Saturday, July 20, 2019

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 02 part 2

1 comments

Sinopsis K-Drama : Doctor John Episode 02 part 2
Images by : SBS
Semua karakter, tempat, perusahaan dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi
Si Young kembali bertanya, darimana Yo Han tahu mengenai dia hendak ke Madagaskar dan juga mengenai dia yang adalah residen 2 tahun. Yo Han tidak menjawab dan beranjak pergi. Tapi, Si Young tiba-tiba bertanya, kejahatan apa yang telah Yo Han lakukan? Jika Yo Han sangat ingin pamer ilmu, kenapa bisa berakhir di penjara?
“Jalan ke-59, Ankorondrano, Antanarivo,” ujar Yo Han dan membuat Si Young kaget. “Ada di label nama,” tunjuknya pada label yang ada di koper Si Young. “Ponselmu, sepatu, dan tasmu, semuanya mahal, tapi ini (ponsel) dibuat dua tahun lalu. Itu artinya, kamu punya uang untuk berbelanja, tapi tidak punya waktu. Begitulah aku berasumsi kamu dokter residen dua tahun. Benar, soal kabur itu. Dokter residen dua tahun bekerja keras sampai tidak sempat berbelanja. Tapi dia pergi ke negara asing yang bukan di Asia Tenggara, Amerika Utara, atau Eropa. Kamu pasti berusaha kabur dari kejahatan yang mirip denganku. Tapi apakah kamu benar-benar yakin kabur bisa membebaskanmu? Kurasa mendengarkan saranku akan membantumu mendapatkan kebebasan itu,” jelas Yo Han dan bertingkah imut dengan memajukan mulutnya dan kemudian keluar.

Setelah Yo Han keluar, Si young menundukkan kepala. Eh, tiba-tiba Yo Han balik lagi dan mengingatkan Si Young agar tidak lupa memberikan perintah itu (karakter Yo Han ini sedikit unik, lho).
Baru juga Yo Han pergi, Si Young malah mendapat telepon dari Jeong Nam.
--

Si Young pergi ke ruangan Jeong Nam. Dan dia terkejut karena dr. Min juga ada di sana. Jeong Nam langsung bertanya memastikan, apa benar Si Young akan ke luar negeri malam ini?
“Kenapa ibu di sini?” tanya Si Young (Si Young manggilnya, ‘Gwanjangnim’ artinya Pimpinan. Tapi, di sub di terjemahkan sebagai ‘Ibu’).
dr. Min tidak menjawab dan hanya menyuruh Si Young mengemasi barang-barangnya kemudian pergilah.
“Ada apa? Ibu takut aku tidak akan kembali? Ibu pasti berpikir aku sangat santai. Ibu pikir aku akan santai dan berpikir untuk bunuh diri?” ujar Si Young.
“Lalu kenapa kamu pergi?  Beri tahu alasannya,” tantang dr. Min.
“Itu tidak penting. Dia tidak perlu pergi. Si Young, jangan pergi. Kenapa kamu pergi begitu jauh? Jangan pergi,” cegah Jeong Nam.
“Itu pulau yang jauh. Zona waktunya berbeda dengan Korea. Kupikir jika aku pergi ke tempat asing seperti itu, aku bisa melupakan semuanya. Kupikir aku bisa menganggap insiden itu tidak terjadi. Kupikir ini semua akan terasa seperti mimpi. Kupikir mungkin semua ini tidak terjadi selama aku tidak di sini,” ujar Si Young dengan suara bergetar menahan tangis.
Jeong Nam sangat sedih mendengarnya. Apalagi Si Young berkata kalau dia tahu Jeong Nam membencinya. Sahabat paman….
“Itu bukan salahmu. Itu kecelakaan. Tidak ada yang menduganya,” tegas Jeong Nam. “Selain itu, - paman yakin kamu lebih…”
“Lebih apa?” potong Si Young. “Aku tidak pantas merasa sakit. Menyakitkan melihat kalian. Jadi, akan lebih baik jika aku…”
“Jangan kekanak-kanakan,” teriak dr. Min.
“Tidak. Itu tidak akan mempan untuk Ibu. Karena Ibu selalu mengutamakan perasaan.”
“Berapa kali harus paman ulangi? Itu bukan salahmu. Paman yakin kamu menyalahkan dirimu dan menyesalinya.”
“Seperti yang kukatakan sebelumnya, ini juga menyiksaku. Sampai aku ingin bunuh diri. Jadi, jangan khawatir. Aku tidak akan membawa tragedi lagi ke dalam hidup Ibu,” ujar Si Young dan pergi dari sana.
Jeong Nam panik karena Si Young pergi begitu saja, dan dr. Min tidak mengejarnya sama sekali.



Di luar, tangis Si Young pecah. Dia menangis terisak-isak. Ingatannya kembali ke 1 tahun lalu saat tangannya penuh lumuran darah dan ibunya dengan pakaian operasi mentapnya.
“Aku mengabaikan dia bukan karena aku tidak bisa menghadapinya. "Itu tidak bisa dihindari." "Terimalah." "Bangkitlah lagi." Aku biasanya akan memarahi dan menceramahinya. Aku tidak bisa melakukan itu. Si Young terpuruk dan menyerah, tapi aku menerimanya,” ujar dr. Min dengan sedih pada Jeong Nam.
“Dia ingin kembali. Dia benar-benar ingin kembali dan berpikir dia mungkin bisa melakukannya dengan baik,” beritahu Jeong Nam.
“Dia bilang begitu?” kaget dr. Min.
“Ya.”
“Tapi… Dia ingin kembali, tapi…”
“Dia tidak pantas?” tebak Dr. Min.
--

Si Young mengambil kopernya yang ada ada di ruang praktek. Dia menatap jas dokter yang tergantung di sana dengan sedih. Saat itu, dia melihat sipir keluar dari ruang rawat dan tidak ada Jung Bo di sana. Sipir memberitahu kalau tahanan 5353 (Jung Bo) sangat pandai mengarang-ngarang penyakit.
“Demam-nya sudah turun?” tanya Si Young.

“Ya, jadi, ku bawa dia ke sel-nya.”
Si Young tampak khawatir. “Begini, Pak… Jika dia mengeluhkan demam atau gejala lain, jangan tolak dia, tapi kirim dia ke rumah sakit untuk pemeriksaan menyeluruh.”
“Pemeriksaan menyeluruh?”
“Ya. Tolong lakukan itu,” pinta Si Young.
--

Di dalam ruangan Jung Bo, semua tahanan duduk untuk menikmati makan malam. Tapi, Jung Bo terus saja berbaring. Teman sel-nya membangunkannya, tapi saat dia membalikann tubuh Jung Bo, mereka malah ketakutan. Jung Bo tampak sangat kesakitan dan tangannya penuh dengan bintik (sebelumnya hanya sedikit) dan kemerahan.
Mereka segera berteriak memanggil penjaga. Teriakan mereka terdengar oleh Yo Han yang sedang mengepel.
Di saat bersamaan, Si Young sudah berjalan keluar dari gedung penjara.


Yo Han memeriksa badan Jung Bo. Jung Bo tampak seperti kejang gitu, tapi juga bukan (susah ngejelasinnya). Pokoknya Jung Bo masih sadar tapi seperti tidak sadar. Tangannya mengepal kuat. Telapak tangan dan kaki penuh dengan bintik merah. Yo Han meminjam senter milik petugas sipir dan memeriksa mata Jung Bo. Bola matanya tidak fokus. Dan juga, Yo Han tidak berkeringat sama sekali. Seorang petugas memberitahu kalau dia ssudah menelpon ambulans.
“Tidak. Jangan ambulans,” ujar Yo Han.
“Apa maksudmu jangan ambulans?”
“Kang Si Young,” ujar Yo Han.
“Siapa?”
“Telepon Dokter Kang Si Young sekarang,” tegas Yo Han.
Si Young di depan gedung dan menatap gedung tersebut. Dia sudah memantapkan hati. Dia mengirim pesan pada ibunya kalau dia akan pergi. Saat itu, dia melihat kedatangan ambulans 119 ke dalam gedung penjara.
Para petugas memberikan perawatan pertama pada Jung Bo. Tapi Yo Han tetap bersikeras menanyakan Si Young.
Seorang sipir keluar dan berteriak memanggil Si Young yang masuk ke dalam taksi. Dia menghentikan Si Young untuk pergi karena ada keadaan darurat. Narapidana 5353, kondisinya tidak baik. Dia meminta Si Young untuk masuk. Supir taksi bertanya, apakah Si Young jadi pergi atau tidak?
“Kami tidak bisa menyelamatkannya tanpamu,” ujar sipir tersebut dan membuat Si Young bingung. “Kami tidak bisa menyelamatkannya. Kamu atau dia yang mati.”
“Siapa yang bilang begitu?” tanya Si Young.
“Narapidana 6238. Dia menyuruhku membawamu.”
Supir mulai kesal dan bertanya apakah Si Young hendak naik atau tidak? Si Young terlihat ragu. Dia menatap gelang di tangannya yang di kembalikan Jung Bo.
Di dalam gedung, Yo Han mendesak petugas untuk menghubungi Si Young. Petugas berkata kalau mereka tidak punya teleponnya. Dan untuk pertama kalinya di episode 01 ini, Yo Han berteriak. Harusnya mereka mencarinya!
Yo Han berusaha menghentikan para petugas membawa Jung Bo dan menyuruh agar menghubungi dr. Kang Si Young. Para sipir panik, kenapa Yo Han terus saja mencarinya sih?
“Ada yang harus dia lakukan!” jawab Yo Han.
Dan Si Young muncul, “Ada apa? Apa yang harus kulakukan?” tanyanya.
Yo Han lega melihatnya. “Bawa dia ke rumah sakit.”
“Lalu apa?” tanya Si Young lagi.
“Pergilah.”
“Apa yang harus kulakukan?”
“Selamatkan pasienmu,” jawab Yo Han.
“Bagaimana… Bisakah aku melakukan itu?” ragu Si Young pada dirinya sendiri.
“Aku akan mengarahkanmu, jadi, berjanjilah. Berjanjilah kamu akan menyelamatkannya,” ujar Yo Han. “Jika dia mati malam ini, itu bukan karena penyakit. Itu karena para dokter tidak melakukan apa pun. Bagi pasien, penyakit adalah keputusasaan, dan dokter adalah harapan. Harapan itu. Kamu akan mengecewakannya?”
Si Young teringat saat dia mencoba menghentikan pendarahan sahabat Jeong Nam, namn tidak bisa.

“Apa yang harus kulakukan untuk menyelamatkannya?” tanya Si Young, akhirnya. Dan Yo Han tersenyum.
(jika Si Young bisa menyelamatkan Jung Bo, maka Yo Han telah menyelamatkan 2 orang. Jung Bo dan Si Young. Si Young yang telah kehilangan kepercayaan dirinya sebagai dokter yang dapat menolong orang).



1 comment: