Sunday, July 21, 2019

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 06-1

0 comments

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 06-1
Images by : iQiyi

Jingjing datang ke rumah Momo dan heran karena sekarang di kamarnya, Momo menanam banyak bunga. Bukankah rasanya merepotkan merawat tanaman setiap hari? Kalau dia puya uang, dia lebih memilih untuk membeli tike pertunjukan Jian Yi Ting.
“Siapa itu Jian Yi Ting?” tanya Momo, balik.

Jingjing kesal karena dia kan sudah sering memberitahu Momo. Jian Yi Ting adalah idolanya. Dia bahkan menunjukkan foto Yi Ting dan menyuruh Momo untuk mengingatnya. Dan kemudian Jingjing malah terpikir hal konyol, kalau saja suatu hari Momo bisa menjadi stunt woman dan berkesempatan untuk bermain film dengan Yi Ting, bisakah dia menjadi managernya? Momo jelas makin bingung.
Jingjing malah terus berceloteh. Dia merasa persahabatan mereka telah naik level apalagi Momo sudah mengalahkan Qi Shan di cheers, hingga dia merasa Momo sangat setia padanya. Tapi, Momo hanya diam saja. Jingjing kesal dan menyuruh Momo untuk menunjukkan sedikit reaksi. Jadilah Momo bersikap alay.

Setelah Jingjing pulang, Yu Chen pas juga siap mandi dan berjumpa dengan Momo di ruang tamu. Dia masih saja takut dengan Momo. Tapi, tiba-tiba dia bertanya, apakah Guo Sheng sudah menyadari identitas Momo?
“Apa kau berencana melaporkan ku?” ujar Momo dan mencekik Yu Chen.
“Jika aku ingin melaporkanmu, aku pasti sudah melakukannya dan tidak menungu sampai sekarang.”
Mendengar jawaban Yu Chen, barulah Momo melepas cekikannya. Yu Chen menyakinkan Momo untuk tidak khawatir. Dia tidak akan pernah membongkar identitas Momo. Tapi, Momo tetap harus berhati-hati, jika Momo ketahuan, maka Momo tidak akan bisa selamat.
“JIka aku tertangkap, maka kalian bertiga (ayah, ibu dan Yu Chen) juga tidak akan bisa selamat. Karena kita semua berada dalam satu kapal.”
“Aku tidak takut padamu. Hanya saja… aku tidak tahan dengan yang Lin Guo Sheng lakukan. Aku rasa dia terlalu kejam. Menurutku, semua kehidupan itu sama.”
Momo senang dengan jawaban Yu Chen. Dan karena Momo senang, Yu Chen memberanikan diri meminta kesediaan Momo untuk menjawab beberapa pertanyaannya karena sekarang kan mereka tinggal satu rumah. Momo bersedia.
“Yang mana akan kau pilih dari berbagai pilihan ini : Sailor Moon. Vampire. Mermaid. Do Min Joon-shi. Dan terakhir, Astro Boy,” tanya Yu Chen.
Momo tidak mengerti pertanyaan Yu Chen dan asal menunjuk foto Sailor Moon dan langsung masuk ke kamar. Yu Chen jelas semakin bingung karena Momo tidak menjawab pertanyaannya dengan serius.
--
Esok hari,
Saat latihan cheers, Qi Shan tidak melakukannya dengan serius karena posisi center-nya telah di ambil oleh Momo. Dan tentu saja, pelatih memarahinya karena Qi Shan tidak mempunyai semangat sama sekali.
“Pelatih, jika aku tidak punya semangat pelatih, maka aku tidak akan datang latihan hari ini,” protes Qi Shan, melawan.
“Jika kau datang maka kau harus latihan dengan serius. Dengan penampilanmu sekarang, kau lebih baik tidak datang,” mara pelatih.
Dan Qi Shan malah melempar pom-pom nya ke lantai dan berjalan pergi dengan kurang ajar. Pelatih jelas semakin marah dengan sikap kurang ajar Qi Shan.

“Kau tidak seperti Kapten team sama sekali! Aku umumkan sekarang, kapten team cheers sekarang adalah Xuan Mo,” putuskan Pelatih.
Qi Shan jelas shock, tapi harga dirinya melarang untuk berbalik.
--

Qi Shan duduk sendiri di gazebo yang ada di tengah lapangan dan Hai Lan melihatnya. Hai Lan melihat wajah muram dan sedih Qi Shan, dan langsung bertanya ada apa?
“Jangan pedulikan aku,” ujar Qi Shan dan menangis.
Ya jelas, Hai Lan tidak bisa tidak mempedulikan Qi Shan. Dia meminta Qi Shan untuk memberitahunya masalahnya. Dia bertanya, apa yang Qi Shan takutkan?
“Aku takut tidak bisa menjadi yang terbaik,” jawab Qi Shan sambil menangis.
Hai Lan langsung memberikan Qi Shan tissue. “Aku juga takut. Tapi, aku pikir hal yang di sebut urutan pertama, itu tidak memiliki arti sedikitpun. Itu tidak berharga untuk air matamu.”
Qi Shan malah tidak suka dengan ucapan Hai Lan tersebut. Hai Lan menjelaskan kalau mereka bisa meraih juara pertama di sekolahpun, apa artinya? Ada banyak SMA di China dan artinya ada banyak juga orang yang berbakat di segala bidang. Mereka masih muda dan masih memiliki banyak hal yang harus di capai.
“Tapi, bukankah kau juga tidak senang saat Xuan Mo mengalahkanmu terakhir kali?”
“Aku ingin mendapat peringkat pertama untuk menunjukkan pada ayahku kalau aku dapat menjadi yang pertama. Tapi, kita tidak bisa membiarkan pencapaian atau pengakuan orang lain yang menilai dan menentukan hidup kita. Dan juga, kenapa kau tidak memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi?”
“Xuan Mo mencuri posisi kapten cheers dariku.”
--

Dan saat kerja sambilan, Hai Lan mengajak Momo untuk bicara berdua. Tanpa basa basi, dia menyuruh Momo untuk mengembalikan posisi kapten cheers kepada Qi Shan. Qi Shan sekarang terluka. Dia biasanya selalu menjadi yang terbaik, dan tidak bisa menghadapi hal seperti ini.
Momo tidak peduli dengan perintah Hai Lan. Bukan urusannya jika Qi Shan tidak bisa menghadapinya. Dia sangat tidak mengerti dengan logikan Hai Lan. Hai Lan berkata kalau dia tidak memerintah, tapi memohon.
“Aku akui, aku biasanya memandang rendah padamu. Sebelum musim panas ini, aku tidak tahu bagaimana kau berlatih, hingga kau bisa selalu berada di posisi pertama. Jadi, kau mungkin tidak begitu peduli dengan posisi kapten, tapi Qi Shan sangat peduli.”
“Dalam perang, tidak ada yang namanya mundur. Yang ada hanyalah hidup atau mati. Dalam kompetisi juga tidak ada yang namanya mengalah. Yang ada hanyalah menang atau kalah.”
Untunglah manager datang dan menyuruh mereka untuk segera bersiap karena Jiang Yi Ting akan segera tiba.
Semua fans Yi Ting berkumpul untuk menyambut. Sementara Momo, Lu En dan Hai Lan memegang buket bunga untuk di berikan pada Yi Ting. Ternyata, Lu Eun juga adalah fans garis keras Yi Ting.
Tidak lama, Yi Ting datang dengan penjagaan ketat.
Jiang Yi Ting
Penyanyi-aktor terkenal
Tinggi : 1,65m Berat : 45kg
“Idola ribuan orang”

Momo penasaran dan bertanya pada Lu En, pencapaian apa saya yang sudah di lakukan leh Yi Ting? Berapa perperangan yang sudah di menangkan? Kenapa dia bisa mendapatkan begitu banyak kekaguman dari orang-orang? Bahkan mendapatkan bunga gratis.
“Kau sakit ya? Dia itu superstar. Dia layak untuk mendapatkan semua bunga yang ada di dunia ini. Mengerti?” jelas Lu En.
“Jangan bicara dengannya. Otaknya tidak seperti kita,” sindir Hai Lan.
Momo masih bingung. Di planetnya, hanya pahlawan lah yang bisa mendapatkan semua perhatian dan rasa kagum dari orang lain, tapi tidak di sangka, di dunia ini, kau hanya perlu ‘wajah’ dan kemampuan berakting saja. Tampaknya, dia masih tidak tahu mengenai manusia Bumi.
--
Saat Hai Lan dan Momo sedang di luar, asisten Yi Ting keluar dari ruangan dan marah – marah karna mereka memberikan air yang salah pada Yi Ting. Hai Lan langsung membela diri dan berdebat dengan si asisten. Saat itu Yi Ting keluar dan menyapa Hai Lan dengan ramah. Dia ternyata mengenal Hai Lan dan bahkan menyuruh Hai Lan untuk masuk dan mengobrol dengannya.

Momo pergi ke kamar mandi dan lagi-lagi meminum air dari wastafel. Ternyata, di sana ada make up artist (MUA) Yi Ting juga dan melihat Momo yang meminum air dari wastafel, dan berkomentar kalau Momo sepertinya di perlakukan buruk oleh atasan juga. Dengan sedih, dia curhat mengenai kesulitannya bekerja sebagai MUA Yi Ting dan sangat sulit di layani. Dia merasa kalau dia dan Momo sama, sama-sama pekerja yang di aniaya tapi tidak berani komplain.
“Itu karena kau lemah. Jadi nya orang lain selalu mengambil keuntungan darimu,” komentar Momo. “Aku akan membantumu,” lanjut Momo dan langsung keluar.
MUA itu panik dan berkata kalau itu bukan maksudnya. Tapi, Momo sudah terlanjur ke ruangan Yi Ting sambil membawa foto Yi Ting.
Di ruangannya, Hai Lan meminta tanda tangan Yi Ting di kaos kosong untuk temannya, Lu En. Dan dengan senang hati, Yi Ting memberikannya. Tapi, saat itu, Momo masuk dan melempar pigura foto Yi Ting ke lantai hingga pecah berkeping-keping.

Bodyguard yang menjaga Yi Ting, yaitu A Gui, langsung menyerang Momo. Mereka seimbang dalam hal berkelahi. Hai Lan panik dan langsung berkata kalau Momo adalah temannya. Dia segera menarik Momo menjauh. Asisten Yi Ting langsung marah dan memerintahkan agar menelpon polisi.
“Orang di foto ini harusnya menjadi dewi luar dan dalam yang layak untuk mendapat perhatian dari semua orang. Kau tidak layak,” marah Momo pada Yi Ting.
MUA itu panik dan langsung berkata kalau dia tidak berkata apapun. Momo saja yang gila.
Hai Lan langsung meminta maaf dan membawa Momo keluar.
--
Diluar, Hai Lan menegur Momo karena tidak menahan diri. Dengan santai, Momo menjawab kalau menahan diri bukanlah gayanya.  
“Gayamu adalah : Aku tidak mengerti. Aku tidak tahu. Aku tidak ingin,” ujar Hai Lan.
Mendengar ucapan Hai Lan, Momo jadi tertawa kecil. Mereka mulai bisa berbincang santai. Momo ternyata mau membantu MUA itu karena MUA itu tadi menangis.
Baru di omongin, MUA itu datag menemui Momo sambil marah-marah. Karena Momo, dia sekarang di pecat. Dia bahkan memaki Momo yang pasti gila.
“Aku sekarang mengerti. Ada saat ketika kau memutuskan strategi terbaik dan menerapkannya, hasilnya belum tentu baik.”

Bukan hanya MUA itu saja yang di pecat, tapi juga Momo. Untungnya, Jiang Yi Ting tidak menuntut Momo ataupun bioskop mreka. Tapi yah itu, Momo harus mengerti.
Momo jelas kesal di pecat karena dia jadi kehilangan sumber pemasukan untuk membeli laptop. Sementara dia tidak tahu pasti sampai kapan kekuatannya akan bertahan. Jadi, dia harus cepat bergerak untuk kembali.
Saat itu, Hai Lan memanggil Momo dan menyerahkan buket bunga yang tidak di bawa oleh Yi Ting. Itu sebagai tanda penghargaannya untuk Momo karna yang Momo lakukan hari ini tidaklah salah.
--
Begitu sampai di depan apartemen, Yu Chen sudah menyambutnya dengan ramah. Dia ingin mendiskusikan sesuatu dengan Momo. Dia tidak tahu siapa Momo sebenarnya dan apa tujuannya datang ke rumah mereka, tapi Momo tidak pernah melakukan apapun yang merugikan keluarga ini selama ini. Dan karena itu, mereka harus tinggal bersama dengan damai.
“Setuju,” ujar Momo.
“Bagus, karena kau sudah setuju. ibumu dan Lu Jian Hua sudah hampir pulang. Mereka pasti akan memeriksa apakah kita ada belajar atau tidak. Tunggu sebentar,” ujar Yu Chen dan menunjukkan hartanya. “Ini ku titipkan padamu. Kau tidak boleh sampai ketahuan.”
Dan harta Yu Chen tersebut adalah pesawat robot-robotan tersebut. Momo dengan tenang menerima harta Yu Chen dan bersedia menyimpankannya sementara ini.
--
Momo kembali melakukan rekaman diary.
Aku hampir ketahuan beberapa hari yang lalu. Itu menakutkan tapi tidak berbahaya. Anak itu, Lu Yu Chen, cukup lucu. Hidup selama ini di bumi, membuatku hampir yakin kalau aku adalah Xuan Mo. Tapi, tidak. Aku adalah Abu Dory. Tapi, aku tidak bisa memberitahunya pada orang lain. Yi Hai Lan pernah berkata, bahwa perasaan ini di sebut kesepian. Aku rasa, aku sedikit kesepian.


Momo kemudian melihat pesawat robot milik Yu Chen dan memainkannya. Pesawat itu mengingatkannya dengan pesawat yang di kendarainya dulu saat meninggalkan planetnya.
Momo menyimpan harta Yu Chen tersebut di dalam laci meja belajarnya.
--

Hai Lan sarapan dengan ayahnya. Dan ayahnya membahas Momo yang dia dengar dari laporan manager kalau membuat kekacauan di bioskop. Dengan malas, Hai Lan memberitahu kalau Momo sudah di pecat.
“Apa hubunganmu dengan gadis itu? gadis yang bersikap vulgar seperti itu, kau harus menjauhinya.”
“Aku bahkan tidak punya kebebasan untuk memilih temanku sendiri sekarang?”
“Aku menyuruhmu untuk kerja part time di bioskop untuk melatihmu, bukan supaya kau bisa bertingkah seperti boss kecil dan bukan supaya kau bisa membuat teman. Jika kau ingin berteman, setidaknya kau harus berteman dengan yang selevel. Jika tidak, kau akan berubah menjadi anak nakal.”
Hai Lan sangat tidak suka mendengar perkataan ayahnya tersebut. Dia juga melawan saat ayahnya menceritakan pengalaman hidupnya yang sulit semasa muda. Ayahnya sangat marah dan menilai kalau sikap Hai Lan sama saja seperti ibunya Hai Lan yang selalu memandang rendah orang lain.
--

Esok hari,
Yu Chen dan Momo pulang bersama. Ibu menyambut mereka yang pulang dan memberitahu kalau ada tamu di rumah mereka. Siapa tamunya? Lin Guo Sheng.
Yu Chen dan Momo jelas terkejut. Guo Sheng datang ke rumah berpura-pura menjadi klien yang ingin membeli baju dagangan orang tua mereka. Tentu saja, Yu Chen sangat mewaspadai Guo Sheng. Sementara Momo bersikap sangat tenang.
Ayah dan ibu mengundang Guo Sheng untuk makan bersama. Dan selama makan itu, Momo menunjukkan rasa tidak sukanya pada Guo Sheng.
“Sangat berat untuk membesarkan seorang anak. Kau selalu menganggap anakmu sebagai anak yang berkelakuan baik, tapi kau tidak pernah menyangka kalau suatu hari, dia mungkin akan berubah menjadi orang yang benar-benar berbeda dari sebelumnya,” ujar Guo Sheng, menyindir Momo.
Ayah dan ibu tentu tidak mengerti maksud ucapan Guo Sheng. Hanya Momo dan Yu Chen yang mengerti.


No comments:

Post a Comment