Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 24-2


Sinopsis Chinese Drama : Nice To Meet You Episode 24-2
Images by : Hunan TV
Gao Jie pergi ke Rui Hua. Gao Jie melihat wawancara antara Yu Zhi dan Gao Hui yang tayang di TV dan tampak dekat dan itu jelas membuatnya cemburu. Yu Zhi datang saat itu dan memberikan flashdisk yang berisi info tentang upacara peringatan ulang tahun Rui Hua dan pameran tahun lalu yang mungkin akan membantu Gao Jie. Gao Jie menolak dengan dingin.
Yu Zhi jadi bingung, apa Gao Jie marah lagi? padahal kemarin Gao Jie masih baik-baik saja. Tapi, Gao Jie dengan dingin berkata dia tidak marah. Gao Jie bahkan langsung pamit untuk pergi sekarang. Yu Zhi membujuk Gao Jie untuk mengambil flashdisk yang di berikannya tapi Gao Jie tetap menolak.
“Dir. Yu, kita mewakili departemen yang berbeda. Persaingan pasti akan menghasilkan pemenang dan pecundang. Apa pantas menerima bantuanmu saat ini?” tanya Gao Jie dengan dinginnya.
Yu Zhi jelas terluka dengan perkataan Gao Jie itu. Pin Zhen pas datang dengan membawa dua map dokumen untuk Gao Jie sesuai yang Gao Jie minta. Gao Jie berterimakasih atas bantuan itu dan langsung pergi. Pin Zhen jadi benar-benar bingung dengan hubungan Gao Jie dan Yu Zhi yang tidak stabil gitu.
--
Yu Zhi benar-benar merasa frustasi dengan sikap Gao Jie hingga dia melampiaskannya dengan melakukan panjat tebing. Yan Kai jelas tahu kalau ada sesuatu yang terjadi. Dia menebak kalau Yu Zhi bertengkar lagi dengan Gao Jie.
“Chen Pin Zhen memberitahumu?” tanya Yu Zhi yang sama saja dengan membenarkan dugaan Yan Kai.
Yan Kai berkata kalau dia bisa tahu dengan mudah. Sejak Yu Zhi pacaran dengan Gao Jie dan tinggal bersama, Yu Zhi selalu buru-buru pulang ke rumah. Tapi, hari ini Yu Zhi malah datang kemari dan melakukan panjat tebing, jelas ada sesuatu yang terjadi.
 Yu Zhi akhirnya mulai cerita. Dulu dia mengira kalau cinta itu sederhana, tapi sekarang dia merasa kalau cinta itu semakin dan semakin rumit. Dia bingung dengan Gao Jie yang kemarin masih baik-baik saja dan bahkan memasakkannya mie, tapi sekarang seperti pura-pura tidak mengenalnya.
“Kau pasti telah melakukan sesuatu yang membuatnya tidak bahagia.”
“Ada kesalahpahaman sebelumnya, tapi kami sudah menyelesaikannya.”
Yan Kai tidak bisa memberikan nasehat lebih dan menyuruh Yu Zhi untuk segera pulang saja. Dia yang seorang lajang ini tidak mau terlibat dengan urusan pasangan. Dia juga sudah ada pertemuan malam ini.
Seolah mendapat inspirasi, Yu Zhi langsung mengambil buket bunga milik Yan Kai dan menyuruh Yan Kai membeli buket bunga yang baru saja.
--
Yu Zhi pulang dan mengetuk pintu. Pas Gao Jie membukakan pintu, Yu Zhi langsung menyodorkan buket bunga tersebut.
“Kenapa kau tiba-tiba memberiku bunga?”
“Di kantor, kita hanya bicara bisnis. Tapi di rumah, ini tentang bunga dan keindahan. Aku akan menaruh bunga ini di vas untukmu.”
 Tapi, pas Yu Zhi masuk, dia malah melihat ada koper dan tas Gao Jie di ruang tamu. Mau kemana Gao Jie? Gao Jie menundukkan kepalanya, tidak berani menatap Yu Zhi, dan memberitahu kalau dia akan pindah. Yu Zhi semakin bingung, kenapa Gao Jie harus pindah?
“Akhir-akhir ini, aku terlalu sibuk mempersiapkan acara perayaan. Kau juga tahu bahwa grup kustomisasi tidak memiliki pengalaman dalam pameran. Ada banyak hal yang harus di perhatikan. Jadi, aku ingin pindah ke hotel tempat pameran itu dan tinggal di sana sebentar.”
“Sebentar? Berapa lama? Bisakah kau memberikan alasan yang lebih masuk akal? Bisakah kau memberitahuku alasan sebenarnya?”
“Tidak ada alasan. Aku hanya ingin pindah,” jawab Gao Jie.
Yu Zhi tidak percaya. Dia tahu Gao Jie menghindarinya. Tapi, kenapa? Tapi, Gao Jie malah membahas mengenai kedekatan Yu Zhi dan Gao Hui yang membuatnya merasa tidak tahan dan tidak enak. Dan dia malah menantang Yu Zhi dengan bertanya, apakah Yu Zhi bisa menjauh dari Gao Hui dan tidak bekerja sama dengan Gao Hui?
“Karena pekerjaan, aku tidak pernah menyebutkan pacarku. Dan hal itu membuatku sedih. Aku juga seratus persen mendukung setiap keputusan yang kau buat. Tapi masalahnya kali ini bukan karena aku. Kaulah yang menolak untuk mempublikasikan hubungan kita,” ingati Yu Zhi.
“Kau tidak tahu apa yang benar-benar aku pedulikan.”
“Jika aku tidak tahu, maka kau memberitahu aku. Kita hanya bisa menyelesaikannya bersama-sama jika kau memberitahu aku. Gao Jie, kita berdua ingin memiliki keluarga. Kita juga tahu bahwa hanya kita yang bisa saling mengandalkan. Jadi, bisakah kau tidak pergi?”
“Sebenarnya, kita berdua sama. Kita berdua menginginkan hal-hal yang sederhana. Hanya saja… aku baru tahu bahwa kau tidak bisa memberikannya kepadaku dan aku juga tidak bisa memberikannya kepadamu. Mengapa kau tidak membiarkan kita berdua berpisah?” ujar Gao Jie. “Jika kau benar-benar menghargai hubungan ini maka biarkan aku pergi.”
Dan tanpa menunggu jawaban Yu Zhi, Gao Jie dengan dinginnya membawa koper-nya dan pergi dari apartemen Yu Zhi.
Yu Zhi, aku tidak ingin melepasmu. Aku juga tidak ingin hal-hal tentang bibi menyakitimu lebih parah lagi. Mungkin suatu hari aku bisa mengurus semua ini. Tapi, ada beberapa hal yang masih belum bisa ku katakan padamu sekarang.
--
Pin Zhen mengunjungi Gao Jie di hotel tempat Gao Jie tinggal sementara. Dia juga membawa banyak cemilan dan minuman cola. Melihat Gao Jie yang merasa sedih, Pin Zhen segera menghiburnya dan bertanya ada apa?
Gao Jie menceritakan mengenai kisah bibi-nya dan Yu Zhi, dimana dia akan selalu terlibat dengan mereka berdua dan suatu hari pasti akan menyakiti salah satu dari mereka. Kalau Pin Zhen menghadapi masalah sepertinya, apa yang akan Pin Zhen pilih?
“Hubunganmu dan bibi serta hubunganmu dan Yu Zhi sudah di putuskan. Bahkan jika kau menghindarinya sekarang, apa yang bisa kau ubah? Apa gunanya melakukan itu? Apakah kau benar-benar berencana putus dengan Yu Zhi?”
“Aku tidak tahu. Aku benar-benar tidak tahu. Aku hanya tahu, aku sangat mencintai Yu Zhi. Aku tidak ingin dia terluka. Meninggalkannya adalah solusi terbaik. Tapi, aku benar-benar mencintainya dan aku tidak ingin mengakhiri hal-hal seperti ini. Tapi saat ini, aku tidak dapat memikirkan solusi lain. Aku hanya bisa memperlakukannya dengan dingin dengan sengaja, bukannya memberinya harapan.”
Pin Zhen langsung menegur sikap Gao Jie ini yang selalu saja bersikap sok kuat dan menangani semuanya sendiri dengan caranya. Jika Yu Zhi tahu yang sebenarnya, Yu Zhi pasti akan merasa terluka. Gao Jie terdiam, mungkin menyadari yang di katakan Pin Zhen ada benarnya.
--
Karna merasa stress dengan perubahan sikap stress Gao Jie, Yu Zhi bahkan sampai pergi ke arena billiard dan minum-minum di sana.
--
Esok hari
Gao Hui pergi ke ruangan Yu Zhi, tapi Yu Zhi tidak ada. Sekretaris Yu Zhi memberitahu kalau Yu Zhi tidak datang ke perusahaan sepanjang hari ini. Eh, Gao Hui malah marah-marah pada sekretaris itu karena dia Yu Yi dan Yu Zhi tidak datang ke kantor dan hanya dia yang bekerja keras.
Usai marah sama sekretaris, dia baru menelpon Yu Zhi. Yu Zhi masih ada di arena billiard dan bermain. Melihat Gao Hui menelponnya, Yu Zhi mengabaikannya.
--

Gao Jie menunjukkan desain perhiasannya yang bergaya tradisional pada para guru.
“Acara Rui Hua akan berlangsung selama 3 hari. Dua hari pertama melibatkan pameran landasan pacu reguler. Pada malam ketiga adalah grand final, malam Rui Hua. Intinya adalah untuk menarik volume pengunjung yang tinggi. Di masa lalu, Grup Emas biasa selalu merancang pameran besar untuk menarik orang. Kita juga harus menghiasi pameran kita,” jelas Gao Jie.
“Anggaran yang di berikan kepada grup kustom sebenarnya tidak banyak.  Jadi hampir tidak mungkin untuk menampilkan banyak,” beritahu tn. Zheng.
Gao Jie mengerti. Kalau begitu kita harus memfokuskan pada suatu hal untuk menarik pelanggan dan agar bisa bersaing dengan dept. lainnya juga.
Saat itu, soerang nenek masuk ke dalam toko dan bertanya apakah dia bisa memperbaiki perhiasan tua di sini? Gao Jie langsung melayaninya dan bertanya perhiasan apa yang ingin di perbaiki? Para guru di sini mampu memperbaikinya.
Nenek itu langsung menunjukkan perhiasannya dan memberitahu kalau itu adalah mas kawinnya dlu dan dia sudah lama menyimpannya. Setiap kali melihat perhiasan itu, dia selalu teringat akan masa muda-nya. Tapi beberapa hari yang lalu dia tidak sengaja menjatuhkannya dan takut kalau perhiasan itu menjadi rusak.
tn. Zheng langsung memeriksa perhiasan itu, sebuah tusuk konde. Setelah melihatnya, tn. Zheng menyuruhnya tidak khawatir karena dia mampu memperbaikinya dan juga tidak butuh waktu lama. Nenek sangat senang mendengarnya dan benar-benar berterimakasih atas hal itu.
“Bagaimana aku bisa melupakan hal ini?” ujar Gao Jie tiba-tiba. “Tusuk konde nenek ini dan mahkota phoenix Ketua, mereka sangat berharga karena penuh kenangan. Mereka mewakili sejarah dan budaya kita. Mereka juga mewujudkan kenangan hangat. Di pameran, meskipun kita tidak bisa mengesankan dengan skala besar, tetapi kita dapat menemukan cara untuk menunjukkan pesan bermakna yang di bawa perhiasan. Menarik pelanggan terlebih dahulu dengan perhiasan yang di perbarui. Lalu kita akan membangunkan kisah di balik setiap perhiasan. Lalu kita akan menjual potongan baru.”
tn. Zheng, tn. Lin dan tn. Cai langsung memuji gagasan bagus Gao Jie tersebut. Apalagi itu adalah spesialisai mereka.
Saat sudah agak sore, Gao Jie mengingatkan kalau perayaan tahunan itu akan di mulai lusa. Dia akan pergi ke sana besok untuk mulai mendekorasi stan terlebih dahulu. Mari kita semua bersemangat! Jiayou!
Tidak lama, saat Gao Jie pulang, dia melihat ke sekeliling, berharap Yu Zhi datang menjemputnya seperti biasa. Saat melihat seorang pria, Gao Jie langsung berteriak memanggil Yu Zhi, tapi ternyata dia salah orang. Gao Jie kemudian memarahi dirinya sendiri, padahal dia yang ingin menjaga jarak tapi kenapa malah dia yang masih berharap.
tn. Zheng keluar tidak lama kemudian dari toko dan bertanya apa yang Gao Jie lakukan? Mereka juga menyadari kalau baru-baru ini, Gao Jie tidak bersama Yu Zhi.
“Nak, biar ku kasih tahu. Jangan lihat umurku yang tua ini. Aku masih tahu sedikit tentang masalah anak muda. Biarku berikan sebuah contoh padamu. Untuk kau muda, cinta seperti burung ini. Bisa kau lihat? Tidak mudah menangkap burung itu. benar? Itu seperti cinta. Karena hubungan ini telah terperangkap dalam sangkar, pintu hati tidak bisa di buka secara acak. Jika aku membuka kandang, itu akan terbang dan kasih sayang akan hilang dan tidak pernah kembali lagi. Jadi, kau harus memegangnya dan bersyukurlah untuk itu.”
Gao Jie mengerti dengan nasehat tn. Zheng, tapi dia akan berfokus mengenai acara perayaan Rui Hua untuk saat ini.
--

Esok hari,
Gao Jie bersama dengan para guru pergi ke gedung acara, dan mereka malah berpas-pasan dengan Gao Hui, Yu Yi dan Yu Zhi juga. Begitu melihat Gao Jie, Gao Hui langsung menyindir Gao Jie yang sangat berani datang kemar.
“Kenapa aku tidak berani untuk datang? Kita memiliki kompetisi yang adil,” ujar Gao Jie.
“Persaingan yang adil?” ejek Gao Hui. “Bagaimana bisa bisnis-mu yang ketinggalan zaman akan bersaing denganku?”
Para guru tentu tersinggung mendengar ucapan Gao Hui tersebut. Gao Jie langsung mengingatkan Gao Hui kalau Ketua juga setuju untuk membiarkan dept. kustom mengikuti acara perayaan ini. Dan juga Gao Hui, bilang apa yang mereka lakukan ketinggalan zaman itu karena Gao Hui tidak mengerti nilai artistik dari perhiasaan.
“Kau kehilangan maksud asli seorang desainer,” ujar Gao Jie dengan tajamnya.
Gao Hui menatap penuh kebencian pada Gao Jie.
“Kita semua adalah merk di bawah Rui Hua. Kita bersaing secara adil, tidak perlu perlakuan khusus darimu,” ingati Gao Jie.
“Kau benar-benar ingin di tempatkan pada level yang sama denganku?! Kau harus mengukur kemampuan-mu.”
Yu Zhi yang dari tadi hanya memperhatikan, angkat bicara dengan mengajak Gao Hui untuk segera pergi.  
-Bersambung-


Post a Comment

Previous Post Next Post