Friday, June 21, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 17 - Part 2

0 comments

Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 17 – Part 2
Network : KBS2
***
Yeon Seo berlari dan memeluk Seong Woo, menghentikannya agar jangan melompat dan melindunginnya dari terjangan ombak besar.

“Aku Yeon Seo. Lee Yeon Seo,” kata Yeon Seo, memperkenalkan dirinya, saat mereka sedang berada di kebun bunga yang sangat luas.
“Namaku Seong Woo. Yoo Seong Woo.”
Yeon Seo serta Seong Woo bermain bersama, tertawa bersama, dan bersenang- senang bersama. Di kebun bunga itu.

Ditepi pantai. Yeon Seo memberikan topinya kepada Seong Woo, supaya Seong Woo bisa melihat dengan jelas tanpa ketutupan poni, karena Seong Woo selalu terjatuh. Dan sambil tersenyum, Seong Woo mengucapkan terima kasih.

Didepan rumah. Seong Woo menggambarkan Yeon Seo yang sedang menari dengan sebuah tanda hati kecil.
***
“Begitukah? Kalian bermain selama beberapa hari?” tanya si Bibi, setelah Yeon Seo selesai bercerita.

Dua orang bibi mendekati mereka, dan menanyakan apa yang sedang mereka berdua bicarakan. Dan Yeon Seo pun menceritakan bahwa dia datang untuk mencari seorang anak yang bernama Seong Woo yang dulu tinggal di rumah biru.
Mendengar itu, salah satu bibi bertanya dengan heran, apakah ini hari special atau semacam pencarian harta karun. Dan si Bibi barusan mengomentari bahwa Seong Woo mungkin tidak akan mengingat Yeon Seo lagi.
“Tidak. Kecuali dia mengalami hilang ingatan, dia akan mengingatku,” kata Yeon Seo dengan sangat yakin sambil tersenyum.
***
Yeon Seo : “Aku mendadak disuruh pindah ke Rusia.”
Yeon Seo bersembunyi di kebun bunga, karena dia tidak mau pergi ke Rusia. Dia bahkan rela berhenti balet, karena dia membenci semua itu.

“Anak remaja tahu apa? Aku tidak mau berpisah dengan orang tuaku. Aku tidak mau berpisah dengan teman pertamaku. Jadi aku bersembunyi.”
Yeon Seo menangis pelan. Dan Seong Woo datang menemukannya. “Hidungmu beringus,” kata Seong Woo sambil tersenyum. Dan mendengar itu, Yeon Seo menangis dengan lebih keras.

Seong Woo dengan tenang mendekati Yeon Seo. Dan Yeon Seo langsung memeluknya. Dia menangis didalam pelukan Seong Woo.

“Luar biasa. Sulit kupercaya kamu akan menari diluar negeri,” puji Seong Woo, setelah Yeon Seo selesai menangis dan bercerita.
“Kamu mendengarkan aku? Aku tidak akan pernah pergi,” balas Yeon Seo.
“Kamu bilang suka menari. Kamu ingin menjadi balerina terbaik di seluruh dunia.”
“Jika pergi ke sana, aku tidak akan kembali. Kamu mungkin tidak akan bisa melihatku seumur hidupmu,” jelas Yeon Seo.
“Aku akan menyuratimu,” balas Seong Woo, berjanji.

Ditepi pantai. Yeon Seo bertanya, apakah benar Seong Woo belum pernah melihat pelangi. Dan lalu Yeon Seo menari untuk menunjukan pelangi pada Seong Woo.
Lalu tepat disaat Yeon Seo selesai menari, pelangi muncul dilangit. Melihat itu, Seong Woo langsung berdiri dan menangis. Dengan heran, Yeon Seo pun bertanya, apakah Seong Woo kecewa.

“Indah sekali. Itu hal terindah yang pernah aku lihat,” puji Seong Woo. Dan Yeon Seo pun langsung memeluknya sambil tersenyum.
Kim Dan : “Untuk kali pertama setelah bertemu denganmu, aku ingin hidup. Kamu begitu indah. Aku ingin melihat lebih banyak keindahan dalam hidup.”
Yeon Seo : “Dia memahami hal yang ingin aku sampaikan dengan tarianku. Dia mengajariku bagaimana tarianku bisa menyentuh hati seseorang.”
***
Ditepi pantai. Kim Dan berdiri menatap kenangan masa lalunya. “Aku ingin menjadi orang dewasa. Orang dewasa yang gagah dan kuat. Aku ingin melindungi dia sebagai Pria.”
Yeon Seo : “Aku sangat inign bertemu lagi dengannya.”
***

Para Bibi membicarakan bahwa sepertinya Seong Woo telah meninggal. Dan dengan heran, Yeon Seo pun menanyakan apa maksud mereka dan kenapa Seong Woo meninggal.
Dengan langkah lemah. Yeon Seo berjalan perlahan. “Tidak. Kenapa? Kenapa?” pikir Yeon Seo berusaha untuk mengingat kembali masa lalu nya.
***

“Kenapa lenganmu terluka?” tanya Yeon Seo sambil menunjuk tangan Seong Woo.
Dan Seong Woo pun segera menutupi lengannya. “Aku terjatuh,” jawabnya sambil tersenyum. Dan Yeon Seo percaya.
***

Yeon Seo mengingat kembali cerita para Bibi barusan. Dulu Seong Woo sering dipukuli oleh Ayahnya, itulah sebabnya Seong Woo melompat ke laut. Kemudian polisi datang untuk menangkah Ayahnya, tapi Ayahnya malah mengemasi barang dan pergi meninggalkan pulau. Anak yang malang.
Yeon Seo merasa syok dan sedih. Dia terduduk lemas.
***
Dihari hujan. Seong Woo berlari dari Ayahnya yang mengejarnya sambil membawa pemukul kayu. Ketika melompat ke salah satu batu ditebing, Seong Woo tanpa sengaja terjatuh, sehingga lututnya terluka.
***

Kim Dan berdiri diatas batu tebing.
***

Seong Woo bersembunyi dibelakang batu tebing, dan berpegangan diujung batu. Dan diatas, Ayahnya berteriak marah- marah karena tidak berhasil menemukan dirinya.

Lalu ketika Seong Woo melihat Ayahnya sudah pergi, dia berusaha untuk memanjat ke atas lagi. Tapi sayangnya, dia tidak kuat dan pegangannya terlepas. Lalu dia terjatuh ke dalam laut.
Seong Woo berusaha untuk berenang kembali ke permukaan. Tapi dia tidak bisa.
***

Kim Dan memegang kepalanya, dan berteriak kesakitan.

Yeon Seo menangis.

No comments:

Post a Comment