Hoo, memberi nasihat.

“Aku mengerti, berhentilah mengomel dan pergi. Jika kamu berkata lagi, aku mungkin benar2 ingin membalas,” balas Kim Dan dengan sikap dingin. Lalu dia pergi.

Ny. Choi masuk ke dalam kamar Ru Na secara diam- diam untuk mencari sesuatu. Tapi ketika hampir saja dia mendapatkannya, Ru Na tiba- tiba masuk ke dalam kamar, dan menanyakan apa yang dia lakukan.

“Oh. Dimana pita pengukur? Ibu hendak mengukur sesuatu,” kata Ny. Choi, beralasan.

Ru Na merasa curiga pada Ny. Choi yang membuka laci meja kerjanya, tapi dia berusaha untuk bersikap tenang dan mengambilkan barang yang Ny. Choi cari. Sesudah itu dia membiarkan Ny. Choi untuk pergi.

Ny. Choi ingin keluar dari dalam kamar, tapi dia menguatkan tekadnya dan memanggil Ru Na “Ru Na. Ayo minum. Keluar,” ajaknya. Dia menjadi ciut dan tidak berani bertanya, karena melihat tatapan mata Ru Na.
Laci yang dibuka oleh Ny. Choi barusan berisikan dokumen milik Gwang il yang didapatkannya. Dan Ru Na menutup laci tersebut.

Ny. Choi memperhatikan Ru Na yang sedang memotong buah apel, lalu dia mulai berbicara. “Kamu tidak pernah menuntut banyak pekerjaan bahkan sebagai seorang anak. Ibu sangat berterima kasih. Sesudah Ni Na belajar balet, dan aku mengelola Fantasia, itu membuat Ibu menjauh darimu.”
“Aku tidak pernah punya keluhan. Aku suka betapa hebatnya kamu bekerja,” balas Ru Na dengan sikap ramah dan tenang.
“Kamu tidak pernah membawa teman ke rumah. Dan selalu mengepang rambut Ni Na untuk bersenang- senang. Menggantikan Ibu,” kata Ny. Choi lagi.
“Aku tidak peduli pada anak- anak lain. Ni Na sangat cantik, dan menyenangkan mendandanin dia. Apa ada masalah, Ibu? Kenapa bicarakan itu?” tanya Ru Na.

“Apa itu kamu? Apa kamu mencoba membunuh Yeon Seo?” tanya Ny. Choi dengan pelan. Tapi karena takut dia tidak jadi menanyakan itu.

“Kamu tampak gelisah akhir2 ini. Ru Na, aku ingin kamu melihat hal bagus dan pergi ke tempat yang bersih. Aku akan melakukan segalanya.”
“Ibu tahu aku benci kotor,” tegas Ru Na.
Flash back
Tn. Geum memarahi Ny. Choi yang telah mencoba untuk melukai Yeon Seo hanya untuk mendapatkan kekayaan. Saat diatas kapal, Ny. Choi mengendalikan Gwang il untuk memberikan obat ke dalam minuman Yeon Seo.
Dengan khawatir, karena takut orang mendengar mereka, Ny. Choi langsung menyuruh Tn. Geum agar diam. Dia menjelaskan bahwa Gwang il telah menumpahkan semua minumannya, jadi Yeon Seo tidak ada meminumnya.

“Lalu, Tn. Jo? Gwang il menceritakan semuanya. Mobil Tn. Jo jatuh, karena kabel rem nya terputus,” jelas Tn. Geum dengan kesal.
Mendengar itu, Ny. Choi merasa sangat terkejut. “Lalu seseorang menyebabkan kecelakaan dengan sengaja? Untuk membuntuh Tn. Jo dan Yeon Seo?”
“Bukan kamu?” tanya Tn. Geum, heran.
Flash back end

“Haruskah aku mengupas apel lagi?” tanya Ru Na. Lalu dia pergi meninggalkan Ny. Choi yang merasa sangat gundah.

Diruang latihan. Beberapa penari menari secara berkelompok. Sesudah mereka selesai, barulah Yeon Seo yang berdiri di pinggir ruangan maju dan menari sendirian.
Ny. Jung melihat satu persatu data orang yang bagus untuk dipekerjakan sebagai sekretaris Yeon Seo. Tapi dia tidak menemukan ada yang bagus.

Yeon Seo memanggil Ny. Jung yang sudah menunggunya sedari tadi. Dan melihatnya, Ny. Jung dengan perhatian langsung bertanya, apa latihannya sudah selesai dan bagaimana dengan suasana nya. Dia sangat ingin tahu, tapi Yeon Seo tidak membiarkannya masuk ke dalam ruangan.
“Tak apa. Semua orang baik padaku,” kata Yeon Seo, berbohong.

Lalu tiba- tiba saja Yeon Seo merasa seperti mendengar suara Kim Dan, dan melihatnya berada didekat nya. “Benar- benar bohong. Manusia sangat aneh. Kenapa kamu berbohong?”

“Apa yang salah denganku?” gumam Yeon Seo sambil memejamkan matanya dengan erat. Dan bayangan Kim Dan yang dilihatnya menghilang dari sana.

Ny. Jung merasa khawatir melihat itu. Dan Yeon Seo pun membuka matanya, dia meminta agar Ny. Jung pulang duluan, karena dia harus pergi ke suatu tempat.
“Sebentar, mau kemana? Nona,” panggil Ny. Jung. Tapi Yeon Seo terus berlari pergi.
Kang Woo yang melihat itu menghela nafas.

Yeon Seo datang ke gereja, dan melihatnya Hoo mengeluh karena Kim Dan terus membimbing orang kemari. Namun dia tetap mendekati Yeon Seo.
“Kamu kenal Kim Dan, kan?” tanya Yeon Seo, langsung. “Dia bekerja dirumahku. Ini alamat yang dia masukan di resume nya. Bagaimana bisa dia memberikan alamat gereja?”
“Apa salahnya itu? Dia lahir dan dibesarkan disini,” jawab Hoo dengan sedikit ketus.
“Dia bilang ayahnya mengusirnya.”

“Kamu tahu apa yang dimaksud ‘Ayah’?”
Yeon Seo tersadar bahwa dia sama sekali tidak tahu apapun tentang Kim Dan, dimana Kim Dan dilahirkan, siapa orang tuanya, bagaimana dia tumbuh, apa impiannya.
“Jangan mencarinya. Semuanya tentang waktu. Awal dan akhir. Manusia tidak tahu. Hanya saat selesai, mereka menyadari bahwa waktu mereka habis dan sudah berakhir,” jelas Hoo dengan tegas. Lalu dia pergi meninggalkan Yeon Seo.

Yeon Seo berjalan dengan lemas. “Dimana kamu? Serius…” gumam Yeon Seo dengan sedih. Lalu tiba- tiba saja Kang Woo muncul dihadapannya.

“Apa kamu mencari Kim Dan? Ayo pergi!” ajak Kang Woo. Dan Yeon Seo pun bertanya, kemana. “Untuk melupakannya,” jawab Kang Woo.

Kang Woo memberikan segelas soju untuk Yeon Seo, dan melihat itu Yeon Seo teringat tentang Kim Dan yang pernah melarangnya untuk minum. Mengingat itu, Yeon Seo merasa sedih kembali, dan dia meminum soju nya.

“Jadikan hari ini sebagai yang terakhir, memiliki penyesalan dan melihat ke belakang,” jelas Kang Woo.
“Jangan langsung menyimpulkan. Tidak ada penyesalan…”
“Aku tahu kamu terganggu sepanjang latihan hari ini. Ketika orang dekat tiba2 pergi, tentu mengejutkanmu. Aku mengerti, tapi ingat satu hal. Kim Dan mungkin bukan seseorang yang kamu pikirkan,” sela Kang Woo. 

Mendengar itu, Yeon Seo pun bertanya apa maksud Kang Woo, dan apa yang Kang Woo pikirkan soal Kim Dan sehingga berbicara seperti itu. Dan Kang Woo menjawab bahwa mungkin saja Kim Dan menipu Yeon Seo, sehingga lebih baik Yeon Seo melupakan dan meninggalkan Kim Dan.
“Kenapa kamu menjelek- jelekkan dia sesudah dia pergi?” tanya Yeon Seo, tidak senang. “Ya, aku tidak tahu apa2 tentang dia. Aku lebih sadar sesudah dia pergi. Tapi aku tahu ini pasti, dia bukan pria licik yang menipu orang. Aku belum pernah melihat seseorang yang sejujur dia,” kata Yeon Seo, membela Kim Dan.

Mengenai ‘Giselle’, Yeon Seo menyakinkan bahwa dia pasti akan bisa menampilkannya dengan baik sehingga Kang Woo tidak perlu khawatir. Karena sebulan setelah kematian orang tuannya, dia masih bisa tampil dan dia menerima tepuk tangan meriah untuk itu.
Yeon Seo kemudian meminum habis soju yang masih ada digelasnya. Lalu dengan kesal dia pergi meninggalkan Kang Woo.

No comments:

Post a Comment