Monday, June 10, 2019

Sinopsis K- Drama : Angel’s Last Mission Love Episode 12 - part 2

0 comments
Sinopsis Angel’s Last Mission : Love  Episode 12 – Part 2
Network : KBS2

“Mengerikan. Aku bersikap buruk pada diriku sendiri. Mengerikan sekali aku bukan Yeon Seo!” teriak Ni Na dengan frustasi. Dia duduk diluar café, dan menangis.
Seorang wanita datang untuk mengambil botol- botol kosong, dan dia mengomentari Ni Na yang berteriak disiang bolong seperti tidak ada kerjaan.

Ni Na memperhatikan wajah si Wanita, lalu dia berteriak memanggil wanita tersebut dan mengejarnya. “Elena Seonsaeng- nim! Elena Seonsaeng- nim!”
Wanita yang dipanggil Elena tersebut, dia berlari secepat mungkin menjauh dari Ni Na. Dan masuk ke dalam salah satu bangunan tua. Tapi ternyata Ni Na berhasil mengikutinya.
“Bukankah itu kamu, Elena Seonsaeng- nim? Ini aku, Ni Na. Aku belajar balet darimu saat masih kecil untuk pertama kalinya. Aku Geum Ni Na!” teriak Ni Na, memanggilnya.
Elena melempari Ni Na dengan botol. “Enyah!” usirnya.

Saat Ni Na masih saja berbicara kepadanya, Elena merasa emosi dan membawa tongkat untuk mengusirnya. “Menyinggung Fantasia sudah membuatku jijik. Membuatku marah! Enyah!” teriak Elena. Dan dengan takut, Ni Na langsung pergi darisana.
“Aku pasti mengalami hari yang sial hari ini. Cuih!” gumamnya sambil meludah.
Melihat itu, Ni Na merasa sedih.

Dikantor. Kim Dan menemui Ru Na untuk meminta informasi mengenai si Pria jahat yang dicurigainya. Tapi Ru Na malah menjawab bahwa dia tidak bisa memberikan informasi seperti itu. Dan Kim Dan pun meminta agar mereka bekerja sama untuk menyelidiki tentang orang yang ingin melukai Yeon Seo semalam.
“Yeon Seo baru- baru ini dioperasi. Dan dia bekerja terlalu keras untuk kembali sebagai penari. Mengingat keadaannya, segelas anggur sudah cukup untuk menggoyahkannya,” kata Ru Na, jelas tidak peduli.

“Untuk memperjelas, kamu sudah memutuskan bahwa itu benar- benar kesalahan Yeon Seo,” kata Kim Dan, tidak bertanya lagi.
“Tidak ada alasan untuk menyangkalnya. Berbicara secara logis,” balas Ru Na sambil tersenyum mengiyakan.

Kim Dan menjelaskan bahwa dia mengerti, lalu dia berdiri. “Sebenarnya, aku berharap kamu ingin sekali membantuku menyelidiki, karena kamu adalah keluarganya,” kata Kim Dan dengan ketus, lalu dia pergi keluar dari dalam ruangan.

Saat keluar dari dalam ruangan, Kim Dan merasa pusing harus menyelidiki bagaimana, karena dia tidak memiliki informasi apapun. Tapi kemudian, secara kebetulan dia melihat si Pria jahat yang berada di kapal semalam. Jadi dengan segera dia pun mengejar si Pria jahat tersebut.

Si Pria jahat itu seperti sudah sadar Kim Dan melihatnya, jadi dia memancing Kim Dan untuk datang kepadanya. Lalu ketika dia berada didekat belokan, dia berbelok.
Ketika Kim Dan melihat si Pria jahat itu berbelok, maka dia pun mengikutinya. Dan ruangan yang dilihatnya disana adalah ruangan Direktur Artistik yaitu ruangan Kang Woo, apalagi karena dia melihat ada seseorang di dalam sana. Jadi dia pun masuk ke dalam ruangan untuk mencari.

Tapi ternyata orang yang berada didalam ruangan itu, bukanlah si Pria jahat yang dikejar nya. Sehingga dia pun merasa bingung.
“Apa yang kamu lakukan? Sebelum aku melaporkanmu atas mengganggu bisnis, segera pergi!” usir Ru Na yang ntah mengapa datang ke sana.

Kim Dan pergi meninggalkan Fantasia dengan langkah lesu.
Dari atas Ru Na dan sekretarisnya memperhatikan itu.
“Aku akan mengurusnya,” kata si Sekretaris RN.
“Awasi dia untuk saat ini. Dia menggemaskan,” balas Ru Na sambil tersenyum senang.

Dokter memberitahu Yeon Seo bahwa dia akan melakukan tes darah sekarang, dan kemungkinan dia akan mendapatkan hasilnya malam ini. Dan dengan lemah, Yeon Seo pun meminta bantuan mereka.

“Jangan khawatir. Aku tahu segelas wine tidak akan membuatmu mabuk. Sesudah mendapatkan hasilnya, kita mungkin bisa menangkap siapa itu,” kata Ny. Jung dengan yakin. Lalu dia pergi bersama dengan si Dokter.
Kim Dan kembali tepat disaat itu.

Didalam rumah. Kim Dan menjelaskan bahwa dia barusan pergi ke teater balet. Dan Yeon Seo membalas bahwa itu percuma, karena para sponsor pasti akan menuntut untuk mengusirnya dan para penari akan menggosipkannya gila.
“Semuanya akan terselesaikan. Aku percaya itu bukan salahmu.”
“Bagaimana kamu yakin akan terselesaikan?” tanya Yeon Seo sambil mengenggam erat tangannya yang tampak sedikit gemetaran.

Melihat itu, Kim Dan mengangkat tangannya untuk memegang tangan Yeon Seo. Tapi dia tidak jadi melakukan itu. Dan hanya diam saja.

Tiba2 terdengar bunyi bel. Jadi Kim Dan pun melihat melalui interkom, ternyata yang datang itu adalah Ny. Choi. Dan melihat itu, dia menatap ke arah Yeon Seo.
Awalnya Ny. Choi berbasa- basi, seperti mengatakan Yeon Seo terlihat kurus. Tapi Yeon Seo langsung mempertanyakan ada urusan apa Ny. Choi datang kesini dan menemuinya.

“Aku nyaris tidak berhasil menenangkan para sponsor yang ingin menerobos ke sini,” kata Ny. Choi, tidak langsung ke intinya.
“Apa yang mereka inginkan? Apa mereka mau aku berlutut?”
“Akan lebih bagus jika sesederhana itu,” balas Ny. Choi.

Kim Dan datang membawakan dua gelas jus. Dan menaruhnya diatas meja sambil memandang ke arah Ny. Choi.

Ny. Choi meminta Won il memberikan surat yang dibawa. “Aku sungguh bekerja keras untuk membantumu. Saat kamu tidak dalam kondisi baik, aku mencoba melindunginmu dengan memperpanjang surat kuasa. Dan saat kamu dengan keras kepala meminta ku untuk mengembalikannya, aku bahkan mengumumkan akan mengundurkan diri,” kata Ny. Choi sambil memperlihatkan surat kuasa yang dibawanya, dan dia merobek itu dihadapan Yeon Seo.

“Surat kuasa atau perpanjangan. Lupakan semuanya. Berikan semuanya padaku. Kamu harus,” kata Ny. Choi, tanpa ampun.
Mendengar itu, Kim Dan mengepalkan tangan nya yang memegang nampan dengan kuat. Dia menahan rasa marah nya.

Yeon Seo dengan tegas menjelaskan bahwa dia tidak memerlukan uang dari sponsor mesum, dan dia akan menjual rumahnya untuk membayar pertunjukan jika perlu. Jadi itu sudah cukup.
“Ini bukan hanya soal uang. Mereka bahkan bilang, kami harus mengirimmu ke rumah sakit jiwa. Mereka mempertanyakan bagaimana kita bisa membiarkan seorang gadis yang tidak waras mengambil alih Fondasi besar ini dan teater balet,” kata Ny. Choi tanpa hati sama sekali.

“Aku membuat… satu kesalahan hari itu. Atau bisa juga itu jebakan dari seseorang,” balas Yeon Seo. Dan Won il tampak gugup.

Ny. Choi dan Ru Na lah yang telah mengatur semua perangkap sempurna tersebut. Jadi tentu saja Ny. Choi tidak mau mempercayai Yeon Seo, dan malah mempertanyakan perkataan Yeon Seo. Lalu dia memberitahu Yeon Seo mengenai teater balet yang melakukan pemogokan, karena mereka tidak bisa tampil dengan seorang gadis seperti Yeon Seo.
“Jangan hidup dalam ingatan lamamu. Kamu bukan Yeon Seo yang sama. Tidak ada yang menyambut kembalinya kamu. Apa kamu mengerti?” kata Ny. Choi dengan kasar.
Kim Dan tidak tahan lagi dan membentak Ny. Choi dengan suara keras. “Ada pepatah. Buang segala bentuk kejahatan. Keserakahan melahirkan dosa. Saat sudah dewasa, akan melahirkan kematian,” kata Kim Dan, menceramahinya.

“Hey, Kim Dan. Ada apa denganmu?” tanya Yeon Seo, heran.
“Apa yang terjadi disini? Kalian berdua sudah gila?” kata Ny. Choi dengan sikap meremehkan mereka berdua.
“Aku mengerti kamu mungkin terbawa suasana. Aku tahu godaan itu kuat, tapi kamu satu- satunya keluarga yang Yeon Seo miliki. Kenapa kamu tidak menghargainya? Kenapa kamu tidak mencintainya? Bagaimana bisa kamu memperlakukannya tidak lebih baik daripada orang asing? Kenapa kamu menyakitinya seperti ini? Kenapa?!” tanya Kim Dan dengan emosi.

Ny. Choi menertawakan Yeon Seo yang sangat diberkati karena mempunyai seorang sekretaris yang setia. Seperti Tn. Jo dan Kim Dan, orang yang akan melakukan segalanya untuk Yeon Seo.

Yeon Seo berdiri, dan dengan tegas menyuruh agar Ny. Choi pergi dan jangan pernah datang menemui nya lagi.

“Aku akan memberimu waktu 12 jam. Mengundurkan diri sendiri. Jika kamu terus membangkang, semua sponsor akan pergi. Dan begitu reputasi Fantasia di nodai, yayasan yang didirikan orang tuamu akan lenyap. Dan satu- satunya orang yang dapat menghentikan itu adalah aku, Choi Yeong Ja. Ingatlah!” ancam Ny. Choi.

Dia lalu meminum sedikit saja dari jus yang diberikan oleh Kim Dan. Kemudian dia memuji jus tersebut, dan menaruhnya dengan kasar diatas meja, setelah itu dia pergi darisana.

No comments:

Post a Comment