Saturday, July 27, 2019

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart Episode 4 - part 1

0 comments

Sinopsis C- Drama : Deep In My Heart
Episode 4 - Part 1

Saat mendapatkan sebuah kekuatan baru yang luar biasa, Yifei takut dan menangis sendirian disudut kamar. Melihat itu, Dokter Kong, Ayah Yifei, dia menanyakan ada apa serta kenapa Yifei duduk dilantai.
“Ayah, aku telah menjadi monster,” kata Yifei dengan gemetar.
“Apa maksudmu?” tanya Dokter Kong, tidak mengerti.

“Aku bisa mendengar dan bisa melihat. Bisa mendengar suara hati seseorang, seperti saat memegang tangan orang lain. Bisa mendengar, juga bisa melihat,” jelas Yifei merasa ketakutan pada dirinya sendiri. Dia memegang tangan Dokter Kong.
Mendengar penjelasan itu, Dokter Kong bertanya- tanya didalam hatinya, apakah mungkin ini benar halusinasi. Dan Yifei bisa mendengar itu, dia mengulang kembali perkataan Dokter Kong.


Dokter Kong terkejut dan menarik tangannya secara perlahan dari Yifei. Namun Yifei tidak mau melepaskan tangan Dokter Kong, dia memegangnya dengan lebih erat. Kemudian Yifei pun melihat proses operasi Xinrui.
“Kakak ini siapa? Kakak berwajah putih dengan dada yang terluka?” tanya Yifei, polos. Dan karena terkejut, Dokter Kong langsung menarik tangannya dari Yifei.
***

Yifei terbangun. Melihat itu, Han Xue melambaikan tangannya di hadapan Yifei untuk memastikan apa Yifei baik- baik saja. Dan Yifei diam, tidak meresponnya.
“Darimana asal wanita ini? Kenapa ditubuhnya apapun tidak terlihat?” pikir Yifei sambil menatap langsung pada Han Xue.
“Kong Yifei?” panggil Han Xue.
Yifei berpura- pura tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya, dan dia bertanya. Lalu Han Xue pun membaca pesan yang ditinggalkan oleh Han Bing dimemo hape.
“Kamu tiba- tiba pingsan dicafe. Jadi dikirim ke ruang gawat darurat,” kata Han Xue, memberitahu.
“Maaf. Aku kadang- kadang seperti ini,” kata Yifei.
Han Xue kemudian menatap tajam Yifei, dan menanyakan hubungan antara Yifei dengan Han Bing. Mendengar pertanyaan itu, Yifei merasa heran, karena Han Xue terasa seperti orang asing.
Dokter menghampiri mereka berdua. Dia menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan Yifei pernah melakukan transpalansi jantung, tapi itu tidak ada masalah, jadi intinya Yife baik- baik saja.
“Aku sudah boleh pergi?” tanya Yifei, kemudian.
Han Xue dan Yifei berjalan pergi bersama. Lalu tiba- tiba ketika berjalan, Han Xue hampir saja menabrak pasien gawat darurat yang datang, sehingga dengan sigap Yifei pun langsung menarik tangannya.

“Aku bisa sendiri,” kata Han Xue, melepaskan dirinya. “Kamu tidak perlu begitu antusias,” jelas nya.
“Apa yang kamu katakan?” tanya Yifei, tidak mengerti.
“Saat kamu barusan menatapku, aku sudah bisa melihatnya. Tidak ada orang yang bisa menakluk kan ku. Kamu jangan repot- repot dengan itu,” jelas Han Xue dengan sikap percaya diri.
“Kenapa kamu begitu membingungkan?” tanya Yifei sambil mendengus geli.
Han Xue dengan tegas memperingatkan agar Yifei jangan menghubungin Han Bing dimasa depan. Mendengar itu, Yifei tambah heran dan merasa aneh.
“Ada apa dengan dia?” gumam Yifei, bertanya- tanya, ketika Han Xue berjalan pergi dengan cepat meninggalkannya. “Apakah itu karena aku hanya memegang tangannya? Marah?” pikirnya.
Han Xue tertawa puas dengan aksinya menolak Yifei barusan.
Han Xue pergi ke mall dan membeli beberapa baju cantik. Lalu ketika dia akan membayar, ada seorang pegawai toko yang mengenalinya, si pegawai bertanya apakah Han Xue seorang jurnalis dan dia memuji betapa menakjubkannya Han Xue. Dengan bingung, Han Xue bertanya apa maksud si pegawai.

“Kamu bukan dia?” tanya si pegawai, merasa ragu. Dia memperlihatkan laporan berita yang Han Bing bawakan.
Han Xue menonton berita yang Han Bing bawakan dengan serius. Kemudian tiba- tiba saja hape nya berbunyi.

Han Xue memberitahu Xiao Shen bahwa dia sudah hampir mau tiba, lalu setelah itu dia pun mematikan hape nya. Dibelakangnya seorang pria berpakaian hitam mengikutinya. Dan merasa kan itu, Han Xue pun berbalik dan memukuli pria tersebut.
“Ibu. Ibu. Ibu,” rengek pria itu, memanggil Ibunya.
“Bunuh kamu. Bunuh kamu,” teriak Han Xue sambil terus memukul tanpa henti.

Ternyata semuanya cuma salah paham saja. Pria tersebut sebenarnya hanya melihat baju Han Xue keluar dari tas belanja, sehingga dia mau membantu memasukan baju tersebut ke dalam kantong.
Dengan rasa bersalah, Xiao Shen pun meminta maaf kepada pria tersebut dan Ibunya. Sementara Han Xue bersikap cuek dan tidak merasa bersalah. Lalu dengan terpaksa, Han Xue akhirnya meminta maaf juga, karena Xiao Shen memaksanya.
“Apa yang terjadi?” tanya Xiao Shen, setelah pria tersebut dan Ibunya telah pergi.
“Dia bersenandung kepadaku,” jawab Han Xue dengan kesal.
Sesampainya dirumah, Han Xue mengomel. “Bagaimana aku tahu dia orang bodoh yang tinggal disebelah?” keluh nya. “Tapi mengapa orang itu mau membunuh Han Bing?” tanyanya, membahas kasus Han Bing.
“Karena Han Bing adalah saksi. Bukankah kamu pergi ke kantor polisi dan merekamnya?” balas Xiao Shen.

Han Xue bingung, kenapa jadi dia yang disalahkan. Dan Xiao Shen menanyakan, apakah Han Xue sudah ada melihat foto yang ada di CCTV, apakah benar pria tersebut adalah pelakunya.
“Tidak tahu. Aku sudah takut sampai tidak bisa ingat dengan jelas,” kata Han Xue.
“Kamu harus berhati- hati sebelum menangkap si pembunuh. Mengerti?” kata Xiao Shen, mengingatkan. Dan dengan malas Han Xue menjawab ‘mmmm’.

Han Xue kemudian menanyakan, mengapa Han Bing pergi menemui Yifei. Dan Xiao Shen menjawab bahwa Yifei lah yang telah menyelamatkan Han Bing, jadi mungkin saja Han Bing ingin berterima kasih.
“Jangan biarkan Han Bing pergi menemui Yifei lagi. Untuk mencegah tidak terjerat dan terluka lagi,” kata Han Xue, memperingatkan.
“Ada apa? Kamu takut Yifei sama seperti Yang Chung Yu tiga tahun lalu?” tanya Xiao Shen. Dan dengan kesal, Han Xue menyuruh Xiao Shen jangan menyebut nama itu lagi, karena Chung Yu adalah pria yang paling hina di dunia.

Xiao Shen memberikan pengertian kepada Han Xue. Menurutnya Han Bing harus memulai hubungan cinta yang baru. Dan Han Xue membalas bahwa cinta hanya memberikan rasa sakit.
“Karena orang yang saling mencintai dapat berbagi rasa sakit,” jelas Xiao Shen.
Han Xue tertawa. “Pria mana yang akan jatuh cinta pada monster? Tiga tahun lalu Yang Chun Yu pernah berkata, ‘dia adalah monster’,” balas Han Xue dengan nada terluka. Lalu dia masuk ke dalam kamarnya.
Xiao Shen diam. Dia tampak bersimpati kepada Han Xue.

Yifei dan Gao Sheng berlari pagi bersama ditaman. Gao Sheng menanyakan, kenapa Yifei menemui Han Bing. Dan Yifei menjawab bahwa dia hanya ingin membantu Han Bing untuk menemukan pelakunya.
“Hanya karena alasan ini tidak ada alasan lain lagi?” tanya Gao Sheng, menyelidiki dengan sikap curiga.
“Tidak ada. Ada alasan apa lagi?” balas Yifei.
“Pasti ada alasan lain. Cepatlah mengaku,” goda Gao Sheng.

Yifei menceritakan bahwa ketika dia bersentuhan dengan Han Bing, dia tidak bisa melihat dan mendengar apapun. Dan Gao Sheng terkejut, lalu dia bertanya kenapa bisa. Dan Yifei menjawab bahwa itulah yang ingin diketahuinya juga, tapi saat dia mencoba, dia gagal dan pingsan.
“Apakah ini suatu kebetulan? Kamu terlalu berlebihan,” kata Gao Sheng.
“Sederhananya, Han Bing adalah petunjuk penting untuk memecahkan rahasia ku,” kata Yifei dengan sangat yakin.
Yifei datang ke rumah sakit. Dia menemui Ayahnya, Dokter Kong. Dia mengucapkan selamat untuk perhargaan yang Ayahnya menangkan.
“Apakah kamu tidak enak badan?” tanya Dokter Kong.
“Ayah, aku mungkin akan menjadi manusia biasa,” jelas Yifei, semangat.

Dokter Kong tidak percaya dan bertanya ada masalah apa sebenarnya. Yifei pun menjelaskan bahwa tidak ada masalah, tapi dia merasa seperti ada beberapa perubahan ditubuhnya. Jadi dalam pemeriksaan yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini, Yifei ingin memastikannya, jika Dokter Kong sibuk, maka dia akan melakukan review sendiri.
Setelah mengatakan itu, Yifei pamit dan pergi. Dan Dokter Kong memperhatikannya dengan pandangan seksama.
Jam istirahat. Yifei dengan ramah menghampiri Simin yang duduk sendirian ditaman. Dia menawarkan bekal makan siangnya kepada Simin. Tapi karena ragu, Simin pun tidak mau menyentuh makanan itu.
“Jangan khawatir tentang videonya. Tidak akan diunggah ke web,” kata Yifei sambil memakan makanannya.
“Guru. Bagaimana kamu tahu video itu? Apakah kamu pernah melihatnya?”

“Tidak ada orang yang pernah melihatnya. Tapi jika aku menemukanmu disana lagi, maka aku tidak akan melepaskanmu,” kata Yifei, memperingatkan.
Simin menebak bahwa sepertinya benar, Yifei adalah fansnya, karena Yifei bisa mengetahui kemana dia. Dan Yifei membalas bahwa anggap saja itu dia peduli. Mendengar itu, Simin merasa senang. Yifei kemudian pamit dan pergi meninggalkan Simin untuk makan siang.

Namun sebelum Yifei berjalan menjauh, Simin memanggilnya. Dia memberikan tiket konser miliknya, dan mengundang Yifei untuk datang. Dengan senang hati, Yifei pun menerima tiket tersebut.
Tapi kemudian Yifei tampak seperti sangat terkejut.

Dicafe. Han Bing mendapatkan email masuk yang berisikan. Dunia ini, tidak akan dihancurkan oleh orang- orang yang perbuat jahat dalam banyak hal, tetapi akan dihancurkan oleh mereka yang menonton. Dihancurkan oleh mereka yang memilih diam.
Han Bing membalas email itu. “Kamu siapa?” tulisnya.


Yifei menutup sebagian tiket itu menggunakan tangannya, dan terlihatlah bentuk baju yang dipakai oleh grup Simin tampak sama persis dengan latar belakang si pelaku, ketika dia melihat kilas balik si pelaku.
“Foto- foto promosi kami. Ada juga ditempatkan di layar lebar diluar,” kata Simin, memberitahu mengenai foto di tiket konser.
“Layar lebar yang mana?” tanya Yifei, langsung. Dan Simin merasa heran.

Seorang pria memperhatikan Han Bing dari cafĂ© seberang. “Aku tidak puas dengan kamu dimasa lalu. Biarkan aku memberi kamu peringatan. Aku mulai tertarik pada kamu.” Tulisnya membalas email Han Bing.
Membaca email tersebut, Han Bing merasa merinding.

No comments:

Post a Comment