Monday, July 22, 2019

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 06-2

1 comments

Sinopsis C-Drama : My Classmate From Far Far Away Episode 06-2
Images by : iQiyi

Setelah Guo Sheng pergi, ibu baru bicara dengan Momo. Dia tahu kalau Momo tidak suka dia membawa orang asing ke rumah, dia berjanji tidak akan membawa orang asing lagi dari sekarang ke rumah. Momo bingung, apakah Shen Juan tidak marah karna dia sudah mengacaukan bisnis Shen Juan?
“Tn. Lin itu sangat mempedulikan pekerjaan, tapi ibumu hanya peduli padamu,” jawab Jian Hua.
Yu Chen tampaknya mulai melihat Shen Juan dengan pandangan berbeda sekarang.
--
Momo entah bagaimana, sekarang sedang berdiri di pinggir pantai. Dia teringat saat Lina memberikannya kekuatannya dan juga memberitahu kalau Guo Sheng memiliki alat yang bisa membuat kekuatan mereka jadi tidak berguna.
--
Hari sudah malam, dan diam-diam, Momo pergi ke dekat kediaman Guo Sheng. Saat itu, Guo Sheng ada memberikan sebuah koper yang berisi senjata dan menyuruh anak buahnya untuk menjaga koper itu 24jam sehari. Jangan sampai hilang.
Momo sedikit mengalihkan perhatian anak buah itu saat anak buah itu memasukkan koper ke dalam mobil. Dan sepertinya, Momo menukar/mengambil isi dari koper (?)
--
Esok hari,
Qi Shan membuka lokernya. Dan begitu melihat baju seragam dan pom-pom cheers, dia jadi teringat kemarahan pelatih hingga memutuskan Momo yang menjadi kapten cheers menggantikannya. Hai Lan ada di sana dan menyuruh Qi Shan untuk tidak memaksakan diri. Kalau tidak mau pergi jangan pergi. Sebagai gantinya, dia akan mengajari Qi Shan cara bermain basket.
Hai Lan membawa Qi Shan ke lapangan basket indoor dan mengajarinya basket. Mereka tampak bersenang-senang.    
“Orang-orang selalu bilang kalau aku sangat mementingkan kemenangan. Aku merasa mereka salah. Tapi setelah masalah ini, aku baru salah, aku sangat mementingkan kemenangan. Aku tidak ingin pergi latihan, karena aku tidak ingin menghadapinya,” cerita I Shan.
“Sebenarnya, pria juga sangat mementingkan kemenangan. Uang adalah di atas segalanya bagi ayahku. Semua adalah keuntungan dan ketenaran. Tapi, setiap kali dia menyebut ibuku, dia masih memiliki emosi manusia. Dan karena hal itu juga aku tidak berubah sepenuhnya.”
“Aku rasa, hanya kita berdua di sekolah ini yang bisa bicara bersama seperti ini. Orang lain hanya memasang label-label pada kita.”
Hai Lan tidak peduli. Dia dari kecil sudah di bilang orang kalau berasal dari keluarga bagus tapi berkelakuan buruk. Semakin dia di bicarakan, semakin dia ingin menyempurnakan dirinya untuk membuat semua orang itu terdiam.
“Sebenarnya, tujuanku tidak pernah ada di sekolah ini atau di kelas ini. Tujuanku adalah Harvard atau Ivy League. Aku selalu merasa tujuanku cukup besar dan tidak ada hal lain yang dapat mempengaruhiku. Tapi, aku tidak menyangka, hal kecil seperti posisi kapten cheers dapat membuatku merasa terpuruk.”
“Jangan sedih lagi,” hibur Hai Lan. “Aku akan mengajarimu cara mencetak 3 angka!”
--
Momo pulang ke rumah dan melihat Jian Hua yang sedang memarahi Yu Chen. Dia marah karena Yu Chen bermain dan mengumpulkan pesawat-pesawat robot. Menurutnya hal itu tidak berguna. Dia bahkan melempar harta Yu Chen tersebut. Yu Chen sangat marah hingga pergi keluar rumah. Momo segera mengejarnya.
“Aku punya niat untuk menjaga rahasiamu. Aku takut kau akan ketahuan oleh Lin Guo Sheng. Tapi kau? Bagaimana kau memperlakukanku? Kau seharusnya bilang kalau kau tidak mau menyimpannya. Kenapa? Kenapa kau malah memberikan hartaku itu pada Lu Jian Hua?” marah Yu Chen pada Momo. “Dengarkan aku. Aku tidak lagi takut padamu sekarang. Aku tidak peduli siapa kau, bunuh saja aku jika kau sangat hebat!”
“Ini salahku. Aku mengakuinya. Tapi, bukan aku yang melakukannya (menyerahkannya pada Jian Hua).”
“Aku tidak ingin mendengar satupun perkataanmu lagi!” marah Yu Chen dan langsung pergi.
Dan saat Yu Chen sudah meninggalkan Momo, Momo tiba-tiba di pukuli dari belakang hingga tidak sadarkan diri.
--
Yu Chen pergi ke warnet untuk melampiaskan kekesalannya. Saat itu, beberapa preman datang dan mengacau. Mereka meminta uang pada A La Lei. Yu Chen tidak tahan melihatnya dan langsung memukul Yu Chen.

Saat bertengkar itu, ada seorang pria muda yang diam-diam membantu Yu Chen. Dan kemudian pria itu langsung pergi dari sana. Sepertinya, dia mempunyai kekuatan juga sama seperti Momo.
A La Lei berusaha melerai mereka dan akhirnya preman itu pun pergi.
Setelah preman itu pergi, A La Lei langsung menegur Yu Chen yang hari ini sangat emosian. Dia menyarankan Yu Chen untuk tidak keluar rumah beberapa hari ini untuk menghindari para preman tersebut.
“Aku tidak punya rumah untuk kembali,” ujar Yu Chen dengan sedih.
--

Yang menculik Momo adalah Guo Sheng. Dan Guo Sheng mengurung Momo dalam tabung eksperimennya yang digunakan untuk menghisap kekuatan orang-orang seperti Momo.
“Huan Lina dan suaminya mati seperti ini?”
“Mati? Kata ini kurang sesuai. Seorang manusia Bumi dapat di sebut meninggal, tapi kalian semua… harusnya di sebut dengan menghilang. Ketika mental power habis dari tubuh kalian, kalian akan sama seperti bunga mati. Layu dengan sangat cepat,” jawab Guo Sheng.
Mereka saling sindir menyindir. Dan Momo sepertinya sengaja memancing amarah Guo Sheng gitu karena dia menyebut Guo Sheng itu lemah. Guo Sheng menyerang mereka karena mereka kuat dan dia takut akan hal itu.
“Aku akan menganggap itu sebagai perkataan terakhirmu,” ujar Guo Sheng.

Dan saat Guo Sheng memberi tanda, anak buahnya masuk dengan membawa koper. Tapi, isi koper itu adalah batu bata!
Flashback
Dan benar, saat itu, Momo mengalihkan perhatian anak buah Guo Sheng dan menukar kopernya.
End
Dan dengan kekuatannya, Momo dengan gampang melepaskan diri dari dalam tabung dan langsung menyerang Guo Sheng.
“Apa yang mau kau lakukan?” tanya Guo Sheng.
“Makhluk sepertimu tidak perlu tahu,” jawab Momo dan membuat Guo Sheng pingsan. “Kau tidak akan ingat aku siapa mulai dari sekarang. Aku harap, kita tidak akan pernah bertemu lagi.” Momo menghapus ingatan Guo Sheng mengenai dirinya.
Dan dengan kekuatannya juga Momo menyerap informasi yang ada di laptop Guo Sheng.
--
Hari ini ternyata adalah hari kompetisi final cheers juga. Semua sudah datang berkumpul. Momo juga sedang bersiap, tapi dia mendapat telepon dari A La Lei. Lei menyuruh Momo untuk segera memberitahu orang tua nya kalau Lu Yu Chen dalam masalah.
Mendengar Yu Chen dalam masalah, Momo langsung pergi dari gedung kompetisi.
--
Yu Chen ternyata di tangkap oleh para preman waktu itu dan di bawa ke gudang kosong. Dia hanya sendirian dan di kerubungi banyak orang, tentu saja dia tidak berdaya melawan dan hanya bisa menerima semua pukulan.
MENTAL POWER LEVEL 83    %


1 comment: